Berita9.com - Pasangan selebriti Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia baru-baru ini menghabiskan waktu liburan bersama buah hati mereka Nastusha Olivia Alinskie di Dubai, Unit Emirat Arab.
 
Berdasarkan pantauan berita9 melalui akun instagram @glennalinskie (15/12/17), pasangan muda ini terlihat menikmati waktu liburan mereka, terlebih dengan perkembangan Nastusha yang kian lama semakin bertambah.
 
Dalam foto unggahannya tersebut, Nastusha memakai baju kodok denim dan sandal berpita yang menggemaskan, dengan senyum diwajahnya.
 
Gigi kecil nastusha yang tumbuh perlahan, membuat gadis kecil ini terlihat sangat manis. Selain itu, dirinya yang sudah dapat berjalan sendiri, menambah kekaguman netizen yang sangat gemas dengan tingkah lucunya. 
 
“Ya ampun sudah bisa jalan lagi saja,” tulis pemilik akun @f.n.alfia
 
“Sudah jalan saja sendiri, gak pakai digandeng. Time flies,” tulis akun @epy_169
 
“Nastusha lucu banget semoga keluarga kalian selalu bahagia dan langgeng. Amin,” tulis akun instagram @nyonyavee_20
 
Selain itu, tak hanya Nastusha yang menarik perhatian netizen, Chelsea Olivia yang mengenakan dress bunga dan Glenn Alinskie dengan setelan kemejanya membuat mereka tampak serasi berjalan santai mengawasi buah hati mereka. 
 
(**/Tis)

Berita9.com - Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama keluarganya kini tengah berada di tanah suci untuk melaksanakan ibadah umrah. Sesampai di Madinah, mantan Panglima TNI ini disambut dengan meraih oleh para jamaah Indonesia yang saat itu berada di sana. Dia juga mendapat pengawalan dari pihak keamanan Arab Saudi.

"Sesampai di Madinah, banyak para umrah menyambut kedatangannya dengan antusias dengan memanggil namanya dan mencoba mengajaknya bersalaman. Pak Gatot disambut penuh hormat dan dikawal ketat oleh tentara dan polisi arab saudi saat datang di Madinah tadi malam, bak presiden sudah,'' kata mantan jurnalis yang kini berbisnis mengelola travel haji umrah, Soenarwoto, di Madinah (14/12).

Jumat pekan lalu, Jenderal Gatot menyatakan akan segera menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci bersama keluarga setelah tidak menjabat sebagai Panglima TNI.

"Ini yang pertama kali akan saya lakukan setelah tidak menjabat Panglima TNI, yaitu menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci," katanya kepada wartawan di Surabaya, Jumat (7/12).

Saat itu, Jenderal Gatot menyempatkan menyapa para prajurit TNI AL, TNI AD dan TNI AU di Surabaya yang bertempat di Markas Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Koarmatim), Tanjung Perak, Surabaya.

Pertemuan ini berlangsung beberapa  sesaat menjelang pelantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggangtikan dirinya, melalui pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, yang saat itu dijadwalkan berlangsung Jumat sore.

"Sebenarnya jadwal saya hari ini adalah berkunjung ke Markas Marinir di Surabaya. Karena saya bangga terhadap prajurit Marinir. Mereka punya pedoman 'Sekali Maju Pantang Mundur'," ucapnya.

Namun berhubung pada Kamis malam (6/12) telah beredar informasi sore hari ini Presiden Joko Widodo akan melantik Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan dirinya, maka Gatot mengumpulkan seluruh prajurit TNI AL, AD dan AU di wilayah Surabaya dan sekitarnya untuk berkumpul di Markas Koarmatim Surabaya, sekalian menyampaikan salam perpisahan.

Jenderal Gatot mengaku bersyukur diberi kesempatan menjabat Panglima TNI yang disandangnya selama hampir tiga tahun terakhir.

