Doa Adalah Jantung Ibadah

Berita9.com - Dalam sebuah hadis Nabi dijelaskan, “Doa adalah jantung ibadah.” Usaha kita di dalam berdoa, selain berharap pengabulan, juga sebagai ibadah. Doa adalah bukti dan sekaligus pernyataan kelemahan diri kita kepada-Nya.

Orang yang malas berdoa menunjukkan keangkuhannya sebagai hamba, seolah-olah ia tidak membutuhkan bantuan Tuhan. Orang yang arif selalu berdoa, meskipun tujuan utamanya bukan  apa yang didoakan, tetapi sebagai wujud kebergantungan kepada Tuhannya.

Allah SWT menjanjikan untuk mengijabah doa-doa hamba-Nya. Kalangan arifin (orang-orang arif) yang berdoa lebih banyak menyatakan munajat ketimbang permohonannya. Munajat ialah pernyataan kelemahan diri di hadapan Tuhannya.

Ia selalu merasa malu berdoa untuk hal-hal yang bersifat kebutuhan biologis. Ia juga selalu khawatir jangan sampai doanya didikte hawa nafsu. Unsur terpenting di dalam doanya ialah permohonan agar Tuhan mau menerima kehadiran dan mau “merangkul” dirinya.

Itulah sebabnya, panjang doa para arifin sesungguhnya bukan doa, tetapi munajat, yaitu pengagungan diri Tuhan dan penghinaan atau perendahan dirinya sebagai hamba. Mereka sangat berhati-hati jika doanya makbul.

Karena, boleh jadi, sebuah doa diterima, tetapi berarti penolakan dirinya terhadap-Nya. Sebaliknya, ia lega jika doanya ditolak karena boleh jadi penolakan doa berarti penerimaan dirinya oleh Tuhannya.

Maksudnya, mungkin Tuhan mengabulkan doa kita, tetapi kita dibiarkan hanyut sendiri bersama hasil doa yang diberikan Tuhan kepada kita. Akhirnya, kita berjarak dan semakin jauh dengan Tuhan.

Persis, seperti tukang minta-minta di depan pintu yang tidak akan pergi sebelum diberi dan akhirnya terpaksa diberi dengan harapan ia cepat pergi. Ini jenis pemberian tanpa diiringi cinta dan berkah. Penolakan doa bisa jadi berarti penerimaan diri kita kepada-Nya.

Artinya, Tuhan Maha Tahu apa yang didoakan itu bermanfaat atau tidak bagi kita. Jika Allah menganggap jenis permohonan kita justru akan membahayakan, terutama menjauhkan kita dengan-Nya, maka Tuhan mengenyampingkan materi doa itu.

Persis seperti seorang anak kecil yang meminta mainan berupa gelas kaca atau pisau kepada ibunya. Penolakan permintaan itu bukan berarti tidak cinta, tetapi sebaliknya, karena sang ibu mencintai anaknya.

Kita tidak boleh salah paham terhadap Tuhan dengan penolakan doa. Kita juga tidak boleh berpuas diri dengan pengabulan doa kita. Boleh jadi, rezeki Allah turunkan ke bumi bersama kita, tetapi tidak lagi pernah naik ke atas bersama-Nya.

Sebaliknya, penolakan doa bisa berarti Tuhan ingin mengangkat diri kita ke hadirat-Nya dan sekaligus memperlihatkan betapa banyak yang jauh lebih indah dan lebih baik di sana yang tidak pernah kita minta.

Bagi orang-orang yang sudah naik ke atas tidak perlu lagi rezeki dan anugerah lainnya. Seolah-olah, ia melihat alangkah kecilnya pemohonan manusia dibanding dengan sesuatu yang diperoleh di sana. 

Bahkan, ia berkata, “Ambil saja surga itu. Aku tidak memerlukan surga itu karena aku sudah bersama dengan Sang Pencipta surga”. Seolah-olah, surga dan neraka menjadi urusan orang awam.

***Prof Nasarudin Umar

Pantau Langsung Pencarian Korban Kapal Tenggelam

Berita9.com - Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub, Budi Setiyadi, memantau langsung proses pencarian korban kapal tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara. Setibanya di posko, Budi langsung menggelar rapat dengan petugas.

Pantauan awak media, Budi datang ke Posko Pencarian Korban Kapal Tenggelam, Kecamatan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumut, sekitar pukul 11.55 WIB. Lokasi Posko dari Bandara Silangit sekitar 3 jam perjalanan.

