Jakarta - Nilai tukar rupiah yang terus melemah beberapa waktu terakhir membuat pemerintah membuat segala macam kebijakan untuk menyelamatkan mata uang garuda yang hampir tembus Rp15.000 per US$.

Salah satu cara yang dipakai pemerintah adalah dengan cara menderegulasi izin sejumlah sektor lewat Paket Kebijakan Ekonomi XVI. Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi tekanan global terhadap ekonomi domestik, terutama nilai tukar.

Namun dalam paket ekonomi tersebut sejumlah pihak mengatakan pemerintah dalam tanda kutip mengorbankan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memperbolehkan 100% saham di sektor UMKM bisa dikuasai asing.

"Ya buat signaling ke pasar keuangan aja. rupiah menguat, IHSG naik. Karena stabilitas rupiah dianggap lebih penting ketimbang UMKM," kata ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara, Senin (19/11/2018).

Sebelumnya Staf Khusus Menko Perekonomian, Edy Putra Irawady mengatakan sebanyak 54 bidang usaha dicopot dari Daftar Investasi Negatif (DNI). Di mana, ke-54 sektor usaha itu notabene UMKM), dibuka untuk masuknya investor asing. Tak tanggung-tanggung, asing diperbolehkan menguasai saham UMKM itu hingga 100%, demi meningkatkan nilai investasi di Indonesia.

Namun Bhima membantah bahwa pencopotan DNI ini tidak begitu efektif untuk bisa menambah investasi yang masuk. Menurutnya sebelum Paket Ekonomi Jilid XVI dirilis, sektor usaha yang mendapat relaksasi 100% itu, tidak banyak dilirik investor asing. Padahal, pemerintah telah melakukan relaksasi DNI lewat Peraturan Presiden (Perpres) No 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Daftar Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

"Itu juga belum terbukti karena investasi langsung asing (FDI) di kuartal III 2018 menurun 20,2% (yoy). Artinya investor yang menyambut gembira cuma di pasar saham, sementara investor jangka panjang nya menanggapi dingin," katanya.

Sekedar catatan saja, DNI merupakan daftar yang disusun pemerintah untuk melindungi pengusaha domestik, supaya tidak berhadapan langsung dengan pengusaha asing. Jadi, apabila sebuah bidang usaha masuk dalam DNI, berarti pemerintah membatasi kepemilikan asing dalam bidang usaha tersebut. (*)

Berita9.com - Politikus PKS Nasir Djamil ikut mengkritisi salah satu paket kebijakan ekonomi ke-16 yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dimana intinya pemerintah melepas sebanyak 54 bidang usaha ke pihak asing. Artinya, modal asing bisa masuk lewat kepemilikan modalnya sebanyak 100 persen

"Saya menilai kebijakan ekonomi tersebut tidak mencerminkan nawacita Jokowi soal ekonomi yang memihak kepada rakyat," katanya, Ahad (18/11/2018).

Ia menilai seharusnya pemerintah berlaku sebaliknya. Negara seharusnya hadir untuk memberdayakan pelaku usaha lokal dan tidak memberikan pihak asing menguasai.

"Seharusnya negara memberdayakan pelaku usaha itu, bukan memberikan kesempatan kepada asing untuk menguasainya," harapnya.

Sebagaimana diberitakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan paket kebijakan ekonomi ke-16. Dalam salah satu paket kebijakan ini, pemerintah memberikan relaksasi berupa pelepasan daftar negatif investasi (DNI).

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady mengatakan dalam daftar relaksasi tersebut pemerintah melepas sebanyak 54 bidang usaha ke asing. Artinya, modal asing bisa masuk lewat kepemilikan modalnya sebanyak 100 persen.

DNI merupakan daftar yang disusun oleh pemerintah untuk melindungi pengusaha domestik supaya tak bersaing dengan pengusaha asing. Bila sebuah bidang masuk dalam DNI, artinya pemerintah bisa membatasi kepemilikan modal asing dalam bidang tersebut.

Sebelum kebijakan paket ekonomi ke-16 dirilis, Edy mengatakan sektor usaha yang mendapat relaksasi 100 persen tak banyak dilirik investor asing. Padahal pemerintah telah melakukan relaksasi DNI lewat Peraturan Presiden (Perpres) No 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Daftar Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Dengan adanya relakasi ini, total bidang usaha yang telah direlaksasi mencapai 303. Sedangkan dengan adanya kebijakan paket baru ini total telah ada sebanyak 87 bidang usaha yang telah dilepas ke asing.

Adapun berikut daftar 54 bidang usaha yang modal atau sahamnya bisa 100 persen dimiliki asing.

