Olahraga

Olahraga (315)

Berita9.com - Cabang olahraga (cabor) menembak kembali menyumbangkan medali emas di ajang SEA Games 2019 yang berlangsung di Marine Coprs Training Center, Selasa (3/12/2019) pagi WIB. Emas tersebut dipersembahkan Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba di nomor 10 m air rifle putri.

Ini merupakan emas keempat bagi Indonesia pada hari ini sekaligus emas ke-10 di ajang SEA Games 2019 Filipina. Vidya menunjukkan performa apik dalam pertandingan tersebut setelah meraih total poin tertinggi yakni 249,9 poin.

Vidya sukses mengalahkan dua penembak asal Singapura yang menempati urutan kedua dan ketiga. Ho Xiu Yi berhasil meraih medali perak setelah mengumpulkan total poin 284,2. Sementara perunggu menjadi milik Adele Tan usai mengoleksi total poin 227,3.

Bagi menembak ini adalah emas ketiga yang berhasil mereka raih di ajang SEA Games 2019. Sebelumnya dua emas diraih Tirano Baja dari nomor WA 1500 PPC putra dan Rio Tjabu dari nomor benchrest air rifle (light varmint) putra.

Selain itu menembak telah mengoleksi total enam medali yang terdiri dari tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Sebelumnya dua perak dipersembahkan Fathur Gustafian (10 m air rifle putra) dan Sihombing Safrin (WA 1500 PPC putra). Sedangkan perunggu diraih Wahyu Aji Putra (benchrest air rifle light varmint putra). Pada hasil keseluruhan, Indonesia telah mengoleksi empat medali emas pada hari ini. Selain menembak, ketiga medali emas lainnya datang dari cabor wushu dan pencak silat. (*)

Berita9.com - Darius Sinathrya melontarkan kritikan pedas kepada Mempora Malaysia Syed Saddiq atas insiden pemukulan suporter timnas Indonesia. Menurutnya, alih-alih meredam suasana, Syed Saddiq justru membuat keadaan semakin panas.

"Menpora Malaysia saat ini seakan-akan memprovokasi. Dia nggak punya tujuan baik. Dia hanya menggunakan retorika saudara serumpun. Tidak ada minta maaf soal kejadian pelemparan flare sama penahanan suporter kita oleh keamanan Malaysia," ujar Darius Sinathrya di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (23/11/2019).

"Harusnya itu ada minta maaf karena salah tangkap. Tapi sampai hari ini nggak ada minta maaf," kata Darius Sinathrya geram.

Suami Donna Agnesia ini juga menyesalkan terkait statement terbaru Saddiq perihal video pemukulan yang dibilang hoax.

"Bahkan kemarin dia kasih statement kalau video (pemukulan suporter Indonesia) itu hoax. Katanya kejadiannya bukan di sekitaran stadion. Lah memang nggak. Kejadiannya di Bukit Bintang," kata Darius Sinathrya.

Selanjutnya, bintang film Night Bus ini menyebut Saddiq  tidak cocok menduduki posisi Menpora.

"Nggak panteslah jadi menteri olahraga. Saya pikir dia harus minta maaf. Dia sudah masuk buku hitam sejarah sepakbola. Mungkin di ASEAN, Asia bahkan dunia. Tergantung ini perkembangan sampai mana," tutur Darius Sinathrya.

"Dia jadi figur tidak baik dan bahkan terus memprovokasi. Kita disebut provokasi. Kita disuruh ngerti tapi mereka tidak mendinginkan sesuatu. Saya mencoba ini nggak melebar dan bisa selesai di dua pemerintah dan federasi," imhuhnya.

Seperti diketahui, video saat suporter timnas Indonesia dikeroyok di Bukit Bintang pada Senin (18/11/2019) tengah viral di media sosial. Kejadian itu terjadi sebelum pertandingan Indonesia vs Malaysia berlangsung. (*)

Berita9.com - Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, mengatakan siap membawa kasus penyerangan suporter Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Stadion Bukit Jalil pada Selasa 19 November 2019 ke jalur hukum.

Ia mengatakan PSSI sangat tak terima dengan sikap yang dilakukan oleh para pendukung Malaysia di laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia tersebut.