Budi sempat melihat sebuah papan yang berisi data korban yang sudah dievakuasi. "Ada 19 korban yang berhasil dievakuasi. 18 selamat, 1 meninggal," ujar Budi kepada wartawan di lokasi, Selasa (19/6/2018).

Usai cek data korban, Budi menggelar rapat di sebuah tenda. Selain Budi, sejumlah pejabat dari Polres Simalungun, BPBD, TNI, Basarnas, KNKT dan Pemkab Sumut, juga ikut rapat di dalam tenda tersebut.

"Saya mewakili Menhub setelah rapat akan saya sampaikan hasilnya," ungkapnya.

KM Sinar Bangun tenggelam, Senin (18/6), sekitar pukul 17.30 WIB. Polisi menduga, kapal tersebut berisi 70 penumpang. Kapal rute Samosir-Simalungun itu tidak memiliki manifes. Data sementara, 1 orang tewas dan 18 penumpang berhasil diselamatkan.

(**/IST)

Rupiah Akan Melemah Usai Libur Lebaran

Jakarta - Mata uang rupiah diperkirakan melemah pada perdagangan awal setelah libur Lebaran. Adapun pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan oleh tekanan faktor global yang kembali meningkat usai kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, ditambah rencana the Fed yang berencana menaikkan suku bunga dua kali lagi tahun ini.

"Nilai tukar rupiah pada pasar spot diperkirakan melemah pada awal perdagangan usai libur Idulfitri mengingat NDF USD/IDR satu bulan cenderung menguat satu persen dalam sepekan terakhir ini," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede, di Jakarta, Selasa, 19 Juni 2018.

Dirinya menambahkan pelemahan rupiah dipengaruhi dolar Amerika Serikat (USD) yang menguat terhadap mata uang negara maju dan negara berkembang. Hal ini sejalan dengan the Fed yang memproyeksikan ekonomi AS tumbuh hingga 2,8 persen dengan inflasi mencapai dua persen serta tingkat pengangguran lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

Kenaikan suku bunga acuan AS, lanjutnya, juga diikuti oleh meningkatnya potensi risiko dari perang dagang antara AS dan Tiongkok. AS berencana mengenakan tarif impor terhadap barang dari Tiongkok yang mencapai nilai USD50 miliar setelah negosiasi antara kedua negara sebelumnya tak mencapai kesepakatan.

"Kedua faktor tersebut yang mendorong penguatan USD dalam beberapa hari terakhir ini dan tercermin dari dolar indeks yang menguat sekitar 1,8 persen sejak Fed menaikkan suku bunga acuan pada Kamis lalu," jelas dia.

Namun demikian, Josua menyebut, nilai tukar rupiah diperkirakan cenderung stabil mengingat BI sudah melakukan kebijakan pre-emptive, front loading, dan ahead the curve. Ini dibuktikan dengan kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) pada Mei lalu yang diharapkan dapat mendukung stabilitas rupiah.

"Selain itu, BI akan tetap berada di pasar dan akan melakukan langkah-langkah dual intervention pada pasar obligasi dan valas apabila terjadi peningkatan volatilitas di pasar keuangan dan rupiah," pungkasnya. (*)

Menhub Akan Libatkan PO Bus Agar Tidak Kehilangan Omset

Berita9.com - Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) memprotes kebijakan Kementerian Perhubungan yang gencar menggelar mudik gratis. Ya, PO Bus itu kehilangan omset.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi bilang, tahun depan, kemenhub akan melibatkan PO bus. Konsekuensinya, para PO Bus itu harus mampu menyediakan kendaraan dalam kondisi yang prima.

"Saat ini baru bus pariwisata, Nanti banyak PO akan kita libatkan. Tidak usah pusing mereka enggak dapat mudik gratis. Tapi mereka harus memperbaiki bus yang layak pakai," kata Budi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Budi menegaskan, untuk bus yang tidak laik jalan, jangan berharap bisa diajak kerja sama dalam program mudik gratis 2019.

Dia mengungkapkan, selama arus mudik 2018, ditemukan sekitar 25% bus yang tak laik jalan. Angka ini diklaimnya turun ketimbang mudik 2017.

"Angka tahun sebelumnya belum menurun, masih menjadi PR besar. Karena industrinya belum baik," kata Budi.

Selain itu, untuk memajukan sistem transportasi bus, pihaknya menyarankan untuk beberapa PO bus yang belum merambah ke dunia digital dalam proses ticketing, diimbau agar transportasi bus semakin berkembang.

