Jakarta - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai diskon tarif transportasi daring seharusnya tidak menjadi masalah. Hal ini menyusul wacana Kementerian Perhubungan yang akan melarang diskon tarif ojek online (ojol).

“Diskon pada tarif transportasi online seharusnya tidak menjadi masalah. Asal tarif yang telah dipotong diskon oleh operator atau partnernya masih dalam rentang Tarif Batas Bawah (TBB) sampai dengan Tarif Batas Atas (TBA),” kata Tulus melalui siaran persnya, Kamis (13/6). 

Tulus menjelaskan ketentuan tarif sudah terdapat dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. KP 348 tentang pedoman perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi. Ia mengatakan aturan tersebut menerangkan tentang ketentuan tarif transportasi online berdasar biaya batas bawah, biaya batas atas, dan biaya jasa minimal ditetapkan berdasarkan sistem zonasi. 

“Jadi, diskon itu tidak bisa diterima ketika penerapannya di bawah TBB. Kalau diskonnya bermain di antara ambang tarif batas bawah-tarif batas atas itu tidak masalah. Tidak ada yang salah dengan diskon selama masih di rentang tarif batas bawah-tarif batas atas.  Sebab, diskon salah satu daya pikat konsumen,” katanya. 

Menurut Tulus, akan menjadi persolan ketika terdapat operator yang memberikan diskon tarif melewati batas yang telah ditentukan oleh Kepmenhub dengan mematok di bawah TBB. Hal tersebut bisa menjurus pada persaingan tidak sehat.  

“Di sinilah tugas Kemenhub untuk melakukan pengawasan jangan sampai diskon yang diberikan keluar dari rentang tarif batas bawah-tarif batas atas. Kemenhub wajib memberikan sanksi kepada operator yg memberikan harga di bawah ketentuan Kepmenhub tersebut,” katanya.

Tulus mengatakan munculnya rencana pelarangan diskon di ojek online patut diduga  bahwa pemerintah (kemenhub) dalam posisi gamang untuk mengatur ojek online  Menurut Tulus, adanya Keputusan Menhub yang sudah ada sudah cukup untuk memberikan patokan soal tarif. 

“Kemenhub tak perlu turun tangan untuk membuat aturan soal diskon. Yang perlu diperketat adalah aturan soal standar pelayanan minimal bagi ojek online khususnya yang berdimensi keselamatan. Sebab sejatinya dimensi keselamatan pada ojol sangat rendah,” tuturnya.

YLKI pun meminta operator dan partnernya untuk konsisten dan mematuhi regulasi tersebut, agar diskon yang diberikan tidak melanggar tarif batas bawah. YLKI pun meminta Kemenhub konsisten dalam pengawasan baik terkait implementasi tarif tarif batas atas dan tarif batas bawah, dan juga terkait standar pelayanan yang berdimensi keselamatan (safety). (*)

Berita9.com - Sri Sultan Hamengku Buwono X diusulkan memimpin rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo. Rekonsiliasi bisa digelar di Keraton Yogyakarta.

Usulan itu lahir dari akademisi-akademisi di DI Yogyakarta. Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi mengatakan, Keraton Yogyakarta menjadi yang paling tepat menggelar rekonsiliasi tersebut.

Ia merasa, agenda itu semakin penting jelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa pilpres 2019. Terlebih, ini masih bernuansa halal bi halal usai Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

"Keraton Yogyakarta kan netral, kita minta mudah-mudahan terjadi, halal bi halaldari puncak. Pak Jokowi dan Pak Prabowo, Ngerso Dalem bukan sebagai Gubernur DIY tapi Raja Yogyakarta," kata Yudian, Rabu (12/6).

Apalagi, kata ia, Prabowo Subianto masih memiliki hubungan keluarga dengan Keraton, sedangkan Joko Widodo berasal dari Solo. Maka itu, Yudian merasa, rekonsiliasi akan lebih mudah terselenggara.

Yudian mengungkapkan, usulan itu tidak berdiri sendiri. Bahkan, sebenarnya berasal dari Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sutrisna Wibawa dan Rektor UNU Yogyakarta Purwo Santoso.

Ia menilai, rekonsiliasi bernuansa halal bi halal itu kalau bisa berlangsung sebelum putusan MK. Tapi, tidak masalah jika baru bisa terselenggara setelah putusan MK.

