Politik

Politik (1237)

Berita9.com - Ulama ternama KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym menasehati umat dan bangsa agar memulai pesta demokrasi dengan santun. Aa Gym berharap tidak ada aksi saling menjatuhkan dan menjelek-jelekan satu sama lain hanya karena perbedaan pilihan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2019.

"Anggaplah Pilpres itu sebagai perlombaan. Fokus berbuat yang terbaik. Jangan saling menjatuhkan. Pilpres bukan segala-galanya," kata Aa Gym, saat mengisi ceramah subuh di Masjid Daarut Tauhid, Bandung, Jumat (10/8) yang disiarkan langsung melalui Instagram resmi miliknya.

Aa Gym mengibaratkan Pilpres sebagai perlombaan untuk menjadi yang terbaik tanpa harus memikirkan atau mencari-cari kelemahan lawan. Menurut pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhid itu, Pilpres jangan dianggap sebagai pertandingan ketika pesertanya harus saling menjatuhkan dan mencari-cari kekurangan serta kelemahan lawan supaya bisa menang.

Aa Gym juga mengimbau masyarakat supaya Pilpres 2019 ini tidak merusak niat untuk tetap berada di jalan Allah SWT. "Jangan sampai menuhankan capres-cawapres. Jangan merusak niat. Jangan gara-gara capres terus lupa shalat," ujar Aa Gym.

Sebelum memberi tausiah, Aa Gym sempat menyinggung tentang mulai banyaknya penyebaran broadcast melalui berbagai sosial media tentang aksi saling serang terhadap figur capres. Aa Gym membacakan beberapa tulisan-tulisan broadcast yang mulai ramai masuk ke smartphone pribadinya. Padahal kata Aagym pengumuman pasangan calon belum genap 12 jam dari masing-masing kubu.

Seperti diketahui dua kandidat terkuat capres sama-sama sudah mengumumkan cawapres masing-masing lengkap dengan barisan partai-partai yang sudah resmi sebagai anggota koalisi.

Pada Kamis (9/8) tepatnya sesusah waktu shalat Maghrib, Presiden pejawat Joko Widodo yang didukung oleh PDIP, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, Perindo, PSI dan PKPI mengumumkan cawapres pendampingnya adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia sekaligus Rais Aam Suriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma'aruf Amin.

Beberapa jam kemudian, Prabowo Subianto yang pendukungnya mayoritas di isi partai oposisi yakni Gerindra, PKS, dan PAN mengumumkan cawapres yang akan menemaninya di pemilihan umum 2019 adalah pejabat wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno. (*)

Jakarta - Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi mendeklarasikan diri sebagai Capres-Cawapres penantang petahana Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Deklarasi digelar di kediaman Prabowo, Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018) jelang tengah malam. 

Elite Gerindra, PAN dan PKS turut hadir dalam deklarasi ini. Diantaranya, Ketum PKS Sohibul Iman, Sesepuh PKS Salim Segaf Aljufri, Ketum PAN Zulkifl8 Hasan, senior PAN, Amien Rais, dan Waketum Gerindra Fadli Zon.

Duet Prabowo-Sandiaga dipastikan maju dengan sokongan dan mandat dari 3 Parpol koalisi, Partai Gerindra, PKS, dan PAN. 

"Gerindra, PKS, dan PAN telah memberi kepercayaan kepada saya dan Saudara Sandiaga Uno untuk maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia untuk masa bakti 2019-2024," ujar Prabowo.

Prabowo menyebut, beberapa hari terakhir, proses yang dilaluinya dalam membangun koalisi cukup melelahkan.

"Saya terus berusaha menjalin kepercayaan menjalin kerja sama yang erat. Kita sudah berusaha buka komunikasi terbaik dengan semua pihak. Proses ini tidak mudah, proses ini lelah sekali," katanya.

"Membangun koalisi tidak mudah karena banyak yang harus kita pertemukan," tambah Prabowo.

Prabowo pun mengapresiasi dan berterimakasih kepada PKS dan PAN yang sudah legowo tak mendapatkan kursi Cawapres.

"Dan penghargaan saya (kepada) pimpinan PKS yang legowo, rela, tak menduduki jabatan apa pun dalam pencalonan presiden dan wakil presiden," ucap Prabowo.

Dia juga menyebut senior PKS Salim Segaf Aljufri sebagai sosok yang ikhlas, karena sebelumnya Salim merupakan salah satu Cawapres rekomendasi dari Ijtimak Ulama, tapi kemudian bersedia tidak menjadi Cawapres.

