Olahraga

Olahraga (308)

Berita9.com - Memenangkan ajang Liga Champions terlihat seperti sebuah proyek ambisius Juventus. Sang pelatih, Maurizio Sarri mencoba meringankan beban yang dipanggul oleh anak asuhnya.

Di masa kepelatihan Massimiliano Allegri, Juventus berhasil mencapai babak final Liga Champions sebanyak dua kali. Kesempatan itu datang di tahun 2015 dan 2017 lalu.

Sayangnya, perjuangan mereka selalu kandas di tangan tim raksasa Spanyol.

Pertama mereka dikalahkan Barcelona, kemudian kalah saat bertemu Real Madrid dua tahun berselang.

Juventus sudah melakukan segala cara untuk meraih trofi ajang bergengsi tersebut. Salah satunya dengan menghadirkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid pada tahun 2018.

Namun pada musim lalu, perjalanan mereka kandas di babak perempat final. Beban ambisius itupun semakin menghantui Juventus.

Pada tahun ini, sebagian besar penggemarnya terus menuntut mereka untuk memenangkan Liga Champions. Sementara Klubnya sendiri sudah melakukan semampunya untuk memperkuat tim.

Skema pragmatis yang diterapkan oleh Allegri terbukti masih gagal, walau dua kali Juventus berhasil mencapai final Liga Champions di eranya.

Kali ini, mereka mencoba menyuguhkan permainan menyerang nan atraktif sesuai strategi Sarri. Namun Sarri sendiri enggan menjadikan Liga Champions sebagai proyek yang ambisius.

Untuk sementara ini, targetnya adalah bisa lolos dari fase grup. Tidak seperti harapan banyak orang yang ingin melihat Juventus mencapai final.

"Satu-satunya target yang saya pasang untuk diri sendiri adalah lolos dari fase grup, lalu kami akan lihat lagi nanti. Kami harus lebih riang saat berada di lapangan. Liga Champions tak boleh menjadi sebuah obsesi," tutur Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

Juventus bukan satu-satunya tim Italia yang berbenah untuk melaju sejauh mungkin di Liga Champions. Dua klub raksasa lainnya, Napoli dan Inter Milan, juga sudah menambal kelemahannya di sepanjang bursa transfer musim panas kemarin.

Namun Sarri masih belum yakin bahwa akan ada tim Italia yang bakalan keluar sebagai juara pada musim ini. Mantan pelatih Chelsea tersebut percaya tim Inggris akan berbicara banyak.

"Sekarang, sangat sulit bagi tim Italia untuk menjadi kandidat terkuat di Liga Champions: bagi saya, tim Inggris adalah unggulan," tandasnya.

Sementara dari liga Inggris, Manajer Manchester City Pep Guardiola menegaskan ia tidak akan menyesal jika tidak meraihl Champions bersama The Citizens. Dan Menjuarainya tidak pernah jadi obsesi di Man City.

Guardiola tidak pernah lagi menjuarai Champions League sejak terakhir meraihnya pada 2011 dengan Barcelona. Tuntutan untuk menjuarainya, setelah sukses di kancah domestik, cukup besar.

Tapi, Guardiola tetap tenang dan mengaku tidak depresi jika gagal meraihnya. 

"Mereka memberitahu saya bahwa saya datang ke sini untuk melanjutkan proyek, untuk mencoba mengevolusi permainan, memenangi pertandingan, dan melihat seberapa jauh kami bisa melaju," terang Guardiola, dikutip dari Mirror.

"Itu langkah berikutnya yang logis untuk menjadi juara Eropa, tapi terkadang itu tidak mungkin diraih. Tentu saja kami ingin memenanginya, tapi entah itu terjadi atau tidak, tidak akan mengubah hidup atau niatan saya," lanjutnya.

"Saya tidak akan mencoba setiap hari, untuk 10 bulan berikutnya, berpikit itu akan jadi bencana besar dalam hidup saya apabila tak dapat meraihnya," pungkasnya (*)

Berita9.com - Marc Marquez semakin meneguhkan dominasinya di klasemen pebalap MotoGP 2019 usai jadi pemenang di MotoGP Aragon 2019, Ahad (22/9).

Marquez tampil nyaris sempurna di MotoGP Aragon 2019. Memulai balapan dari posisi paling depan, The Baby Alien berhasil mempertahankan posisi tersebut sejak lap pertama hingga menyentuh garis finis.

Marquez finis terdepan dengan catatan waktu 41 menit 57,221 detik. Pebalap asal Spanyol unggul hingga 4,836 detik atas Andrea Dovizioso yang finis di posisi kedua.

