Team Redaksi

Team Redaksi

65 Persen Pengelolaan Ekonomi Indonesia Tak Bergantung Situasi Global

Berita9.com - Pemerintah diminta tidak mencari alasan atas kondisi ekonomi global yang mengalami ketidakpastian dan sulit diprediksi, sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI).
 
Sebab, ekonomi Indonesia masih sangat bergantung kepada domestik. Begitu disampaikan Ekonom INDEF, Eko Listyanto di Jakarta, Jumat (6/12).

 

Jusuf Kalla Minta DMI Kembangkan Masjid Untuk Bangun Ekonomi Umat

Berita9.com - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meminta jajarannya dari pusat sampai ke daerah agar meningkatkan peranan masjid untuk kehidupan masyarakat.

Menurut JK, masjid jangan hanya untuk jadi tempat melaksanakan ibadah. Tapi juga menjadi sarana meningkatkan kehidupan masyarakat dari aspek lain seperti sosial dan ekonomi.

"Peran DMI itu ya meningkatkan peranan masjid itu sendiri. Ekonomi umat juga bisa dikembangkan di sana," kata JK saat melantik pengurus DMI Sumatra Barat di Istana Gubernur Sumbar di Padang, (5/12).

Mantan Wakil Presiden RI 2004-2009 dan 2014-2019 itu mengatakan masjid merupakan tumpuan kehidupan umat Islam. Hal tersebut sudah diajarkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Di mana Nabi SAW menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat pemerintahan, pusat kegiatan ekonomi, pendidikan dan lain-lain.

Selain itu, JK juga ingin DMI juga harus ikut mendorong membantu pendirian dan perbaikan masjid. Untuk melakukan hal tersebut, menurut JK DMI harus memiliki data base masjid di seluruh Tanah Air.

Sejauh ini, masjid yang terdata oleh DMI baru 500 ribu. Padahal perkiraan JK masjid di Indonesia sudah mendekati angka satu juta. "Kadang DMI di daerah ini saja tak tahu ada berapa masjid di daerah mereka. Kita di pusat juga begitu. Nanti pendataan ini kami perkuat," ucap JK.

Selain memperhatikan fisik masjid, JK juga menyarankan setiap masjid juga didukung fasilitas penunjang yang memadai seperti sound system. Ia menghitung 80 persen kegiatan umat Islam di masjid adalah untuk mendengarkan ceramah, kotbah, mendengarkan pengumuman dan memberikan infak sedekah. 20 persennya, JK mengatakan, barulah untuk ibadah shalat wajib, shalat sunat dan baca kitab suci Alquran.

"Kita upayakan semuanya diperbaiki. Sekarang 70 persen masjid itu, susunan tata suaranya jelek," kata JK menambahkan. (*)

Sri Mulyani Diminta Fokus Penguatan Ekonomi, Jangan Lari Dari Tanggungjawab Tugasnya

Berita9.com - Pada prinsipnya ketidakpastian global memang sulit untuk diprediksi. Untuk itu, memang dibutuhkan kesigapan dalam mengantisipasi ketidakpastian tersebut.

Tips Menjalani Hidup Ketika Diuji Kaya atau Miskin di Masa Sulit

Berita9.com - Dunia adalah negeri ujian. Allah Azza wa Jalla menghendaki keadaan manusia berbeda-beda sebagai ujian. Ada orang Mukmin dan kafir, orang sehat dan sakit, orang kaya dan miskin, dan seterusnya.

Makna semua ini, bahwa seseorang itu diuji dengan orang yang tidak seperti dia. Seorang yang kaya contohnya, dia diuji dengan keberadaan orang miskin. Sepantasnya orang kaya tersebut membantunya dan tidak menghinanya.

Sebaliknya si miskin juga diuji dengan keberadaan si kaya. Sepantasnya dia tidak hasad terhadap si kaya dan tidak mengambil hartanya dengan tanpa hak. Dan masing-masing berkewajiban meniti jalan kebenaran.