"Kita usulkan adanya halal bi halal partai politik, tapi perlu dibuat panitia netral, diusung dari dua pihak, separuh dari 01 separuh dari 02, dan kami mengusulkan Ngerso Dalem," ujar Yudian.

Bagi Yudian, jika itu benar-benar terlaksana, menjadi bukti agama berperan mempersatukan bangsa, bukan memecah. Belum lagi, sejarah Indonesia membuktikan hubungan sosial kerap menjadi solusi. (*)

Berita9.com - Berkembangnya teknologi semakin memudahkan masyarakat untuk melakukan apapun. Termasuk membaca Alquran di smartphone.

Sekelompok pengembang aplikasi digital asal Kota Bandung berhasil membuat Alquran digital yang cukup istimewa.

Alquran digital yang diberi nama Quran Best Indonesia memiliki banyak fitur yang bisa memudahkan masyarakat membaca kitab suci Alquran kapan dan dimanapun.

Founder Quran Best Indonesia Idham Fitriadhi menyatakan, aplikasi buatannya memiliki fitur lengkap dibandingkan dengan aplikasi yang ada. Selain itu, fitur Quran Best ini memiliki tampilan menyerupai Alquran cetak.

“Quran Best ini bisa kita nikmati senyaman Quran cetak. Kami yang bergiat di percetakan Alquran menyiapkan ini semudah Alquran cetak,” katanya belum lama ini.

Menurutnya, Quran Best memiliki fitur yang cukup lengkap dibanding aplikasi Quran digital lainnya. Quran Best memiliki 7 jenis AlQuran dalam satu aplikasi sehingga memudahkan penggunanya menggunakan Quran Best sesuai kebutuhan.

Ia menyebutkan, ada fitur Quran dengan tulisan Khat Indonesia yang bisa digunakan menggunakan tajwid dan non tajwid. Selain itu disediakan juga bagi pengguna yang ingin membaca dengan khat Madinah.

Fitur lainnya adalah disediakannya Quran per kata sisip baris. Fitur ini menjadi satu-satunya yang baru ada di Indonesia.

“Kemudian ada juga Quran per ayat. Nah Quran per ayat itu bisa kita cari tentang shalat, shalatnya nanti keluar semua. Mencari doa, doa keluar semua,” tuturnya.

Ia mengaku, aplikasi ini masih butuh pengembangan lebih lanjut. “Kita sedang perbaiki ingin seperti Google, kalau misalkan sekarang pakai EYD karena terjemahan Kemenag jadi harus shalat, nggak boleh sholat, nggak ketemu nanti. Nah kalau google kan similarnya sudah kena. Kita akan buatkan itu juga,” ungkapnya.

Idham mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melengkapi Quran Best dengan fitur audio. Sehingga pengguna bisa mendengarkan tilawah Quran hingga 30 juz dari para Qori terbaik.

“Kebetulan karena audio kita baru ada per-ayat dari tujuh imam di Timur Tengah jadi kalau diklik dia putus-putus karena per-ayat sistemnya. Nah nanti kita akan buatkan tombol khusus audio. Nanti Muzammil Hasballah yang 30 juz. Jadi pengen denger Muzammil 30 juz tinggal klik tanpa terpotong. Itu terutama untuk tunanetra,” ujarnya.

Ia mengatakan, aplikasi ini dihadirkan secara gratis bagi umat Muslim. Pengguna tinggal mendownload melalui PlayStore atau Appstore untuk menggunakannya. Diharapkannya dengan adanya aplikasi ini umat Muslim bisa semakin giat membaca Quran.

Untuk membuat aplikasi praktis ini, ternyata tidak diperlukan waktu yang terlalu lama. Idham mengatakan kalau aplikasi tersebut mulai dibuat pada akhir 2018, dan sebulan sebelum peresmian, aplikasi tersebut sudah siap pakai. 

Rojul salah seorang pengguna aplikasi ini merasa senang dan nyaman selama membaca Al Quran di aplikasi Quran Best.

"Seperti baca di mushaf aslinya, enak dibaca mas. ini bisa dimiringin tampilan jadi lebar, ada pembatasnya menarik" ujarnya, (16/5).

Selain enak dibaca, menu didalamnya juga menghadirkan fitur kiblat dan pengingat jadwal shalat wajib. Sehingga, bisa mengingatkan penggunanya untuk melaksanakan shalat wajib dimanapun berada.