"Cita-cita semua prajurit pasti ingin menjadi Panglima TNI dan itu dikabulkan Allah terhadap diri saya," katanya. Bagi dia, jabatan Panglima TNI adalah karunia Allah yang luar biasa.

Karenanya, untuk mengungkapkan rasa syukurnya itu, dia akan segera menunaikan ibadah umrah setelah Presiden Joko Widodo resmi melantik Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan dirinya.

"Saya akan ajak keluarga dan beberapa anggota TNI yang selama ini bertugas di rumah untuk bersama-sama menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci," ujarnya.

Perwira tinggi yang akan memasuki masa purnatugas pada bulan Maret 2018 itu telah menjadwalkan berangkat ke Tanah Suci, Mekkah, Saudi Arabia, pada pekan ini, yaitu seusainya menuntaskan serah-terima jabatan terhadap Panglima TNI yang baru.

Selanjutnya alumnus Akademi Militer tahun 1982 itu menyatakan akan menjalani pengujung karirnya sebagai prajurit TNI hingga memasuki masa purnatugas.

"Saya tetap sebagai prajurit TNI walaupun sudah purnatugas setelah bulan Maret tahun depan. Setelah itu, apabila negara memanggil, pengabdian sekecil apapaun harus saya korbankan demi bangsa dan negara," ucapnya.

(**/Rep)

Berita9.com - Angkatan Bersenjata Malaysia (The Malaysian Armed Forces) siap untuk dikirim ke Timur Tengah jika dibutuhkan menyusul pengakuan pemerintah Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden United Malays National Organisation Datuk Seri Hishammuddin Hussein seperti dikutip AFP, Selasa (12/12).

Keputusan Donald Trump terkait status Yerusalem ini menuai kecaman keras dari masyarakat internasional, terutama dari dunia muslim, termasuk Malaysia yang telah sejak lama bersimpati kepada Palestina.

“Kami awal pekan ini sungguh terkejut mendengar berita yang sangat mengkawatirkan, yang akan mempengaruhi stabilitas geopolitik global. Kami siap menerima perintah dari Panglima Angkatan Bersenjata Yang Di-Pertuan Agong jika kami benar-benar dibutuhkan,” kata Hishammuddin yang juga merupakan Menteri Pertahanan Malaysia.

Menurut Hishammuddin, tentara Malaysia selalu siap untuk melakukan berbagai operasi, di mana pun, dan kapan pun.

Pada kesempatan sama, Hishammuddin juga meminta masyarakat Malaysia selalu mendukung dan memberikan penghargaan kepada para prajurit Malaysia yang telah berjuang keras dalam berbagai misi penyelamatan, terutama di beberapa kawasan Malaysia yang mengalami bencana banjir. 

(**/AFP)

 

 

Berita9.com - Jendral Gatot Nurmantyo merasa lega usai menyerahkan jabatan panglima TNI ke Marsekal Hadi Tjahjanto. Sambil tersenyum ia mengungkapkan perasaannya usai serah terima jabatan.

“(Saya merasa) merdeka. Semua beban sudah lepas semuanya, mungkin rekan-rekan tidak merasakan bagaimana diberi amanah untuk memimpin 400 ribu prajurit yang tersebar di mana-mana. Ini bukan suatu hal yang mudah,” kata Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Sabtu (9/12).

Gatot bersyukur jabatan tertinggi TNI diteruskan Hadi. Ia menilai dan mengamati Hadi berdasarkan pengalaman 36 tahun menjadi prajurit.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini yakin Hadi mampu mengembang tugas, wewenang dan peran sebagai panglima TNI, termasuk menyelesaikan tugas yang belum diselesaikannya.

“Pekerjaan yang belum selesai, disampaikan oleh Pak Hadi kemarin, termasuk juga kita menunggu pesawat tempur, kapal selam. Sambil berjalan semua itu, ada program tahunan, ada program lima tahunan,” katanya.

Gatot akan menjalani hari-hari sebagai perwira tinggi TNI sampai pensiun pada April mendatang. Ia senang bisa memiliki kesempatan menjadi panglima TNI.

