Berita9.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras serangan bom yang terjadi berturut-turut di tiga gereja, empat hotel, dan sebuah rumah di Kolombo, Sri Lanka, Ahad (21/4). MUI menegaskan, pelaku yang telah menyebabkan ratusan orang meninggal dunia itu jauh dari ajaran agama manapun. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, KH Zainut Tauhid Sa'adi.

Dia mengatakan, apa pun alasannya tindakan brutal para pelaku teror itu tidak dapat diterima akal sehat. Ajaran agama manapun tidak membenarkan adanya tindakan kekerasan, menebar ketakutan, serta membunuh orang yang tidak bersalah. Apalagi, dalam hal ini banyak korban merupakan orang-orang yang sedang beribadah.

"Tindakan tersebut adalah perbuatan yang sangat biadab dan jauh dari nilai-nilai ajaran agama," kata KH Zainut Tauhid, Senin (22/4).

Dia mencontohkan agama Islam. Ajaran Rasulullah Muhammad SAW ini menegaskan pentingnya perdamaian dan adab. Bahkan, di kala peperangan berkecamuk, Islam sangat ketat melindungi jiwa-jiwa yang tak bersalah. Tidak boleh membunuh perempuan, orang tua, anak-anak, para rahib, dan pendeta. Selain itu, dalam kancah pertempuran, kaum Muslimin tak boleh merusak tanaman, memutilasi mayat, mengganggu rumah ibadah, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, sangat menyedihkan bagi umat Islam jika ada sekelompok orang yang mengatasnamakan agama justru melancarkan aksi brutal dan sadis. Tindakan para teroris, lanjut Kiai Zainut Tauhid, pada hakekatnya menodai kesucian ajaran agama.

"Peristiwa (di Sri Lanka) tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan dan menjadi catatan kelam dalam sejarah perjalanan hidup manusia," ujarnya.

Dalam hal ini, MUI meminta pemerintah Indonesia untuk ikut memelopori pertemuan negara-negara Asia untuk melawan ancaman terorisme di dunia.

MUI juga menyampaikan rasa duka yang amat mendalam kepada masyarakat Sri Lanka atas peristiwa tersebut. Kiai Zainut berharap, masyarakat negara setempat, utamanya para keluarga korban, diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima musibah ini.

Setidaknya, sebanyak 290 orang dikabarkan meninggal dunia, sedangkan lima ratus orang luka-luka akibat aksi terorisme di Kolombo, Sri Lanka, kemarin. Ledakan itu terjadi ketika umat Kristiani setempat sedang merayakan Hari Paskah.

Dari delapan serangan bom yang terjadi, enam di antaranya terjadi dalam waktu hampir bersamaan. Ledakan pertama dan yang paling dahsyat terjadi di Gereja St Sebastian, Negombo, sekitar pukul 08.45 waktu setempat. Melansir Reuters, secara total ada delapan serangan pada kemarin yang diduga sudah terkoordinasi.

Tiga ledakan terjadi di Gereja, empat di hotel, satu di sebuah masjid di dsitrik Puttalum di barat laut, serta serangan pembakaran di dua toko milik Muslim di distrik Kalutara bagian barat.Dari total populasi Sri Lanka sekitar 22 juta, 70 persen beragama Budha, 12,6 persen Hindu, 9,7 persen Muslim dan 7,6 persen Kristen, menurut sensus negara 2012.

Pada Februari-Maret tahun lalu, terdapat serangkaian bentrokan agama antara umat Buddha Sinhala dan Muslim di kota Ampara dan Kandy. (*)

Berita9.com - Memasuki masa tenang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan serangan fajar atau politik uang terjadi di hampir semua wilayah Jawa Timur.
 
Pengamat politik Hendri Satrio memberi perumpamanan untuk fenomena politik uang ini. Hendry menyebutnya sebagai radikalisme demokrasi.
 
"Gini, sekarang itu memang akhirnya yang bertarung di lapangan keamplopan vs keumatan. Keamplopan itu gimana? Ini mengandalkan suara dari amplop-amplop yang diberikan kepada masyarakat, beli suara, inilah yang disebut radikalisme demokrasi. Sebetulnya ini harus ditinggalkan," jelasnya, Selasa (16/4).
 
