Jelajah

Jelajah (48)

Berita9.com - Realisasi penerapan kawasan semi pedestrian secara penuh di Malioboro direncanakan pada pertengahan tahun 2020 atau setelah Hari Raya Idul Fitri, sekitar Juni. Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bekerja sama dengan Pemkot Yogyakarta masih akan melakukan beberapa uji coba menjelang hari libur, pada hari libur, pascalibur, hingga libur akhir pekan, untuk melihat dampak perpindahan arus lalu lintas dan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan.

“Inilah yang akan menjadi dimensi evaluasi untuk ranah uji coba kawasan semi pedestrian Malioboro. Kenapa semi pedestrian bukan full pedestrian? Karena Malioboro masih dilalui angkutan publik Trans Jogja, ambulans, kendaraan protokol Presiden, dan selebihnya hanya kendaraan tradisional andong dan becak kayuh,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Tavip Agus Rayanto di Kepatihan, (27/2).

Tavip menjelaskan, sebelum direalisasikan menjadi kawasan semi pedestrian Malioboro, pihaknya akan melakukan beberapa kali uji coba terlebih dahulu, sehingga kondisi random ini menghasilkan alur lalu lintas yang tidak menimbulkan kemacetan di sirip-sirip atau jalan pendukung di seputaran Malioboro.

“Kami akan lakukan beberapa uji coba kawasan semi pedestrian Malioboro bersama Dishub Kota Yogyakarta, yang mempunyai kewenangan di area tersebut bersama pihak Kepolisian,” katanya.

Perihal kantong parkir, Tavip menyampaikan, sesuai arahan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, prinsipnya mendukung pengembangan kawasan dengan melakukan penataan kawasan semi pedestriam dan kantong-kantong parkir di Malioboro.

Opsi optimalisasi kantong parkir dan penambahan kantong parkir yang baru sudah disiapkan, termasuk menggunakan opsi aset UPN Veteran yang ada di dekat Hotel Mulia Purosani Ketandan.

“Pak Gubenur menjadi Dewan Pengawas UPN Veteran, sehingga beliau akan menjembatani tukar-menukar atau hibah aset sehingga bisa menjadi potensi kantong parkir baru. Kita juga masih ada kantong parkir seperti Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA) dan Ngabean yang juga digunakan sebagai ruang terbuka hihau, Beskalan, P Senopati dan lainnya,” imbuhnya.

Gubernur DIY juga masih menyetujui diadakannya agenda Selasa Wage sehingga lalu lintas Malioboro ditutup, untuk atraksi seni budaya dan kegiatan bersih-bersih. Bahkan Walikota Yogyakarta juga akan ada agenda Kamis Pahing nantinya, yang merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas Malioboro. Dengan demikian, jika kawasan semi pedestrian benar-benar diterapkan, masyarakat tidak kaget sekaligus menguji dampak perpindahan arus lalu lintasnya.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menambahkan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh terkait penerapan kawasan semi pedestrian penuh di Malioboro. “Kami siap memberikan dukungan penuh, termasuk kegiatan uji coba,” kata Haryadi.

Menurutnya, kawasan Malioboro termasuk salah satu bagian penting dari Sumbu Filosofis Yogyakarta. Untuk itu keberadaan dan kelestariannya harus senantiasa dijaga secara bersama-sama. Salah satu caranya dengan melakukan penataan mengacu Peraturan Gubernur, mengingat di kawasan tersebut banyak terdapat benda atau bangunan cagar budaya yang harus tetap dipertahankan. (*)

Berita9.com - Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak desa wisata berbasis wisata alam yang potensial untuk dikembangkan. Sayangnya, kesadaran pengembangan wisata saat ini masih dipahami hanya sebatas pada penambahan fasilitas fisik saja.

Dosen ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia Universitas Mercu Buana Yogyakarta (FIKOMM UMBY), Rani Dwi Lestari, M.A menuturkan, pengembangan potensi wisata seharusnya dapat dilakukan dengan konsep terintegrasi antara fasilitas fisik dan pengelolaan manajemen pariwisata.

