Team Redaksi

Team Redaksi

KPK Periksa Muhaimin Iskandar Terkait Korupsi PUPR 2016

Berita9.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar terkait dugaan kasus suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016.

Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Komisaris PT Sharleen Raya, Hong Arta John Alfred.

"Kapasitas yang bersangkutan kami periksa dalam kapasitas saksi untuk tersangka HA (Hong Arta)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, di gedung merah putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

Ali Fikri pun belum mengetahui, apa yang akan didalami penyidik KPK terhadap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Sebelumnya, Cak Imin seharusnya dilakukan pemeriksaan pada Selasa (19/11/2019) lalu. Namun, Cak Imin tak hadir dalam pemeriksaan.

Untuk diketahui, Hong Arta ditetapkan KPK sebagai tersangka suap proyek di Kementerian PUPR. Hong Arta diduga memberikan suap kepada sejumlah pihak terkait proyek PUPR, seperti kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary sebesar Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar pada pertengahan 2015.

Hong Artha turut diduga memberikan suap kepada mantan anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti sebesar Rp 1 miliar pada November 2015.

Hong Arta merupakan tersangka ke-12 dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan jalan di Kementerian PUPR. KPK sebelumnya telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus suap terkait proyek di kementerian yang kini dipimpin Basuki Hadimuljono.

Mereka di antaranya Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir, mantan anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwi, Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng.

Kemudian mantan anggota Komisi V DPR Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, Musa Zainudin, Yudi Widiana, mantan Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary, serta Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan.

(**/IST)

Kalau Kontribusinya Tidak Istimewa, Harun Masiku Tak Mungkin Punya Jalur Luar Biasa

Berita9.com - Nama kader PDIP Harun Masiku mencuri perhatian publik. Hal itu setelah caleg dari dapil Sumatera Selatan I tersebut menyandang status sebagai tersangka KPK dan tengah menjadi buron.

Harun menjadi tersangka dalam dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) DPR yang melibatkan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Terlepas dari itu, upaya PDIP memperjuangkan nama Harun Masiku untuk menjadi pengganti Riezky Aprilia di DPR juga menyisakan pertanyaan publik.

Apalagi PDIP sampai berkirim surat ke Mahkamah Agung (MA) meminta fatwa untuk Harun. “Who is Harun Masiku? Siapa sih Harun Masiku,” tanya pakar hukum tata negara Refly Harun dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan TV One, Selasa malam (28/1).

Pertanyaan itu bukan tanpa sebab. Pasalnya, Harun Masiku seperti menjadi sosok penting di PDIP walaupun mantan kader Partai Demokrat itu hanya memiliki suara kelima terbanyak PDIP di Sumsel I.

Tapi Harun diperjuangkan untuk menggantikan peraih kursi terbanyak, Nazaruddin Kiemas yang meninggal 3 minggu sebelum pencoblosan.

“Kita tahu bahwa dia sendiri cuma urutan ke-5.  Kita juga tahu bahwa kita ini sistem proporsional terbuka,” terang Refly.

Sistem proporsional terbuka, urainya, adalah kursi diduduki oleh mereka yang mendapatkan suara terbanyak.

Kalau kemudian berhalangan maka akan digantikan ke suara terbanyak berikutnya, urutan kedua, ketiga dan seterunya.

“Itu pakem teori pemilu yang kita anut,” sambungnya.

Refly kemudian mengungkit kontribusi Harun Masiku. Pasalnya, orang yang diperjuangkan partai masuk jadi anggota DPR biasanya memiliki kontribusi besar.

“Nah saya tidak tahu, Harun masiku ini kontribusinya apa? Sampai kemudian partai sebesar PDIP, ketua umumnya (Megawati) dan sekjennya (Hasto) rela menandatangani sebuah surat kuasa untuk mengajukan judicial review ke MA,” tanyanya.