“Hari ini saya lanjutkan kegiatan kemudian besok saya akan ziarah ke kedua orang tua saya dan mertua saya. Kemudian lusa saya akan berangkat umrah,” kata Gatot.

Usai umrah, Gatot berencana mengunjungi panglima angkatan bersenjata negara-negara Asia Tenggara. Proses pengangkatan Hadi sebagai panglima TNI dilakukan cukup cepat. Hal ini membuat Gatot belum sempat pamit pada panglima tentara negara tetangga.

Meski demikian, Gatot mengaku belum tahu negara apa yang pertama kali akan dikungjungi. Namun ia memastikan akan datang secara pribadi, bukan sebagai panglima TNI.

“Mengunjungi sahabat-sahabat saya untuk memohon maaf karena tidak sempat berpamitan secara pribadi saya menemui beliau-beliau semuanya,” kata Gatot.

(**/Pmg)

Berita9.com - Indonesia akan mampu menjalani tahun politik dengan baik pada 2018 kalau pemerintah mampu memperbaiki kesenjangan ekonomi dengan baik dan banyaknya terserap tenaga kerja di berbagai sektor.

Demikian dikemukakan oleh Rektor Perbanas Marsudi W Kisworo dalam acara diskusi panel bertajuk “Penurunan Daya Beli, Kerjaan Orang Politik atau Benar Adanya?” bersama nara sumber Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Anggota DPR Dony Priambodo dari Fraksi Nasdem di kampus Perbanas, (7/12).

Marsudi mengatakan meski kesenjangan ekonomi berdampak pada tahun politik, namun Indonesia sudah berhasil memperbaiki gini rasio sebesar 1% menjadi 0,39 dengan harapan kesenjangan akan makin baik pada tahun depan.

Hanya saja dia berharap pembangunan infrastruktur bisa diselesaikan dengan cepat sehingga selain mengurangi kesenjangan ekonomi, juga mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.
Sedangkan dari sisi perbankan, dia berharap masalah terbesar berupa kesulitan penyaluran kredit bisa membaik.

Dijelaskannya, kalau dulu perbankan kelebihan likuiditas, sekarang malah uangnya banyak tapi orang tak mau meminjam.

“Karena bisnis tak lancar, pertumbuhan kredit jadi menurun. Pengusahanya lebih banyak menabung daripada menjalankan perusahaan,” ujar Marsudi.

Marsudi menilai salah satu prasyarat perbaikan ekonomi adalah sehatnya sektor perbankan saat Indonesia memasuki tahun politik 2018 maupun untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Dony Imam Priambodo mengatakan meski opini publik menyebutkan telah terjadi penurunan daya beli masyarakat akhir-akhir ini, namun dia menyebutkan pendapat itu tidak benar.

Dony berpendapat bahwa yang terjadi adalah perlambatan pertumbuhan daya beli. Bahkan pergeseran kebiasaan perdagangan tradisional ke bisnis online tidak berpengaruh secara signifikan.

“Saya tidak melihat ada kejadian luar biasa yang membuat daya beli menurun akhir-akhir ini,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa diperlukan kajian yang lebih dalam untuk melihat gejala penurunan daya beli karena sejauh ini pertumbuhan pendapatan terus terjadi sejak krisis ekonomi tahun 1998. 

(**/TS)

Berita9.com - Kabar Edison Wardhana atau yang biasa disapa Echon stuntman ilusionis Demian Aditya sudah berangsur membaik.
 
Sebelumnya, Echon sempat dikabarkan koma setelah kecelakaan aksi ‘The Death Drop’ yang ditampilkan pada acara penghargaan tv swasta.
 
Berdasarkan pantauan Berita9 melalui akun instagram @_demianaditya_ (6/12/17)  tampak Echon sudah mulai membuka mata dan tersenyum pada kamera di Rumah Sakit Royal Taruma, Grogol, Jakarta Barat.
 