"Kalau dia (PO bus) mau baik, harus dengan tiket online, jadi sistemnya terstruktur," imbuhnya.

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi pihak yang masih menjalankan bus yang tidak layak pakai, akan diberikan sanksi pencopotan izin trayek dan izin PO.

"Kalau bus yang tidak layak pakai di parkir di garasi enggak ada hukuman. Tapi kalau sudah keluar jalan ada hukuman, kita hilangkan izin trayek dan kalau sudah masif kita bekukan izin PO-nya," tutupnya. (*)

BEM UI Serukan Tolak Iwan Bule Jadi Gubernur

Berita9.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menolak pengangkatan Komjen M. Iriawan atau Iwan Bule sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. Menurut Ketua BEM UI Zaadit Taqwa, pemerintah telah menyalahi sejumlah aturan perundang-undangan antara lain, UU Aparatur Sipil Negara (ASN), UU Pilkada, dan UU Polri.
 
Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menolak Pj Gubernur yang berasal dari kalangan angkatan bersenjata.
 
"Menolak dengan tegas pelantikan Komjen Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak pelantikan Penjabat Gubernur yang berasal dari kalangan angkatan bersenjata serta terus mengawal supremasi sipil sebagai amanat reformasi," ujar Zaadit dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/6).
 
Zaadit menjelaskan, pada Pasal 28 Ayat (3) UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian (UU Polri), diatur bahwa anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan di luar Kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas Kepolisian. Tetapi, kenyataannya Komjen Iwan Bule tetap saja dipaksakan dilantik meski belum mengundurkan diri atau pensiun dari dinas Kepolisian.
 
"Meskipun saat ini Komjen. Pol. Iriawan sudah tidak menjabat secara struktural dalam Mabes Polri, beliau belum mengundurkan diri atau pensiun dari dinas Kepolisian," ucapnya.
 
Dengan demikian, ia mendesak pemerintah agar segera melantik Pj Gubernur yang sesuai dengan UU Pilkada dan UU ASN.
 
Dalam ketentuan UU No. 10 Tahun 2016 (UU Pilkada) Pasal 201 Ayat (10) disebutkan untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur yang kosong, diangkat Pj gubernur yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi madya sampai dengan pelantikan gubernur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
 
Nomenklatur jabatan pimpinan tinggi madya ruang lingkupnya dijelaskan dalam Pasal 19 ayat (1) huruf b UU No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Pimpinan tinggi madya meliputi sekretaris jenderal kementerian, sekretaris utama, sekretaris jenderal kesekretariatan lembaga negara, sekretaris jenderal lembaga non-struktural, direktur jenderal, deputi.
 
Ada pula inspektur jendral, inspektur utama, kepala badan, staf ahli menteri, kepala sekretariat presiden, kepala sekretariat wakil presiden, sekretaris militer presiden, kepala sekretariat dewan pertimbangan presiden, sekretaris daerah provinsi, dan jabatan lain yang setara. (*)

Begini Alasan Jokowi Tunjuk Iwan Bule Jadi Gubernur

Berita9.com - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati mengungkapkan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui pengangkatan Komisaris Jenderal Polri M Iriawan atau Iwan Bule sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat.

"Secara administrasi, penunjukan Komjen Iriawan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan terkait," kata Adita, Selasa (19/6/2018).

Adita menjelaskan, pengangkatan Penjabat Gubernur dari kalangan TNI dan Polri diatur dalam Pasal 201 ayat (10) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Aturan itu berbunyi:

"Untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur, diangkat penjabat gubernur yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi madya sampai dengan pelantikan gubernur sesuai dengan peraturan perundang-undangan."

Sementara itu, kata Adita, Iwan Bule telah menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional sejak Maret 2018. Jabatan tersebut merupakan jabatan pimpinan madya utama, sehingga penunjukan mantan Kapolda Metro Jaya itu dinilai tidak melanggar aturan undang-undang secara administrasi.

Namun, berbagai kalangan menilai pelantikan Iwan Bule sebagai penjabat Gubernur Jawa Barat melanggar undang-undang. Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan pelantikan Iwan Bule melanggar tiga undang-undang sekaligus, yakni UU Nomor 5 Tahun 2104 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, dan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Partai Demokrat mencurigai ada muatan kepentingan subjektif pemerintah atau Presiden dalam pelantikan M Iriawan.

