Olahraga

Olahraga (304)

Jakarta - Satgas Antimafia Bola Jilid II mulai berancang-ancang. Rapat koordinasi perdana pun telah dilakukan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu (14/8).
 
Rapat yang dipimpin langsung Kepala Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo ini dihadiri oleh 13 subsatgas yang akan mengawasi pelaksanaan Liga 1 di setiap daerah.
 
"Siang ini kita melakukan rapat koordinasi, bahwa satgas antimafia bola saat ini diperpanjang (tugasnya). Pada satgas yang pertama kita telah menyelesaikan empat laporan polisi dan melakukan penahanan terhadap tujuh tersangka. Alhamdulillah semua tersangka sudah divonis," ucap Hendro Pandowo kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/8).
 
Rapat koordinasi Satgas Antimafia Bola Jilid II ini dilakukan untuk menyamakan persepsi seluruh anggota. Terutama soal langkah-langkah yang akan diambil untuk memberantas mafia bola di seluruh Indonesia.
 
"Tugasnya tentunya memonitoring, melihat, mengawasi pelaksanaan pertandingan sepak bola Liga 1 yang berlangsung. Manakala ditemukan suatu pelanggaran pidana, maka kita juga akan melakukan penyelidikan dan penyidikan. Sampai memproses seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya," jelasnya.
 
Satgas Anti Mafia Bola Jilid II ini melibatkan 13 Subsatgas. Terdiri dari Polda Metro Jaya, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua.
 
"Ya tentunya (tugas) hampir sama. Ada 13 Kasatgas wilayah yang antara lain diketuai Direktur Kriminal Umum Polda," tandasnya.

Berita9.com - Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos, optimistis bangkit dan memperbaiki posisi mereka pada klasemen sementara di Liga 1 2019.

Saat tim Macan Kemayoran berada di ururan ke-17 atau masuh zona degradasi, dengan raihan delapan poin dari sembilan pertandingan yang sudah dimainkan.

Selain itu, performa Persija juga tidak konsisten. Dari lima pertandingan liga terakhir, mereka hanya sekali meraih kemenangan, tiga imbang dan sekali kalah.

Pelatih asal Spanyol itu sangat yakin bisa meningkatkan permainan Persija di sisa kompetisi musim ini, dan ia menjanjukan perubahan di pertandingan selanjutnya.

"Kami sangat yakin kita akan bangkit dari situasi yang kita hadapi saat ini. Kita juga akan evaluasi ke depan supaya tidak terulang lagi kesalahan-kesalahan di pertandingan lalu," tegasnya dikutip dari Liga Indonesia.

Sementara itu kapten tim, Andritany Ardhiyasa, menegaskan tim tak akan menyerah untuk memperbaiki posisi di klasemen. Ia pun siap memberikan kemampuan terbaiknya di sisa laga.

"Memang sampai hari ini hasil kemenangan belum berpihak kepada kita, tapi dapat saya pastikan, saya, pelatih, dan teman-teman semua akan memberikan dan tidak akan berhenti memberikan yang terbaik untuk tim ini sampai persija bisa naik ke papan atas," timpalnya. (*)

Berita9.com - Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono berharap pertandingan tunda Leg Kedua Piala Indonesia 2019 antara kesebelasan tuan rumah PSM Makassar versus Persija Jakarta, Selasa (6/8/2019), di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung aman, lancar, tertib, damai dan sportif.

"Sepak bola itu mempersatukan, bukan menceraikan," ujarnya di Jakarta, (4/8).

Suhendra juga mengimbau semua pihak, terutama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PPSI), tidak paranoid menghadapi laga itu, karena ia yakin para suporter kedua kesebelasan, yakni The Jakmania (Persija) dan The Macz Man (PSM), sudah dewasa dan hubungan mereka pun baik-baik saja selama ini. Tak ada rivalitas antara The Jakmania dan Macz Man, bahkan The Macz Man menampung The Jakmania untuk memberikan tempat tinggal selama di Makassar.

"Bila kemarin sempat ada intimidasi terhadap Persija, itu hanya ulah segelintir oknum suporter. Di luar lapangan, hubungan mereka baik-baik saja," jelas Suhendra yang mau turun ke Makassar untuk menyaksikan langsung laga PSM versus Persija.

