Berita9.com - Travis Kalanick akhirnya memutuskan untuk angkat kaki sebagai CEO Uber. Kalanick ditengarai mundur karena mendapat tekanan dari para investor Uber.

Kalanick disebut sebelumnya memperoleh desakan dari lima investor besar Uber. Salah satunya adalah dari perusahaan ventura Benchmark yang mendesaknya segera mundur melalui sebuah surat seperti yang dilaporkan oleh New York Times.

Surat itu bertajuk "Moving Uber Forward" berisi tuntutan investor agar terjadi perombakan di kepemimpinan Uber.

Kalanick mendiskusikan tuntutan itu setidaknya dengan seorang anggota direksi dan sejumlah investor. Setelah beberapa jam berlalu, Kalanick pun dikabarkan setuju dengan keinginan para investor untuk mengundurkan diri sebagai CEO.

"Aku mencintai Uber lebih dari segalanya di dunia dan dalam momen sulit di kehidupan pribadi, aku menerima perintaan para investor untuk mundur sehingga Uber bisa kembali membangun ketimbang membiarkannya terdistraksi dengan pertikaian lain," ucap Kalanick.

Kendati melepaskan jabatannya sebagai CEO, Kalanick dipastikan tetap berada di jajaran direksi Uber. Ia juga diminta oleh para pemegang saham terbesar Uber untuk mendukung upaya direksi untuk mencari CEO pengganti.

Kalanick sendiri merupakan salah satu pendiri Uber pada 2009 silam. Bersama Kalanick sebagai CEO, Uber berhasil membesar hingga memiliki valuasi US$11 miliar.

Serangkaian kasus dalam beberapa bulan terakhir menempatkan Uber sebagai pusat perhatian bukan sebagai salah satu perusahaan rintisan tersukses, tapi sebagai perusahaan dengan sejumlah kebijakan kontroversial. Salah satunya adalah kasus mengenai pelecehan seksual yang diungkap oleh mantan karyawan Uber, Susan Fowler.

Membangun Uber dari Nol

Awalnya Travis Kalanick dan Garret Camp membangun Uber dengan konsep menghubungkan calon penumpang dengan mobil pribadi yang disewakan.

Uber, pun menjadi inspirasi bagi layanan ride sharing dan berhasil mengguncang industri taksi, karena mampu menawarkan tarif yang lebih murah dari taksi konvensional pada umumnya. Di tahun 2015 saja, Uber sudah beroperasi di 300 kota dan 58 negara.

Ide kelahiran Uber bermula pada tahun 2008, di malam bersalju kota Paris, Kalanick dan Camp yang sedang menghadiri sebuah konferensi kesulitan mendapat taksi. Tercetus ide di kepala mereka untuk menyelesaikan masalah semacam itu dengan aplikasi baru yang revolusioner.

Intinya sederhana saja, akses aplikasi itu dan dapatkan mobil sewaan.

Tahun 2010 dengan dana terbatas dan ketakutan gagal, Camp berhasil meyakinkan Kalanick untuk memperkenalkan UberCab di San Francisco, Amerika Serikat.

Baru berjalan beberapa bulan saja, Uber sudah diadang masalah. San Francisco Municipal Transportation Agency mempermasalahkan penggunaan kata cab atau taksi di UberCab. Soalnya, mereka tidak beroperasi dengan lisensi taksi.

Walau berganti nama menjadi Uber saja, toh tak membuat gelombang penolakan berhenti. Malah makin menguat. Namun itu tak menyurutkan langkah Kalanick untuk terus berekspansi di sejumlah negara.

Namun kini cerita itu akan menjadi nostalgia. Jatuh bangun Kalanick membesarkan Uber selama tujuh tahun terakhir tak membuat namanya harum di mata investor. Malah dia baru saja mengundurkan diri, karena desakan para penyandang dana tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang diberikan Kalanick kepada The New York Times , dia menulis "Saya mencintai Uber lebih dari apapun di dunia ini dan pada saat yang sulit ini dalam kehidupan pribadi saya, tapi saya telah menerima permintaan para investor untuk mundur agar Uber tidak tergangggu dengan pertikaian lain.”

Tapi Kalanick belum memberi tahu karyawan Uber tentang kepergiannya, yang sepertinya merupakan titik akhir yang sangat mengerikan bagi masa hidupnya yang berbatu.