Lain halnya dengan keumatan, menurut Hendri, tidak mempedulikan amplop. Mereka ini yakin pada pemimpinnya.

"Nah kalau keumatan ini jelas mereka-mereka percaya dalam memilih pemimpin. Sehingga tidak perlu diberikan amplop-amplopan, kalau dikasih amplop mereka sumbang lagi ke pemimpin yang mereka inginkan," jelasnya.
 
Itu sebabnya, di H-1 pemungutan suara Rabu (17/4), masyarakat pemilih harus mewaspadai politik uang.
 
"Janganlah amplop-amplop, ini money politics, ini adalah radikalisme demokrasi yang sesungguhnya," pungkasnya. (*)
 
 
 
 
Berita9.com - Pemerintahan yang dibangun dari kecurangan tidak akan menghasilkan kesejahteraan untuk rakyat dan bangsanya. Oleh karena itu, para peserta Pemilu dan Pilpres 2019 hendaknya menghindari segala bentuk kecurangan.

Demikian disampaikan oleh Koordinator Aliansi Advokat Indonesia Bersatu (AAIB) Otto Hasibuan, Senin (15/4).

Ia menambahkan, dugaan kecurangan yang terjadi di Malaysia membuat keresahan yang luar biasa di kalangan rakyat.  

"Masyarakat mulai saling curiga satu sama lain, saling tidak percaya satu sama lain, sehingga ini perlu segera ditangani oleh pemerintah, oleh Bawaslu maupun KPU," lanjutnya.

Bukan tanpa alasan, Otto menilai potensi perpecahan bangsa sangat besar akibat dugaan kecurangan ini. Pasalnya, kubu manapun yang menang dalam Pemilu nanti akan dituduh melakukan kecurangan oleh pihak yang berlawanan.

"Padahal belum tentu curang. Apalagi kalau benar-benar curang," tandasnya.
 
Diketahui, beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan rekaman video di media sosial tentang dugaan kecurangan di Malaysia. Dalam video itu, tampak surat suara Pilpres telah dicoblos untuk Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, dan surat suara Pileg dicoblos untuk Caleg Partai Nasdem.
 
Hingga saat ini, KPU dan Bawaslu belum mengungkap fakta di balik viralnya video pencoblosan yang dilakukan sebelum waktunya itu.
 
Terkait hal tersebut, Otto berharap pemerintah bersama dengan Bawaslu dan KPU untuk segera menyelesaikan dan menangkap pelaku jika benar ada kecurangan.
 
"Saya mengimbau kepada Bawaslu, KPU, Pemerintah atau semua pihak, agar segera menangkap pelaku kecurangan kalau terbukti ada, dari manapun dan siapapun dia. Selesaikan itu cepat, sebelum tanggal 17. Kalau tidak saya khawatir kepercayaan masyarakat terhadap pemilu akan berkurang," pungkasnya. (*)

Berita9.com - Tokoh nasional yang juga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan dukungan kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Dahlan menyampaikan sikap politiknya tersebut dalam acara pidato kebangsaan Prabowo di Dyandra Convention Center, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019) sore. Dahlan datang belakangan, dan disambut langsung oleh Prabowo.

Dia duduk di kursi paling depan bersama Prabowo, Rizal Ramli, Fadli Zon, Sudirman Said dan sejumlah tokoh lainnya.

Setelah acara dimulai dengan doa yang dipimpin Ustaz Yusuf Martak, Dahlan diberikan kesempatan menyampaikan pidato pendek, tepat sebelum Prabowo naik ke podium.

Dalam sambutannya itulah Dahlan menyatakan dukungan kepada Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Hari ini saya menjatuhkan pilihan kepada Pak Prabowo," ujar Dahlan disambut riuh pendukung 02.

Dia menuturkan lima tahun yang lalu dia menganggap calon presiden Jokowi memiliki program yang mampu menciptakan perubahan, yakni revolusi mental. Namun, Dahlan menilai, janji-janji Jokowi tidak terwujud selama periode pertama pemerintahannya. (*)

Berita9.com - Kampanye akbar pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memang sudah usai. Kemarin kampanye itu disesaki oleh para pendukung Prabowo-Sandi. Klaimnya, satu juta orang hadir di Komplek Gelora Bung Karno, Ahad, (7/4).
 