Laga PSM versus Persija sedianya digelar di Stadion Andi Mattalatta, Ahad (28/7/2019). Akan tetapi PSSI memutuskan menundanya karena faktor keamanan setelah ada intimidasi ke Persija dari oknum suporter. Penundaan ini berdampak pada hubungan suporter, antara The Jakmania dan The Macz Man yang ikut memanas di media sosial.

Suhendra juga mengapresiasi langkah Polrestabes Makassar yang memberikan jaminan keamanan dalam laga tunda ini. Polisi sudah melakukan antisipasi pengamanan, mulai dari jalur yang akan dilalui Persija saat kedatangan maupun kepulangan, hingga keamanan berlapis di area stadion saat laga berlangsung, mulai Ring 1, Ring 2, dan Ring 3.

Ia yakin masyarakat Makassar akan menjadi tuan rumah yang baik dan menjaga pertandingan akan berlangsung dengan aman dan tertib. "Masyarakat Makassar itu santun, menghargai tamu, dan mampu menjaga keamanan dan ketertiban. The Jakmania pun demikian, akan menjadi tamu yang baik, yang menghormati tuan rumahnya," paparnya.

Dari laga PSM versus Persija yang sempat tertunda ini, menurut Suhendra, ada pelajaran yang bisa dipetik. Pertama, PSSI tak boleh lagi tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Kedua, perlu ada lembaga khusus untuk mengedukasi suporter. Ketiga, sosok calon ketua umum PSSI yang berpengalaman di bidang keamanan makin menemukan relevansinya untuk didukung.

"Penundaan pertandingan kemarin terjadi akibat kurang koordinasinya PSSI dengan aparat keamanan," cetus pendiri Hadiekuntonos Institute (Research, Intelligence, Spiritual) ini. (*)

Berita9.com - PSSI tidak menargetkan Timnas Indonesia U-15 dan U-18 untuk juara Piala AFF 2019. Ajang tersebut hanya dijadikan pemanasan jelang berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-16 dan U-19.

Timnas Indonesia U-15 dan U-18 punya agenda padat pada Juli sampai November mendatang. Timnas U-15 akan terlebih dulu tampil di Piala AFF U-15 di Thailand pada 27 Juli-9 Agustus 2019. Kemudian, mereka ditunggu ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 pada 14-22 September 2019.

Sedangkan Timnas U-18 akan mengikuti Piala AFF U-18 pada 6-19 Agustus di Vietnam. Lalu, akan tampil pada Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 pada 2-10 November 2019.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria, menegaskan keikutsertaan Timnas U-15 dan U-18 di Piala AFF kelompok umur tahun ini hanya sebagai persiapan menuju ajang lebih besar.

"Target kami yang utama itu Piala AFC, tentunya di Piala AFF juga menargetkan, tapi juara di sana adalah bonus," kata Tisha.

"Yang paling penting itu adalah coach Bima Sakti (pelatih Timnas Indonesia U-15) dan coach Fakhri Husaini (pelatih Timnas Indonesia U-18) mendapatkan pemain-pemain terbaik untuk Kualifikasi Piala AFC 2019 karena itu adalah target utama kami," ia menambahkan.

Lebih lanjut, Tisha mengungkap rencana federasi mengagendakan uji coba internasional untuk dua timnas kelompok umur tersebut. Pelaksanannya setelah dua gelaran Piala AFF di atas selesai.

"Untuk uji coba ke luar negeri pasti kami akan laksanakan sebelum Kualifikasi Piala AFC 2020."

"Untuk bermain di mana dan lawannya siapa, nanti akan kami beritahukan lebih lanjut. Kami akan laksanakan sebelum Kualifikasi Piala AFC. Jadi, sebelum Kualifikasi Piala AFC, kami akan bersiap. Sebab Piala AFF adalah ajang untuk melihat pemain mana yang cocok di Kualifikasi Piala AFF," pungkasnya. (*)

Berita9.com - Rencana Jakarta yang akan dijadikan tuan rumah ajang Formula E diapresiasi pebalap asal Indonesia, Alexandra Asmasoebrata. Menurutnya, kesempatan itu bisa dijadikan momentum kampanye kendaraan ramah lingkungan.