Maka jika kita diuji oleh Allah Azza wa Jalla dengan kemiskinan dan kesulitan hidup, hendaklah kita menyikapinya dengan cara-cara yang telah ditunjukkan oleh Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Di antara kiat-kiat menghadapi keadaan sulit tersebut adalah:

Wajib Berhusnu-zhan Kepada Allah Azza wa Jalla

Yang pertama dan utama hendaklah setiap hamba berhusnu-zhan (berprasangka baik) kepada Allah Azza wa Jalla atas musibah dan kesusahan yang menimpanya. Karena sesungguhnya keimanan dan tauhid seseorang tidak akan sempurna kecuali dengan husnu-zhan  kepada Allah Azza wa Jalla.

Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn rahimahullah berkata: “Engkau wajib husnu-zhan  kepada Allah Azza wa Jalla terhadap perbuatan-Nya di alam ini. Engkau wajib mengetahui bahwa apa yang Allah Azza wa Jalla lakukan itu merupakan hikmah yang sempurna, terkadang akal manusia memahaminya atau terkadang tidak. Dengan inilah keagungan Allah Azza wa Jalla dan hikmah-Nya di dalam takdir-Nya diketahui.

Maka janganlah engkau menyangka bahwa jika Allah Azza wa Jalla melakukan sesuatu di alam ini, adalah karena kehendak-Nya yang buruk. Termasuk kejadian-kejadian dan musibah-musibah yang ada, Allah Azza wa Jalla tidak mengadakannya karena kehendak buruk yang berkaitan dengan perbuatan-Nya. Adapun yang berkaitan dengan makhluk, bahwa Allah Azza wa Jalla menetapkan apa yang Dia kehendaki, itu terkadang menyusahkannya, maka ini seperti firman Allah Azza wa Jalla :

قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً

Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah, jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” [al-Ahzâb/33:17][1]

Bersabar

Kemudian senjata hamba di dalam menghadapi kesusahan dalah kesabaran. Sabar adalah sifat yang agung. Sabar menghadapi kesusahan adalah menahan jiwa dari berkeluh-kesah, menahan lisan dari mengadu kepada manusia, dan menahan anggota badan dari perkara yang menyelisihi syari’at. Bagi seorang Mukmin sabar merupakan senjatanya untuk menghadapi kesusahan. Dan hal itu akan membuahkan kebaikan baginya.

Jika kita melihat keadaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarganya, maka kita akan takjub dengan kesabaran mereka menghadapi kesusahan hidup di dunia ini. Memang mereka layak dijadikan panutan. Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبِيتُ اللَّيَالِيْ الْمُتَتَابِعَةَ طَاوِيًا وَأَهْلُهُ لاَ يَجِدُونَ عَشَاءً وَكَانَ أَكْثَرُ خُبْزِهِمْ خُبْزَ الشَّعِيرِ

Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati beberapa malam berturut-turut dengan keadaan perutnya kosong, demikian juga keluarganya, mereka tidak mendapati makan malam. Dan sesungguhnya kebanyakan rotinya mereka adalah roti gandum [2]

Bersikap Qana’ah
Selain kesabaran, maka sikap yang tidak kalah penting adalah qanâ’ah. Yang dimaksud dengan qanâ’ah adalah ridha terhadap pembagian Allah Azza wa Jalla . Karena sesungguhnya hakekat kaya itu adalah kaya hati, bukan kaya harta. Dan qanâ’ah merupakan jalan kebahagiaan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

Sesungguhnya telah beruntung orang yang telah masuk agama Islam, diberi rizqi dengan cukup, dan Allah menjadikannya qanâ‘ah terhadap apa-apa yang telah Dia berikan kepadanya. [3]

Yaitu benar-benar sukses orang yang tunduk kepada Rabbnya, dan dia diberi rizqi halal yang mencukupi keperluan dan kebutuhan pokoknya; dan Allah Azza wa Jalla menjadikannya qanâ‘ah terhadap semua yang telah Dia berikan kepadanya.[4]