"Dalam manajemen pariwisata, ada banyak hal yang perlu dikembangkan, diantaranya upgrading sumber daya manusia pengelola wisata untuk bisa menjadi kader wisata yang tak hanya mampu mengelola potensi wisata secara konvensional tetapi harus berbasis teknologi," tuturnya. (15/5).

Menurutnya, pembentukan kader desa wisata menjadi hal yang penting dilakukan mengingat saat ini pengelolaan wisata khususnya desa wisata berbasis wisata alam masih dilakukan secara swadaya. Sehingga kesadaran untuk pengembangan wisata hanya dilakukan seadanya karena pengelola menganggapnya hanya sebagai pekerjaan sampingan.

Kondisi ini, menurut Rani, justru dapat menjadi boomerang di masa mendatang karena pengelolaan wisata menjadi tidak terarah dan akhirnya terbengkalai. "Karenanya kami berinisiatif untuk memberikan pengetahuan mengenai pengembangan desa wisata dengan konsep manajemen pariwisata berbasis Integrated Marketing Communication (IMC) dengan membentuk kader desa wisata," jelasnya.

Pembentukan kader dan transfer ilmu manajemen pariwisata berbasis IMC sendiri dilakukan melalui rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen FIKOMM UMBY berkolaborasi dengan dosen di bidang keilmuan lain khususnya Teknologi Informasi. Lokasi yang dipilih adalah Desa Wisata Bukit Mojo, Gumelem, Mangunan Bantul Yogyakarta.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut nantinya akan diberikan arahan materi dari pakar komunikasi pemasaran terpadu, pelatihan penggunaan teknologi informasi berbasis website dan media sosial, pengembangan potensi kekhasan wisata serta manajemen promosi dan pengelolaan wisata berbasis teknologi multimedia.

Lebih lanjut, Rani menjelaskan, problem pengelolaan wisata di Bukit Mojo dan beberapa spot wisata alam di sekitarnya adalah tidak adanya kader sadar wisata yang melek teknologi. Hal ini menjadikan proses promosi wisata terhambat karena hanya dilakukan secara manual. Sementara di sisi lain, wisatawan saat ini banyak memanfaatkan teknologi seperti website dan media sosial sebagai referensi mencari tempat wisata.

"Karenanya, pembentukan kader sadar wisata yang melek teknologi menjadi hal krusial yang harus dilakukan untuk menunjang promosi wisata yang lebih interaktif dan massif," paparnya.

Kondisi ketimpangan teknologi tersebut juga dibenarkan oleh ketua pengelola desa wisata Bukit Mojo, John Maulana. Menurutnya, Bukit Mojo yang mengunggulkan spot selfie wisata alam dalam beberapa waktu belakangan mengalami penurunan kunjungan wisatawan karena minimnya promosi.

"Promosi kami memang kurang gencar dilakukan karena kami tidak tahu cara memanfaatkan teknologi. Bagaimana caranya agar orang tahu bahwa kami sudah nambah fasilitas atau ada hal baru di Mojo, itu kami bingung mau dikeluarkan dimana," ungkapnya.

John berharap, dengan adanya pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh FIKOMM UMBY, akan meningkatkan pengelolaan wisata khususnya promosi berbasis teknologi dan menjadikan kader wisata sebagai penopang manajemen pariwisata berkelanjutan. "Sehingga pengembangan wisata kami tidak monoton dan lebih terarah," tandasnya. (*)

Berita9.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengharapkan agar potensi pariwisata di Mojokerto dapat dikembangkan karena menurutnya memiliki daya tarik yang mengagumkan.

Hal ini disampaikan Sandi melalui unggahan akun Instagram pribadinya, Ahad (21/10/2018). Lewat unggahan itu, ia membagikan momen saat dirinya melakukan kampanye di kawasan Pemandian Air Panas, Pacet, Jawa Timur hari ini.

Dalam unggahan berupa foto, tampak Sandi yang mengenakan kaos biru kasual dan celana panjang cokelat yang digulung tengah berinteraksi penuh tawa bersama warga yang ada di sekitar lokasi wisata.