Yang menarik dari kampanye tersebut adalah unggahan dari Dai kondang Abdullah Gymnastiar atau yang karib disapa Aa Gym. Padahal selama ini Aa kerap terlihat "minggir" dan terkesan enggan berbicara soal politik yang menyangkut Pilpres 2019.
 
Dalam postingan twitternya, Aa Gym menggunggah foto seorang pendukung Prabowo-Sandi yang sedang berdoa dengan khusyuk di dalam Stadion Utama GBK. Nampak jelas dalam foto tersebut, perempuan itu berdoa sambil memejamkan mata seraya mengepalkan kedua tangannya di depan dada.
 
"Masya Allah SWT. Ada foto yang sangat menggugah dari kegiatan di GBK 7 april kemarin. Apa Yang terpikir dan terasa di hati sahabatku sekalian?" tulis Aa Gym, Senin (8/4).
 
Meski selalu enggan menunjukkan secara terbuka pandangannya dan siapa pilihannya dalam Pilpres 2019. Namun dia menekankan bila Aa Gym sudah mempunyai pilihan dan akan menghargai pilihan orang lain dalam Pilpres yang tinggal menghitung hari ini.
 
"Saya punya pilihan dan saya menghormati pilihan yang lain. Ayo kita bersama jaga ukhuwah dan persatuan di rumah kita Indonesia yang kita cintai ini," kata Aa Gym, masih dari twitternya pada (5/4) lalu. (*)
 
 
 

Jakarta - Capres Prabowo Subianto menyampaikan orasi kebangsaan di acara Kampanye Akbar di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Ahad (7/4/2019). 

Prabowo mengawali orasinya dengan menjelaskan alasan mengapa dia bersama Sandiaga Uno berdiri di hadapan lautan manusia yang hadir di GBK.

"Saya bersyukur, berterima kasih Allah SWT Tuhan Maha Besar, terima kasih ya Tuhan, kau berikan kesempatan untuk membela rakyat saya. Kau beri kesempatan untuk melawan angkara murka, untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan pemimpin-pemimpin yang menipu rakyatnya sendiri," kata Prabowo disambut teriakan massa.

Prabowo mengungkapkan bahwa, saat ini Ibu Pertiwi Indonesia sedang diperkosa oleh para penguasa dan elite rakus. Menurutnya, kekayaan alam Indonesia dicuri terus menerus, dan dibawa kabur ke luar negeri.

"Saya berdiri di sini karena saya berpandangan bahwa negara kita sedang sakit, saudara-saudara sekalian, Ibu pertiwi sedang diperkosa!" tegas Prabowo.

"Kekayaan kita diambil terus, hak-hak rakyat diinjek-injek, kepala desa dipanggil, diancam-ancam. Kiai-kiai, ulama dikejar-kejar. Emak-emak ditangkap. Orang hanya bicara ditangkap dan dijebloskan ke penjara!," papar Prabowo.

"Saudara kita Ahmad Dhani meringkuk di penjara. Hai hakim yang memberi ketidak adilan kepada rakyat, jangan kira kau tidak dicatat. Hai gubernur-gubernur, bupati-bupati, jangan kau ancam-ancam rakyatmu sendiri. Dulu rakyat mengusir penjajah, sekarang rakyat yang akan mengusir kalian yang dzolim. Ingat, tidak ada satu senjata pun di dunia yang bisa melawan kekuatan rakyat," Prabowo mengingatkan.

Prabowo kemudian menyinggung soal kebocoran uang Negara akibat dikorupsi oleh pejabat-pejabat pemerintah.

"Tiga hari lalu, KPK bilang, uang negara yang bocor itu 2000 Triliun, duit kita bocor!. Ini bukan kata saya, tapi kata KPK. Kalau lima tahun lagi, berarti kebocoran uang negara bisa 10.000 Triliun," ungkap Prabowo.

Dengan demikian, Prabowo mengaku tidak heran bila maraknya korupsi telah menghilangkan daya ekonomi nasional. Prabowo pun meminta rezim Jokowi berhenti menipu rakyat.

Ketum Gerindra itu lalu menyinggung elite politik di barisan Koalisi TKN Jokowi-Ma"ruf Amin yang baru-baru ini terciduk OTT KPK. Yaitu, Ketum PPP Romahurmuziy dalam kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu TKN di Jawa Tengah, yang juga politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso yang terjaring korupsi distribusi pupuk.