“Kalau tidak istimewa, Saya kira dia tidak bisa punya jalur yang luar biasa seperti itu,” tutupnya. (*)

BKPM Sebut Investasi China ke RI Tidak Terdampak Virus Corona

Berita9.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan, adanya virus corona belum berdampak pada investasi China. Saat ini investor China masih mengucurkan dana atau berinvestasi ke Indonesia.

"Kalau di BKPM itu dampaknya kan realisasi, kalau diukur sekarang belum terlalu signifikan untuk mengukur dampak virus corona pada relaisasi investasi dari China," kata Bahlil di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Kendati begitu, Bahlil akan kembali mengukur dampak jangka pendek virus corona. Ia pun akan melihat realisasi investasi dari China pada Februari 2020 nanti.

Jika realisasi pada Februari berlangsung normal, maka adanya virus tersebut tak pengaruh pada investasi dari China.

"Mungkin bisa lihat di Februari akhir, tapi kalau tren realisasi di bulan pertama itu normal, mungkin beda dengan pasar saham," jelas dia.

Namun begitu, ia berharap wabah virus corona berakhir di China. Karena China merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia.

Dari data BKPM, pada kuartal III 2019 China telah berinvestasi sebesar 1,02 miliar dolar AS.

"Kita berdoa agar corona ini dapat selesai, corona ini betul-betul membuat semua orang galau, perlu disampaikan realisasi investasi tiongkok itu sudah menembus urutan dua mengalahkan jepang, peningkatannya tinggi," pungkas dia. (*)

DPR Minta Kemlu Evakuasi Seluruh WNI dari Wuhan China

Berita9.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Teuku Riefky Harsya menyambangi kantor Kementerian Luar Negeri atau Kemlu untuk membahas nasib WNI yang masih berada di Wuhan, China.

Teuku meminta pemerintah RI mengupayakan untuk segera mengevakuasi seluruh WNI karena merebaknya virus corona.

Riefky didampingi Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Aceh, Alhudri. Selain itu, ada perwakilan Ikatan Mahasiswa Pasca Sarjana (IMPAS) Aceh Jakarta, Muntasir Ramli.

Mereka ditemui Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah dan Direktur Pelindungan WNI Luar Negeri, Judha Nugraha.

Kemlu dan Kedutaan Besar RI di China diminta terus berkoordinasi dengan Pemerintah China. Koordinasi ini penting untuk memastikan kondisi seluruh WNI yang terjebak di daerah isolasi, seperti Kota Wuhan.

Riefky menyebut setidaknya saat ini ada 12 mahasiswa Aceh yang masih berada di Wuhan.

“Terus berkomunikasi setiap hari untuk memastikan kondisi kesehatan, kebutuhan logistik, dan mengupayakan evakuasi 243 WNI di provinsi yang diisolasi, termasuk 12 Mahasiswa Aceh di Wuhan,” kata Riefky, dalam keterangannya, Selasa, 28 Januari 2020.

Dalam kesempatan itu, Kadis Sosial Aceh Alhudri juga menjelaskan langkah-langkah strategis yang sudah dilakukan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Upaya ini menyangkut evakuasi para mahasiswa asal Aceh yang menuntut ilmu di Wuhan.

Langkah itu antara lain membuka posko penanganan virus Corona di dua tempat yaitu kantor Dinas Sosial Aceh dan kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta. 

"Kami juga telah berkomunikasi dengan Kemlu dan perwakilan mahasiswa asal Aceh secara intensif serta telah mengirim bantuan dana tahap pertama untuk keperluan logistik mereka,” jelasnya. 

Sementara, mewakili Menlu Retno Marsudi, Plt Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah mengatakan pihak pemerintah berusaha memantau dan berkoordinasi dengan pemerintah China. Koordinasi juga dilakukan dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok.

Cara Pemprov Aceh yang sigap diapresiasi Kemlu. Direktur Perlindungan WNI Luar Negri Kemlu RI, Judha Nugraha, menyampaikan WNI di China khususnya Wuhan memerlukan dorongan dan dukungan moril. 