"Sebagaimana kita ketahui, Ustaz Salim Segaf adalah calon yang diusung oleh Ijtimak dan GNPF Ulama, tapi beliau rela tidak memaksakan diri, bahkan legowo dan menyerahkan kepada yang lain," kata Prabowo.

Dia juga menyebut PAN yang dipimpin Ketua Umum Zulkifli Hasan bersikap sama. Sebagaimana diketahui, Zulkifli pun didorong kadernya untuk menjadi Cawapres Prabowo.

"Demikian juga pimpinan PAN legowo. Mereka juga menghendaki kader mereka, tapi mereka legowo. Mereka pun memikirkan kepentingan rakyat, bangsa, dan umat di atas kepentingan pribadi," kata Prabowo.

Tak lupa, Prabowo memohon doa restu dan dukungan dari rakyat Indonesia untuk mengemban amanah tersebut.

Mohon kepada rakyat Indonesia untuk didoakan agar saya bersama saudara Sandiaga Uno diberi kekuatan dan dimudahkan oleh tuhan yang maha esa Allah SWT," ucap Prabowo dengan mata berkaca-kaca.

Prabowo juga menyebut, sosok Sandiaga Uno adalah pilihan terbaik.

"Sandiaga merupakan pilihan terbaik dari yang ada," katanya.

Prabowo juga meminta Sandiaga mundur dari Gerindra. Sandiaga juga akan mundur dari posisi Wagub DKI Jakarta.

"Beliau bersedia mundur dari jabatan-jabatan itu untuk bisa diterima," ujar eks Danjen Kopassus itu.

Tak lupa, Prabowo mengapresiasi PAN dan PKS yang rela mengikhlaskan posisi Cawapres kepada Sandiaga. 

Dengan demikian, koalisi Gerindra-PAN-PKS ini akan membawa Prabowo-Sandiaga ke Pilpres 2019. Rematch Prabowo-Jokowi pun jadi kenyataan.

Sementara itu, Partai Demokrat (PD) menolak Sandiaga mundur dari koalisi. Partai SBY itu menolak Sandiaga berduet dengan Prabowo. 

PD baru akan membuat keputusan besok pagi. PD jadi satu-satunya partai parlemen yang belum membuat keputusan soal Pilpres 2019. (*)

Berita9.com - Kuota 30 persen perempuan belum terakomodir dalam raperda Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Hal itu dikarenakan Pasal 8 Permendagri 110 Tahun 2016, tidak memberi peluang lebih dari satu perempuan yang harus (wajib) di pilih melalui mekanisme pengisian keterwakilan perempuan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, R Inoki Azmi Purnomo SAg, mengatakan idealnya 30 persen anggota BPD itu dari kaum perempuan. Harapannya bisa menyuarakan aspirasi dari kalangan perempuan dan sebagai wujud kesetaraan perempuan dalam membangun pemerintahan.

“Selama ini keterwakilan perempuan masih kurang. Sebenarnya kami mendorong lebih banyak perempuan bisa duduk di BPD,” jelas Inoki.

Namun hal itu tidak dapat dilakukan, karena pansus terganjal dengan adanya Pasal 8 (1) Permendagri 110 Tahun 2016. Hal ini menutup peluang memilih lebih dari satu perempuan melalui mekanisme keterwakilan perempuan.

“Disitu sudah mengunci hanya memilih satu. Ini sebenarnya yang kami sayangkan,” ujarnya.

Meskipun demikian masih sangat terbuka peluang perempuan untuk duduk sebagai anggota BPD melalui musyawarah wilayah. Tentu berbeda prosesnya, karena calon dari keterwakilan wilayah bisa perempuan ataupun laki-laki.

Perempuan juga mendapat porsi dalam panitia tingkat desa, dalam Raperda mensyaratkan sekurang-kurangnya dua perempuan dari tujuh panitia tingkat Desa.

“Bulan Agustus ini pansus BPD akan melaksanakan dengar pendapat umum untuk menjaring masukan dari masyarakat. Aspirasi masyarakat akan menjadi bahan pembahasan sebelum Raperda di sepakati untuk ditetapkan,” ujarnya. (*)

Berita9.com - Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo mengatakan nama Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dicoret dari daftar kandidat cawapres-nya akibat tudingan mahar dari partai pimpinan SBY itu.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (AA) menyebut Sandi menyetor masing-masing Rp500 miliar ke PAN dan PKS untuk meloloskannya sebagai cawapres bagi Prabowo Subianto.