Fitur menarik lainnya adalah adanya bookmark ayat-ayat Alquran dengan tema-tema populer yang secara umum banyak dibutuhkan. Seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan rezeki, larangan riba. (*)

Jakarta - Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus melakukan usaha-usaha untuk menyosialiasikan wakaf produktif di kalangan masyarakat luas. Dalam usaha itu, BWI menyelenggarakan Media Gathering dan Bincang Wakaf Wakaf Produktif dengan kalangan wartawan media cetak, elektronik, dan online serta lembaga keuangan syariah, nazhir, dan stakeholder.
 
Humas BWI Susono Yusuf mengatakan, acara ini diselenggarakan karena pihaknya sadar atas nilai strategis media massa dalam usaha menyosialisasikan kegiatan wakaf produktif.
 
"Terima kasih atas kehadiran teman-teman. Kami para pengurus BWI sangat senang dan gembira melihat teman-teman wartawan yang dengan semangat menghadiri undangan kami. Sekali lagi terima kasih atas semuanya,” ujarya semalam.
 
Selama ini masyarkat mengenal wakaf hanya terbatas harta tidak bergerak, yaitu tanah yang kemudian diwakafkan untuk dibangun masjid, mushalla, lembaga pendidikan, atau lahan pemakaman. Sekarang wakaf sudah memiliki jangkauan yang luas mulai dari uang, saham, deposito, asuransi, bahkan hak properti juga bisa diwakafkan.
 
Semua itu, kata Susono, masih belum banyak dikenal masyarakat. Untuk itu, melalui Media Gathering dan Bincang Wakaf ini, yang melibatkan para wartawan, wakaf produktif semakin dikenal masyarakat luas.
 
"Saya harap para hadirin akan bisa memberikan masukan dalam forum ini, bagaimana menyosialisasikan program wakaf ini. Kami yakin, teman-teman wartawan lebih paham, bagaimana menyosialisasikan wakaf ini,” tegasnya.
 
Menurutnya, secara sederhana, wakaf produktif itu semacam kita pelihara ayam. Ayam sebagai induk wakaf, harus terus dipelihara, tidak boleh dijual, apalagi disembelih, tetapi harus dipelihara hingga bertelur. Telur itulah yang bisa diserahkan kepada orang yang berhak menerimanya atau mauquf alaih.
 
Wakaf di Indonesia dengan berwakaf uang semisal Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) memiliki potensi yang besar. Dengan asumsi demikian, wakaf uang yang terkumpul bisa mencapai Rp 2 trilyun dalam sebulan. Kalau rutin tiap bulan, dalam setahun wakaf uang orang Indonesia bisa mencapai Rp 24 triliun.
 
“Tetapi kemampuan masyarakat kita jauh lebih besar dari itu. Lima puluh ribu, seratus ribu, sekarang bukan uang besar. Saya bayangkan, kalau potensi itu jadi kekuatan riil, wakaf kita bisa ratusan triliun. Itu bisa jadi kekuatan ekonomi nasional yang luar biasa,” kata Susono. (*)

Jakarta - Wadah Pegawai (WP) KPK mempercayakan sepenuhnya pembentukan panitia seleksi (pansel) calon pimpinan KPK kepada pemerintah. WP KPK berharap pansel calon pimpinan KPK nanti mampu menjalankan tugasnya dengan transparan.

"Bahwa Wadah Pegawai KPK berharap siapapun yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjadi panitia seleksi calon pimpinan KPK akan transparan dalam menjalankan tugasnya untuk menyeleksi calon pimpinan KPK yang akan dipilih oleh DPR," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo, Selasa (14/5/2019).

Yudi mengatakan salah satu bentuk transparansi itu yakni pansel bersedia membuka akses hingga pelibatan masyarakat dalam proses seleksi pimpinan KPK itu. Pansel calon pimpinan KPK juga diminta untuk mendengarkan masukan dari masyarakat

"Anggota Pansel mau mendengarkan setiap masukan masyarakat terkait calon yang akan mendaftar," ujar dia.

Selain itu, Yudi meminta pansel pimpinan KPK tidak hanya menunggu calon mendaftar. Ia ingin pansel pimpinan KPK melakukan jemput bola untuk mencari tokoh-tokoh hingga akademisi yang dianggap mumpuni sebagai pimpinan KPK periode mendatang.