"Terlebih pengakuan Tjahjo bahwa dia mengusulkan Sekjen Mendagri untuk Pj Gubernur, tapi Pak Jokowi tetap memilih Iwan Bule. Maka itu kita ingin mengetahui kebenaran yang ada," ujar Ferdinand.

Di tengah kontroversi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mewakili Presiden Jokowi Senin (18/6/2018), melantik Iwan Bule selaku Penjabat Gubernur Jawa Barat. Iwan Bule akan bertugas hingga pelantikan Gubernur Jawa Barat baru usai Pilkada.

Pelantikan Penjabat Gubernur Jawa Barat ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2018 tentang Pengesahan Pemberhentian Dengan Hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Masa Jabatan Tahun 2013-2018 dan Pengangkatan Penjabat Gubernur Jawa Barat yang ditandatangani Presiden Jokowi, pada 8 Juni 2018.

Nama Iwan Bule sudah santer terdengar akan menjabat sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat sejak Januari 2018. Saat itu dia masih berpangkat Inspektur Jenderal dan menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Operasi. Isu pelantikan mantan Kapolda Metro Jaya itu menjadi polemik lantaran Iriawan masih pejabat aktif Mabes Polri. (*)

Harga Daging Ayam di Kebumen Masih Tinggi

Berita9.com - Menginjak H + 2 Lebaran 2018 pada Senin (18/06/2018) harga daging ayam pedaging di Kebumen masih tinggi, yaitu mencapai Rp 45 ribu/kilogram. Namun harga sebesar 45 ribu per kilogram ini sudah menurun dibanding dua hari sebelumnya yang mencapai Rp 50 ribu/kilogram.

"Rekor tertinggi harga ayam pedaging pada Lebaran kali ini memang mencapai Rp 50 ribu per kilogram, yaitu pada Sabtu (16/06/2018) lalu, karena stok masih terbatas namun permintaan dari pedagang makanan sangat tinggi,"ungkap pedagang daging ayam pedaging di Pasar Tumenggungan Kebumen, Yuli, Senin (18/06/2018).

Menurut Yuli, permintaan daging ayam pedaging di masa Lebaran sebagian besar berasal dari para pedagang mie ayam dan sate ayam dan sebagian lainnya dari pedagang makanan lainnya dan ibu rumah tangga. 

" Pada H - 1 Lebaran harganya sudah mencapai Rp 45 ribu per kilogram atau hampir dua kali lipat dari harga normalnya sebesar Rp 24 ribu per kilogram. Namun, permintaan tetap tinggi pada hari H Lebaran sampai hari ini. Padahalstok terbatas karena banyak usaha pemotongan ayam dan pedagang daging ayamyang libur," jelas pedagang daging ayam lainnya di Pasar Tumenggungan Kebumen, Harti.

Berdasarkan pengalaman selama ini, harga daging ayam pedaging di atas Rp 40 ribu/kilogram menurut Harti kemungkinan masih akan bertahan hingga H + 7 Lebaran. Setelah itu, diperkirakan harga akan turun secara bertahap. (*)

SP3 Rizieq Dicurigai Hasil Barter dengan Kasus Sukmawati

Berita9.com - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab merupakan hasil barter dengan perkara tokoh lain.

Hal ini disampaikan karena penyelidikan dugaan penistaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri turut dihentikan tak lama setelah penerbitan SP3 kasus dugaan konten pornografi di balik percakapan Rizieq dengan Firza Husein di Whatsapp.

"Kami duga ini tindakan licik, pejuang bangsa pembela agama sengaja dibikin untuk mereka barter yang memang direkayasa dibikin ditukar dengan yang betul-betul jelas fakta hukumnya," kata Novel.

Dia berpendapat perkara Rizieq dan Sukmawati jelas berbeda fakta hukumnya. Perkara Rizieq disebut sesungguhnya sudah dapat dihentikan sejak Juni 2017 karena tak ditemukan unsur pidananya.

"Tapi polisi mengulur waktu seakan mau dicari poin mana yang mau dibarter. Setelah ini ternyata memang dibarter dengan kasus yang kami laporkan. Buat kami keadilan diporak-porandakan kepolisian," tutur Wakil Ketua ACTA ini.

Sebelumnya, Sukmawati diduga menistakan agama karena sistematis melalui pembacaan teks puisi dalam acara resmi yang ditonton serta diliput banyak orang dan media.

Sukmawati dilaporkan oleh sejumlah pihak atas dugaan penistaan agama ketika membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia dalam acara peragaan busana Anne Avantie beberapa waktu lalu.