Imam Ibnu Qudâmah al-Maqdisi rahimahullah berkata: “Ketahuilah bahwa kemiskinan itu terpuji. Namun, sepantasnya orang yang miskin itu bersifat qanâ‘ah, tidak berharap kepada makhluk, tidak menginginkan barang yang berada di tangan orang, dan tidak rakus mencari harta dengan segala cara, namun itu semua tidak mungkin dilakukan, kecuali dia qanâ‘ah dengan ukuran minimal terhadap makanan dan pakaian”.[5]

Barangsiapa bersikap qanâ‘ah, maka hal itu akan memunculkan sifat ‘affâf (menjaga kehormatan diri) dengan tidak mengharapkan barang milik orang lain, apalagi meminta-minta.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنْ الْمَسْأَلَةَ كَدٌّ يَكُدُّ بِهَا الرَّجُلُ وَجْهَهُ إِلاَّ أَنْ يَسْأَلَ الرَّجُلُ سُلْطَانًا أَوْ فِي أَمْرٍ لاَ بُدَّ مِنْهُ

Sesungguhnya meminta-minta itu merupakan keletihan/cakaran seseorang pada wajahnya. Kecuali seseorang yang meminta kepada pemerintah atau dalam perkara yang tidak ada pilihan baginya. [6]

Dan sifat ‘affâf ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Marilah kita perhatikan tawaran yang agung dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat benar perkataannya, yaitu sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ يَكْفُلُ لِيْ أَنْ لاَ يَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا وَأَتَكَفَّلُ لَهُ بِالْجَنَّةِ فَقَالَ ثَوْبَانُ أَنَا فَكَانَ لاَ يَسْأَلُ أَحَدًا شَيْئًا

Siapakah yang menjamin bagiku, bahwa dia tidak akan meminta apapun kepada manusia, maka aku akan menjamin surga baginya? Sahabat Tsaubân berkata: “Saya!”. Maka dia tidak pernah meminta apapun kepada seorangpun.[7]

Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepada sebagian Sahabat beliau untuk tetap tidak meminta kepada makhluk, walaupun tertimpa kelaparan sampai tidak mampu berjalan! Abu Dzar al-Ghifâri Radhiyallahu anhu bercerita:

رَكِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِمَارًا وَ أَرْدَفَنِيْ خَلْفَهُ ثُمَّ قَالَ: ((أَبَا ذَرٍّ, أَرَيْتَ لَوْ أَصَابَ النَّاسَ جُوْعٌ شَدِيْدٌ حَتَّى لاَ تَسْتَطِيْعَ أَنْ تَقُوَمَ مِنْ فِرَاشِكَ إِلَى مَسْجِدِكَ؟)) قُلْتُ: اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: تَعَفَّفْ!

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunggang keledai dan memboncengkanku di belakangnya, kemudian berkata: “Abu Dzarr, bagaimana pendapatmu jika kelaparan yang dahsyat menimpa manusia sampai engkau tidak mampu bangun dari tempat tidurmu menuju masjidmu?” aku menjawab: “Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda: “Ta’affuf-lah (Janganlah engkau minta-minta)”. [8]

Berhemat
Kemudian di antara kita terpenting dalam menghadapi kesulitan adalah bersikap hemat di dalam pengeluaran. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Yaitu jangan sampai pengeluaran lebih banyak daripada pemasukan. Karena hal ini tentu akan berakibat fatal. Sebagian orang akhirnya terperosok ke dalam lubang hutang yang tidak ada kesudahannya. Oleh karena Allah Azza wa Jalla memuji hamba-hamba-Nya yang bersikap tengah ketika mengeluarkan harta mereka, tidak pelit dan tidak boros. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. [al-Furqân/25:67]

Bahkan sikap hemat itu merupakan salah satu dari tiga penyelamat! Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مُنْجِيَاتٌ: خَشْيَةُ اللهِ تَعَالَى فِي السِِّرِّ وَالْعَلاَنِيَةِ وَالْقَصْدُ فِي الْغِنَى وَالْفَقْرِ وَالْعَدْلُ فِي الرِّضَى وَالْغَضَبِ