Meskipun tubuhnya masih terlihat lemas, namun Echon berusaha berpose didepan kamera dengan mengacungkan jempol yang dibaluti dengan selang infus.
 
Demian merasa bersyukur dan berterimakasih atas doa para fansnya untuk kesembuhan Echon yang dia tuliskan di caption foto unggahan instagramnya.
 
“Terimakasih buat doanya teman-teman, @edison_wardhana sekarang kondisinya sudah membaik dan sudah keluar ICU. Masih ada beberapa operasi lagi kedepannya, kita sekeluarga mohon doanya untuk kesembuhan Echon. We are family,” tulis Demian. 
 
Untuk keseluruhan biaya pengobatan Edison Wardhana, sepenuhnya akan di tanggung oleh pihak tv swasta tersebut.
 
(**/Tis)

Berita9.com - Momentum malam pergantian tahun baru di DKI bakal diramaikan dengan berbagai festival, mulai dari seni budaya hingga pasar malam. Festival tersebut siap digelar di 5 wilayah di Ibu Kota.

"Ada beberapa titik di lima wilayah yang lagi difinalisasi," kata Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2017).

Wilayah tersebut di antaranya di Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat. Di Jakarta Utara, kata Sandi, titik akan dipusatkan di Ancol, di Jakarta Selatan titik akan dipusatkan di Blok S, di Jakarta Timur titik akan dipusatkan di Taman Mini, dan di Jakarta Pusat titik akan dipusatkan di kawasan MH Thamrin.

"Jakarta Barat itu ada beberapa titik. Tadi Pak Wakil Wali Kota sampaikan di dekat kantor Wali Kota dan ada beberapa tempat lagi, seperti Kalijodo," katanya.

Malam pergantian tahun dari 2017 ke 2018 itu akan dimeriahkan dengan festival seni-budaya, kuliner, hingga pasar malam. Kegiatan akan dimulai pada pukul 19.00 WIB.

"Kalau di satu section saja di Thamrin seperti car free day, car free night. Ini bisa menambah kesemarakan," ucapnya.

Selain itu, rencananya, pada malam tahun baru Pemprov DKI akan menggelar nikah massal gratis. Nikah massal tersebut untuk memfasilitasi warga menengah ke bawah DKI Jakarta yang ingin menikah tapi tidak memiliki biaya.

(**/TS)

Berita9.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menghargai aksi Reuni 212 yang digelar, Sabtu (2/12) kemarin. Namun, dia berharap, kekuatan umat Islam yang ditunjukkan dalam aksi tersebut juga dapat dituangkan untuk kegiatan lebih produktif.

Haedar mengatakan, pihaknya menghargai aksi tersebut sebagai bentuk dari ekspresi untuk berkumpul. Namun, Muhammadiyah tidak ikut serta karena menurutnya momentum untuk digelarnya aksi tersebut sudah tidak ada lagi. Tahun lalu, aksi 212 digelar karena perbuatan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang diduga melakukan penistaan agama.

"Umat Islam dan bangsa kita memerlukan proyeksi masa depan yang lebih unggul. Dan untuk unggul itu perlu kerja kolektif yang bisa memberikan kemajuan," kata Haedar di Medan, (3/12).

Haedar mengatakan, umat Islam harus waspada terhadap kelompok-kelompok yang memanfaatkan kekuatan umat. Apalagi jelang Pilkada dan Pilpres seperti saat ini, kekuatan umat sangat rentan dipolitisasi. Untuk itu, umat Islam, menurutnya, harus pandai menggunakan waktu untuk kegiatan yang lebih produktif.

"Di saat yang sama bangsa kita harus memacu gerak karena tertinggal. Lebih produktif saja. Bukan tidak perlu tapi dalam logika kami mana yang terpenting dari yang penting. Bangsa ini bisa maju kalau bisa lebih produktif," ujar dia.