Bahkan PSSI sangat mengutuk aksi penyerangan yang dilakukan beberapa oknum pendukung Malaysia dikala suporter Timnas Indonesia sedang mendukung sang Garuda di markas Harimau Malaya julukan Malaysia tersebut. Karena tak terima itulah akhirnya PSSI berniat melaporkan Malaysia ke jalur hukum.

“Kami untuk hal-hal demikian serahkan secara hukum. Jangan kita mengomentari ini di depan publik. Pasti kami mengutuk hal demikian (tindakan anarkis suporter). Pasti kami akan tindak lanjut tapi itu bukan yang kami jadi berperang di media," ucap Ratu, (22/11).

Penyerangan terhadap pendukung Timnas Indonesia yang dimaksud Ratu sendiri adalah terkait dilemparnya flare dari kerumunan suporter Malaysia ke tribun penonton Warga Negara Indonesia (WNI).

Tak hanya itu saja, di luar stadion pun pendukung Timnas Indonesia juga mendapatkan perlakuan yang tak etis lantaran dirazia oleh suporter Malaysia.

Parahnya lagi, sehari sebelum pertandingan, ada pendukung Timnas Indonesia yang habis dipukuli oleh para suporter Malaysia.

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia pun sudah mengonfirmasikan bahwa kejadian pemukulan dan pengeroyokan itu benar adanya.

Jadi, mungkin semua alasan itulah yang membuat PSSI akhirnya memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke jalur hukum. (*)

Berita9.com - Sebuah penelitian mengungkap bahwa kopi juga baik untuk olahragawan atau yang memang sudah hobi berolahraga.
 
Studi yang dipublikasikan The Journal Nutrients mengungkapkan bahwa minum kopi bisa meningkatkan kecepatan bersepeda laki-laki dan perempuan.
 
Studi ini menyelidiki efek konsumsi kopi dalam uji coba bersepeda dengan jarak 5 kilometer. Hasilnya menunjukkan bahwa kopi punya efek positif pada kinerja uji waktu; baik untuk pesepeda perempuan atau laki-laki.
 
Ada 38 peserta yang terlibat; 19 laki-laki dan 19 perempuan. Peserta tidak diperbolehkan meminum kopi selama 12 jam baru kemudian meminumnya. Sebagai pembanding mereka juga menggunakan air dengan obat plasebo, obat kosong untuk mengontrol efek dari hasil penelitian.
 
Dalam uji coba waktu bersepeda sejauh 5 kilometer, setelah mengonsumsi kopi, kinerja laki-laki dan perempuan ini meningkat sekitar sembilan detik dan enam detik dibandingkan dengan mereka yang menggunakan plasebo.
 
Tentunya ini membuktikan kalau kopi memengaruhi stamina para pesepeda yang jadi sampel olahragawan. Dilansir Times of India, penelitian ini menyoroti manfaat ergogenik dari konsumsi kopi.
 
Hingga sekarang, ada banyak penelitian tentang kopi yang berfokus pada manfaat kafein dan pengaruhnya terhadap laki-laki. Namun, ternyata studi terhadap pesepeda ini juga menujukkan manfaat kopi untuk perempuan. (*)
 
 

Berita9.com - Indonesia kehilangan pemain sepak bola yang tengah menanjak karirnya. Bek kanan tim nasional U-16 Indonesia Alfin Lestaluhu meninggal dunia pada hari ini, Kamis (31/10/2019), setelah menderita sakit beberapa minggu terakhir.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji"un. Telah berpulang ke Allah SWT sdr. Alfin Lestaluhu, pemain timnas U-16,” kata Media Officer PSSI Bandung Saputra kepada pewarta di Jakarta.

Alfin sendiri diketahui menderita sakit setelah menjadi korban gempa yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada Kamis (26/9/2019). Setelah itu, Alfin mendapatkan perawatan di RS Tentara Ambon, Maluku dan sebuah rumah sakit swasta di Jakarta.

PSSI sempat menggugah kondisi Alfin pada 2 Oktober 2019 dalam akun media sosial Instagram resminya. Dalam unggahan itu, Alfin tampak dijenguk oleh Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Maluku Sopyan Lestaluhu.

Kemudian, PSSI juga mengadakan laga amal bersama Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) pada Ahad (27/10) untuk membantu Alfin.