"Yang suka jual beli jabatan siapa?, yang bagi-bagi amplop siapa? Masih mau nanyak, "mana buktinya!"," sindir Prabowo menirukan gaya khas petahana Jokowi.

Karenanya, Prabowo menegaskan bahwa, yang terjadi di Indonesia saat ini bukan merupakan republik yang dicita-citakan proklamator dan pendiri bangsa Soekarno-Hatta.

"Saudara-sudara, ini yang terjadi sekarang bukan republiknya Bung Karno. Ini bukan republiknya Bung Hatta. Dan para pendiri bangsa yang lain. Ini juga bukan republik yang saya bela (di TNI), bukan begini republik yang saya bela. Ini republik sudah dirampok dari tangan rakyat," tegas Prabowo berapi-api.

Selanjutnya, Prabowo juga meminta pemerintah tidak terus menerus meninabobokkan rakyat dengan bagi-bagi kartu.

"Katanya, nanti rakyat mau dibagi kartu-kartu. Hai, Bung! rakyat butuh pekerjaan. Bukan kartu!," ketus dia disambut tawa pendukungnya.

"Faktanya, rakyat sekarang sedang susah. Kita sudah konsultasi ke pakar-pakar ekonom. Disini ada Rizal Ramli, seorang ekonom hebat, beliau pintar bidang matematikan dan fisika. Saya tanya bisa gak kita turunkan harga listrik? Kita turunkan harga sembako? Beliau bilang, "listrik bisa kita turunkan 100 hari kerja hari pertama"," cerita mantan Denjen Koppasus itu.

"Mendengar itu, saya kaget. Lalu, saya bilang ke Pak Rizal, "pak saya tidak mau bohong kepada rakyat, karena saya mau bicara di depan 1 juta rakyat di GBK. Tapi beliau bilang dan meyakinkan saya, kita bisa pak"," ucap Prabowo mengutip pernyataan Rizal Ramli.

"Karenanya, saya bersumpah di depan para ulama dan kyai, serta tokoh-tokoh bangsa, dan kalian jutaan rakyat yang hadir di GBK, kami akan menciptakan pemerintahan Indonesia yang sebersih-bersihnya. Kita kembalikan kekayaan alam kita kepada rakyat Indonesia," Prabowo menjelaskan.

"Terakhir, saya mengajak kita semua, mari kita jadikan 17 April sebagai hari kebangkitan rakyat Indonesia. Mari kita lakukan perubahan bersama-sama. Saya berjanji akan mencari putra-putri bangsa terbaik untuk memberikan yang terbaik kepada seluruh rakyat. Insyaallah, kita menang," tutup Prabowo. (*)

Berita9.com - Kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga kini masih gelap.

Meski Presiden Jokowi sudah membentuk tim khusus, kasus ini belum ada titik terang. Karena kasusnya masih gelap gulita, banyak pihak yang mempertanyakan komitmen penegakan hukum ini.

Sindiran dan kritikan tak hanya disuarakan oleh elite politik dan pengamat hukum. Warganet juga ikut memberikan kritikan dan sindirannya.

Akun poliklitik sengaja membuat meme yang menyindir kasus Novel yang hingga kini belum tuntas. Di meme itu, seorang dokter yang sedang memeriksa mata Novel Baswedan menggunakan senter.

Lalu, si dokter yang memeriksa Novel Baswedan bertanya. “Masih belum jelas ya?” tanya dokter itu. Mendapat pertanyaan seperti itu, Novel yang terlihat mata kirinya masih rusak, langsung menimpalinya.

“Iya dok..” Poliklitik dalam twitnya, menegaskan jika kasusnya belum jelas. “Walau tak ada kabar, kami tetap memupuk sabar. Walau lupa adalah manusia, tapi kami sepakat merawat ingat,” tulis akun itu.

Rsangga133 menyambar unggahan Poliklitik. “Sudah ditag dari jauh hari tapi belum ada kejelasan juga dari @divisihumaspolri sudah di spam beberapa kali untuk kasus Ini, tapi belum ada titik terang. Masih harus kah percaya dengan instansi tersebut?” dia mempertanyakan.

