Lembong Minta E-commerce Laporkan Data Status Investasi

Kepala BKPM Thomas Lembong Kepala BKPM Thomas Lembong IST
Berita9.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta perusahaan bisnis online (e-commerce) memperbarui dan menyerahkan laporannya terkait status investasi. Hal ini untuk memudahkan BKPM mendata perusahaan e-commerce.
 
"Perlu banget. Kami minta perusahaan e-commerce seperti Go-Jek, Grab, Traveloka, untuk menyerahkan laporan terbarunya terkait status investasi. Sayang kan, selama ini kami tahunya dari media," ujar Kepala BKPM Thomas Lembong di Kantor Pusat BKPM, Jakarta, Kamis (8/2).
 
Thomas menjelaskan, fenomena perkembangan e-commerce dan startup baru muncul pada dua tahun terakhir. Sebelum tahun 2015, skala investasinya masih kecil, namun kemudian tiba-tiba angkanya melonjak menjadi miliaran dolar AS.
 
"Kami seperti dikejar-kejar, karena fenomena ini baru ada dua tahun lalu. Sekarang perkembangannya pesat sekali jadi cukup kesulitan," katanya.
 
Dia pun menjelaskan, BKPM akan membenahi pendataan investasi yang masuk ke perusahaan e-commerce dan startup. Pembenahan ini pun harus dilakukan dalam waktu cepat, lantaran angka investasinya sangat besar.
 
BKPM mengestimasi, total investasi pada perusahaan e-commerce dan startup mencapai USD 4,8 miliar. Sebagai perbandingan, angka ini hampir separuh dari angka investasi di sektor migas yang mencapai USD 9 miliar selama 2017.
 
"Total investasi di e-commerce dan startup hampir separuh investasi migas. Pertumbuhannya 30-50% per tahun," tambahnya.
 
(**/KM)
 
Rate this item
(0 votes)
Go to top