Tiga perkara yang menyelamatkan: takut kepada Allah Azza wa Jalla pada waktu sendirian dan bersama orang banyak; bersikap hemat pada waktu kaya dan miskin; dan bersikap adil pada waktu ridha dan marah. [9]

Bunuh Diri Bukan Solusi
Selain itu bahwa orang beriman yang meyakini kepada takdir Allah Azza wa Jalla , tidak boleh berputus asa di dalam menghadapi ujian-ujian di dalam kehidupan dunia ini. Apalagi sampai mengakhiri hidupnya secara paksa, atau bunuh diri. Hanya karena kesulitan ekonomi, atau ujian penyakit yang tiada henti, atau cita-cita yang tidak terjadi, atau sakit hati yang tak terobati, sebagian orang rela menjemput mati dengan bunuh diri. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan ancaman keras terhadap pelaku bunuh diri dengan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

Barangsiapa menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung, kemudian membunuh dirinya, maka dia di dalam neraka Jahannam menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung, dia tinggal lama dan dijadikan tinggal lama selamanya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Dan barangsiapa meminum racun kemudian membunuh dirinya, maka racunnya akan berada di tangannya, dia akan meminumnya di dalam neraka Jahannam dia tinggal lama dan dijadikan tinggal lama selamanya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya.Dan barangsiapa membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan berada di tangannya, dia akan menikam perutnya di dalam neraka Jahannam, dia tinggal lama dan dijadikan tinggal lama selamanya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya”. [HR. Bukhâri, no. 5778; Muslim, no. 109; dari Abu Hurairah; lafazh bagi al-Bukhâri]

Sebagai penutup, bahwa kita sebagai orang yang beriman harus meyakini bahwa apapun yang menimpa kita, jika kita menyikapinya dengan benar maka hal itu merupakan kebaikan bagi kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan keadaan orang Mukmin yang menakjubkan, yaitu karena semua urusannya baik baginya, di dalam sebuah hadits di bawah ini:

عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجَبًا ِلأَ مْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Dari Shuhaib, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Urusan seorang Mukmin itu mengherankan. Karena sesungguhnya semua urusannya  itu baik, dan itu hanya dimiliki oleh orang Mukmin. Jika kesenangan mengenainya, dia bersyukur, maka syukur itu baik baginya. Dan  jika kesusahan mengenainya, dia bersabar, maka sabar itu baik baginya. [10]

Inilah sedikit tulisan mengenai kiat-kiat menghadapi kesusahan,semoga bermanfaat.

Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari

[Disalin dari majalah As-Sunnah]
_______
Footnote
[1] Al-Qaulul Mufîd  ‘ala Kitab At-Tauhîd, juz: 3, hlm: 144.
[2] HR. Tirmidzi, no. 2360; Ibnu Mâjah, no. 3347; dan lainnya; dihasankan oleh Syaikh Salîm al-Hilâli di dalam Bahjatun Nâzhirin, no. 514.
[3] HR. Muslim, no: 1054; Tirmidzi, no. 2348; Ibnu Mâjah, no. 4138
[4] Lihat Tuhfatul Ahwadzi syarah hadits no. 2348.
[5] Mukhtashar Minhâjul Qâshidin, hlm. 256; dengan komentar dan takhrîj hadits Syaikh Ali al-Halabi; Penerbit Dâr ‘Ammâr, ‘  Ammân, Yordania.
[6] HR. Tirmidzi, no. 681; dishahîhkan oleh Syaikh Salîm al-Hilâli di dalam Bahjatun Nâzhirîn, no. 533.
[7] HR. Abu Dâwud,  no. 1643;dan lainnya;  dishahîhkan oleh Syaikh Salîm al-Hilâli di dalam Bahjatun Nâzhirîn, no. 535.
[8] HR. Ibnu Hibbân (Mawâriduzh Zham-ân, no. 1862); Ahmad 5/149; Abu Dâwud, no. 4261; dan lainnya; dishahîhkan oleh Syaikh Musthafa al-Adawi di dalam Ash-Shahîhul Musnad min Ahâditsul Fitan walMalâhim, hlm. 269-270.
[9] HR. al-Bazzâr; Al-‘Uqaili; Abu Nu’aim; dan lainnya; dihasankan oleh Syaikh al-Albâni di dalam Silsilah ash-Shahîhah, no. 1802.
[10] HR. Muslim, no: 2999