Sebab, seluruh mobil Formula E berbahan bakar listrik sehingga tak menghasilkan emisi dari gas buang seperti mobil konvensional. "Semoga dengan adanya Formula E, saya berharap pemerintah semakin getol untuk menggiatkan program ramah lingkungan," katanya, Senin (15/7).

Selain itu, ia ingin agar regulasi soal pajak kendaraan terus dievaluasi untuk menekan pertumbuhan kendaraan pribadi, sekaligus membuka kesempatan kendaraan listrik untuk segera diproduksi massal.

Menurut Alexandra DKI Jakarta perlu belajar dari gelaran balap A1 yang pernah digelar di Indonesia di era 2000-an. Alexandra menilai, masih banyak hal-hal yang perlu jadi perhatian Pemprov.

"Dulu tahun pertama A1 di Sentul, macet banget sampai presiden saat itu (Susilo Bambang Yudhoyono) harus naik motor karena (akses menuju) sirkuit macet," katanya.

Yang harus dipertimbangkan menurutnya adalah akses jalan, lalu lintas, dan fasilitasnya. Jadi jangan hanya sirkuit yang matang tapi penonton juga harus tahu bagaimana akses ke sana.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan melalui akun Instagram-nya soal keputusan Jakarta menjadi tuan rumah Formula E.

"Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di pertengahan tahun 2020 nanti!" tulis Anies.

Anies mengungkapkan, Jakarta sudah memenuhi standar untuk menggelar ajang balap mobil kelas dunia. Pihak perwakilan Formula E disebut sudah datang ke Jakarta untuk menguji kondisi lapangan pada 9 Juli lalu. (*)

Berita9.com - Tuntutan untuk terdakwa kasus mafia bola dianggap terlalu ringan. Tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum dinilai tidak sebanding dengan dampaknya.

Sidang tuntutan 6 terdakwa mafia bola digelar di PN Banjarnegara, Senin (24/6/2019). Dalam tuntutannya, Jaksa menuntut 3 tahun penjara untuk terdakwa Priyanto dan Anik Yuni Artika Sari.

Sedangkan Johar Lin Eng dituntut 2 tahun penjara dan Dwi Irianto alias Mbah Putih beserta Nurul Safarid dan Masyur Lestaluhu dituntut 18 bulan penjara.

"Tuntutan terhadap terdakwa mafia bola yang disidangkan di Pengadilan Negeri Banjarnegara ini teralu ringan. Ini tidak sebanding dengan merosotnya prestasi sepakbola Indonesia," kata kuasa hukum pelapor kasus mafia bola Lasmi Indaryani, Boyamin Saiman, (25/6).

Menurutnya, tuntutan kepada terdakwa mulai 18 bulan hingga 3 tahun tidak sebanding dengan gegap gepita pembentukan satgas mafia bola. Tuntutan tersebut dianggap sama dengan kasus pencurian biasa.

"Ini tidak sebanding dengan gegap gempitanya pembentukan satgas mafia bola. Pencuri dan jambret juga sering dituntut kisaran itu," ujarnya.

Sementara, pelapor kasus mafia bola Lasmi Indaryani menambahkan, hukuman bagi terdakwa mestinya bisa membuat efek jera bagi mafia bola lainnya. Sehingga, harapannya sepakbola Indonesia akan lebih baik lagi.

"Saya sebenarnya berharap agar hukuman ini bisa jadi efek jera untuk mafia bola lainnya. Mudah-mudahan majelis hakim dapat memutuskan yang seadil-adilnya," kata dia. (*)

Berita9.com - Juara dunia empat kali Sebastian Vettel menyatakan dia tidak kaget atas hasil pertemuan Ferrari dan steward Formula Satu (F1) membahas insiden penalti yang diterimanya pada GP Kanada, dua pekan lalu.

Pertemuan pada Jumat (21/6) hasilnya nihil dan Vettel mengritik keras panitia lomba.

Steward menolak bukti-bukti baru yang dibawa Ferrari di sela persiapan GP Prancis untuk melakukan peninjauan kembali keputusan penalti yang merampas kemenangan Vettel di GP Kanada.

"Aku kira kita memiliki banyak halaman di regulasi, yang jika kalian mau, kami bisa menemukan satu paragraf yang tepat. Kami jelas tidak berbagi pendapat yang sama dengan steward ketika balapan," kata Vettel seperti dikutip AFP. 