"Kami berharap bahwa Pansel tidak hanya menunggu pendaftar tetapi juga mau menjemput bola terhadap tokoh nasional, kaum profesional maupun akademisi kampus yang dianggap mumpuni dan kredibel menjadi pimpinan KPK," sebutnya.

Ia mengakui tugas pansel calon pimpinan KPK ini memang berat. Untuk itu, Yudi berharap pansel pimpinan KPK melakukan seleksi secara ketat dan mempelajari setiap rekam jejak para pendaftar. Hal itu dilakukan agar pimpinan KPK yang nanti terpilih benar-benar memiliki kredibilitas dan intergritas dalam melaksanakan pemberantasan korupsi.

"Hal ini perlu menjadi perhatian serius Pansel KPK agar ketika pimpinan KPK yang terpilih nanti siap menghadapi serangan balik koruptor dari para koruptor. Sehingga tidak ada permasalahan yang bisa dicari-dari mereka sekecil apapun yang bisa menjatuhkan kredibilitas dan integritas mereka yang bisa menghambat upaya pemberantasan korupsi di negeri ini," pungkasnya. (*)

Jakarta - Muhammad Said Didu memutuskan untuk mundur sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
 
Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers di kantor BPPT saat dirinya terakhir mengantor, Senin (13/5) sore.

Berita9.com - Jagat media sosial dibuat heboh dengan beredarnya sebuah video seorang pria mengaku keluarga TNI mengklaim bahwa tanggal 22 Mei merupakan hari lahir Partai Komunis Indonesia (PKI). Tanggal tersebut berbarengan dengan pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Video tersebut pertama kali diunggah melalui akun jejaring sosial Facebook Iwan Adi Sucipto. Sejak diunggah, video tersebut pun langsung ramai diperbincangkan warganet dan diunggah ulang oleh berbagai akun di media sosial, salah satunya akun Facebook Wan Bigot.

Saat awak media melakukan penelusuran terhadap akun Iwan Adi Sucipto, akun Facebook tersebut sudah dinonaktifkan.

Dalam video berdurasi 1 menit 57 detik tersebut tampak seorang pria mengenakan kemeja batik berwarna biru. Ia mengklaim mendapatkan informasi dari para jenderal bahwa tanggal 22 Mei merupakan hari perayaan PKI yang berbarengan dengan pengumuman hasil Pemilu 2019.

"Mudah-mudahan kami semuanya teman-teman jangan tidak percaya tanggal 22 itu juga ada beberapa informasi, ini dari teman-teman saya jenderal bahwa ternyata tanggal 22 adalah hari ultah PKI," kata pria tersebut, Senin (13/5/2019).

Pria tersebut pun menyerukan agar seluruh rakyat bersatu dan berjuang sebelum tanggal 22 Mei. Tujuannya agar calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bisa ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2019 - 2024.

"Insyaallah kita semua semangat dan berjuang sebelum tanggal 22, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi presiden dan wakil presiden," ungkapnya.

Tak sampai disitu, pria tersebut juga mengaku sudah geram dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia menyebut seluruh anggota TNI sudah siap untuk bertempur melawan Polri.

"Jangan takut dengan ancaman kapolri dengan ditembak di tempat itu menjadikan lebih panas dan marah rakyat itu, itu suatu ungkapan yang tidak pantas seorang kapolri bicara seperti itu dan aku yakin seluruh keluarga saya TNI siap tatkala ada korban maka TNI akan tempur dengan Polri," tegasnya.

Dari hasil penelusuran Suara.com, PKI sendiri dibentuk pada 23 Mei 1929. Sehingga, dahulu hari kelahiran PKI tersebut diperingati setiap tanggal 23 Mei.

Berikut merupakan transkrip video secara keseluruhan:

Assalamualaikum

Rekan-rekan yang dimuliakan oleh Allah SWT, ayo terus kita berjuang jangan lemah semangat karena semakin hari semakin kita kuat jangan takut dengan ancaman kapolri dengan ditembak di tempat itu menjadikan lebih panas dan marah rakyat itu, itu suatu ungkapan yang tidak pantas seorang kapolri bicara seperti itu dan aku yakin seluruh keluarga saya TNI siap tatkala ada korban maka TNI akan tempur dengan Polri.