"Sehabis mengunjungi pemandian air panas Padusan Mojokerto, saya diminta oleh warga setempat untuk menaiki kuda yang juga merupakan daya tarik wisata di sini," tulis akun @sandiuno sebagai keterangan foto.

Dalam rangkaian unggahan foto yang sama, tampak mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menaiki kuda dan menyempatkan untuk menyapa serta bersalaman dengan ibu-ibu yang mengelilinginya.

"Di Padusan Mojokerto, belum ada sentuhan yang komprehensif namun sudah ramai seperti ini. Apalagi bila pariwisata di sini dapat lebih dikembangkan. Dampak pada ekonomi masyarakatnya akan lebih terasa," lanjut keterangan foto.

Di akhir keterangan foto, Sandi menjanjikan jika dirinya dan Calon Presiden Prabowo Subianto diberi mandat oleh rakyat akan melakukan revitalisasi ekonomi dengan memfokuskan pada sektor pariwisata, salah satunya seperti di Mojokerto.

"Saya dan Pak @prabowo akan fokus merevitalisasi ekonomi rakyat, salah satunya ekonomi yang berbasis pariwisata. Karena sektor pariwisata akan tetap kokoh meski kondisi ekonomi tanah air terdampak pelemahan rupiah," tandas keterangan @sandiuno.

Hingga kini, unggahan foto Sandi itu telah mendapatkan 10.650 suka serta dikomentari 126 pengguna Instagram. Netizen pun mendoakan agar Sandi senantiasa diberikan kesehatan pada kolom komentar.

"Jaga kesehatan Pak.sandi berhati2lah dimana pun berada semoga Allah selalu melindungi dari orang2 yg berniat jahat Amiinn," tulis @hasmiceyeni7137. (*)

Berita9.com - Pariwisata di Kabupaten Kendal kian berkembang pesat, hampir di setiap desa mulai tumbuh obyek wisata baru baik itu berupa wahana maupun wisata alam. Salah satu obyek wisata modern dan terintegrasi adalah River Walk Boja (RWB). Objek wisata baru di Kendal ini merupakan salah satu taman hiburan bagi keluarga yang bertemakan air dan resto.

Beragam wisata air khususnya bagi anak-anak atau kiddy pool ditawarkan dengan nuasa alam dan lingkungan yang asri. Keseruan bermain air bagi anak-anak adalah berupa mini slide, water canon, jungkat-jungkit dan lingkin bucket.Biasanya anak-anak sangat antusias menunggu linkin bucket yang akan menumpahkan air dari ember raksasa. Kedalam kolampun beragam dari 20 cm, 50 cm hingga 1,5 meter.

Tjahyono Hartono pemilik RWB menjelaskan selain wahana air pengunjung juga dimanjakan dengan berinteraksi dengan sejumlah hewan rumahan seperti burung, kelinci dan juga kucing serta bisa menyaksikan ikan besar yang hanya ada satu di RWB.

Di wahana Bird House Paradise pengunjung bisa bercanda dengan burung dan memberi makan burung, didalam bangunan kapal Bahtera Noah juga pengunjung bisa berinteraksi dengan kucing yang lucu dan kelinci.

“RWB ini merupakan wisata yang lengkap wahananya tidak hanya sekedar berwisata namun juga ada unsur pendidikannya, karena disini kami membebaskan pengunjung untuk bercanda dengan hewan rumahan yang kami lepas bebas dan pengunjung bisa berinteraksi dengan mereka,” ujar Tjahyono, Rabu (20/06/2018).

Selain itu di RWB juga bisa berfoto-foto karena seluruh sudut objek wisata merupakan obyek foto yang bagus dan mengikuti perkembangan jaman. “Kami melukis setiap sudut dan di semua obyek seperti aslinya dan beberapa gambar tiga dimensi juga seakan disebuah tempat nyata, bagus buat anak-anak jaman sekarang yang suka selfi,” lanjutnya.