Kemudian, ia menyebut pentingnya tak menyampaikan pernyataan yang berpotensi meresahkan. Kata dia, saat ini yang terpenting bisa memberikan semangat para WNI.

Sebelumnya, jumlah angka kematian akibat virus Corona terus bertambah. Dilaporkan sudah 106 orang meninggal dunia karena terjangkit virus tersebut.

Dikutip dari laman CNN Amerika, Selasa, 28 Januari 2020, sudah ada 4.515 kasus virus Corona di dunia yang sebagian besar terjadi di China daratan. Sementara virus yang awalnya epidemi di Kota Wuhan itu terus menyebar ke Asia.

(**/IST)
 

BPS Ungkap Perubahan Pola Konsumsi Dorong 98 Komoditas Baru

Berita9.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat paket komoditas nasional berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) 2018 terdapat 835 jumlah komoditas terpilih.

Adapun jumlah tersebut mencakup 98 jumlah komoditas baru yang terpilih dan 101 jumlah komoditas yang hilang.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pihaknya harus memasukan beberapa komoditas baru yang sejalan dengan perkembangan teknologi.

"Perkembangan intenet mengubah gaya hidup pengeluaran, sehingga ada komoditas baru yang dimasukkan dan komoditas lama dibuang karena tidak lagi dibutuhkan," ujarnya saat acara Sosialisasi Permutakhiran Diagram Timbang Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Nilai Tukar Petani (NTP) di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (28/1).

Dia merinci beberapa komoditas baru yang terpilih antara lain lampu led atau hemat energi, jasa penitipan anak, tas travel, kereta bayi, sewa tempat karaoke, obat-obatan herbal, charge, power bank, aksesoris hp dan jasa foto studio.

Sedangkan beberapa komoditas yang hilang antara lain rantang, tarif puskemas, kalkuator, CD (Tape, Rec dan radio), handy cam, VCD atau DVD, majalah remaja, tarif sewa motor, biaya kirim surat dan kapur cat tembok.

Menurut dia adanya berbagai perubahan yang terjadi pada masyarakat seperti perkembangan teknologi informasi, perubahan pendapatan masyarakat, perubahan pola penawaran dan permintaan barang/jasa, perubahan kualitas dan kuantitas barang/jasa, serta perubahan sikap dan perilaku masyarakat dapat mengubah pola konsumsi. 

"Perubahan tersebut mengakibatkan paket komoditas (fixed basket) dan diagram timbang hasil SBH 2012 yang sebelumnya digunakan sebagai tahun dasar sudah tidak sesuai lagi untuk menggambarkan keadaan sekarang secara tepat," jelasnya. (*)

 

3 Orang Terkena Virus Corona Sudah Ada di Cilacap, Solo dan Semarang

Berita9.com - Tiga pasien diduga terkena virus corona terdeteksi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Keberadaanya tersebar di sejumlah wilayah antara lain Cilacap, Solo dan Semarang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan saat ini belum ada yang positif terjangkit virus corona. Pasien-pasien tersebut kini masih dalam tahap pemeriksaan mendalam.
 
“Jadi hari ini yang mengatakan (pasien di Jateng) itu positif corona, pneumonia, itu belum ada,” ungkap Ganjar di Semarang, Selasa (28/1).
 
Dia menjelaskan untuk wilayah Cilacap, pasien diduga virus corona merupakan WN China yang sedang berlibur.
 
“Cilacap kemarin ada WNA asal Shanghai, Tiongkok liburan sekeluarga. Sedang diobservasi sekarang ini, dirawat,” kata dia.
 
Namun untuk pasien diduga terjangkit virus corona di Solo dan Semarang, Ganjar tidak mendetailkannya. Dia mematikan saat ini masih ditangani oleh rumah sakit dan masih dalam observasi.
 
“(RS) Kariadi (Semarang) itu yang bersangkutan mengeluh pilek, flu, sekarang sudah ada penanganan-penanganan, semoga siang nanti sudah ada hasilnya,” ujar Ganjar.
 