Sedangkan tempat ketiga secara mengejutkan ditempati pebalap Pramac Ducati, Jack Miller.

Keberhasilan jadi juara di MotoGP Aragon membuat Marquez berhak atas 25 poin dan kini mengoleksi 300 poin. Ia unggul 98 poin dari Dovizioso yang finis di posisi kedua dan mendapatkan 20 poin.

Dovizioso sendiri melakoni balapan yang mengesankan di MotoGP Aragon 2019. Pebalap asal Italia itu memulai lomba dari posisi ke-10 tetapi bisa finis tepat di belakang Marquez.

Posisi ketiga masih ditempati oleh Alex Rins dengan 156 poin. Pebalap Suzuki itu sebenarnya tampil tidak terlalu baik karena hanya bisa finis ketujuh di seri kali ini.

Dua posisi terakhir di zona lima besar klasemen pebalap masih ditempati Danilo Petrucci (155 poin) dan Maverick Vinales dengan 147 poin.

Klasemen Pebalap MotoGP 2019

Pebalap                  Poin
1. Marc Marquez       300
2. Andrea Dovizioso  202
3. Alex Rins             156
4. Danilo Petrucci     155
5. Maverick Vinales   147
6. Valentino Rossi     137
7. Fabio Quartararo  123
8. Jack Miller           117
9. Cal Crutchlow       98
10. Franco Morbidelli  80

(*)

Berita9.com - PSIM Yogyakarta dipaksa mengakui keunggulan tamunya Mitra Kukar dengan skor 1-2 lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (27/8/2019) sore.

Dua gol kemenangan Naga Mekes dicetak Achmad Faris (6') dan Andre Agustiar (12'). Sedangkan satu gol balasan PSIM dicetak dipenghujung pertandingan lewat Dwi Raffi Angga (96').

Rapuhnya lini pertahanan tuan rumah begitu kentara di pertandingan ini.

Bagaimana tidak, lemahnya koordinasi lini belakang yang diisi Ahmad Mahrus Bahtiar, Hery Susilo, Hendra Wijaya, dan Aditya Putra Dewa, diganjar mahal seusai tim tamu mencetak gol cepat lewat Achmad Faris.

Pemain yang berposisi disektor belakang Naga Mekes ini mencetak gol ke gawang I Putu Pager melalui sundulan kepala pada menit ke-6, memanfaatkan kemelut di area kotak penalti.

Dikagetkan gol cepat tim tamu, PSIM bereaksi.

Dua menit berselang PSIM mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Sayang, sundulan kepala Cristian Gonzales masih melambung dari gawang Rizky Darmawan.

Saat mencoba memperkecil kedudukan, PSIM Yogyakarta kembali menelan pil pahit seusai Mitra Kukar justru mampu menggandakan kedudukan menit ke-12.

Ialah Andre Agustiar yang sukses menggandakan keunggulan Mitra Kukar melalui tendangan dari sisi kanan yang salah diantisipasi I Putu Pager.

Tertinggal dua gol, PSIM mencoba bangkit.

Peluang demi peluang didapat tuan rumah, namun hingga babak pertama usai upaya Cristian Gonzales dan kolega belum berbuah hasil.

Usai turun minum, PSIM Yogyakarta makin gencar melakukan tekanan.

Namun minimnya variasi skema serangan, membuat upaya Laskar Mataram terbuang sia-sia.

Hingga akhirnya PSIM mampu mencuri gol di penghujung pertandingan, seusai pemain pengganti, Rossi Noprihanis, dilanggar di kotak penalti.

Pemain pengganti, Dwi Raffi Angga yang bertugas sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya kendati gol tersebut gagal menyelamatkan timnya dari kekalahan perdana di Stadion Mandala Krida.

Gagal revans dari Mitra Kukar, PSIM Yogyakarta masih masih memimpin klasemen Liga 2 2019 Wilayah Timur, mengantongi 21 poin.

Unggul 1 poin dari Persis Solo, yang dipertandingan lainnya juga tumbang 0-1 dari Persiba Balikpapan di kandang. (*)

 

Berita9.com - Persipura Jayapura akan tetap bermain melawan Borneo FC pada laga lanjutan pekan ke-15 Liga 1 2019 di Stadion Segiri, Samarinda, Senin (19/8) malam WIB. Media Officer Borneo FC, Brilian Senjaya, memastikan tim Persipura yang sudah tiba di Samarinda tampak baik-baik saja hingga konferensi pers jelang laga. 

"Nggak ada kabar apa-apa, sampai kemarin aman-aman saja," kata Brilian, Senin (19/8).