Dengan harga tiket Rp 60.000 untuk week end dan Rp 55.000 untuk week day pengunjung bisa menikmati semua wahana dengan suguhan selamat datang berupa es krim gratis dan juga potongan Rp 5000 untuk berbelanja di dalam obyek wisata. Setelah puas menikmati seluruh wahana yang ada, Tjahyono menjelaskan pengunjung bisa menikmati es krim rendah kalori Es Krim Gelato di Café Senang Gelato. (*)

Berita9.com - Merencanakan perjalanan atau berwisata jauh-jauh hari dengan mengandalkan kecanggihan gadget mungkin bagi sebagian orang sudah dianggap hal biasa.

Namun apakah transaksi yang terjadi sudah dikelola secara syariah? Bagaimana dengan pilihan destinasi, hotel sudah yakinkah Anda mendapatkan yang sesuai dengan tuntunan Islam dan lebih menenangkan hati?

Semua kegundahan itu kini tak perlu lagi. Dengan mengunduh dan menggunakan layanan apps Halaltraveling semua kebutuhan Anda itu akan terpenuhi.

Menurut Marketing Manager Halaltraveling, Abby Nabila ada banyak keuntungan menggunakan platform yang baru diluncurkan pada 14 Desember 2017 ini.

"Yang pertama dan tentunya utama adalah transaksi yang insyaallah aman dan terjamin. Karena Halaltraveling hanya menggunakan sistem pembayaran sesuai syariah, non riba, alias yang non-konvensional saja," kata Abby kepada para wartawan di Jakarta.

Belum lagi harga yang ditawarkan sangat kompetitif dibanding platform travel lainnya. Kelebihan lain dari apps Halaltraveling adalah ini adalah inovasi murni anak negeri dan wujud nyata generasi muda muslim yang maju dan berkembang.

Abby, alumni dari Sekolah Bisnis dan Management ITB (SMB ITB) ini menjelaskan fitur dalam apps tidak akan kalah dari platform sejenis lainnya. Yang membedakan dan merupakan nilai tambah apps ini adalah adanya fitur penunjang bagi ibadah umat Islam, seperti petunjuk arah kiblat dan waktu salat.

Begitu Anda mengunduh apps, ada banyak layanan yang bisa didapatkan. Di antaranya Abby menjelaskan mulai dari pemesanan tiket pesawat dan tiket kereta api. "Untuk saat ini apps halaltraveling sudah bisa di download di Play Store yang nantinya juga akan menyusul di App Store," kata Abby menambahkan.

Tentu saja kedepannya masih akan banyak fitur-fitur menarik lain yang diharapkan bisa lebih membantu traveler dalam perjalanan dan wisatanya.

Abby menjelaskan nantinya sebagian dari nilai penjualan juga akan didonasikan untuk kepentingan masyarakat yang dikemas dalam program-program yang bermanfaat.

"Untuk itu, ayo segera download aplikasi Halaltraveling dan follow media sosial kami untuk selalu update informasi terkini tentang halaltraveling.id," kata Abby mengajak. 

(**/MdK)

Berita9.com - Sejumlah lokasi bencana alam akibat dampak badai Siklon Tropis Cempaka di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, akan dijadikan destinasi wisata baru. Seperti lokasi bencana alam berupa tanah ambles di sekitar Luweng Blimbing, Pacarejo, Semanu yang hingga kini terus dibanjiri wisatawan, akan dijadikan objek wisata minat khusus dilengkapi 'flying fox' dan fasilitas lainnya, menyusul pengembangan kawasan Telaga Jonge.

Sedangkan lokasi bencana terparah di bantaran Sungai Oya, Dusun Bonjing dan Gelaran, Bejiharjo akan diperluas menjadi destinasi wisata air khususnya arung jeram atau 'rafting' dan susur sungai. "Luweng Blimbing dari sisi lokasinya sangat memungkinkan untuk dijadikan objek wisata baru di Gunungkidul," kata Kepala Desa Pacarejo Suhadi, (10/12).

Pascabencana alam yang menyebabkan Luweng Blimbing ambles seluas kurang lebih 2 hektare menjadi perhatian banyak pihak dan dilihat dari lokasinya sekarang ini tidak memungkinkan untuk dilakukan pemulihan. Karena tingkat kerusakan akibat tanah ambles itu cukup parah, diukur dari kedalaman tanah yang ambles secara rata-rata mencapai puluhan meter dalamnya. Bahkan pada titik-titik tertentu mencapai hampir 50-an meter, terutama sekitar luweng yang kini membentuk danau cukup luas.