"Terus yang berikutnya lagi, di (RS) Moewardi (Solo), itu dicek dan dipantau," imbuhnya.
 
Dia mengatakan saat ini pihaknya telah memaksimalkan upaya pencegahan. Salah satunya, disiapkan Posko Corona di setiap rumah sakit.
 
“Seluruh rumah sakit tiap hari harus berikan laporan yang terintegrasi di Dinas Kesehatan, sehingga nantinya kami bisa mendapatkan laporan itu,” kata Ganjar.
 
Ganjar meminta masyarakat untuk tidak panik. Sebab, dia memastikan seluruh pihak dari pemerintahan hingga instansi kesehatan terus berkoordinasi.
 
Pencegahan dengan pola hidup sehat, misalnya cuci tangan, juga perlu diterapkan. Dia juga mengimbau masyarakat segera cek kesehatan apabila merasakan gejala flu dan sesak napas.
 
“Itu hal-hal yang paling gampang untuk dilakukan. Sehingga nanti dalam keadaan tertentu pemerintah harus mengambil tindakan, kita meminta masyarakat agar mengikuti apa yang kami sampaikan biar tidak panik dan tidak mencekam,” ujarnya. (*)
 
 

Ketersediaan Menipis Buat Harga Cabai di Kulonprogo Rp90.000 Per Kg

Berita9.com - Harga cabai rawit merah di Pasar Wates, Kapanewon Wates beberapa waktu terakhir bisa mencapai Rp90.000 perkilogram. Stok yang menipis dan peralihan pola tanam jadi sebabnya.

Salah satu pedagang cabai di lantai II Pasar Wates, Wasirah, 68, menuturkan harga cabai rawit merah yang dijualnya melambung hingga Rp90.000 perkilogram. Harga itu dikatakannya sudah berlangsung beberapa hari terakhir.

 

"Beberapa hari ini segitu, tapi kalau cabai kan memang naik turun ya," kata warga Wates ini, (27/1). Sementara itu harga cabai rawit hijau masih stabil di angka Rp35.000 dan cabai keriting Rp60.000.

Senada dengan Wasirah, Marsini, 50, juga mengatakan ada kenaikan harga cabai. Di kedainya, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 perkilogram. Sementara, harga cabai keriting dan rawit hijau serupa dengan Wasirah.

Meski ada peningkatan harga, pihaknya tak begitu antusias terkait hal ini lantaran pihaknya hanya memasok dari tengkulak. Lain halnya jika dirinya merupakan pemasok cabai itu sendiri, sebab harga tinggi pasti sangat menguntungkannya.

Walau diakuinya ia juga mengambil untung, namun tak begitu signifikan. "Sebenarnya agak susah juga karena kulakannya mahal," kata Marsini.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Iffah Mufidati mengakui jika ada kenaikan harga cabai rawit merah. Ia beranggapan hal itu disebabkan stok cabai sedang menipis.

"Lahan tanam cabai sedang mulai digunakan untuk alih fungsi menanam padi. Sementara itu, cabai rawit tidak ada lelang, yang ada lelang cabe merah keriting," kata Iffah.

Dijelaskannya, daerah pesisir yang saat ini menjadi lahan tanam cabai sedang memasuki tahap persiapan tanam setelah beberapa waktu lalu digunakan untuk melon dan semangka.

"Ada jadwal pola tanam yang harus diikuti oleh petani untuk meminimalisir dan memutus mata rantai hama, jadi stok agak menipis," jelasnya.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugraha. Ia mengakui harga cabai di tingkat petani memang sedang melonjak.

"Di wilayah pesisir Kulonprogo ada beberapa titik yang sedang panen. Hal ini dikarenakan petani menerapkan pola tanam, cabai-cabai-semangka atau melon," ujarnya.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kulonprogo, Adnan Widodo, beberapa waktu lalu mengatakan ada tiga komoditas yang menjadi perhatian khusus supaya inflasi daerah dapat terkendali, yakni cabai, bawang putih, dan bawang merah.