Jangan main-main. Tidak semuanya mengikuti panglima karena semuanya adalah kebenaran dan rakyat sudah marah dan insyaallah rakyat sudah siap untuk mati berjuang di jalan Allah swt.

Mudah-mudahan kami semuanya teman-teman jangan tidak percaya tanggal 22 itu juga ada beberapa informasi, ini dari teman-teman saya jenderal bahwa ternyata tanggal 22 adalah hari ultah PKI. Ini merupakan sebuah, ada surat dari seorang yang pemimpin PKI. Insyaallah kita semua semangat dan berjuang sebelum tanggal 22, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi presiden dan wakil presiden

Insyaallah, Allah tumbangkan satu per satu, orang-orang yang sombong dan angkuh dan congkak, jabatan itu titipan, saudaraku, harta itu titipan bukan milik anda, ingat Anda akan mati ditutup kain kafan, hanya selembar kain kafan menutup tubuh Anda, dan itu menjadikan peringatan buat Anda.

Kalau sudah pensiun dan stroke, katanya, sakit, cuci darah, dan sebagainya, celaka buat kehidupan dunia akhirat.

Naudzubillah

Rakyat mendoakan hidup Anda sengsara dunia akhirat. Oleh karena itu saya mengharapkan kepada saudaraku, seluruh Indonesia, ayo menangis, mengadu kepada Allah minta keadilan, Insyaallah yang sombong dan sok karena jabatan, demi harta, tumbang satu per satu karena stroke, tumbang karena sakit parah.

Insyaallah, Bismillah, Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

(**/SUA)

Berita9.com - Menko Polhukam Wiranto jangan pura-pura lupa bahwa Indonesia sudah ada di era reformasi selama 20 tahun lebih.
 
Begitu dikatakan Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Irfan Yusuf menyikapi ancaman Wiranto yang akan menutup sejumlah media massa yang dianggap ikut menyebarkan pemberitaan yang melanggar hukum terkait isu seputar Pemilu 2019.

Berita9.com - Budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun menerangkan, selama terjun ke masyarakat dirinya tidak menemukan adanya bibit potensi keributan usai pemungutan suara Pemilu 17 April 2019 lalu.

Pengamatan itu ia lakukan sesaat dan sesudah pemungutan suara. Setidaknya, ada 15 kota di Indonesia yang ia kunjungi saat dan sebelum pemilu bersama Kiai Kanjeng.

“Selama keliling bersama Kiai Kanjeng ke 15 kota selama dua minggu non-stop, saat tanggal 17 (waktu pemilu serentak) juga tak libur (mengisi acara). Saya tidak menemukan potensi ada kerusuhan,” kata Cak Nun di kediamannya di Yogyakarta, Kamis (25/4/2019).

Dari lawatan itu, lanjut Cak Nun, mau tak mau ia jadi ikut mengetahui kondisi di wilayah yang dikunjungi. Sebab, secara sengaja atau tidak sengaja, setiap panitia yang mengundang dirinya meminta temanya tentang persatuan, atau memastikan situasi aman pasca pemilu.

Cak Nun menerangkan, daerah yang dikunjungi tidak pernah ada indisikasi bentrok, kontroversi, maupun konflik fisik. Kalaupun ada polarisasi pilihan politik, Cak Nun memastikan tak sampai mengarah konflik fisik apalagi perpecahan horizontal.

Daerah yang dikunjungi Cak Nun seperti Temanggung, Cilacap, Kebumen dan berbagai wilayah Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Kami juga ke Kota Solo, yang katanya rawan, ternyata juga tidak rawan, warganya kompak saja sebagai bangsa Indonesia,”  papar Cak Nun.

Dari kegiatannya berkeliling ke belasan kota itu, Cak Nun menyimpulkan sebenarnya potensi konflik politik, bentrok pendukung, dan kegaduhan akibat pemilu itu tak sampai merembet ke akar ramput. “(Konflik) itu terjadi hanya di kalangan menengah ke atas. Di tingkat masyarakat, sejauh yang kami alami tidak ada masalah, tidak ada potensi ribut,” terang Cak Nun.

Cak Nun memperkirakan konflik yang hanya terjadi di seputar elit saat dan pasca pemilu juga tak akan menular ke bawah. "Ya mungkin mercon sedikit-sedikit tapi rakyat tak akan terpengaruh lah," jelas  Cak Nun.