Haedar mengatakan, umat Islam lebih baik mulai ikut menata kehidupan berbangsa dengan membangun solidaritas kolektif. Meski saling berbeda, rasa solidaritas ini, lanjutnya, harus diciptakan satu sama lain demi membangun Indonesia lebih baik lagi.

"Bangsa ini sudah cukup panjang mengenyam 72 tahun hidup pasca kemerdekaan, ratusan tahun penjajahan dan kita tetap bisa bersatu dan membangun bangsa. Jangan sampai proses politik yang tidak terkelola baik, sentimen SARA, kita jadi kehilangan peluang membangun bangsa," kata Haedar.

(**/Rep)

Berita9.com - Warga Dusun Brajan RT 01 dan RT 05, Wonokromo, Pleret, Bantul mengadakan gotong royong di sejumlah tempat yang terkena banjir di Dusun Brajan, Ahad (3/12/2017).

Gotong royong dilaksanakan warga dibantu serta dibantu oleh para santri dari Pondok Pesantren Al-Mahalli, Brajan.

“Gotong royong ini diadakan untuk membersihkan pasir, batu-batuan, maupun sampah yang menutup akses jalan dan juga menutup lubang di beberapa jalan akibat banjir beberapa hari yang lalu,” kata Uus (23), salah seorang warga.

Memulihkan keadaan seperti semula menjadi tujuan kegiatan ini. Agar jalan-jalan yang tertutup dan berlubang dapat diakses kembali oleh warga sekitar.

“Ya beginilah keadaan di Brajan setelah banjir. Meskipun ada beberapa kerugian, namun kami tetap bersyukur, Alhamdulillah banjir sudah surut. Semoga tidak ada banjir lagi,” terang Ibnu, selaku Ketua RT 01 di Dusun Brajan.

(**/Kr)

Berita9.com - Saat hadiri acara Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2017), Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyindir keras pemerintah khususnya Jokowi.

Dirinya menganggap presiden Jokowi dinilai tak peduli dengan umat. Ketika ribuan massa yang menggelar doa bersama justru presiden seolah enggan hadir.

Berikut ini isi lengkap orasi Fahri Hamzah di atas panggung Reuni Akbar 212:

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahirobbil ‘alamin, washolatu wassalamu ‘ala asrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihi wasohbihi aj ma’in. Amma ba’du

Para kyai, para ulama, para guru-guru kita, para pejabat yang saya hormati. Pak Fadli Zon, Pak Hidayat Nurwahid, dan para pimpinan partai politik dan organisasi massa yang ada.

Saya sebenarnya senang karena istilah Alumni 212 ditiadakan. Karena saya bukan Alumni 212 tapi Alumni 411.  Saya lihat momen 411 dan 212 itu lebih semangat dari hari ini. Mungkin karena dulu syetannya masih ada.

Tapi syetan itu tidak pernah tidak ada. Dia akan selalu ada. Dia adalah musuh abadi kita. Karena itu kita berkumpul kembali di sini dalam rangka mengumumkan permusuhan abadi kepada syetan. Dan kita tidak akan berhenti memusuhinya sampai kiamat tiba.

Ketika 411 sehabis pidato, saya mendapatkan laporan dari seorang pejabat negara, pejabat tinggi, bahwa saya akan ditangkap karena ujaran kebencian dan menghasut.

Karena pada waktu itu saya memberitahu kepada (massa) cara menjatuhkan Presiden. Menjatuhkan Presiden itu sebenarnya konstitusional. Apabila seorang Presiden melakukan pelanggaran terhadap pasal-pasal impeachment maka ia layak dijatuhkan melalui mekanisme konstitusional.

Saya tidak tahu kenapa tidak jadi ditangkap. Mungkin itu rezekinya Ahmad Dhani.

Tapi melalui kesempatan ini, supaya pidato saya tidak dianggap menghasut, saya ingin mengutip peristiwa Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang kemarin diselenggarakan di Istana Bogor. Kebetulan Pak Hidayat dan Pak Fadli tidak datang tapi saya datang.

