Fungsi Negara Dinilai Seperti Penjaga Toilet

Focus Group Discussion (FGD) Puslitbang LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Focus Group Discussion (FGD) Puslitbang LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) IST

Berita9.com, Purwokerto - Pakar ekonomi dan koperasi, Suroto berpendapat peran negara dalam perekonomian nasional pasca reformasi semakin terpinggirkan.

Dari zaman orde baru yang menempatkan posisinya sebagai penjaga stabilitas perekonomian, kini berubah menjadi pencegah krisis ekonomi yang disebabkan kesalahan korporasi.

"Peran negara semakin buruk. Dari penjaga malam, kini menjadi pencuci toilet," ujarnya lantang. (5/8).

Pendapat tersebut disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Puslitbang LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang membahas penguatan demokrasi Pancasila di Indonesia, Sabtu (5/7) di Purwokerto.

Menurut Suroto, pendapat tersebut juga berkaca pada keadaan dimana negara cenderung mengobati ekses buruk yang ditimbulkan korporasi. Dan, itu artinya secara umum rakyatlah yang harus membiayai kerugian tersebut.

"Perusahaan yang keliru mengelola bisnis, kok negara yang diminta menanggung bailout (talangan)," tuturnya.

Bagi Suroto, kondisi demikian dapat terjadi lantaran prinsip demokrasi ekonomi tidak dihadirkan dalam sistem perekonomian nasional. Aktivitas perekonomian justru cenderung didominasi oleh semangat keuntungan modal yang serakah sehingga bisnis tak lagi memperhatikan resiko buruk pengelolaan korporasi.

(**/MJ)

Rate this item
(0 votes)
Go to top