"Harga komoditas tersebut kenaikan dinamis tergantung pada ketersediaan dan pasokan di pasar. Saat ini harga cabai sangat tinggi. Kami akan melakukan pemantuan di lapangan," harapnya.

Terkait stok beras di Kulonprogo, Adnan menjamin persediaan masih aman selama tiga bulan ke depan. Selain itu, diharapkan pada awal April nanti di beberapa kecamatan akan ada panen raya padi, sehingga ketersediaan pangan aman.

"Stok beras sangat aman, dan semoga tidak ada serangan hama yang mengganggu produktivitas tanaman padi," katanya. (*)

Menteri ESDM Justru Terkejut Subsidi Gas 3Kg Akan Dicabut

Berita9.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif akhirnya memberikan klarifikasi terkait wacana pencabutan subsidi dan kenaikan harga gas elpiji 3 kg. Ia memastikan tidak ada pernyataan resmi dari kementeriannya mengenai rencana ini.

"Kami juga terkejut, kenapa ini bisa terekspos, apakah ini spekulasi?" kata Arifin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi Energi DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

Menurut dia, harga LPG internasional memang sedang meningkat karena ketegangan di Timur Tengah. Namun ketegangan itu sudah mereda dan harga minyak dan gas dunia sudah kembali turun.

Sebelum memberikan klarifikasi, Arifin terlebih dahulu menjadi sasaran kritik dari para anggota Komisi Energi DPR. Kritikan disampaikan karena adanya wacana pencabutan subsidi gas elpiji 3 kg, namun belakangan diralat oleh Kementerian ESDM.

“Jangan cepat sampaikan ke masyarakat sebelum tuntas, kalau mau diubah, harus ada kajian detail,” kata anggota Komisi Energi dari Fraksi Partai Gerindra, Kardaya Warnika

Sebelumnya, Kementerian ESDM memang disebut berencana mencabut subsidi LPG 3 kg. Lalu, uang subsidi dialihkan ke sistem penyaluran tertutup dengan bantuan langsung. Cara ini ditempuh karena LPG 3 kg yang seharusnya dinikmati masyarakat tidak mampu, saat ini juga dikonsumsi oleh masyarakat mampu.

Belakangan, wacana ini dicabut dan Kementerian ESDM justru menyebut pemberitaan yang beredar di masyarakat. "Subsidi tidak dicabut karena sudah ditetapkan dalam APBN. Yang benar, subsidi harus tepat sasaran,” kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto saat itu, dalam rilisnya di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.

Namun demikian, Kardaya juga mengkritik rencana ini karena akan menyebabkan kenaikan harga LPG 3 kg. Saat ini, harga gas elpiji 3 kg dijual Rp 18.000 per tabung. Akan tetapi, kata dia, sebagian masyarakat di sejumlah daerah membeli dengan harga Rp 35.000. “Ini yang harus dipertimbangkan juga,” kata dia.

Anggota Komisi Energi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto juga mengkritik rencana pemerintah mencabut subsidi LPG 3 kg ini. Ia menegaskan, PKS tidak setuju dengan pencabutan subsidi sebelum dilakukan kajian, uji coba terbatas, dan data penerima yang akurat.

Terlebih, kata dia, pemerintah dan DPR sudah menganggarkan dana subsidi LPG 3 kg untuk tahun anggaran 2020. “Jadi mohon ini dihentikan, bahwa tidak ada kenaikan di 2020,” kata dia.

Tapi di depan anggota Komisi Energi, Arifin memastikan pihaknya masih mengkaji sistem penyaluran gas elpiji 3 kg agar lebih tepat sasaran. Kementerian ESDM pun memastikan akan ada validasi data terlebih dahulu untuk penyaluran LPG 3 kg ini agar benar-benar diterima masyarakat tidak mampu. "Mudah-mudahan bisa meredakan isu-isu yang terjadi," kata dia.