Alfin Lestaluhu menjadi salah satu andalan timnas U-16 yang dilatih Bima Sakti. Saat tampil di Piala AFF U-15 2019, pemain jebolan SKO Ragunan itu selalu tampil dan membawa Indonesia meraih peringkat ketiga.

Performa pentingnya juga berlanjut di laga Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 yang berlangsung di Jakarta, pertengahan September 2019. Dia mencetak satu gol di turnamen itu dan meloloskan Indonesia ke Piala Asia U-16 2020 di Bahrain. (*)

Berita9.com - Stadion Mandala Krida Yogyakarta menjadi salah satu kandidat venue Piala Dunia U-20 2021. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, bicara terkait peluang tersebut.

"Verifikasinya kan belum, dan sebetulnya kalau Mandala Krida ini lampunya belum ada, kursinya belum ada, pembatas antara penonton sama lapangan belum ada. Kan itu semua harus kita penuhi," kata Sultan di Kepatihan, Senin (28/10/2019).

Meskipun belum memenuhi standar, namun jika Stadion Mandala Krida Yogyakarta ditunjuk menjadi venue maka pihaknya menyanggupi untuk membenahi stadion itu agar sesuai standar yang ditetapkan FIFA.

"Nah (kalau ditunjuk) otomatis kita sanggup untuk memenuhi (standar) itu semua. Kan tidak bisa (tempat duduk penonton) hanya beton gitu kan nggak bisa, harus ada kursi satu per satu. Perkara dari plastik atau dari apa kan tergantung nanti kita lihat," tuturnya.

Sultan enggan mengomentari terlalu jauh atas peluang Stadion Mandala Krida terpilih menjadi venue Piala Dunia U-20. Sebab terpilih atau tidaknya Stadion Mandala Krida tergantung hasil verifikasi tim dari FIFA dan PSSI.

"Itukan nanti (keputusannya) dari hasil verifikasi tim, FIFA sama PSSI nanti yang lihat. Kita belum tahu kalau memang itu lolos verifikasi apakah (pembiayaan) kekurangan itu dari APBD atau itu dari APBN, atau apa saya kan belum tahu," sebutnya.

Seperti diketahui, Indonesia telah ditunjuk oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah mengalahkan Peru dan Brasil. (*)

Berita9.com - Peristiwa kericuhan di Studion Mandala Krida Yogyakarta saat laga pertandingan antara PSIM Yogya Vs Persis Solo menjadi perhatian publik saat ini. Termasuk Jogja Police Watch (JPW) ikut angkat bicara.

"Sangat menyayangkan dan mengecam keras atas peristiwa kericuhan di Stadion Mandala Krida pada Senin (21/10/19) kemarin," kata Kabid Humas JPW baharuddin Kamba, Selasa (22/101/9). 

Menurutnya, kekecewaan penonton yang berakhir menjadi kericuhan malah banyak merugikan orang lain. Termasuk aparat kepolisian yang membantu mengamankan kegiatan selama pertandingan.

"Ada beberapa barang milik dinas kepolisian yang dirusak bahkan dibakar. Itu jelas merugikan kepolisian," ucapnya.

Selain mobil milik polisi yang dibakar dan dibalik juga menimpa seorang fotografer koran lokal Yogyakarta yang menjadi korban pemukulan atau penganiayaan saat mengabadikan evakuasi penonton, khususnya di lokasi Stadion Mandala Krida tersebut.

Tindakan intimidasi, penganiayaan hingga pemukulan secara rame-rame dialami fotografer Radar Jogja itu. Akibat pukulan tersebut membuat fotografer luka memar dan pusing.

"Peristiwa pemukulan terhadap jurnalis termasuk fotografer seharusnya tidak perlu terjadi, karena mereka bekerja dilindungi Undang-undang yakni Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers," tuturnya tegas.

Kamba meminta, kasus kericuhan di Stadion Mandala Krida Yogyakarta harus diusut tuntas secara adil, profesional dan transparan. Siapapun pelakunya harus diproses hukum. Jangan ada yang ditutup-tutupi agar memberikan efek jera.

Selain itu JPW juga mendorong perlunya evaluasi secara menyeluruh dan tuntas. Terutama terkait izin saat laga pertandingan yang dilakukan di wilayah hukum Polda DIY. Hal ini agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. (*)

Berita9.com - Memenangkan ajang Liga Champions terlihat seperti sebuah proyek ambisius Juventus. Sang pelatih, Maurizio Sarri mencoba meringankan beban yang dipanggul oleh anak asuhnya.