"Dari realitas di lokasi saat ini, paling tepat digunakan untuk objek wisata minat khusus 'flying fox' yang mungkin bisa menjadi yang terpanjang kedua setelah lokasi di Gedangsari," imbuhnya.

Untuk dijadikan lokasi wisata, ucap Suhadi, memang perlu kajian mendalam baik dari sisi ketepatan, tingkat risiko, maupun hal lain yang berkaitan dengan keselamatan pengunjung. Karena itu pihaknya berharap pemerintah segera turun tangan untuk menangani lokasi bencana ini.

Di sekitar Luweng Blimbing sendiri sudah banyak dikembangkan objek wisata termasuk kawasan karst, Taman Karst Ngingrong dan Luweng Tumbul yang kini mulai banyak dikunjungi wisatawan. "Tidak jauh dari Luweng Blimbing, juga terdapat lokasi wisata menyusuri goa dan sungai bawah tanah Kalisuci dan Jomblang," ucapnya.

Sementara di sepanjang bantaran Sungai Oya juga diusulkan masyarakat sekitar agar bisa dijadikan kawasan objek wisata 'rafting'. Selama ini sebagian ruas Kali Oya memang sudah difungsikan untuk kegiatan 'rafting'. Kondisi airnya diakui tidak selalu tenang terutama jika terjadi peningkatan intensitas curah hujan yang menyebabkan sungai banjir.

Sekitar kawasan Sungai Oya di Desa Bejiharjo berdekatan dengan objek wisata Goa Pindul dan sejumlah goa yang kini banyak dikunjungi wisatawan. "Pemerintah diharapkan bisa memfasilitasi agar destinasi wisata di Gunungkidul bertambah dan bisa menaikkan pendapatan warga," terang Suprapto, warga Kecamatan Karangmojo.

(**/Bmp)

Berita9.com - Berwisata di Yogyakarta itu pasti seru. Pasti fun dan happy. Kalau tak percaya, tengok saja aktivitas famtrip media dan blogger Korea di Kota Gudeg itu. Delapan media plus blogger Negeri Ginseng langsung excited saat diajak wisata offroad Lava Tour Merapi.

“Ini menjadi pengalaman menyenangkan yang tak terlupakan. Sangat Seru. Ada nuansa luar biasa saat kami diajak menelusuri kawasan Merapi yang diluluhlantahkan lava beberapa tahun silam,” kata Lee Woorin, Youtuber asal Korea, (1/12).

Lee Woorin memang sangat exited. Rona wajahnya selalu memperlihatkan kebahagiaan. Maklum, di Korea, Lee belum pernah naik jeep Willys tua. Apalagi, beroffroad ria dengan menerabas medan yang jalanannya berundak-undak dan dipenuhi pasir dan batu. Bagi Lee, ini pengalaman baru. Full keseruan. Full kebahagiaan karena memberikan sensasi yang tak terlupakan.

“Driver jeep mengajak bertualang melewati sungai dan jalanan yang tidak mulus. Badan bakal terguncang di atas mobil jeep offroad yang melaju kencang. Brum-brum! Benar-benar tempat wisata yang asik dan seru,” ujar pemilik channel youtube dengan jumlah subscriber 300 ribu tersebut.

Kawasan di sekitar Merapi yang penuh kerikil, bebatuan dan pasir jadi lokasi yang paling dinanti Lee. Adrenalin langsung terpompa. Jantung pun berdetak kencang kala melewati tanjakan dan turunan. Saat guncangannya makin hebat, dia justru makin happy. Saat perut berasa diaduk-aduk, dia justru makin excited. “Di sini bisa berwisata sekaligus memacu adrenalin. Cool!” ucapnya.