Salah satu penggalan lirik puisi itu berbunyi 'yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok... Lebih merdu dari alunan azan mu'.

Polisi sendiri mengkonfirmasi SP3 atas kasus dugaan percakapan mesum terhadap Rizieq Shihab. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Mohammad Iqbal memastikan adanya surat SP3 tersebut.

Terkait kasus Sukmawati, Iqbal juga menyatakan pihaknya menghentikan penyelidikan untuk perkara Sukmawati karena tidak menemukan unsur pidana.

Kepolisian disebut telah mendengar keterangan 28 pelapor dan satu saksi serta telah memeriksa Sukmawati. Empat saksi ahli seperti ahli bahasa, sastra, agama, dan pidana telah dimintai keterangan mengenai hal ini.

"Disimpulkan tidak ditemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana, sehingga perkara tersebut tidak dapat dinaikkan atau ditingkatkan ke tahap penyidikan," kata dia. (*)

Harga "Oleh Oleh" Lebaran Naik 10%

Berita9.com - Bagi pemudik asal Purworejo dan Kebumen, Jawa Tengah, pasti tidak asing dengan oleh-oleh bernama lanting. 
 
Makanan yang terbuat dari bahan dasar singkong dengan beragam rasa itu wajib dibeli untuk buah tangan saat mudik ke kota di pesisir Selatan Jawa Tengah tersebut.
 
Saat Hari Raya Idulfitri tahun ini, harga  lanting  bumbu di Pasar Induk Baledono Purworejo itu mengalami kenaikan sekitar 10%.
 
Ratna, pemudik asal Purworejo, mengatakan biasanya harga lanting bumbu di Pasar Baledono sekitar Rp18000 per kilogram. Saat hari raya Lebaran kali ini harganya naik menjadi Rp22.000 per kilogram.
 
"Kenaikan harga itu mungkin karena Lebaran ya. Biasanya harganya masih normal Rp18.000 per kilogram," katanya, Senin (18/2018).
 
Ratna menjelaskan kenaikan harga lanting bumbu itu juga berimbas ke harga oleh-oleh khas Purworejo lainnya seperti jenang dibungkus daun kelapa (clorot).
 
Kusantoro, pedagang di Pasar Induk Baledono, menambahkan oleh-oleh di pasar Baledono selalu  diserbu pemudik saat Lebaran. Selain harganya lebih murah, pemudik juga bisa memilih bermacam macam oleh-oleh selain lanting. 
 
Merek lanting bumbu Purworejo yang terkenal seperti Mahkota, Raja Rasa dan lain-lain. Lanting bumbu itu memiliki pilihan rasa seperti bawang, jagung bakar, keju, balado, pedas manis dan barbeque.
 
(**/IST)

Teknologi Cryptocurrency Dinilai Akan Sulit Berkembang

Berita9.com - Bank for International Settlements menilai bahwa teknologi cryptocurrency tidak akan berkembang pada masa depan ataupun menggantikan sistem layanan keuangan saat ini.

Dalam laporan tahunannya yang dikutip dari Bloomberg, Senin (18/6/2018), BIS memaparkan teknologi yang dikembangkan dalam mata uang crypto memiliki cacat bawaan semenjak diperkenalkan. Cacat ini membuat cita-cita agar sistem tersebut menjadi sarana pemupukan aset sulit terpenuhi.

Lembaga keuangan yang berbasis di Swiss itu menyebutkan cryptocurrency sangat tidak stabil, mengonsumsi terlalu banyak listrik, dan terlalu banyak memanipulasi serta menipu. Kelemahan itu membuat mata uang digital ini sulit menjadi media pertukaran valuta asing dalam ekonomi global.

Cryptocurrency yang mengedepankan teknologi blockchain memang didesain sebagai sistem desentralisasi.

Mata uang digital dengan teknologi ini dicatat dan didistribusikan pada seluruh jaringan komputer yang terhubung. Sekali data dilempar ke dalam system, maka akan sangat sulit mengubahnya.

Laporan ini menyebutkan bahwa lonjakan transaksi yang menyebar dan berulang ke dalam seluruh komputer dalam sistem dapat menyebabkan terhentinya internet karena kelebihan beban.

Masalah selanjutnya, penambangan uang digital yang membutuhkan listrik dengan konsumsi tinggi.

Penambangan diperlukan guna menambah peredaran cryptocurrency dalam sistem. Akibatnya bencana lonjakan kebutuhan energi listrik dalam jumlah besar terlihat sangat jelas. (*)

Page 1 of 512
Go to top