Sebelumnya beredar kabar Persipura hendak membatalkan pertandingan melawan Borneo FC. Kabar pembatalan laga skuat asuhan Jacksen F Tiago itu menyusul isu rasisme yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (17/8).

"Nanti tetap main, nggak ada kaitannya dengan itu," lanjut Brilian.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Media PT LIB Hanif Marjuni. Ia mengatakan, tidak mendapat keterangan apa-apa terkait isu pembatalan bermain yang hendak dilakukan oleh Persipura.

 "Kami belum dapat suratnya loh," kata Hanif, Senin. "Kami belum dapat isu soal itu juga, kalau terkait beragam demo kami baca, tapi kalau efeknya sampai ke situ (pembatalan) belum ada informasi. Kami kan membuat keputusan berdasarkan aturan resmi dan pemberitahuan yang legal."

Seperti yang sedang terjadi situasi kembali mencekam setelah sempat mereda. "Kantor DPRD Provinsi Papua Barat dibakar di Jalan Siliwangi," kata Ishak seorang warga yang berada dilokasi.

Ia mengatakan aparat kepolisian belum bisa mengendalikan situasi. "Aparat ada, tapi tidak bisa bergerak. Situasi mencekam, tadi sempat sepi tapi kembali mencekam," ujarnya.

Warga setempatpun berusaha menghindari provokasi. Sementara sejumlah warga pendatang melindungi diri dan takut untuk keluar.

"Tetangga kami banyak juga pendatang, kami berupaya melindungi. Di pusat kota, warga diimbau jangan keluar toko," ujarnya.

Salah seorang warga pendatang, Edi Hartanto tak berani keluar rumah di Manokwari. Dia mendapat imbauan itu dari aparat setempat dan sejumlah rekan.

"Untuk sementara masyarakat dilarang keluar rumah, apalagi yang pendatang, setelah kejadian kemarin di Surabaya ada tindakan rasis itu, kemudian ada aksi balasan (di Manokwari)," kata Edi. (*)

Jakarta - Satgas Antimafia Bola Jilid II mulai berancang-ancang. Rapat koordinasi perdana pun telah dilakukan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu (14/8).
 
Rapat yang dipimpin langsung Kepala Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo ini dihadiri oleh 13 subsatgas yang akan mengawasi pelaksanaan Liga 1 di setiap daerah.
 
"Siang ini kita melakukan rapat koordinasi, bahwa satgas antimafia bola saat ini diperpanjang (tugasnya). Pada satgas yang pertama kita telah menyelesaikan empat laporan polisi dan melakukan penahanan terhadap tujuh tersangka. Alhamdulillah semua tersangka sudah divonis," ucap Hendro Pandowo kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/8).
 
Rapat koordinasi Satgas Antimafia Bola Jilid II ini dilakukan untuk menyamakan persepsi seluruh anggota. Terutama soal langkah-langkah yang akan diambil untuk memberantas mafia bola di seluruh Indonesia.
 
"Tugasnya tentunya memonitoring, melihat, mengawasi pelaksanaan pertandingan sepak bola Liga 1 yang berlangsung. Manakala ditemukan suatu pelanggaran pidana, maka kita juga akan melakukan penyelidikan dan penyidikan. Sampai memproses seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya," jelasnya.
 
Satgas Anti Mafia Bola Jilid II ini melibatkan 13 Subsatgas. Terdiri dari Polda Metro Jaya, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua.
 
"Ya tentunya (tugas) hampir sama. Ada 13 Kasatgas wilayah yang antara lain diketuai Direktur Kriminal Umum Polda," tandasnya.

Berita9.com - Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos, optimistis bangkit dan memperbaiki posisi mereka pada klasemen sementara di Liga 1 2019.

Saat tim Macan Kemayoran berada di ururan ke-17 atau masuh zona degradasi, dengan raihan delapan poin dari sembilan pertandingan yang sudah dimainkan.

Selain itu, performa Persija juga tidak konsisten. Dari lima pertandingan liga terakhir, mereka hanya sekali meraih kemenangan, tiga imbang dan sekali kalah.

Pelatih asal Spanyol itu sangat yakin bisa meningkatkan permainan Persija di sisa kompetisi musim ini, dan ia menjanjukan perubahan di pertandingan selanjutnya.

"Kami sangat yakin kita akan bangkit dari situasi yang kita hadapi saat ini. Kita juga akan evaluasi ke depan supaya tidak terulang lagi kesalahan-kesalahan di pertandingan lalu," tegasnya dikutip dari Liga Indonesia.

Sementara itu kapten tim, Andritany Ardhiyasa, menegaskan tim tak akan menyerah untuk memperbaiki posisi di klasemen. Ia pun siap memberikan kemampuan terbaiknya di sisa laga.