 

Para Pejabat Yang Terlibat Harley Ilegal Dihimbau Mundur

Berita9.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta pejabat Garuda Indonesia yang terlibat dalam penyelundupan kargo gelap untuk mengundurkan diri.

Pejabat penyelundup onderdil motor Harley Davidson dan dua sepeda baru bermerek Brompton tersebut diminta mundur hari ini.

“Sesegera mungkin (mengundurkan diri). Kalau bisa hari ini, ya hari ini," kata Erick di Kantor Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Kamis (5/12).

Ia mengatakan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan segera memberikan keputusan terkait persoalan tersebut.

Percepatan penanganan penyelundupan kargo gelap itu juga dipantau oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Erick juga telah menyarankan pejabat yang terlibat kargo gelap itu untuk mundur sejak kemarin. Ia menilai, pemimpin harus memiliki posisi yang jelas.

"Tidak bisa mohon maaf kalau salah, lalu mengorbankan orang lain," ujar dia.

Ia menegaskan, dirinya siap mencopot direksi Garuda Indonesia jika terbukti menyelundupkan Harley dan Brompton tersebut. Ia siap merombak jajaran BUMN yang tidak memiliki loyalitas kepada negara atau punya kepentingan pribadi.

Sebelumnya, DJBC Kemenkeu menemukan onderdil motor Harley Davidson dan dua sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 Neo yang didatangkan dari Toulouse, Perancis, pada Ahad (17/11) lalu.

Pesawat tersebut dikirimkan ke hanggar PT Garuda Maintenance Facilities (GMF) AeroAsia di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Garuda Indonesia pun membenarkan adanya onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat tersebut.

Vice President Corporate Secretary Ikhsan Rosan mengatakan bahwa barang itu milik karyawan Garuda. Ia menyatakan, jajaran direksi perusahaan yang ikut dalam pesawat tersebut tidak mengetahui adanya barang-barang tersebut.

"Milik karyawan Garuda. Ada jajaran direksi karena jemput pesawat, ada serah terima, ada petugas untuk urus dokumen," kata Ikhsan.

Dia pun menegaskan bahwa barang tersebut bukan tanggung jawab perusahaan, melainkan perorangan. Karena itu, penanganannya harus mengikuti aturan kepabeanan yang berlaku di daerah tujuan.

"Kami tidak melihat bahwa itu tanggung jawab perusahaan secara umum, tapi itu bawaan individu masing-masing," ujarnya.

(**/IST)

 

 

BNN Sebut Peredaran Narkoba Meningkat Jelang Perayaan Akhir Tahun

Berita9.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko menyebut pihaknya akan meningkatkan pengawasan peredaran narkoba jelang akhir tahun 2019. Bahkan dia sudah memerintahkan petinggi BNN untuk terjun melakukan pemberantasan narkoba.

Heru mengatakan pengawasan itu akan melibatkan berbagai macam elemen mulai dari bea cukai hingga pihak kepolisian.

"Ada (peningkatan pengawasan). Saya sudah arahkan deputi berantas, tahun baru ini, bukan tahun baru, jelang akhir tahun ini, kita adakan operasi-operasi, karena kita fokus jaringan. Kita kerja sama dengan Bea Cukai, dan Polair," kata Heru saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

Dia menyebut tren peredaran narkoba memang kerap meningkat di akhir tahun atau saat musim dingin.