Andi Arief juga menyebut Prabowo sebagai 'Jenderal kardus' karena lebih mengedepankan mahar.

"Tuduhan AA itu merugikan Demokrat dan AHY sendiri. Nama AHY sebenarnya termasuk yang dipertimbangkan oleh PAN. Dengan tuduhan tersebut, nama AHY akan dicoret dari pertimbangan PAN," ujar Drajad melalui keterangan tertulis, Kamis (9/8).

Tudingan tersebut juga diklaim merusak komunikasi Partai Demokrat dengan PAN.

"Selain merusak kans AHY, tuduhan tersebut telah merusak komunikasi Demokrat dengan partai lain, dalam hal ini PAN. Saya berharap Demokrat menyelidiki latar belakang yang bersangkutan," imbuh dia.

Drajad mengaku pihaknya tak pernah berjumpa Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno. Tudingan mahar dari Sandi pun dinilai tak beralasan.

"Tuduhan Andi Arief itu jahat sekali. Hingga pagi ini, Sandi sama sekali belum bertemu dengan DPP PAN. Bagaimana bisa bicara mahar apalagi dengan angka yang fantastis?" kata dia.

Menurutnya, PAN hingga saat ini masih mengedepankan Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai sosok cawapres.

"Nama Sandi memang diusulkan Gerindra, dan dipertimbangkan PAN. Tapi rankingnya di internal PAN di bawah bang Zul. Kami juga belum tahu apakah Sandi akan mundur dari Gerindra dan/atau masuk PAN," ucap dia.

Namun demikian, Drajad mengakui PAN masih mencari sosok yang tepat. "PAN, khususnya Pak Amien Rais [Ketua Dewan Kehormatan PAN], juga terus berkonsultasi dengan ulama dan habaib yang banyak sekali berdatangan ke kediaman Pak Amien."

PAN diketahui akan mengelar rapat kerja nasional (rakernas), Kamis (9/8), untuk memutuskan sikap soal cawapres dan keberpihakan di Pilpres 2019. (*)

Jakarta - Jelang batas akhir pendaftaran capres dan cawapres, Partai Amanat Nasional belum juga memutuskan sikap dukungan. Namun, Wakil Ketua Umum PAN, Hanafi Rais, memastikan partainya akan bergabung bersama koalisi pendukung Prabowo Subianto.

Hanafi menekankan alasannya, karena sikap mendukung Prabowo sesuai dengan aspirasi kader daerah.

"Soal koalisi, kita ikuti aspirasi daerah juga. Mayoritas dukung Prabowo. Bismillah," kata Hanafi dalam pesan singkatnya, Rabu, 8 Agustus 2018.

Dia memastikan dukungan terhadap Prabowo akan diumumkan pada last minutes. "Kepastian dukungan akan terlihat ketika kami umumkan jelang pendaftaran," ujar putra pendiri PAN, Amien Rais.

Sebelumnya, Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan hal senada. Ia mengatakan PAN berpeluang besar mendukung Prabowo.

Hanya saja PAN menginginkan agar Ustaz Abdul Somad menjadi cawapres Prabowo. Hal ini agar menjadi jalan tengah bagi partai-partai yang ngotot kadernya menjadi cawapres.

Kamis besok, 9 Agustus 2018, PAN baru akan melaksanakan Rakernas memutuskan secara resmi arah koalisinya. Adapun Jumat, 10 Agustus, menjadi hari terakhir bagi capres dan cawapres mendaftar ke KPU. (*)

Jakarta - Hasil survei Roda Tiga Konsultan (RTK) mengungkapkan gerakan #2019GantiPresiden berjaya di Whatsapp dan Facebook. Twitter sendiri didominasi oleh pihak yang menolak gerakan itu. Namun, penggunanya lebih sedikit.

Direktur Riset RTK Rikola Fedri mengatakan pengguna media sosial yang paling gencar mendukung gerakan ini adalah media Facebook dan Whatsapp.

"Salurannya yang paling banyak adalah di grup Whatsapp dan pengguna Facebook," katanya, di kawasan Cikini, Jakarta, (7/8).

Menurut hasil survei RTK, pengguna Whatsapp adalah yang paling banyak mendukung gerakan #2019GantiPresiden. Total pengguna Whatsapp mencapai 29,3 persen. Sebanyak 41,9 persen di antaranya setuju mengganti Presiden.

Tempat kedua diduduki oleh masyarakat Facebook. Total pengguna mencapai 28,4 persen. Sebanyak 44,2 persen di antaranya yang mendukung gerakan #2019GantiPresiden.