"Memang sampai hari ini hasil kemenangan belum berpihak kepada kita, tapi dapat saya pastikan, saya, pelatih, dan teman-teman semua akan memberikan dan tidak akan berhenti memberikan yang terbaik untuk tim ini sampai persija bisa naik ke papan atas," timpalnya. (*)

Berita9.com - Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono berharap pertandingan tunda Leg Kedua Piala Indonesia 2019 antara kesebelasan tuan rumah PSM Makassar versus Persija Jakarta, Selasa (6/8/2019), di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung aman, lancar, tertib, damai dan sportif.

"Sepak bola itu mempersatukan, bukan menceraikan," ujarnya di Jakarta, (4/8).

Suhendra juga mengimbau semua pihak, terutama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PPSI), tidak paranoid menghadapi laga itu, karena ia yakin para suporter kedua kesebelasan, yakni The Jakmania (Persija) dan The Macz Man (PSM), sudah dewasa dan hubungan mereka pun baik-baik saja selama ini. Tak ada rivalitas antara The Jakmania dan Macz Man, bahkan The Macz Man menampung The Jakmania untuk memberikan tempat tinggal selama di Makassar.

"Bila kemarin sempat ada intimidasi terhadap Persija, itu hanya ulah segelintir oknum suporter. Di luar lapangan, hubungan mereka baik-baik saja," jelas Suhendra yang mau turun ke Makassar untuk menyaksikan langsung laga PSM versus Persija.

Laga PSM versus Persija sedianya digelar di Stadion Andi Mattalatta, Ahad (28/7/2019). Akan tetapi PSSI memutuskan menundanya karena faktor keamanan setelah ada intimidasi ke Persija dari oknum suporter. Penundaan ini berdampak pada hubungan suporter, antara The Jakmania dan The Macz Man yang ikut memanas di media sosial.

Suhendra juga mengapresiasi langkah Polrestabes Makassar yang memberikan jaminan keamanan dalam laga tunda ini. Polisi sudah melakukan antisipasi pengamanan, mulai dari jalur yang akan dilalui Persija saat kedatangan maupun kepulangan, hingga keamanan berlapis di area stadion saat laga berlangsung, mulai Ring 1, Ring 2, dan Ring 3.

Ia yakin masyarakat Makassar akan menjadi tuan rumah yang baik dan menjaga pertandingan akan berlangsung dengan aman dan tertib. "Masyarakat Makassar itu santun, menghargai tamu, dan mampu menjaga keamanan dan ketertiban. The Jakmania pun demikian, akan menjadi tamu yang baik, yang menghormati tuan rumahnya," paparnya.

Dari laga PSM versus Persija yang sempat tertunda ini, menurut Suhendra, ada pelajaran yang bisa dipetik. Pertama, PSSI tak boleh lagi tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Kedua, perlu ada lembaga khusus untuk mengedukasi suporter. Ketiga, sosok calon ketua umum PSSI yang berpengalaman di bidang keamanan makin menemukan relevansinya untuk didukung.

"Penundaan pertandingan kemarin terjadi akibat kurang koordinasinya PSSI dengan aparat keamanan," cetus pendiri Hadiekuntonos Institute (Research, Intelligence, Spiritual) ini. (*)

Berita9.com - PSSI tidak menargetkan Timnas Indonesia U-15 dan U-18 untuk juara Piala AFF 2019. Ajang tersebut hanya dijadikan pemanasan jelang berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-16 dan U-19.

Timnas Indonesia U-15 dan U-18 punya agenda padat pada Juli sampai November mendatang. Timnas U-15 akan terlebih dulu tampil di Piala AFF U-15 di Thailand pada 27 Juli-9 Agustus 2019. Kemudian, mereka ditunggu ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 pada 14-22 September 2019.

Sedangkan Timnas U-18 akan mengikuti Piala AFF U-18 pada 6-19 Agustus di Vietnam. Lalu, akan tampil pada Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 pada 2-10 November 2019.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria, menegaskan keikutsertaan Timnas U-15 dan U-18 di Piala AFF kelompok umur tahun ini hanya sebagai persiapan menuju ajang lebih besar.

"Target kami yang utama itu Piala AFC, tentunya di Piala AFF juga menargetkan, tapi juara di sana adalah bonus," kata Tisha.

"Yang paling penting itu adalah coach Bima Sakti (pelatih Timnas Indonesia U-15) dan coach Fakhri Husaini (pelatih Timnas Indonesia U-18) mendapatkan pemain-pemain terbaik untuk Kualifikasi Piala AFC 2019 karena itu adalah target utama kami," ia menambahkan.