Unsur edukasinya pun ada. Di sepanjang perjalanan, rombongan famtrip dapat menyaksikan sisa-sisa keganasan erupsi Merapi. Dari kampung Kinahrejo yang luluhlantak, bekas hunian warga yang rubuh dan tak berpenghuni, timbunan material vulkanik berupa pasir, kerikil serta batu-batuan berukuran besar yang dimuntahkan dari perut Merapi dapat dijumpai di sepanjang jalan. 

Bahkan di salah satu spot bisa dijumpai wisata Batu Alien. Dari cerita warga sekitar, batu ‘alien’ yang besarnya seperti gajah tersebut terlempar dari puncak Merapi sejauh 7 km. Menyusuri jalan pulang, peserta famtrip kembali dibuat kegirangan. Semua diajak melewati sungai Kali Kuning. Saat melewati genangan air, mobil sengaja digas dengan kecepatan tinggi sehingga tamu asal Korea bisa merasakan sensasi cipratan air Kali Kuning.

“Ini baru hari pertama. Selanjutnya akan lebih menyenangkan serta lebih seru lagi. Baru satu spot di Yogyakarta, masih banyak spot lain yang nanti akan dijelajahi. Candi Prambanan, Candi Borobudur, Keraton Yogyakarta, Keraton Solo siap dieksplore,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut mengamini apa yang dikatakan salah satu asisten deputinya tersebut. Menurutnya famtrip tersebut tepat sasaran. Mengundang media dan blogger Korea merasakan sensasi berwisata yang menyenangkan, diyakini bakal menimbulkan efek domino yang positif bagi pariwisata Yogyakarta.

“Selama ini pasar Korea hanya terfokus pada Bali dan Lombok. Ke depan Yogyakarta pasti akan makin banyak dikunjungi wisman Korea karena media dan blogger ini mempunyai basis follower yang tidak sedikit. Pasti akan positif,” kata Menpar Arief Yahya.

Karena itu, mengeksplore Yogyakarta dengan segala kekayaan alam, budaya dan kulinernya itu dinilai sangat strategis. "Ketika dieksplorasi lebih dalam, destinasi wisata di Yogyakarta akan memiliki news value yang besar. Indirect Impact nya besar. Media valuenya besar. Ini akan memberi keuntungan tersendiri bagi pariwisata Indonesia," tutur Arief Yahya.

(**/Kr)

Berita9.com - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, mengutamakan peningkatan kapasitas pramuwisata guna mendukung berbagai program pengembangan pariwisata secara berkelanjutan di daerah itu. Bupati Raja Ampat, Abdul Farisi Umlati di Sorong, Kamis (23/11), mengatakan pembangunan pariwisata secara berkelanjutan membutuhkan sumber daya manusia yang memadai dan berkualitas.

''Itu termasuk menyangkut peranan penting para pemandu wisata lokal,'' katanya.

Dia mengatakan bahwa pemerintah perlu membiayai program pelatihan bagi pemandu wisata lokal untuk peningkatan kapasitas dalam melaksanakan aktivitas kepemanduan wisata Raja Ampat. Pemerintah berharap pramuwisata tidak hanya mengantar wisatawan ke objek wisata. Akan tetapi, para pramuwisata juga sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk menjelaskan kepada wisatawan maupun masyarakat tentang berbagai program pemerintah.

Abdul Farisi mengatakan berbagai program pemerintah antara lain menyangkut upayanya menjaga kelestarian alam untuk menunjang pembangunan pariwisata secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kata dia, pada Tahun Anggaran 2018 pemerintah daerah setempat mengalokasikan dana untuk mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas pramuwisata di Raja Ampat.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat juga akan membuat regulasi yang bertujuan untuk melindungi kalangan pramuwisata yang beraktivitas di Kabupaten Raja Ampat. Selain itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat pada Tahun Anggaran 2018 juga akan mengutamakan pembangunan infrastruktur yang mendukung kemajuan pariwisata.

"Pemerintah daerah inginkan pariwisata Raja Ampat berkembang maju dan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal serta memberikan penghasilan pendapatan daerah maksimal guna menunjang seluruh program peningkatan kesejahteraan rakyat," ungkapnya.

(**/Ant)

Berita9.com - Pengelola Desa Wisata Mangunan Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan mempunyai 105 homestay atau tempat menginap bagi tamu wisatawan guna memajukan wisata perdesaan itu.