Uber mengkonfirmasi pengunduran dirinya, dan dewan perusahaan mengeluarkan sebuah pernyataan. Para dewan direksi itu mencakup Benchmark's Bill Gurley, yang telah mulai lelah menghadapi berbagai masalah di perusahaan itu, dan tentang Kalanick.

Kalanick memang sempat mendapatkan dukungan di dewan tersebut termasuk Arie Huffington dan Garrett Camp. Namun itu saja belum cukup.

 

(**/Eva/Tyo)

Berita9.com - Perusahaan maskapai penerbangan yang berada di bawah Garuda Indonesia, Citilink akan menindak tegas para personelnya apabila mereka positif menggunakan narkotika.

Dalam acara Penandatanganan MoU Citilink dan Badan Narkotika Nasional di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Rabu (21/6/2017). Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurtjahjo mengatakan Citilink Indonesia tidak akan menolelir dan akan menjatuhkan sanksi tegas apabila ada karyawannya yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba.

"Kita juga bekerja sama dengan lembaga pemerintah untuk melakukan random check, tidak hanya di station besar, tetapi juga di station kecil yang di mana pesawat kita landing di sana terhadap semua awak pesawat dan tetunya juga pilot. Dan kalau itu terbukti dan teridentifikasi, maka tidak ada torelir dari kita untuk segera pemutusan hubungan kerja dengan pegawai tersebut," tegas Dirut Citilink, Juliandra.

Juliandra mengungkapkan bahwa Citilink memastikan bahwa para kru pesawat termasuk pilot akan melakukan check apabila ingin melakukan penerbangan. “Jadi kita udah punya prosedur, terutama petugas kita untuk memeriksa para awak pesawat. Apa semua pilot kita dalam kondisi fit atau sehat untuk terbang, dan kita pastikan," ujarnya.

Bentuk kerja sama dengan BNN meliputi, sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba terhadap seluruh pegawai Citilink Indonesia termasuk pilot dan awak kabin. Di antaranya dengan melakukan tes urin secara acak bagi karyawan, pilot, dan awak kabin.

"Kerja sama Citilink ini dalam rangka mendukung pemerintah dalam memberantas narkoba, di mana yang Citilink bisa lakukan, kita ini Citilink bersih dulu. Jadi seluruh karyawan Citilink bersih dulu.100%” ucapnya. Selain itu, Citilink juga akan melakukan sosialisasi terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran bahaya narkoba secara luas melalui majalah yang terdapat dalam pesawat (Inflight Magazine).

(**/WE)

Berita9.com - Pihak kepolisian sudah menerima laporan dari sopir taksi online F yang dihukum buka baju dan cium patung di Bandara Yogya. Namun polisi akan terus mengupayakan jalur mediasi untuk penyelesaian kasus tersebut untuk meminimalkan gesekan pihak-pihak terkait.

"Saya kira mediasi akan kami lakukan terus-menerus. agar keberadaan taksi online tidak menimbulkan gesekan. Mudah-mudahan cepat kami selesaikan," ujar Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjend Pol Ahmad Dofiri, kepada wartawan di Stasiun Tugu, Yogyakarta, (21/6/2017).

Menurut Dofiri, sebenarnya upaya mediasi antara kubu sopir taksi online dengan taksi konvensional sudah lama dilakukan oleh kepolisian. Apalagi DIY sudah ada peraturan gubernur yang mengatur taksi online.

Keberadaan taksi online, lanjut Dofiri, sudah diatur sedemikian rupa dalam Pergub. Dengan demikian, sebenarnya yang perlu dilakukan adalah sinkronisasi aturan. Semua pihak yang berkepentingan diminta mentaati aturan yang telah ditetapkan.

"Hanya ada beberapa hal yang perlu sinkronisasi. Semua harus menahan diri, karena semua ada aturan-aturan yang ditetapkan," tutupnya.

Sebelumnya, Ahmad Dofiri memastikan akan menindaklanjuti laporan yang dilayangkan oleh sopir F. Namun demikian di menegaskan bukan berarti setiap laporan ada tindak pidananya.

"Pasti kami tindaklanjuti. Tapi bukan berarti setiap laporan ada tindak pidananya. Makanya nanti kami lihat apakah ada tindak pidananya. Nanti kami lihat hasil pemeriksaannya seperti apa," jelas Dofiri.

(**/MBR)

Go to top