Lebih lanjut, Tisha mengungkap rencana federasi mengagendakan uji coba internasional untuk dua timnas kelompok umur tersebut. Pelaksanannya setelah dua gelaran Piala AFF di atas selesai.

"Untuk uji coba ke luar negeri pasti kami akan laksanakan sebelum Kualifikasi Piala AFC 2020."

"Untuk bermain di mana dan lawannya siapa, nanti akan kami beritahukan lebih lanjut. Kami akan laksanakan sebelum Kualifikasi Piala AFC. Jadi, sebelum Kualifikasi Piala AFC, kami akan bersiap. Sebab Piala AFF adalah ajang untuk melihat pemain mana yang cocok di Kualifikasi Piala AFF," pungkasnya. (*)

Berita9.com - Rencana Jakarta yang akan dijadikan tuan rumah ajang Formula E diapresiasi pebalap asal Indonesia, Alexandra Asmasoebrata. Menurutnya, kesempatan itu bisa dijadikan momentum kampanye kendaraan ramah lingkungan.

Sebab, seluruh mobil Formula E berbahan bakar listrik sehingga tak menghasilkan emisi dari gas buang seperti mobil konvensional. "Semoga dengan adanya Formula E, saya berharap pemerintah semakin getol untuk menggiatkan program ramah lingkungan," katanya, Senin (15/7).

Selain itu, ia ingin agar regulasi soal pajak kendaraan terus dievaluasi untuk menekan pertumbuhan kendaraan pribadi, sekaligus membuka kesempatan kendaraan listrik untuk segera diproduksi massal.

Menurut Alexandra DKI Jakarta perlu belajar dari gelaran balap A1 yang pernah digelar di Indonesia di era 2000-an. Alexandra menilai, masih banyak hal-hal yang perlu jadi perhatian Pemprov.

"Dulu tahun pertama A1 di Sentul, macet banget sampai presiden saat itu (Susilo Bambang Yudhoyono) harus naik motor karena (akses menuju) sirkuit macet," katanya.

Yang harus dipertimbangkan menurutnya adalah akses jalan, lalu lintas, dan fasilitasnya. Jadi jangan hanya sirkuit yang matang tapi penonton juga harus tahu bagaimana akses ke sana.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan melalui akun Instagram-nya soal keputusan Jakarta menjadi tuan rumah Formula E.

"Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di pertengahan tahun 2020 nanti!" tulis Anies.

Anies mengungkapkan, Jakarta sudah memenuhi standar untuk menggelar ajang balap mobil kelas dunia. Pihak perwakilan Formula E disebut sudah datang ke Jakarta untuk menguji kondisi lapangan pada 9 Juli lalu. (*)

Berita9.com - Tuntutan untuk terdakwa kasus mafia bola dianggap terlalu ringan. Tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum dinilai tidak sebanding dengan dampaknya.

Sidang tuntutan 6 terdakwa mafia bola digelar di PN Banjarnegara, Senin (24/6/2019). Dalam tuntutannya, Jaksa menuntut 3 tahun penjara untuk terdakwa Priyanto dan Anik Yuni Artika Sari.

Sedangkan Johar Lin Eng dituntut 2 tahun penjara dan Dwi Irianto alias Mbah Putih beserta Nurul Safarid dan Masyur Lestaluhu dituntut 18 bulan penjara.

"Tuntutan terhadap terdakwa mafia bola yang disidangkan di Pengadilan Negeri Banjarnegara ini teralu ringan. Ini tidak sebanding dengan merosotnya prestasi sepakbola Indonesia," kata kuasa hukum pelapor kasus mafia bola Lasmi Indaryani, Boyamin Saiman, (25/6).

Menurutnya, tuntutan kepada terdakwa mulai 18 bulan hingga 3 tahun tidak sebanding dengan gegap gepita pembentukan satgas mafia bola. Tuntutan tersebut dianggap sama dengan kasus pencurian biasa.

"Ini tidak sebanding dengan gegap gempitanya pembentukan satgas mafia bola. Pencuri dan jambret juga sering dituntut kisaran itu," ujarnya.

Sementara, pelapor kasus mafia bola Lasmi Indaryani menambahkan, hukuman bagi terdakwa mestinya bisa membuat efek jera bagi mafia bola lainnya. Sehingga, harapannya sepakbola Indonesia akan lebih baik lagi.

"Saya sebenarnya berharap agar hukuman ini bisa jadi efek jera untuk mafia bola lainnya. Mudah-mudahan majelis hakim dapat memutuskan yang seadil-adilnya," kata dia. (*)

Page 1 of 22
Go to top