Peristiwa

Peristiwa (1750)

Berita9.com - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS) untuk tetap waspada usai terjadi kerusuhan dan penjarahan di Kota Minneapolis dan sejumlah kota lainnya di negara tersebut sebagai akibat dari terbunuhnya pria kulit hitam George Floyd oleh oknum kepolisian setempat.

"Dari pemberitaan di sejumlah media internasional dan komunikasi langsung dengan sebagian WNI di AS, kerusuhan-kerusuhan di Kota Minneapolis telah berimbas ke kota-kota lainnya di Amerika Serikat, bahkan ke Gedung Putih," kata HNW dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Selain itu, menurut dia, berdasarkan informasi tersebut, suasana di beberapa kota di AS sudah terjadi kerusuhan atau "chaos" karena kemarahan warga akibat tindakan represif diskriminatif dari oknum-oknum kepolisian AS, dan komentar Presiden Donald Trump.

Ditambah lagi, menurut HNW, dengan sikap frustasi sebagian warga yang hilang mata pencahariannya akibat pandemi Covid-19, dan kekecewaan terhadap penanganan pandemi oleh Pemerintah AS yang dinilai tidak serius.

Karena itu, HNW meminta agar WNI di AS terus waspada, menghindari kawasan yang rusuh, dan mencari tempat yang aman apabila terjadi kerusuhan.

"WNI juga jangan ikut-ikutan dengan penjarahan. Selain itu, perlu ada penguatan komunikasi antara sesama WNI dan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia [KBRI] di AS," ujarnya.

Politisi PKS itu menilai, dalam keadaan seperti ini, negara via KBRI wajib melindungi semua WNI sehingga pihak KBRI di negara tersebut agar lebih proaktif memantau peristiwa itu dan memastikan keamanan serta keselamatan WNI yang tinggal di kota-kota yang terdampak kerusuhan.

Komunikasi KBRI, kata HNW, perlu dibuka selebar-lebarnya untuk memberikan rasa aman bagi WNI di AS. Selain itu, informasi dari KBRI perlu disampaikan secara terukur dan akurat kepada para WNI di kota-kota yang terdampak kerusuhan.

"Dan yang paling utama adalah menghadirkan keamanan dan keselamatan warga Indonesia di sana," katanya lagi.

Selain itu, HNW juga menilai peristiwa yang terjadi di AS tersebut bisa menjadi bahan refleksi bagi Pemerintah Indonesia. Menurut dia, tindakan represif yang diskriminatif oleh aparat keamanan dapat memancing kemarahan rakyat yang daya destruktifnya sangat tinggi, apalagi di era pandemi COVID-19 yang banyak membuat orang frustasi akibat kondisi sosial ekonomi yang semakin buruk.

"Kita perlu mengambil pelajaran dari peristiwa di Minneapolis itu, agar kebijakan pemerintah dan penegakan hukum dilakukan secara baik, benar dan adil, tidak secara diskriminatif," katanya.

Langkah itu, menurut dia, penting agar kepercayaan rakyat kepada pemerintah tidak hilang agar rakyat masih bisa diajak untuk taat aturan dan melaksanakan hukum, dan tidak mudah terprovokasi serta menghadirkan kerusuhan yang sangat membahayakan kepentingan nasional dan eksistensi atau keberlangsungan kita sebagai bangsa dan negara. (*)

Berita9.com - Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar, menilai maraknya terorkepada kelompok yang kritis terhadap pemerintah menandakan penguasa sedang gelisah.

"Pemerintah makin panik, terbukti makin gagal memimpin, makin menunjukkan pro pada gaya eksploitatif ekonomi," katanya, Senin, 1 Juni 2020.

Terbaru teror menyerang komunitas mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum UGM. Mereka bahkan sampai membatalkan diskusi yang berjudul 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' yang sedianya berlangsung Jumat pekan lalu.

Peneliti HAM dan Perdamaian dari SETARA Institute, Selma Theofany, mengatakan serangan demi serangan itu merupakan upaya pembungkaman bagi mereka yang kritis terhadap pemerintah. Hal ini justru melukai proses demokrasi di Indonesia.

Menurut Selma, teror terjadi karena ada normalisasi ancaman kekerasan melalui teror di level negara maupun masyarakat. Di level negara, tindakan proaktif untuk menangani teror masih lemah sehingga negara tampak melakukan pembiaran.

"Pada kasus lain, negara juga tampak mempromosikan teror tersebut dengan menggunakan pasal karet untuk menghadirkan ketakutan terhadap pihak yang kritis sehingga mereka dibayangi oleh ancaman pidana," katanya lewat pesan singkat.

Pada level masyarakat, kata Selma, teror terjadi akibat polarisasi politik yang terbentuk. Pada kondisi ini masyarakat mudah terlibat ke dalam konflik. (*)

Berita9.com - Pancasila akan selalu dan tetap relevan kendati zaman terus berubah dan peradaban terus berkembang. Sistem nilai yang terkandung pada lima sila Pancasila itu universal, dan semua sistem nilai itu diadopsi beragam bangsa.

Karena itu, kata Ketua MPR Bambang Soesatyo Pancasila telah menjadi inspirasi dan makin dirasakan relevansinya oleh penduduk dunia sebagai dasar filsafat dan pandangan hidup.

Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo menyontohkan, sila Ketuhanan, sila kemanusiaan dan sila keadilan sosial, sudah diterima dan dipraktikan sebagai sistem nilai universal. Semua bangsa selalu berusaha memperkokoh persatuan masing-masing demi menjaga dan merawat eksistensi.