"Ya bisa jadi. Karena situasi cuaca, musim, winter di sana juga pengaruh," ucapnya.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Arman Depari menambahkan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan jajarannya untuk menggelar operasi tes urine kepada pengendara sebelum arus mudik.

"Itu nanti mungkin akan kita arahkan melalui Kepala BNN provinsi masing-masing," kata Arman mengakhiri. (*)

MAKI Nilai Putusan MA Kurangi Hukuman Indrus Marhan Tak Sejalan Asas Keadilan

Berita9.com - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menilai putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengganjar ringan terdakwa kasus korupsi proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham, tidak sejalan dengan asas keadilan dan komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

"MA enggak sejalan dengan asas keadilan," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Kamis (5/12/2019).

Ia menilai keputusan MA terhadap mantan menteri sosial tersebut menandakan pemerintah sangat plin-plan dalam pemberantasan korupsi yang selalu digembar-gemborkan.

"Justru MA tidak bantu tugas pemerintah berantas korupsi, malah memperingan. Di negara maju tinggi di atas 10 tahun," tutur Boyamin.

Dirinya menilai hukuman yang diberikan kepada Idrus Marham layaknya untuk seorang copet pasar atau penipu kacangan.

"Masak selevel menteri yang korupsi hukumnya kayak pelaku pencuri kecil, kaya penipuan dan penggelapan, padahal korban koruptor itu semua rakyat Indonesia," tegasnya.

Oleh karena itu, jika hal ini terus-menerus dibiarkan maka dikhawatirkan terjadi penurunan kepercayaan masyarakat terhadap peradilan di Indonesia.

"Masyarakat jadi malas. MA ini harus jaga rasa keadilan," tuturnya. (*)

 

 

Kejari Kulonprogo Sita Dokumen Untuk Lengkapi Bukti Korupsi Dana Desa

Berita9.com - Setelah menetapkan Kepala Desa (Kades) Banguncipto Kecamatan Sentolo, Humam Sutopo (55) dan bendahara desa, Sumadi (61) sebagai tersangka dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi dana desa Rp 1.150.000.000, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo langsung bergerak cepat melakukan penyitaan sejumlah dokumen di kantor desa setempat.

“Hari ini saya perintahkan tim penyidik menyita dokumen yang ada di desa. Hal ini dilakukan untuk melengkapi bukti-bukti,” kata Kepala Kejari Kulonprogo Widagdo Mulyono Petrus SH MH mengatakan. (4/12).

Widagdo mengungkapkan, kedua tersangka diduga telah melakukan rekayasa Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) penggunaan dana desa. Di dalam LPJ dan SPJ tercatat program pembangunan fisik dan non fisik, namun sebagian dana diselewengkan kedua tersangka.

“Hal ini sudah dilakukan sejak 2014 sampai 2018 sehingga mengakibatkan kerugian Negara Rp 1.150.000.000. Penanganan perkara ini sifatnya bukan perdata dan uang dikembalikan. Tapi sudah tindak pidana korupsi karena dilakukan selama lima tahun anggaran,” ujarnya.

Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari setempat, Noviana Permanasari SH mengungkapkan, tim penyidik Kejari Kulonprogo melakukan penggeledahan sejumlah dokumen terkait penggunaan dana desa di balai Desa Banguncipto.

Dokumen yang disita tim penyidik meliputi LPJ 2014 hingga 2018, dokumen APBDes murni maupun perubahan 2014 hingga 2018 dan Surat Perintah Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) 2014 hingga 2018.

“Untuk dokumen SPP dan SPM ditemukan tidak lengkap. Yang ada hanya SPP dan SPM tahun 2018, sedangkan tahun 2014 hingga 2017 tidak ada. Seharusnya dokumen tersebut ada di ruang bendahara. Temuan lainnya untuk sementara tidak ada. Dengan adanya dokumen yang disita proses selanjutanya akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kembali sejumlah saksi,” jelasnya.