"Gerakan masif di dua platform itu. Sehingga ketika dikampanyekan di Twitter banyak yang tidak setuju," terang dia.

RTK mencatat bahwa pengguna Twitter dengan usia pemilih saat ini hanya 5,5 persen. Dari angka itu 43,2 persen menyatakan tidak setuju untuk mengganti presiden.

Survei ini dilakukan di 34 Provinsi dengan jumlah responsen sebanyak 1.610 orang dari tanggal 23 Juli sampai 1 Agustus. Survei juga dilakukan dengan metode random sampling dengan margin of error sebesar 2,5 persen.

Sementara, inisiator #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera mengklaim gerakannya adalah gerakan yang paling masif ketimbang gerakan penantanganya #2019tetapJokowi. Dia menyebut tren pendukung gerakan ini semakin meningkat.

"Kita hampir 6 kali lipat hashtag lebih kuat dari #2019tetapJokowi. Maret-Juni sudah 560 juta capture, sedangkan Pak Jokowi hanya 120 juta," ujar dia.

Mardani menerangkan gerakan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk mengganti Presiden. Dia menampik jika gerakan ini merupakan gerakan politik yang merujuk pada satu nama calon pemimpin.

"Jadi kita hanya menunjukkan masyarakat soal fenomena yang ada. Kemudian banyak aspirasi juga soal ekonomi. Jadi sambutanya positif juga," dalihnya, yang merupakan politikus PKS itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan penyebaran informasi di media sosial Indonesia bisa sangat kejam dalam menyerang pihak lain.

"Wah, kalau di Indonesia kejam banget," kata Jokowi saat memberikan pidato di Universitas Padjadjaran, Bandung, (11/9).

Hal itu tak lepas dari kecenderungan pengguna media sosial yang emosional. Alhasil, warganet kerap tak mengecek kembali kebenaran informasi itu dan langsung menanggapi atau menyebarnya.

"Akibatnya apa? Di media sosial, masyarakat lebih emosional. Ada apa sedikit, langsung ditanggapi," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Menurut Jokowi, fenomena serupa dirasakan negara lain. Oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan media sosial untuk menyerang pihak lain. Misalnya, kampanye Brexit di Inggris dan Pemilu Presiden AS 2016. (*)

Jakarta - Ustaz Abdul Somad (UAS) sudah berkali-kali menyatakan bahwa dirinya hanya ingin menjadi pendidik dan ustaz. Dirinya enggan menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres).

Namun ternyata UAS memiliki alasan tersendiri, mengapa selama ini kerap menyampaikan penolakan terhadap hasil ijtima' ulama. Alasan penolakan UAS disampaikan kepada beberapa sahabatnya, salah satunya Ustaz Zulkifli M Ali.

Zulkifli menyampaikan, UAS mengaku menghormati Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufri. UAS tidak ingin mendahului politikus senior PKS tersebut.

UAS bersedia menjadi Cawapres Prabowo jika sudah diminta oleh Habib Salim Segaf Aljufri dan juga jika sudah diminta secara langsung oleh Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Beliau masih menjunjung tinggi memuliakan Habib Salim. Jadi ini belum berarti UAS tidak mau, tolong dijaga, jangan katakan UAS tidak mau, UAS berkata adalah dalam perkara ini saya mau dalam satu instruksi, maaf dalam ini beliau membesarkan apa yang diputuskan hasil ijtima' dan dari Habib Rizieq Shihab (HRS). Jika Habib mengatakan, UAS sekarang ente maju, maka UAS memastikan dia akan maju," tutur Zulkifli dalam sebuah video ceramah di media sosial youtube. (*)

Berita9.com - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut rapat kerja nasional (rakernas) pihaknya akan membahas kemungkinan dukungan bagi nama calon wakil presiden (cawapres) dari kalangan non-parpol, Ustaz Abdul Somad, di Pilpres 2019.

Hal itu dilakukan demi mencari jalan tengah dalam polemik cawapres yang disodorkan oleh masing-masing parpol.

"Dalam perbincangan kan dipastikan. Ada alternatif [Somad] ya, kalo si A gimana kalo B gimana, kan akan dipastikan [di rakernas]. Misalkan dulu ada nama Anies [Baswedan, di Pilkada Jakarta] ya," kata dia, di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/8).

Zulhas pun mengaku bakal menemui Abdul Somad untuk membangun komunikasi terkait Pilpres 2019.

"Ya hari ini mudah-mudahan ya [bertemu Abdul Somad]," imbuh dia.