(**/IST)

 

Muhammadiyah Desak Ada Percepatan Penyelamatan Mahasiswa Di Wuhan

Berita9.com - Pemerintah Indonesia diminta melakukan langkah-langkah taktis dan strategis untuk menyelamatkan Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk pelajar dan mahasiswa yang masih berada di Kota Wuhan, China.

Hal itu seiring mewabahnya virus Corona dan isolasi yang dilakukan pemerintah setempat terhadap kota tersebut. Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, saat dikonfirmasi, Senin (27/1).

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak Pemerintah Indonesia segera melakukan langkah-langkah preventif dan perlindungan bagi warga negara dan masyarakat termasuk mahasiswa Indonesia yang sekarang masih berada di China," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di China, saat ini tercatat masih ada 80 mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan.

Para mahasiswa yang berada di asrama tidak boleh beraktivitas di kampus dan tempat-tempat lainnya, untuk mencegah penularan virus mematikan itu.

"Karena itu, demi keselamatan dan melindungi WNI, Muhammadiyah mengharapkan agar Pemerintah Indonesia dapat memulangkan para mahasiswa untuk sementara. Hal ini sangat penting dan mendesak karena penyebaran virus ini sangat cepat dan berbahaya," ujarnya.

Sementara Rio Alfi seorang Mahasiswa Indonesia di Wuhan menggambarkan kota tersebut seperti kota mati setelah menyebarnya virus corona.

Kereta listrik, menurut Alfi, mulai hari ini mulai tak beroperasi dan bus kota juga sudah tidak beroperasi sejak beberapa hari lalu.

Selain itu, kini stok pangan di Wuhan mulai menipis. Akibatnya, sejumlah harga bahan pangan melonjak.

Rio mengatakan, melonjaknya harga bahan pangan mengakibatkan mahasiswa Indonesia yang mengandalkan beasiswa kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saat ini harga sembako di Wuhan sudah mulai naik, dan itu pun stoknya mulai terbatas. Jadi bagi kami mahasiswa yang mengandalkan beasiswa jadi kemungkinan tidak mencukupi ya," ujar Rio dalam video yang ia kirimkan. 

Rio mengatakan, saat ini terdapat 93 mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Wuhan. Mereka berharap pemerintah melalui KBRI Beijing bisa mengevakuasi para mahasiswa ke kota yang lebih aman.

Hingga kini, mereka masih menunggu kabar dari KBRI Beijing terkait kemungkinan adanya evakuasi ke kota yang lebih aman.

"Informasi yang saya terima dari pengurus PPI Wuhan, itu sudah koordinasi dari KBRI. Tapi, sejauh ini belum ada informasi apakah kami bisa dievakuasi atau bagaimana, itu belum bisa diputuskan," ujar Rio.

"Kami semua berharap dapat solusi terbaiklah. Bagaimana kami di sini bisa dievakuasi ke kota yang lebih aman lagi," lanjut dia. (*)

Mengapa Keburukan Tidak Disandarkan Kepada ALLAH ‘Azza Wa Jalla?

Berita9.com - Ahli sunnah wal jama’ah menyatakan bahwa kebaikan dan keburukan berasal dari Allah ‘azza wa jalla. Allah ta’ala yang menakdirkan dan menciptakan keduanya sebagaimana yang ditunjukkan dalam keumuman firman-Nya,

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” [al-Qamar: 49].

Dia juga berfirman,

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” [az-Zumar: 62].

Dalam Shahih Muslim, dari hadits Umar bin al-Khathab radhiallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Jibril ‘alaihi as-salam bertanya perihal keimana kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Rasul menjawab,

أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره

“Iman itu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya; kitab-kitab-Nya; para rasul-Nya; hari akhir; dan beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk.” [HR. Muslim].

Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana memahami hadits,

والشر ليس إليك

“…dan keburukan tidak disandarkan kepada-Mu.” [HR. Muslim].