Vettel yang start dari pole position di Kanada menyentuh garis finis pertama di depan Hamilton. Namun tidak ada perayaan kemenangan untuk Ferrari hari itu karena sang pebalap Jerman harus turun ke peringkat dua setelah mendapatkan hukuman penalti lima detik karena re-entry yang membahayakan di trek.

Berada di bawah tekanan dari Hamilton, Vettel membuat kesalahan di putaran ke-48 ketika dia terlalu keras melintasi chicane dan melebar ke rumput di pinggir trek.

Dia berhasil mengendalikan mobilnya untuk kembali ke trek di depan sang pembalap Inggris yang terpaksa melakukan pengereman keras agar terhindar dari terpojok ke pagar pembatas.

"Aku kira kami bisa membawa suatu (bukti) baru. Tampaknya, sekarang, mengecewakan karena tidak ada kemajuan, tapi ya sudah. Kami harus jalan terus," kata sang pembalap Jerman.

Vettel juga berang dengan menyindir, "Sila lakukan apa yang kalian inginkan. Jika kalian tak senang dengan bagaimana kami membalap, maka bangun saja trek yang lain, segampang itu."

"Kami punya tempat parkir mobil dengan garis lintasan dan kerb di atasnya. Itu faktanya dan seperti aku katakan bahwa terlalu banyak paragraf, tapi apa yang kalian ubah? Aku harap mereka bakar kertas-kertas itu," kata Vettel kesal.

Usai GP Kanada, Ferrari ingin mengajukan banding terhadap keputusan steward atas Vettel tapi menariknya kembali.

Kemudian baru-baru ini, tim asal Italia itu meminta peninjauan kembali dari insiden di Montreal tersebut dengan mengklaim memiliki bukti-bukti baru. Kepala tim Ferrari Mattia Binotto menyatakan bahwa keputusan itu menjadi awal kekecewaan terhadap F1.

"Saya kira begitu, tak diragukan, kami semua di Ferrari sangat tidak senang dan kecewa," kata Binotto.

"Kami kecewa, pastinya untuk Ferrari, tapi kami juga kecewa untuk para fan kami dan juga olahraga ini. Kami tak ingin berkomentar lebih lanjut lagi. (*)

Berita9.com - Juergen Klopp memberi indikasi kalau Liverpool bakal aktif pada bursa transfer musim panas ini. Demi menjaga daya saing, Liverpool akan belanja besar.

Liverpool sukses menjuarai Liga Champions musim lalu. The Reds mengalahkan Tottenham Hotspur di partai puncak untuk meraih gelar juara Liga Championsnya yang keenam.

Meski berjaya di Eropa, Liverpool harus puas jadi runner-up di Premier League. Mohamed Salah dkk. kalah bersaing dengan Manchester City yang finis dengan keunggulan satu angka di 98 poin.

Dengan persaingan yang semakin ketat, Klopp merasa Liverpool harus berinvestasi besar ke skuat. Ia mengidikasikan bahwa Liverpool siap mengeluarkan dana besar di bursa transfer.

"Liverpool adalah klub ambisius dan jika kami tidak mengeluarkan uang sebanyak yang lain, kami tidak akan bisa bersaing," ujar Klopp kepada ZDF seperti dilansir Daily Mail.

"Semua menghamburkan uang, jadi kami harus melakukan hal yang sama," katanya.

Liverpool kabarnya mengincar striker Red Bull Leipzig, Timo Werner, untuk menggantikan Daniel Sturridge yang hengkang. Liverpool juga disebut-sebut sebagai salah satu klub yang berminat kepada Matthijs De Ligt. (*)

Jakarta - Timnas Indonesia tak berdaya di hadapan Yordania. Dalam pertandingan uji tanding yang dimainkan Selasa (11/6/2019) lalu, skuat 'Garuda' menyerah dengan skor 1-4.

Memang, Simon McMenemy selaku pelatih tak mementingkan kemenangan dalam laga uji tanding ini. Pelatih asal Skotlandia itu memilih untuk melihat kesiapan pemain dan adaptasi pemain dengan skema yang ia miliki.