Di tengah riuh saling klaim kemenangan antar kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Cak Nun mengaku memilih dan mengajak masyarakat tetap memposisikan diri sebagai rakyat biasa.

“Rakyat menurut saya juga tidak bingung-bingung amat dengan itu (klaim kemenangan) karena masing-masing pakai datanya sendiri. Mau sujud syukur mau syukuran ya monggo saja, rakyat juga enggak apa-apa,” ujarnya.

“Tapi apapun yang terjadi kita tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia,” ungkap Cak Nun.

Cak Nun sendiri menolak untuk melihat konflik elit politik di atas antara kubu calon presiden wakil presiden nomor urut 01 atau 02 akibat saling klaim kemenangan usai pemungutan suara. (*)

Berita9.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras serangan bom yang terjadi berturut-turut di tiga gereja, empat hotel, dan sebuah rumah di Kolombo, Sri Lanka, Ahad (21/4). MUI menegaskan, pelaku yang telah menyebabkan ratusan orang meninggal dunia itu jauh dari ajaran agama manapun. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, KH Zainut Tauhid Sa'adi.

Dia mengatakan, apa pun alasannya tindakan brutal para pelaku teror itu tidak dapat diterima akal sehat. Ajaran agama manapun tidak membenarkan adanya tindakan kekerasan, menebar ketakutan, serta membunuh orang yang tidak bersalah. Apalagi, dalam hal ini banyak korban merupakan orang-orang yang sedang beribadah.

"Tindakan tersebut adalah perbuatan yang sangat biadab dan jauh dari nilai-nilai ajaran agama," kata KH Zainut Tauhid, Senin (22/4).

Dia mencontohkan agama Islam. Ajaran Rasulullah Muhammad SAW ini menegaskan pentingnya perdamaian dan adab. Bahkan, di kala peperangan berkecamuk, Islam sangat ketat melindungi jiwa-jiwa yang tak bersalah. Tidak boleh membunuh perempuan, orang tua, anak-anak, para rahib, dan pendeta. Selain itu, dalam kancah pertempuran, kaum Muslimin tak boleh merusak tanaman, memutilasi mayat, mengganggu rumah ibadah, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, sangat menyedihkan bagi umat Islam jika ada sekelompok orang yang mengatasnamakan agama justru melancarkan aksi brutal dan sadis. Tindakan para teroris, lanjut Kiai Zainut Tauhid, pada hakekatnya menodai kesucian ajaran agama.

"Peristiwa (di Sri Lanka) tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan dan menjadi catatan kelam dalam sejarah perjalanan hidup manusia," ujarnya.

Dalam hal ini, MUI meminta pemerintah Indonesia untuk ikut memelopori pertemuan negara-negara Asia untuk melawan ancaman terorisme di dunia.

MUI juga menyampaikan rasa duka yang amat mendalam kepada masyarakat Sri Lanka atas peristiwa tersebut. Kiai Zainut berharap, masyarakat negara setempat, utamanya para keluarga korban, diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima musibah ini.

Setidaknya, sebanyak 290 orang dikabarkan meninggal dunia, sedangkan lima ratus orang luka-luka akibat aksi terorisme di Kolombo, Sri Lanka, kemarin. Ledakan itu terjadi ketika umat Kristiani setempat sedang merayakan Hari Paskah.

Dari delapan serangan bom yang terjadi, enam di antaranya terjadi dalam waktu hampir bersamaan. Ledakan pertama dan yang paling dahsyat terjadi di Gereja St Sebastian, Negombo, sekitar pukul 08.45 waktu setempat. Melansir Reuters, secara total ada delapan serangan pada kemarin yang diduga sudah terkoordinasi.

Tiga ledakan terjadi di Gereja, empat di hotel, satu di sebuah masjid di dsitrik Puttalum di barat laut, serta serangan pembakaran di dua toko milik Muslim di distrik Kalutara bagian barat.Dari total populasi Sri Lanka sekitar 22 juta, 70 persen beragama Budha, 12,6 persen Hindu, 9,7 persen Muslim dan 7,6 persen Kristen, menurut sensus negara 2012.

Pada Februari-Maret tahun lalu, terdapat serangkaian bentrokan agama antara umat Buddha Sinhala dan Muslim di kota Ampara dan Kandy. (*)

Page 1 of 32
Go to top