Alim ulama memberikan sejumlah jawaban atas hal tersebut sebagai berikut:

  1. Artinya keburukan bukanlah media yang dipergunakan untuk beribadah kepada Allah. Inilah yang menjadi pendapat al-Khalil bin Ahmad, an-Nadhr bin Syamil, Ishaq bin Rahuyah, yahya bin Ma’in, Abu Bakr Ibnu Khuzaimah al-Azhari, dan ath-Thahawi rahimahumullah.
  2. Arti hadits di atas adalah keburukan secara tersendiri, tidaklah disandarkan kepada Allah, seperti ucapan, ‘Wahai Pencipta keburukan’; ‘Wahai Engkau Dzat yang Menakdirkan keburukan’; ‘Wahai Engkau Pencipta kera dan babi’; atau ucapan yang semisal. Inilah pendapat Abu Utsman ash-Shabuni dan konon juga menjadi pendapat al-Muzanni rahimahumullah.
  3. Arti hadits tersebut adalah keburukan tidak naik menuju-Mu, karena yang naik menuju-Mu adalah perkataan yang baik dan amal yang shalih.
  4. Arti redaksi hadits tersebut adalah Allah ta’ala tidak menciptakan keburukan yang benar-benar murni keburukan, sehingga keburukan yang diciptakan-Nya jika dipandang lebih dalam bukanlah semata-mata keburukan jika disandarkan kepada-Nya, karena hal itu bersumber dari hikmah yang besar. Dengan begitu, setiap takdir dan ketentuan Allah ta’ala adalah baik dan tidaklah buruk sama sekali, karena yang buruk itu terletak pada apa yang ditakdirkan, yang merupakan obyek kreasi dan makhluk-Nya. sehingga ada perbedaan antara perbuatan Allah ta’ala yang seluruhnya merupakan kebaikan; dan kreasi serta makhluk-Nya, yang dapat mengandung kebaikan dan keburukan. Pendapat yang terakhir inilah yang menjadi pilihan Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah dan murid beliau, Ibnu al-Qayyim, Ibnu Abi al-Izz rahimahumullah.

Ibnu al-Qayyim berkata,

القدر لا شر فيه بوجه من الوجوه فإنه علم الله وقدرته وكتابه ومشيئته، وذلك خير محض وكمال من كل وجه،

 فالشر ليس إلى الرب تعالى بوجه من الوجوه لا في ذاته ولا في أسمائه ولا في صفاته ولا في أفعاله،

 وإنما يدخل الشر الجزئي الإضافي في المقضي المقدَّر، ويكون شراً بالنسبة إلى محلٍ وخيراً بالنسبة إلى محل آخر،

 وقد يكون خيراً بالنسبة إلى المحل القائم به من وجه كما هو شر له من وجه، بل هذا هو الغالب،

 وهذا كالقصاص وإقامة الحدود وقتل الكفار، فإنه شر بالنسبة إليهم لا من كل وجه ،

 بل من وجه دون وجه، وخير بالنسبة إلى غيرهم لما فيه من مصلحة الزجر والنكال ودفع الناس بعضهم ببعض

“Takdir sama sekali tidak mengandung keburukan, karena dia adalah ilmu, kekuasaan, kitab (penulisan), dan kehendak Allah. Seluruhnya murni kebaikan dan kesempurnaan yang absolut di segala sisi. Sehingga keburukan tidaklah disandarkan kepada Allah ta’ala, tidak pada Dzat-Nya; tidak pula pada nama, sifat, dan perbuatan-Nya. Keburukan yang bersifat parsial hanya terdapat pada apa yang ditakdirkan, yang bisa dipandang sebagai keburukan pada satu tempat, sementara di tempat lain bisa dipandang sebagai kebaikan pada sisi yang lain. Dan terkadang pada satu tempat, hal itu merupakan kebaikan jika dipandang satu sisi, meski di sisi lain bisa berupa keburukan, namun umumnya kebaikan itu yang dominan. Contoh hal ini adalah seperti penerapan hukum qishash, penegakan hudud, dan membunuh orang kafir (yang berhak dibunuh). Hal itu memang keburukan bagi pelakunya, hanya dari satu sisi; namun hal itu merupakan kebaikan bagi orang lain seiring adanya maslahat karena hal itu merupakan tindakan preventif, hukuman, dan upaya agar masyarakat tidak berlaku main hakim sendiri.” [Syifa al-Alil].