Menurut Zulhas, nama Abdul Somad adalah alternatif yang layak bagi cawapres bagi Prabowo Subianto dari kalangan non-parpol. Pasalnya, proses penentuan cawapres berlarut-larut.

Parpol-parpol pendukung kukuh menyodorkan nama masing-masing kadernya sebagai cawapres. Zulhas menyarankan agar para parpol mengesampingkan ego.

"Di partai itu ada egonya ya. kalo partai ini yang ini maunya, partai itu yang itu maunya, kalo kita kan ini juga enggak mau, sama aja," ujarnya.

Guna menengahi hal itu, Zulhas menegaskan koalisi Prabowo butuh 'jalan tengah' untuk tentukan cawapres.

Lantaran itu, ia menyarankan agar cawapres Prabowo berasal dari kalangan non-parpol sebagai jalan tengah memperkuat posisi Prabowo dan parpol koalisi di Pilpres

"Mungkin jalan tengah dicari yang bisa memperkuat kandidat tapi tidak berparpol. Itu kan perlu waktu," kata dia.

Zulhas sendiri mengaku tak ngotot mendapatkan jatah cawapres jika bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Ya tentu karena kalo kita ngotot [dapat cawapres] kan yang lain juga ngotot ya. Kalo ngotot semua gimana? kan wakilnya cuma satu," kata dia.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad muncul dalam rekomendasi pasangan capres-cawapres Ijtima Ulama. Ia dipasangkan dengan Prabowo Subianto sebagai cawapres. Pasangan lainnya hasil rekomendasi adalah Prabowo-Salim Segaf Aljufrie.

Abdul Somad sendiri sudah menampik tawaran posisi cawapres itu dan lebih mendukung Salim Segaf mendampingi Prabowo. (*)

Jakarta - Koordinator Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi (SOMASI) Miqdad Ramadhan mengatakan, pasal 222 Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 soal presidential threshold sangat merugikan masyarakat Indonesia. 

Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ini, jika dilaksanakan pada pemilu serentak Presiden dan DPR Tahun 2019, berarti memanipulasi atau menggelapkan hasil hak pilih warga negara dalam Pemilu DPR 2014, kata Miqdad dalam keterangan rilisnya, (6/8).

"Kami menolak presidential threshold dan mengajukan JR UU no 7 tahun 2017 pasal 222, karena menciderai demokrasi Indonesia," ujarnya.

Pasal ini, menurut Miqdad, bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pembukaan UUD 1945. "Pasal 222 ini akan membohongi dan memanipulasi hasil hak pilih warga negara pada pemilu DPR 2014. Karena tidak sesuai dengan hal dan keadaan yang sebenarnya, jika digunakan pada pemilu presiden 2019."

Persidangan tentang pengujian UU Pemilu ini diajukan oleh Effendi Gazali, Reza Indragiri, Khoe Seng Seng, Usman, dan Ahmad Wali selaku perwakilan mahasiswa.

"Berkumpulnya mahasiswa disini membuktikan bahwa presidential threshold ini bukan saja menghancurkan prosesi demokrasi Indonesia, tetapi juga pembohongan publik terhadap warga negara, ini bagian dari penggelapan nilai-nilai kemanusiaan," tutup Miqdad. (*)

Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman punya doa khusus untuk Pilpres 2019. Doa itu isinya ingin Ustaz Abdul Somad Batubara menjadi cawapres Prabowo Subianto.

"Jangan lupa salat Jumat guys. Ane secara pribadi mau doa khusus supaya bisa punya cawapres UAS. Kalau mau ikutan boleh juga," kata Habiburokhman di Twitter-nya, Jumat (3/8/2018).

Dikonfirmasi, Habiburokhman menjelaskan lebih jauh soal alasannya berharap Somad mendampingi Prabowo di Pilpres 2019. Somad disebut bisa jadi tokoh pemersatu.

"Beliau bisa jadi sosok alternatif, pemersatu," sebut Habiburokhman. 

Habiburokhman mengaku kerap melihat ceramah Somad. Dari pandangannya, Somad dinilainya cakap untuk bangsa ini. 

"Saya sudah sering lihat ceramah beliau di YouTube, komitmen beliau pada Pancasila dan NKRI tidak bisa diragukan. Saya sudah ketemu berbagai kelompok masyarakat dan mereka bilang UAS. Tapi underline ini pendapat saya pribadi ya," tegas Habiburokhman.

Abdul Somad masuk sebagai 1 dari 3 kandidat cawapres bagi Prabowo. Waketum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan Abdul Somad merupakan tokoh yang di-endorse PAN. (*)

Go to top