Kemenkop dan UKM Siap Fasilitasi Startup untuk Berkembang

Startup saat ini merupakan solusi alternatif untuk menekan angka pengangguran karena keterbatasan lapangan pekerjaan baik di pemerintahan, BUMN, maupun swasta Startup saat ini merupakan solusi alternatif untuk menekan angka pengangguran karena keterbatasan lapangan pekerjaan baik di pemerintahan, BUMN, maupun swasta Ist

Berita9.com - Kemenkop dan UKM siap menfasilitasi startup (wirausaha pemula) untuk lebih berkembang. Fasilitas tersebut antara lain berupa hak cipta serta izin usaha gratis. Selain itu, bagi startup yang membutuhkan permodalan, Kemenkop dan UKM bisa memfasilitasi akses permodalan ke lembaga pembiayan seperti perbankan.

"Startup itu sebagian besar diisi oleh generasi muda dengan dengan aset di bawah Rp50 juta," kata Sekretaris Kemenkop dan UKM Agus Muharram di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Agus mengatakan startup saat ini merupakan solusi alternatif untuk menekan angka pengangguran karena keterbatasan lapangan pekerjaan baik di pemerintahan, BUMN, maupun swasta. Apalagi penerimaan PNS kini dalam status moratorium kecuali untuk tenaga medis, kesehatan, dan guru.

"Bagusnya, saat ini mulai ada kecenderungan sebagian pelaku startup juga menjadikan wirausaha pemula ini sebagai pilihan karena tidak mau atau enggan bekerja di pemerintahan maupun perusahaan," ujarnya.

Bisnis yang paling murah dan memungkinkan itu startup tadi apabila dibandingkan membuka lapangan kerja dan menggaji karyawan.

Perkembangan startup di Indonesia terbilang cukup tertinggal jika dibandingkan beberapa negara tetangga, seperti Singapura dan lainnya, selain disebabkan oleh daya saing produk juga dikarenakan belum kelarnya regulasi yang mengatur startup itu.

"Selain itu, para pemilik startup ini rata-rata anak muda. Jadi mereka masih sulit untuk mendapatkan koneksi ke perusahan-perusahaan besar," ujarnya.

Meski demikian, dirinya yakin startup milik Indonesia dapat bertahan melawan startup luar negeri. "Kita kan punya keuntungan tersendiri untuk bersaing di Indonesia. Startup dalam negeri sudah tahu tantangan dan seluk-beluk pasar Indonesia. Pasti kita menanglah," katanya dengan percaya diri.

"Di tambah lagi, para pemodal yang ingin mendanai startup lokal (Indonesia) juga semakin meningkat. Namun mereka masih cenderung memilih, kepada startup mana dia akan mengucurkan dananya," katanya.

Oleh karena itu, dengan mengikuti inkubasi dan akselarasi di berbagai lembaga Startup Accelerator seperti National Startup Center ini Agus meyakini para startup di Indonesia pasti akan berkembang dengan cepat. (**/WE)

Rate this item
(0 votes)
Go to top