Di dalam peringatan Maulid itu dibacakan dua buah ayat Al-Qur’an. Yang pertama QS Al-Baqarah: 143. Dan yang kedua adalah QS Al-Fath: 29. Yang pertama adalah tentang karakter umat Islam. “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu”.

Kita adalah umat Islam. Syarat dari adanya suatu bangsa adalah adanya umat pertengahan. Dan kita adalah Umat pertengahan dan tidak ekstrim. Ekstrimitas adalah proyek negara-negara Barat. Ekstrimitas adalah proyek pemecahbelahan. Bukan merupakan karakter dari umat Islam.

Pak Jokowi saya lihat mendengar ayat tersebut dan mengangguk-angguk kemarin. Dan Pak jokowi adalah Alumni 212. Kita doakan mudah-mudahan dia menjadi Mujahid 212. Kita tidak berhukum dengan yang tidak nampak. Tapi setahun lalu dia nampak di sekitar kita. Mohon tengok kiri kanan, kalau ada, bawa ke atas panggung.

Jadi kita adalah ummatan washatan. Ummat pertengahan. Tidak akan ada bangsa Indonesia yang beribu-ribu pulaunya, beribu-ribu budayanya, beribu-ribu bahasanya, kalau bukan karena adanya ummatan washatan. Umat Islam sebagai umat pertengahan.

Dari Sabang sampai Merauke. Kalau kita berjalan dan bertemu dengan Kesultanan-kesultanan Islam yang telah menjadi negara, sebelum ada Republik Indonesia. Ada Sultan yang memiliki kerajaan. Ada ulama yang menasihati kerajaan. Ada musuh datang, sultan dan raja meminta fatwa kepada ulama lalu terjadilah Jihad fii Sabilillah. Membebaskan negara kita!

Sekarang ini, terminologi-terminologi Jihad, Takbir, semua ingin dikriminalisasi dan dimasukkan kedalam kategori hate speech. Di sebagian pejabat kita alergi dengan bendera seperti ini (Liwa dan Raya). Karena mereka menganggap itu ISIS. Otaknya sudah dirusak oleh Syetan!

Kita kirim lagi nanti Shalawat dan dzikir, agar bersih jiwa dan hatinya para pejabat itu dari syetan-syetan yang terkutuk.

Ayat yang kedua yang dibaca Qoriah di Istana Bogor itu adalah QS Al-Fath: 29. “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.”

Ayat ini dibaca di Istana Bogor didepan Presiden Jokowi. Didepan Panglima TNI. Didepan Menkoplhukam. Dan didepan pejabat-pejabat lainnya. Ayat itu memebri pesan. Muhammad adalah utusan Allah. Dan orang-orang yang bersamanya adalah orang-oramg yang tegas.

Saya mau tanya, Presiden itu mengerti tidak karena saya lihat dari belakang mengangguk-angguk.

Wahai Presiden Jokowi. Anda seharusnya berada di sini. Disinilah jiwa bangsa Indonesia. Disinilah yang akan membela bangsa kita. Orang-orang kaya yang membantu anda terbang mencarter pesawat kalau ada apa-apa di negara ini. Mereka tidak akan bertahan sampai titik darah penghabisan. Yang akan menjaga republik ini adalah kita.

Mosi Mohammad Natsir. Mosi integrasi. Itulah yang menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada umatnya. Tapi belum ada pemimpinnya. Kita ini bapak ibu sekalian, sedang mencari jodoh bagi umat Islam. Sudah ada kita, umat Islam, sebelum bangsa ini lahir. Yang menjaga republik ini._

Tapi kita jarang ketemu jodoh. Jarang ketemu pemimpin yang baik. Semoga hari ini Allah mengijabah do’a kita. Sehingga kelak kita akan mendapatkan karakter pemimpin sebagaimana yang disebutkan dalam QS Al-Fath: 29 tadi.

Demikian. Wabillahittaufiq Walhidayah. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(**/NN)

Page 1 of 14
Go to top