Di masa kepelatihan Massimiliano Allegri, Juventus berhasil mencapai babak final Liga Champions sebanyak dua kali. Kesempatan itu datang di tahun 2015 dan 2017 lalu.

Sayangnya, perjuangan mereka selalu kandas di tangan tim raksasa Spanyol.

Pertama mereka dikalahkan Barcelona, kemudian kalah saat bertemu Real Madrid dua tahun berselang.

Juventus sudah melakukan segala cara untuk meraih trofi ajang bergengsi tersebut. Salah satunya dengan menghadirkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid pada tahun 2018.

Namun pada musim lalu, perjalanan mereka kandas di babak perempat final. Beban ambisius itupun semakin menghantui Juventus.

Pada tahun ini, sebagian besar penggemarnya terus menuntut mereka untuk memenangkan Liga Champions. Sementara Klubnya sendiri sudah melakukan semampunya untuk memperkuat tim.

Skema pragmatis yang diterapkan oleh Allegri terbukti masih gagal, walau dua kali Juventus berhasil mencapai final Liga Champions di eranya.

Kali ini, mereka mencoba menyuguhkan permainan menyerang nan atraktif sesuai strategi Sarri. Namun Sarri sendiri enggan menjadikan Liga Champions sebagai proyek yang ambisius.

Untuk sementara ini, targetnya adalah bisa lolos dari fase grup. Tidak seperti harapan banyak orang yang ingin melihat Juventus mencapai final.

"Satu-satunya target yang saya pasang untuk diri sendiri adalah lolos dari fase grup, lalu kami akan lihat lagi nanti. Kami harus lebih riang saat berada di lapangan. Liga Champions tak boleh menjadi sebuah obsesi," tutur Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

Juventus bukan satu-satunya tim Italia yang berbenah untuk melaju sejauh mungkin di Liga Champions. Dua klub raksasa lainnya, Napoli dan Inter Milan, juga sudah menambal kelemahannya di sepanjang bursa transfer musim panas kemarin.

Namun Sarri masih belum yakin bahwa akan ada tim Italia yang bakalan keluar sebagai juara pada musim ini. Mantan pelatih Chelsea tersebut percaya tim Inggris akan berbicara banyak.

"Sekarang, sangat sulit bagi tim Italia untuk menjadi kandidat terkuat di Liga Champions: bagi saya, tim Inggris adalah unggulan," tandasnya.

Sementara dari liga Inggris, Manajer Manchester City Pep Guardiola menegaskan ia tidak akan menyesal jika tidak meraihl Champions bersama The Citizens. Dan Menjuarainya tidak pernah jadi obsesi di Man City.

Guardiola tidak pernah lagi menjuarai Champions League sejak terakhir meraihnya pada 2011 dengan Barcelona. Tuntutan untuk menjuarainya, setelah sukses di kancah domestik, cukup besar.

Tapi, Guardiola tetap tenang dan mengaku tidak depresi jika gagal meraihnya. 

"Mereka memberitahu saya bahwa saya datang ke sini untuk melanjutkan proyek, untuk mencoba mengevolusi permainan, memenangi pertandingan, dan melihat seberapa jauh kami bisa melaju," terang Guardiola, dikutip dari Mirror.

"Itu langkah berikutnya yang logis untuk menjadi juara Eropa, tapi terkadang itu tidak mungkin diraih. Tentu saja kami ingin memenanginya, tapi entah itu terjadi atau tidak, tidak akan mengubah hidup atau niatan saya," lanjutnya.

"Saya tidak akan mencoba setiap hari, untuk 10 bulan berikutnya, berpikit itu akan jadi bencana besar dalam hidup saya apabila tak dapat meraihnya," pungkasnya (*)

Berita9.com - Marc Marquez semakin meneguhkan dominasinya di klasemen pebalap MotoGP 2019 usai jadi pemenang di MotoGP Aragon 2019, Ahad (22/9).

Marquez tampil nyaris sempurna di MotoGP Aragon 2019. Memulai balapan dari posisi paling depan, The Baby Alien berhasil mempertahankan posisi tersebut sejak lap pertama hingga menyentuh garis finis.