Salah satu pemain yang kembali mendapat tempat di Timnas Indonesia adalah Irfan Bachdim. Pemain asal klub Bali United ini terakhir kali dipanggil saat Timnas Indonesia melakukan uji tanding menghadapi Malaysia di Stadion Manahan, Solo pada 2016 silam.

Selebihnya, nama Irfan sama sekali tak dilirik. Cedera yang menimpanya menjadi salah satu alasan suami dari Jennifer Kurniawan itu tak bisa mengenakan seragam Timnas Indonesia.

"Setelah sekian lama, dipanggil kembali untuk tim nasional membuat saya sangat bangga. Hasilnya mungkin tidak selalu seperti yang kita inginkan. Tapi yang paling penting adalah kami sebagai pemain bangga bermain untuk Indonesia," ujar Irfan dilansir situs resmi PSSI.

Di pertandingan menghadapi Yordania, Irfan memang tak turun sejak awal. Pemain kelahiran Belanda itu baru masuk pada menit ke-78 untuk menggantikan posisi dari Dedik Setiawan.

Masuknya Irfan cukup menambah daya gedor dari Timnas Indonesia. Irfan juga yang memberikan umpan kepada Alberto Goncalves yang berujung kepada pelanggaran kiper lawan di kotak penalti.

Kini, Irfan masih punya satu kesempatan lagi untuk bisa mengenakan seragam Timnas Indonesia. Karena pada Sabtu (15/6/2019) mendatang, Timnas Indonesia akan berjumpa Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Irfan memang tak yakin akan turun sejak menit pertama. Namun, dirinya siap memberikan yang terbaik untuk Timnas Indonesia jika dimainkan.

"Kami akan selalu melakukan yang terbaik untuk bermain bagi negara kita tercinta. Kami tidak selalu bisa menang, tetapi saya berharap dengan apa yang kami lakukan kami dapat mempersatukan semua orang," tutup Irfan. (*)

Berita9.com - Tim bulutangkis beregu Indonesia untuk sementara mengungguli Inggris 1-0 dalam fase grup Piala Sudirman 2019. Tampil di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Ahad 19 Mei 2019, Indonesia menurunkan pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di gim pertama.

Kevin/Marcus membuka keunggulan Indonesia setelah menang mudah atas Marcus Ellis/Chris Langridge dua set langsung 21-9 dan 21-19. Pertandingan ini sepertinya menjadi milik Marcus/Kevin. Sebab, pada set pertama pasangan berjuluk The Minions itu tampil mengganas dan pukulan mereka berkali-kali gagal dikembalikan pasangan Inggris. 

Kevin/Marcus membuka poin pertama setelah pasangan Inggris melakukan kesalahan. Marcus/Kevin memperlebar keunggulan menjadi 6-2 setelah lagi-lagi Marcus/Chris melakukan kesalahan. Laju The Minions semakin tak terkejar, mereka unggul jauh 19-8 dan hingga akhirnya menutup set pertama 21-9.

Pada set kedua, pasangan Marcus/Chris bermain lebih baik dan mampu membuka keunggulan 3-1 setelah Kevin melakukan kesalahan pukulan. Namun, Marcus/Kevin telah menemukan permainannya kembali, pasangan andalan Indonesia itu mampu mengejar dan membalikkan keadaan menjadi 8-6. 

Marcus/Kevin berhasil menutup interval set kedua dengan keunggulan 11-10. Tampaknya pertandingan ini tidak terlalu sulit untuk Marcus/Kevin lantaran pasangan Inggris berperingkat 17 dunia itu kerap melakukan kesalahan. Kevin/Marcus berhasil unggul 4 poin yaitu 15-11. Smash Kevin membuat Marcus/Chris hanya termenung. 

Menjelang poin-poin terakhir, Marcus/Kevin sedikit kehilangan konsentrasi dan membuat mereka tiga kali berturut-turut memberikan poin gratis untuk pasangan Inggris menjadi 18-17. Kevin memutus laju angka dari pasangan Inggris setelah menunggu bola di depan net dan membuat kedudukan menjadi 20-18.

Smash menukik Kevin berhasil menutup game kedua 21-19 dan membuat Indonesia untuk sementara unggul 1-0 atas Inggris. (*)

Page 1 of 22
Go to top