Sekretaris Desa Banguncipto, Syaiful Anwar mengatakan, penggeledahan dilakukan di empat ruangan, yakni ruang kades, bendahara, kasi dan kaur. Dokumen yang disita penyidik berupa dokumen berupa Perdes, LPJ, surat permohonan penyerahan dana dan dokumen lainnya.

“Mensikapi permasalahan ini badan permusyawaratan desa (BPD) sudah menggelar rapat dan akan mengikuti proses. Sedangkan untuk pelayanan terhadap masyarakat di balai desa tetap berjalan normal seperti biasa,” ujar Syaiful Anwar.

Secara terpisah Kepala Inspektorat Daerah (Irsda) Kulonprogo Drs Riyadi Sunarto menuturkan, sebelum kasus tersebut mencuat pihaknya sudah menemukan adanya dugaan maal-administrasi dana desa Banguncipto saat Inspektorat Daerah bersama Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) - sebuah lembaga audit internal institusi pemerintah melakukan pemantauan reguler terhadap desa tersebut.

Pihaknya telah rutin melakukan pemeriksaan reguler di seluruh OPD dan desa-desa di Kulonprogo termasuk Desa Banguncipto. Hasil pemeriksaan diakui ada yang tidak beres dalam administrasi keuangan Desa Banguncipto tapi Riyadi enggan menjelaskan ketidakberesan dimaksud.

“Pemeriksaan reguler tidak hanya kami saja, ada BKPP dan Inspektorat Provinsi. Sejak 2015 hingga 2018 memang sudah ada temuan dan telah kami tindaklanjuti. Maksimal 60 hari setelah ada temuan akan muncul saran dan rekomendasi,” jelasnya.

Kasus dugaan korupsi dana desa yang menjerat kades dan bendahara Desa Banguncipto mengundang keprihatinan pimpinan dan anggota Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Kulonprogo.

"Adanya dugaan tindak pidana korupsi di Desa Banguncipto tentu membuat prihatin kita semua," kata Wakil Ketua I DPRD setempat Aris Syarifudin.

Dijelaskan, dana desa memang bisa jadi pendorong pembangunan desa tapi juga bisa jadi sebagai sumber korupsi. Untuk mencegah terjadinya korupsi dana desa maka perlu ada pendampingan, pengawasan dan juga 'controling'.

"Pemeriksaan harus dilakukan secara terus menerus," saran politisi PDI Perjuangan tersebut.

Lebih jauh diungkapkan modus korupsi dana desa dapat dilihat dari sejumlah pola seperti anggaran ganda terhadap satu proyek dan juga bisa jadi proyek fiktif.

"Sehingga perlu upaya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) pendamping desa," tegasnya menambahkan kesalahan bisa jadi pada administratif, maka Irsda harus pro aktif melakukan pemeriksaan.

"Yang lebih penting masyarakat jangan apatis terhadap proses pembangunan desa dan sebaliknya harus ikut mengawasi dan mengontrolnya. Khusus kasus di Desa Banguncipto, menurut saya yang terjadi jelas tidak sesuai LPJ dan SPJ, sehingga Irsda harus cermat," tegas Aris Syarifudin. (*)

Pengangguran Naik Karena Tak Tersambung Dunia Industri

Berita9.com - Pengangguran di Jakarta meningkat selama enam bulan terakhir. Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno  menyebut, mayoritas pengangguran dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan.

Pendukung Jokowi Cenderung Menolak Kritik, Ada Perbedaan Langsung Laporkan Polisi

Berita9.com - Pendukung Joko Widodo dinilai cenderung menolak untuk beradu gagasan. Mayoritas mereka kini sebatas bertugas untuk mengkanalisasi wacana di ruang publik.
 
Wacana yang dimaksud bertujuan untuk memastikan isu mengenai Jokowi harus berbau positif. Mereka juga sebisa mungkin menafikkan kritik terhadap Jokowi, termasuk kritik yang dilayangkan filsuf dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung.
Page 1 of 793
Go to top