Berita9.com - Pemerintah menghapus sejumlah pasal dalam UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal di dalam draft Omnibus Law tentang Cipta Lapangan Kerja.

Penghapusan tersebut tertulis dalam pasal 552 draft Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

"Dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," bunyi pasal 552 draft Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang diterima, Selasa (21/1).

Pasal 4 UU Nomor 33 Tahun 2014 berbunyi, "Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal". Selain pasal 4, Omnibus Law tentang Cipta Lapangan Kerja juga mencabut pasal 29, pasal 42, pasal 44 yang menjadi turunan pasal 4 UU Nomor 33 Tahun 2014.

Berikut bunyi masing-masing pasal yang dicabut.

Pasal 29

(1) Permohonan Sertifikat Halal diajukan oleh Pelaku Usaha secara tertulis kepada BPJPH.
(2) Permohonan Sertifikat Halal harus dilengkapi dengan dokumen: a. data Pelaku Usaha; b. nama dan jenis Produk; c. daftar Produk dan Bahan yang digunakan; dan d. proses pengolahan Produk.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengajuan permohonan Sertifikat Halal diatur dalam Peraturan Menteri.

Pasal 42

(1) Sertifikat Halal berlaku selama 4 (empat) tahun sejak diterbitkan oleh BPJPH, kecuali terdapat perubahan komposisi Bahan.
(2) Sertifikat Halal wajib diperpanjang oleh Pelaku Usaha dengan mengajukan pembaruan Sertifikat Halal paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum masa berlaku Sertifikat Halal berakhir.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembaruan Sertifikat Halal diatur dalam Peraturan Menteri.

Pasal 44

(1) Biaya Sertifikasi Halal dibebankan kepada Pelaku Usaha yang mengajukan permohonan Sertifikat Halal.
(2) Dalam hal Pelaku Usaha merupakan usaha mikro dan kecil, biaya Sertifikasi Halal dapat difasilitasi oleh pihak lain.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai biaya sertifikasi halal diatur dalam Peraturan Pemerintah.

(*)

Berita9.com - Layanan pesan-antar makanan milik Gojek, GoFood, meluncurkan empat fitur baru, yaitu GoFood Pickup, GoFood Turbo, GoFood Plus, dan kolaborasi bersama Google Assistant.

"Awal tahun ini kami meluncurkan empat fitur sekaligus yang menjadi standar baru di industri layanan pesan-antar makanan, salah satunya adalah GoFood Pickup," ujar Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer Gojek Group, dalam keterangan tertulisnya.

"Kami memahami salah satu pain points pengguna adalah menunggu makanan untuk bisa segera disantap saat itu juga, bahkan jika sedang dalam perjalanan. Berangkat dari hal tersebut, GoFood Pickup kami hadirkan agar pelanggan punya pilihan untuk mengambil langsung kuliner favorit di restoran dengan lebih nyaman dan bebas antre," lanjut dia.

Ada pula fitur GoFood Turbo yang menjamin makanan untuk diterima oleh pelanggan dalam waktu yang super cepat. Pesan banyak menu dari penjual berbeda dalam satu pesanan.

Selanjutnya, fitur GoFood Plus, yaitu paket berlangganan potongan harga langsung agar bisa bebas menikmati beragam kuliner nikmat dengan harga terjangkau.

Selain itu, GoFood juga berkolaborasi dengan Google untuk memudahkan pelanggan bisa pesan makanan dan memeriksa status pesanan cukup dengan mengucapkan perintah ke layanan bantuan Google Assistant.

Untuk bisa menikmati fitur GoFood Pickup, pengguna dapat memilih opsi 'delivery' atau 'pickup' setelah memesan menu yang diinginkan di GoFood.

Sementara, untuk GoFood Turbo dan GoFood Plus, pelanggan tinggal memilih layanan GoFood yang ada di aplikasi Gojek dan memilih shuffle card untuk masing-masing fitur yang ingin digunakan dan merasakan kenikmatan berkuliner dengan super cepat dan hemat.

Tiga fitur tersebut telah hadir untuk pengguna di Jabodetabek. Ke depannya, akan ada lebih banyak penjual yang terlibat untuk memberikan lebih banyak pilihan menu nikmat bagi pelanggan setia GoFood.

"GoFood merupakan salah satu produk utama dari layanan Gojek. Saat ini total order GoFood telah mencapai lebih dari 50 juta per bulan," kata Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek.

"Keempat fitur GoFood yang diluncurkan awal tahun ini merupakan salah satu strategi kami, tidak hanya untuk meningkatkan kepuasan tetapi juga loyalitas pelanggan yang akan berdampak positif terhadap pertumbuhan jangka panjang Gojek ke depan," tambah dia.

Sebelumnya, GoFood telah mengembangkan sejumlah fitur, seperti Fitur Ganti Lokasi yang memungkinkan masyarakat memesan kuliner dari lokasi yang berbeda untuk orang lain.

Ada pula Cloud Kitchen untuk mendekatkan pelanggan dengan penjual favorit, serta inisiatif #GoGreener yang mendorong pelanggan menjalani konsumsi ramah lingkungan dengan pilihan alat makan berbayar. (*)

Berita9.com - Masyarakat yang ingin mengurus paspor sudah bisa lewat WhatsApp SIGAP. Hal ini mulai berlaku setelah Kantor Keimigrasian melakukan inisiatif pengurusan paspor menjadi lebih sederhana, mulai dari informasi hingga permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat sejak 2019 lalu.

"Sebagai institusi yang mengemban fungsi pelayanan publik, kami terus berupaya memanfaatkan teknologi dan menanamkan pola pikir yang berpusat pada konsumen untuk berinovasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Kasubbag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Sam Fernando dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/1/2020).

Fernando menuturkan, pengguna cukup mengirimkan pesan teks ke WhatsApp SIGAP di nomor +628118539333. Setelah itu, pemohon akan mendapatkan balasan pesan berisi beberapa layanan menu informasi yang ingin diketahui.

Beberapa fitur yang ditawarkan adalah pengecekan status permohonan paspor, mengetahui tata cara pembayaran, dan persyaratan permohonan paspor.

Selin itu pengguna juga bisa mengetahui tata cara antrian pengambilan paspor, atau sekadar menyampaikan apresiasi dan komentar dengan mudah.

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi juga telah menggunakan WhatsApp untuk mengurangi antrean di tempat. WhatsApp dinilai mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penggunanya.

Enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) WhatsApp memastikan bahwa hanya pengguna dan orang yang berkomunikasi dengan pengguna sajalah yang dapat membaca pesan yang telah dikirim, dan tidak ada orang lain di antara pengguna, bahkan WhatsApp.

Pesan diamankan dengan kunci, dan hanya penerima pesan dan pengguna saja yang memiliki sandi/kode khusus yang diperlukan untuk membuka kunci dan membaca pesan itu. Untuk keamanan tambahan, setiap pesan yang dikirim memiliki kunci yang unik.

Semua hal ini terjadi secara otomatis, dimana pengguna tak perlu mengaktifkan pengaturan tertentu atau menyiapkan bahasa chat rahasia untuk mengamankan pesan. (*)

Go to top