1. Industri pengupasan dan pembersihan umbi umbian
2. Industri percetakan kain
3. Industri kain rajut khususnya renda
4. Perdagangan eceran melalui pemesanan pos dan internet
5. Warung Internet
6. Industri kayu gergajian dengan kapasitas produksi di atas 2.000 m3/tahun
7. Industri kayu veneer
8. Industri kayu lapis
9 Industri kayu laminated veneer lumber (LVL)
10. Industri kayu industri serpih kayu (wood chip)
11. Industri pelet kayu (wood pellet)
12. Pengusahaan pariwisata alam berupa pengusahaan sarana, kegiatan, dan jasa ekowisata di dalam kawasan hutan
13. Budidaya koral/karang hias
14. Jasa konstruksi migas: Platform
15. Jasa survei panas bumi
16. Jasa pemboran migas di laut
17. Jasa pemboran panas bumi
18. Jasa pengoperasian dan pemeliharaan panas bumi
19. Pembangkit listrik di atas 10 MW
20. Pemeriksaan dan pengujian instalasi tenaga listrik atau pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi/ekstra tinggi
21. Industri rokok kretek
22. Industri rokok putih
23. Industri rokok lainnya
24. Industri bubur kertas pulp
25. Industri siklamat dan sakarin
26. Industri crumb rubber
27. Jasa survei terhadap objek-objek pembiayaan atau pengawasan persediaan barang dan pergudangan
28. Jasa survei dengan atau tanpa merusak objek
29. Jasa survei kuantitas
30. Jasa survei kualitas
31. Jasa survei pengawasan atas suatu proses kegiatan sesuai standar yang berlaku atau yang disepakati
32. Jasa survei/jajak pendapat masyarakat dan penelitian pasar
33. Persewaan mesin konstruksi dan teknik sipil dan peralatannya
34. Persewaan mesin lainnya dan peralatannya yang tidak diklasifikasikan di tempat lain (pembangkit tenaga listrik, tekstil, pengolahan/pengerjaan logam/kayu, percetakan dan las listrik
35. Galeri seni
36. Gedung pertunjukan seni
37. Angkutan orang dengan moda darat tidak dalam trayek: angkutan pariwisata dan angkutan tujuan tertentu
38. Angkutan moda laut luar negeri untuk penumpang
39. Jasa sistem komunikasi data
40. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap
41. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi bergerak
42. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi layanan content (ringtone, sms premium, dsb)
43. Pusat layanan informasi dan jasa nilai tambah telpon lainnya
44. Jasa akses internet
45. Jasa internet telepon untuk keperluan publik
46. Jasa interkoneki internet (NAP) dan jasa multimedia lainnya
47. Pelatihan kerja
48. Industri farmasi obat jadi
49. Fasilitas pelayanan akupuntur
50. Pelayanan pest control atau fumigasi
51. Industri alat kesehatan: kelas B
52. Industri alat kesehatan: kelas C
53. Industri alat kesehatan: kelas D
54. Bank dan laboratorium jaringan dan sel. (*)

Berita9.com - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) siap kembali mengudara pada 2019. Ini karena Merpati Airlines telah mendapatkan komitmen suntikan modal dari Intra Asia Corpora sebesar Rp 6,4 triliun.

Mantan Komisaris Utama Merpati Said Didu mengatakan dia 'angkat topi' terhadap langkah bisnis yang diambil investor untuk menyuntikkan dana ke Merpati. Menurut dia, hal tersebut merupakan langkah yang berani.

"Bagi saya, ada orang yang mau mengoperasikan Merpati kembali adalah suatu yang mengagetkan dan mengejutkan saya, tapi saya angkat topi terhadap orang tersebut. Bahwa mau mengambil risiko cukup tinggi," kata dia, di sela-sela diskusi bertajuk 'Semoga Merpati Tak Ingkar Janji', di Atjeh Connection Sarinah, Jakarta, Sabtu (17/11).

Meskipun demikian, dia yakin bahwa Investor sudah memiliki perhitungan bisnis sendiri sebelumnya memutuskan untuk menyuntikkan dananya. 

"Kalau saya ditanya, bisnis ini adalah bisnis yang risikonya sangat besar, tapi marginnya sangat kecil, butuh nyali yang kuat untuk melakukan itu. Tapi kalau sekali lolos dari itu maka itu akan melejit. Jadi saya pikir orang yang mau ke sini sudah menghitung. Jadi saya tidak bisa berpendapat, karena itu risiko bisnis sudah dihitung semua. sehingga dia bisa masuk," lanjut dia.

Said pun optimis, ke depan Merpati memiliki prospek bagus untuk kembali tampil prima. Salah satu faktor pendukung adalah Merpati dikenal memiliki budaya keselamatan yang tinggi. Selain itu, tentu kemampuan melakukan penetrasi ke daerah terpencil.

"Satu-satunya penerbangan yang sampai saat ini bisa masuk ke remote area. Walaupun banyak sekarang tapi maksimum hanya sampai ke ATR, tapi sampai menerbangkan Twin Otter, Cassa itu enggak ada. Mudah-mudahan itu gayung bersambut, bahwa PT DI mau memproduksi N219 itu keahlian merpati, me-manage remote-remote area," tandasnya. (*)

Go to top