"Paling tidak saya target separuh dari jumlah KK (kepala keluarga) di Pedukuhan Mangunan akan mempunyai homestay. Kalau setengah dari pendudukan Mangunan itu, berarti sekitar 105 'homestay'," kata pengelola Desa Wisata Mangunan Purwo Harsono di Bantul, Sabtu (11/11).

Menurut dia, homestay atau rumah milik warga di tengah-tengah perdesaan penting guna menampung wisatawan yang lebih lama tinggal di desa wisata, sementara saat ini di desa wisata Mangunan Dlingo baru mempunyai 25 homestay.

"Artinya, 'kan jumlahnya masih jauh dari yang kita harapkan, apalagi dari jumlah itu yang benar-benar siap baru sekitar 16 homestay. Makanya, target ke depan seperti itu setidaknya terus bertambah jumlahnya," katanya.

Homestay yang dikembangkan masyarakat Mangunan tidak harus berupa rumah besar dengan konsep modern seperti hotel, tetapi bisa rumah kecil yang mempunyai fasilitas standar dan nyaman ditinggali. "Jadi, ketika homestay dari rumah kecil saya minta standar, bukan rumah bagus, melainkan rumah yang bersih lingkungan, tertata, rapi, toiletnya nyaman, kalau model toilet 'kan sebenarnya tidak begitu mahal," katanya.

Selain bersih, lanjut dia, juga penataan lingkungan kawasan homestay. Hal ini akan menjadi daya tarik wisatawan menginap atau tinggal lebih lama, bahkan yang sangat ditekankan adalan nuansa perdesaan tidak dihilangkan.

"Ini yang kami coba terus mengubah pola pikir masyarakat ke sana. Ini belum selesai karena masih susah, apalagi dia selalu bilang 'la, rumahku jelek, kok' yang seperti itu susah diubah," katanya.

Ia menyebut total destinasi di Desa Mangunan yang sudah berkembang sejak 2 tahun lalu itu saat ini ada belasan titik yang menawarkan potensi wisata berupa hutan pinus, pemandangan alam, puncak, serta spot-spot untuk swafoto.

(**/Ant)

Berita9.com - Asosiasi Tour dan Travel Indonesia (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta telah menggencarkan promosi destinasi wisata baru di daerah itu untuk menarik kunjungan wisata saat libur panjang Natal dan Tahun Baru 2018.

"Kami menyiapkan destinasi yang kemungkinan wisatawan belum pernah berkunjung," ungkap Udhi Sudhiyanto selaku Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agen Indonesia (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta di Yogyakarta, Sabtu (4/11/2017).

Menurut Udhi, hampir setiap tahun muncul objek-objek wisata baru, baik kuliner maupun alam, di Yogyakarta, seperti Telaga Biru di Semin, flying fox di Gedangsari, Gunung Kidul, Kali Biru di Kulon Progo, serta Hutan Pinus di Mangunan, Dlingo, Bantul.

"Sekarang muncul objek-objek wisata baru terutama di Kabupaten Gunung Kidul seperti 'flying fox' terpanjang di Indonesia bahkan ASEAN," tuturnya.

Udhi meyakini tingkat pemesanan perjalanan wisata di Yogyakarta akan melonjak tinggi mengingat hari Natal dan Tahun Baru berdekatan dengan libur akhir pekan.

"Natal dan Tahun Baru 2018 itu jatuh pada hari Senin, artinya itu 'long weekend' dan juga ada liburan sekolah sehingga saya optimis akan ada lonjakan wisatawan ke Yogyakarta," jelasnya.

Udhi berharap mengingat tingginya potensi kujungan wisata ke Yogyakarta masyarakat yang hendak berwisata ke Yogyakarta dengan layanan perjalanan wisata anggota Asita DIY agar melakukan pemesanan jauh hari.

"Armada-armada kami sudah mulai kami siapkan agar pada periode tersebut siap bagi wisatawan menjelang Natal dan Tahun Baru mendatang," pungkasnya. (**/Ant)

Page 1 of 4
Go to top