Berita9.com - Belanja negara tahun depan dinilai kurang ekspansif. Oleh karena itu, belanja negara diperkirakan belum banyak memberikan stimulus untuk pertumbuhan ekonomi 2018.

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, target belanja negara tahun depan yang sebesar Rp 2.204,38 triliun, cukup konservatif. Sebab, jumlah itu hanya naik 3,33% dibanding target APBN-P tahun ini.

Padahal di tahun ini sendiri, total belanja naik 14,4%. Pertumbuhan belanja tahun depan yang kecil lebih disebabkan oleh pengurangan dana transfer daerah sebesar Rp 5,3 triliun dibandingkan tahun 2017 sehingga daerah harus menyiapkan diri mengalami penghematan belanja dari pusat.

"Postur belanja kurang ekspansif, jadi kecil harapan belanja pemerintah bisa jadi stimulus ekonomi tahun depan," kata Bhima kepada KONTAN, Rabu (16/8).

Bhima melanjukan, pertumbuhan belanja negara tahun depan tersebut juga lebih rendah dari pertumbuhan penerimaan pajak 2018 yang sebesar 9,2% dibanding 2017. Walaupun lebih tingginya target penerimaan pajak tersebut membuat pemerintah memiliki peluang untuk menekan defisit anggaran.

Akan tetapi, "pemerintah perlu sedikit berhati-hati karena tahun 2018 tidak ada penerimaan ekstra seperti tax amnesty. Sementara mengandalkan keterbukaan informasi pajak cukup sulit karena prosesnya memakan waktu yang lama," tambah Bhima.

(**/Kon)

Berita9.com, Jakarta – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menghimbau masyarakat untuk menunda pemesanan atau pembelian unit apartemen Kota Meikarta.

Alasannya, menurut Tulus, aspek perizinan dan legal belum dipenuhi oleh pengembang apartemen Meikarta. “Jangan mudah tergiur dengan iming-iming dan janji fasum/ fasus oleh pengembang,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Senin (14/8) kemarin.

 Tulus pun menduga Meikarta belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Meikarta bahkan disinyalir baru mengajukan permohonan pengajuan IMB. “YLKI mendesak manajemen Meikarta menghentikan segala bentuk promosi, iklan, dan bentuk penawaran lain,” tuturnya.

 Pegiat hak-hak konsumen ini juga meminta pemerintah menindak tegas pengembang apartemen Meikarta yang diduga melanggar perizinan. Pasalnya, tindakan pelanggaran tersebut dipastikan merugikan masyarakat.

 Belakangan, imbas promosi dan pemasaran massif pengembang di media, Meikarta menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Harga yang relatif terjangkau murah sekitar Rp 127 jutaan, membuat pesanan konsumen diperkirakan mencapai 20 ribuan unit.

 (**/MJ)

Berita9.com - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Google Indonesia bersinergi program menggelar acara konferensi Womenwill untuk memajukan perempuan pengusaha UMKM di Indonesia melalui teknologi tepat guna, di Nusa Dua, Bali, (14/8/2017).

"Kemajuan UMKM di Indonesia banyak diperankan oleh kaum perempuan. Saya juga memuji kaum perempuan dalam menjalankan usaha atau berwirausaha, dengan kedisiplinannya dalam mengelola modal usahanya hingga terus tumbuh," kata Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Prakoso BS.

Di hadapan peserta lebih dari 2.200 orang yang semuanya perempuan, Prakoso mengajak para perempuan UKM untuk membentuk wadah koperasi untuk menjaga stabilitas keuangan dan usahanya.

"Dengan berkoperasi, langkah selanjutnya adalah naik kelas. Saya mengajak perempuan UKM agar berani naik kelas dalam naungan wadah koperasi," tandas Prakoso.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Public Policy dan Government Relations  Google Indonesia, Shinto Nugroho mengatakan, tujuan konferensi ini adalah untuk mengenalkan manfaat teknologi tepat guna untuk meningkatkan akses perempuan UKM ke pasar dan konsumen.

"Juga untuk membuka ajang pembentukan komunitas atau jaringan informal pengusaha perempuan," kata Shinto.

Menurut Shinto, perempuan UKM akan memperoleh manfaat yang sangat besar jika tergabung dalam jaringan formal atau informal.

"Tujuannya, untuk berinteraksi dengan sesama pengusaha. Selain itu, pengenalan dan teknologi masih rendah untuk UMKM di Indonesia. Namun, perempuan UKM ternyata menggunakan teknologi lebih sering ketimbang pria. Upaya memperkenalkan teknologi yang meningkatkan probabilitas ke perempuan UKM harus terus digalakkan," pungkas Shinto.

(**/WE)

Go to top