Sementara, sedenk_imuetpecasdahe merasa aneh dengan sikap polisi yang belum juga menuntaskan kasus ini. Padahal, sudah ada CCTV dan bukti lainnya. “Coba kalau yang nyiram masyarakat biasa, langsung ditangkap,” ujar dia, penuh keanehan.

Cebi_hunter mempertanyakan komitmen pemerintah dan pihak kepolisian yang mengabaikan laporan kasus kekerasan Novel Baswedan. “Katanya kalau ada laporkan! Tuh udah dilaporkan 2 tahun gak kelar-kelar.”

Berbeda, bung_simplicity menduga kasus Novel gak terselesaikan karena beberapa faktor, salah satunya dari Novel sendiri. “Kalau dipanggil dateng dong.... Kan mau dipercepat, tapi kenapa kalau dipanggil malah ngeles mulu,” katanya.

Sama, gil_muda17 permasalahan dalam kasus ini tergantung dari Novel sendiri yang enggan dipanggil polisi. (*)

Berita9.com - Siapa pelaku atau aktor penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan hingga kini belum terungkap. Peristiwa penyiraman air keras kepada wajah Novel itu sudah hampir genap dua tahun.
 
Peristiwa tragis yang menimpa Novel pada 11 April 2017 silam belum menemui titik terang meskipun Polri telah membentuk tim gabungan, namun masih saja membuahkan hasil yang nihil.

Untuk memperingati dua tahun penyerangan terhadap Novel, Wadah Pegawai (WP) KPK akan menggelar Panggung Rakyat Anti Korupsi dan Deklarasi Antiteror KPK. Acara tersebut rencananya akan digelar pekan depan pada 11 April 2019 dan terbuka untuk umum.
 
"Tepatnya tanggal 11 April 2019, KPK akan memperingati teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang menyebabkan matanya hampir buta namun pelakunya belum tertangkap. Untuk itulah WP-KPK mengadakan acara Panggung Rakyat Antikorupsi dan deklarasi antiteror terhadap KPK," ujar Ketua WP-KPK, Yudi Purnomo Harahap, Jumat (5/4).

Pada acara panggung rakyat nanti, rencananya juga akan dimeriahkan oleh sejumlah tokoh nasional dan pegiat antikorupsi. Bahkan, ribuan undangan pun telah disebar oleh WP-KPK kepada pegawai dan mantan pimpinan dan pegawai KPK dari angkatan pertama hingga yang sudah berdiaspora di berbagai kementerian.

"Ada sarasehan budaya Cak Nun, dan konser musik antikorupsi. WP-KPK menyebar 1.000 undangan kepada tokoh nasional, organisasi-organisasi yang pro pemberantasan korupsi, kepada mantan pimpinan sejak periode awal KPK dibentuk yaitu tahun 2003 dan mantan pegawai KPK yang saat ini bekerja di BPK, BPKP, Kementerian Keuangan, kepolisian, kejaksaan, LPSK, OJK dan lainnya," kata Yudi.

Dijelaskan, salah satu tujuan acara tersebut yakni untuk mendeklarasikan "stop teror" kepada pegawai dan pimpinan KPK dan mendesak Presiden Joko Widodo untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen langsung di bawah Presiden.

"Sehingga peringatan ini sekaligus momentum bahwa persoalan kejahatan kemanusiaan kepada penegak hukum harus dituntaskan. Sekaligus, simbol bahwa rakyat Indonesia bersatu melawan korupsi," pungkas Yudi. (*)
 
 
 

Berita9.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah mengeluarkan surat edaran tentang gerakan berjemaah salat fardu lima waktu. Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB diwajibkan salat berjemaah di masjid.

"Surat edaran ini merupakan salah satu peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, khususnya bagi umat Muslim di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB Najamuddin Amy di Mataram, Rabu, (3/4/2019).

Dia menjelaskan, surat edaran dengan nomor 451/111/kesra tertanggal 12 Maret tahun 2019 tentang Salat Berjamaah Tepat Waktu tersebut berupa imbauan gubernur kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov NTB. Selain itu juga merupakan penjabaran wujud nyata dari visi NTB yang aman dan berkah.

Gerakan berjamaah salat fardu lima waktu di masjid, musala, dan langgar itu dilakukan dengan menghentikan atau menunda berbagai kegiatan atau aktivitas saat masuk waktu salat bagi seluruh pegawai ASN yang beragama Islam.