Pada dasarnya seluruh arti yang disampaikan alim ulama di atas untuk redaksi hadits tersebut adalah arti yang tepat, dimana hadits tersebut bisa dimaknai dengan keempat arti di atas. Namun, arti yang terakhir lebih sesuai dan lebih komprehensif dalam menyucikan Allah ta’ala dari segala keburukan. Selain itu, arti tersebut lebih cocok dengan redaksi hadits. Wallahu ta’ala a’lam.

Ibnu al-Qayyim mengatakan,

(والشر ليس إليك) معناه: أجل وأعظم من قول من قال: والشر لا يتقرب به إليك،

 وقول من قال: والشر لا يصعد إليك، وأن هذا الذي قالوه وإن تضمن تنزيهه عن صعود الشر إليه

 والتقرب به إليه فلا يتضمن تنزيهه في ذاته وصفاته وأفعاله عن الشر،

 بخلاف لفظ المعصوم الصادق المصدق فإنه يتضمن تنزيهه في ذاته تبارك وتعالى عن نسبة الشر إليه بوجه ما،

 لا في صفاته ولا في أفعاله ولا في أسمائه، وإن دخل في مخلوقاته

“(Dan keburukan tidaklah disandarkan kepada-Mu), artinya lebih agung dan mulia daripada sekadar mengartikannya dengan ‘dan keburukan tidaklah menjadi media peribadahan kepada-Mu’ atau ‘keburukan tidaklah naik kepada-Mu’. Arti yang disampaikan oleh sejumlah ulama ini, meskipun mengandung penyucian bahwa keburukan itu tidak naik menuju Allah dan tidak menjadi media ibadah kepada-Nya, namun arti-arti tersebut tidaklah mengandung penyucian kepada Allah, baik terhadap Dzat, sifat, dan perbuatan Allah dari keburukan. Hal itu berbeda dengan redaksi lafadz hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang ma’shum dan benar lagi dibenarkan. Redaksi hadits beliau mengandung penyucian kepada Allah, dalam Dzat-Nya, dari penyandaran segala keburukan kepada-Nya, tidak pada sifat, perbuatan, maupun nama-Nya, meski keburukan itu terkandung pada makhluk-makhluk-Nya.” [Badai’ ash-Shanai’ 2/182].

 _______

Catatan:

Alim ulama menyebutkan bahwa keburukan tidak boleh disandarkan kepada Allah secara tersendiri, kecuali salah satu dari tiga hal berikut:

  • Keburukan itu tercakup dalam makhluk Allah secara umum seperti firman Allah ta’ala,

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ 

“Allah menciptakan segala sesuatu.” [az-Zumar: 62].

  • Keburukan itu disandarkan pada sebab yang juga diciptakan seperti firman Allah ta’ala,

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“(Aku berlindung kepada Allah) dari kejahatan makhluk-Nya.” [al-Falaq: 2].

  • Subyek dibuang pada redaksi kalimat seperti pada firman-Nya,

وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا

“Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Allah menghendaki kebaikan bagi mereka.” [al-Jin: 10].

Telah disebutkan sebelumnya Allah ta’ala menciptakan kebaikan dan keburukan; namun pada redaksi ayat di atas, ketika menyebutkan keburukan, Allah tidak disebutkan sebagaimana ketika menyebutkan kebaikan.

Inilah yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. 

***

Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.

 

Page 1 of 805

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: "ca-pub-1916374831434340",
enable_page_level_ads: true
});
</script>

Go to top