Marquez finis terdepan dengan catatan waktu 41 menit 57,221 detik. Pebalap asal Spanyol unggul hingga 4,836 detik atas Andrea Dovizioso yang finis di posisi kedua.

Sedangkan tempat ketiga secara mengejutkan ditempati pebalap Pramac Ducati, Jack Miller.

Keberhasilan jadi juara di MotoGP Aragon membuat Marquez berhak atas 25 poin dan kini mengoleksi 300 poin. Ia unggul 98 poin dari Dovizioso yang finis di posisi kedua dan mendapatkan 20 poin.

Dovizioso sendiri melakoni balapan yang mengesankan di MotoGP Aragon 2019. Pebalap asal Italia itu memulai lomba dari posisi ke-10 tetapi bisa finis tepat di belakang Marquez.

Posisi ketiga masih ditempati oleh Alex Rins dengan 156 poin. Pebalap Suzuki itu sebenarnya tampil tidak terlalu baik karena hanya bisa finis ketujuh di seri kali ini.

Dua posisi terakhir di zona lima besar klasemen pebalap masih ditempati Danilo Petrucci (155 poin) dan Maverick Vinales dengan 147 poin.

Klasemen Pebalap MotoGP 2019

Pebalap                  Poin
1. Marc Marquez       300
2. Andrea Dovizioso  202
3. Alex Rins             156
4. Danilo Petrucci     155
5. Maverick Vinales   147
6. Valentino Rossi     137
7. Fabio Quartararo  123
8. Jack Miller           117
9. Cal Crutchlow       98
10. Franco Morbidelli  80

(*)

Berita9.com - PSIM Yogyakarta dipaksa mengakui keunggulan tamunya Mitra Kukar dengan skor 1-2 lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (27/8/2019) sore.

Dua gol kemenangan Naga Mekes dicetak Achmad Faris (6') dan Andre Agustiar (12'). Sedangkan satu gol balasan PSIM dicetak dipenghujung pertandingan lewat Dwi Raffi Angga (96').

Rapuhnya lini pertahanan tuan rumah begitu kentara di pertandingan ini.

Bagaimana tidak, lemahnya koordinasi lini belakang yang diisi Ahmad Mahrus Bahtiar, Hery Susilo, Hendra Wijaya, dan Aditya Putra Dewa, diganjar mahal seusai tim tamu mencetak gol cepat lewat Achmad Faris.

Pemain yang berposisi disektor belakang Naga Mekes ini mencetak gol ke gawang I Putu Pager melalui sundulan kepala pada menit ke-6, memanfaatkan kemelut di area kotak penalti.

Dikagetkan gol cepat tim tamu, PSIM bereaksi.

Dua menit berselang PSIM mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Sayang, sundulan kepala Cristian Gonzales masih melambung dari gawang Rizky Darmawan.

Saat mencoba memperkecil kedudukan, PSIM Yogyakarta kembali menelan pil pahit seusai Mitra Kukar justru mampu menggandakan kedudukan menit ke-12.

Ialah Andre Agustiar yang sukses menggandakan keunggulan Mitra Kukar melalui tendangan dari sisi kanan yang salah diantisipasi I Putu Pager.

Tertinggal dua gol, PSIM mencoba bangkit.

Peluang demi peluang didapat tuan rumah, namun hingga babak pertama usai upaya Cristian Gonzales dan kolega belum berbuah hasil.

Usai turun minum, PSIM Yogyakarta makin gencar melakukan tekanan.

Namun minimnya variasi skema serangan, membuat upaya Laskar Mataram terbuang sia-sia.

Hingga akhirnya PSIM mampu mencuri gol di penghujung pertandingan, seusai pemain pengganti, Rossi Noprihanis, dilanggar di kotak penalti.

Pemain pengganti, Dwi Raffi Angga yang bertugas sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya kendati gol tersebut gagal menyelamatkan timnya dari kekalahan perdana di Stadion Mandala Krida.

Gagal revans dari Mitra Kukar, PSIM Yogyakarta masih masih memimpin klasemen Liga 2 2019 Wilayah Timur, mengantongi 21 poin.

Unggul 1 poin dari Persis Solo, yang dipertandingan lainnya juga tumbang 0-1 dari Persiba Balikpapan di kandang. (*)

 

Page 1 of 23
Go to top