"Kalau sedang rapat atau ada tamu, ajak sekalian tamu atau peserta rapatnya untuk salat berjemaah," ujarnya.

Demikian pula saat sedang bekerja, lanjut Najamuddin, khususnya di waktu zuhur dan asar. Pimpinan unit kerja diimbau mengajak stafnya untuk salat berjemaah dan menghentikan atau menunda segala aktivitas bekerja dan segera ke masjid. Jika sedang ada pelayanan, diimbau untuk menyampaikannya dengan baik dan sopan kepada pemohon layanan.

"Surat edaran ini sangat tepat dengan momen Isra Mikraj yang insyaallah kita rayakan bersama. Kebijakan ini dianjurkan untuk dilaksanakan secara jemaah di masjid, bukan di ruang kerja karena bisa lebih mempererat tali silaturahmi antar ASN," jelas Najamuddin.

Najamuddin mengakui beberapa kabupaten/kota di NTB sudah melakukan kebijakan serupa. Karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi.

"Ini harus ditingkatkan, mudah-mudahan seluruh kabupaten/kota di NTB melakukan kebijakan serupa. Sehingga NTB Gemilang yang kita cita-citakan dapat terwujud, salah satunya NTB yang aman dan berkah," katanya.

(**/Ant)

Berita9.com - Aktivis dan ekonom senior Rizal Ramli menjenguk politikus Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo yang ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu, 30 Maret 2019. Pria yang akrab disapa RR itu mengaku ingin memberikan dukungan moril kepada Dhani. 

Tak sampai satu jam RR bersua dengan Dhani di dalam rutan, dari sekira pukul 10.15 hingga 11.00 WIB. "Dia di penjara kok malah kurusan dan lebih ganteng. Yang kedua, dia lebih bersemangat. Yang ketiga, saya sampaikan, yang sabar, di dalam tadi juga ada istrinya," kata RR menceritakan kesan pertemuannya dengan Dhani. 

RR kemudian mengulang pesan 'sabar'-nya yang disampaikan kepada Dhani. "Saya bilang, sing sabar, ini tidak akan lama kok. Sebentar lagi Jokowi selesai, kamu dan teman-teman lain yang selama ini dihukum dengan undang-undang enggak jelas, dengan Undang Undang ITE, kita akan lepaskan semuanya," katanya. 

Menurut RR, tanda-tanda kekalahan Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019 kian terlihat. "Salah satu (faktornya), karena nangkap Dhani, mengurangi simpati rakyat. Yang kedua, memang ekonomi makin lama makin susah, pekerjaan makin susah, risiko ekonomi makro Indonesia makin tinggi. Berat bagi Jokowi menang lagi," ucapnya. 

Menjenguk Dhani, RR mengaku terkenang semasa dirinya menjadi aktivis pejuang demokrasi dan dipenjara oleh Pemerintahan Orde Baru dulu. "Saya zaman Soeharto, pada saat umur 22 tahun, diadili, ditangkap, karena menulis buku putih perjuangan mahasiswa. Saya dipenjara satu setengah tahun," katanya.

Waktu itu, lanjut RR, Pemerintahan Orba menggunakan undang-undang warisan kolonial, yaitu siapa yang menghina Ratu Belanda, bisa diadili dan dipenjara. “Di Belanda sendiri, sudah tidak ada itu undang-undangnya, tapi Pemerintahan Soeharto menggunakan undang-undang kolonial itu menangkap oposisi," ujarnya. 

"Hari ini, ada Undang Undang ITE yang lebih dahsyat, yang lebih menyeramkan, yang lebih draconian, yang dipakai untuk menangkap siapa pun yang salah ngomong, yang salah menulis di social media, langsung bisa ditangkap. Ini jauh lebih menyeramkan daripada undang-undang kolonial zaman Soeharto," tutur RR. 

Ahmad Dhani ditahan di Rutan Medaeng karena tengah menjalani sidang perkara pencemaran nama baik dalam vlog berujar 'idiot' di Pengadilan Negeri Surabaya. Sebelumnya, dia ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta, dalam statusnya sebagai terdakwa perkara ujaran kebencian. (*)

Page 1 of 32
Go to top