"Demikian pula dengan sila kerakyatan yang telah banyak dipraktikan untuk menjaga sekaligus memelihara tantanan hidup berbangsa dan bernegara. Musyawarah-mufakat mampu menyelesaikan berbagai perselisisihan di dalam kehidupan umat manusia,’’ ujar Bamsoet, dalam pernyataannya mengenai Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Senin (1/6). 

Artinya, lima sila Pancasila telah menginspirasi sekaligus menjadi sumber kekuatan serta sumber kebijaksanaan. Karena itu, Ketua MPR mengajak generasi milenial terus merawat Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. "Dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dan tuntunan hidup dalam keberagaman," katanya.

Ketua MPR juga mendorong komunitas pendidik untuk mengenalkan, mengajarkan, dan menanamkan nilai-nilai lima sila Pancasila kepada generasi Z sebagai bekal dan kekuatan mereka merawat eksistensi Indonesia di masa depan.

Ditambahkan, 1 Juni 2020 hari ini menandai 75 tahun tegaknya Pancasila sebagai pemersatu dan sumber kekuatan bangsa sehingga Indonesia mampu merawat keberagaman suku, ras, agama dan budaya, serta merawat persatuan rakyat. Karena kekuatan dan insipirasi Pancasila itulah bangsa Indonesia dihormati dan disegani oleh bangsa lain.

Dalam konteks kekinian, terkait pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia termasuk Indonesia, Bamsoet mengingatkan lagi kejadian tepat 75 tahun yang lalu, yakni saat Bung Karno dalam pidatonya mengatakan Negara Indonesia yang kita dirikan adalah negara gotong royong.

Gotong royong yang dimaksudkan adalah membanting tulang bersama, memeras keringat bersama, perjuangan bahu-membahu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua.

Menurutnya, semangat dan nilai-nilai gotong royong yang dikobarkan Bung Karno itulah yang saat ini sangat dirasakan di tengah-tengah masyarakat. Ada perasaan senasib dan sepenanggungan yang muncul spontan melalui berbagai aksi dalam membantu antarasesama warga.

"Begitu juga ketaatan rakyat membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 dengan menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah," ujarnya.

Bamsoet juga mengingatkan, dalam setiap perubahan zaman dan perkembangan peradaban, akan selalu ada tantangan atau akan ada upaya merongrong Pancasila. Kecenderungan ini harus diwaspadai generasi milenial dan genersai Z.

Pada dekade 60-an, upaya komunisme menggeser Pancasila gagal. Pada dekade terkini, ada upaya menggusur Pancasila dengan sistem nilai lain yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hak azasi manusia (HAM) dan hakikat demokrasi. (*)

Berita9.com - Setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Meskipun ada beberapa versi mengenai tanggal, namun hal tersebut tidak mengubah Pancasila sebagai komitmen bagi bangsa Indonesia.

"Pancasila tidak hanya jargon maupun hafalan belaka, tapi aplikasi, implementasi dan aksi yang pancasilais merupakan hal yang utama," ujar anggota Komisi II DPR, Mardani Ali Sera, Senin (1/6).

Ketua DPP PKS ini juga menegaskan kepada semua pihak untuk tidak membawa Pancasila ke dalam pertentangan ideologi karena Pancasila sesuatu yang sudah final.

Mardani turut menyampaikan bahwa membesarkan UMKM, menjadikan masyarakat yang religius, rukun, dan damai, merupakan perwujudan cita-cita bangsa.

"Negeri ini mampu menjadi negeri pancasilais jika diiringi dengan sikap para elite yang memberikan contoh positif untuk masyarakat. Teladan hidup pancasilais seperti ini yang diperlukan masyarakat," ujarnya.

"Perlu diingat, tugas kita semua untuk mewujudkan Pancasila menjadi pondasi dan rumah yang ramah bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali," tambah Mardani seperti dilansir dari akun Twitter pribadinya. (*)

Berita9.com - Pasien positif Covid-19 ke-85 warga Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM).

Juru Bicara Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizki, di Bandarlampung, Senin, mengatakan bahwa informasi yang didapatnya pasien tersebut meninggal pada Minggu (24/5) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Pasien meninggal tersebut dimakamkan di salah satu pemakaman umum di Kecamatan Panjang, Bandarlampung," kata dia seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan bahwa prosesi pemakaman berjalan dengan lancar tanpa ada penolakan dari warga sekitar, karena memang pemulasaran jenazah hingga penguburan sudah sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan.

Pasien ke-85 tersebut diketahui bekerja sebagai sopir pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM) dan dari hasil penelusuran (tracing) dua keluarganya juga dinyatakan positif Covid-19 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, hingga Minggu (24/5), jumlah konfirmasi positif Covid-19 di wilayah itu berjumlah 109.

Dengan rincian, 64 orang masih dalam perawatan, tujuh lainnya meninggal dunia dan 38 di antaranya dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Sedangkan, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 98 dengan 12 masih dalam perawatan, 68 dinyatakan negatif Covid-19 dan 18 lainnya meninggal dunia.

Sementara itu, orang dalam pemantauan (ODP) di Lampung mencapai angka 3.146 dengan 3.060 orang telah selesai dipantau selama 14 hari, 80 orang masih dalam pemantauan dan enam orang meninggal dunia. (*)

Berita9.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan akan memberikan kesempatan bagi masyarakat berusia di bawah 45 tahun untuk bisa bekerja di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Mendengar hal tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai keputusan pemerintah itu bisa dilakukan asalkan ada jaminan kesehatan yang tinggi.

Anwar mengungkapkan sebagai orang yang beragama sedianya ada satu prinsip dalam Islam yang mesti dipegang yakni menjaga kesehatan dan keselamatan diri serta jiwa.

"Itu hukumnya wajib," ungkap Anwar, Senin (11/5/2020).

Anwar memastikan pihaknya tidak mempermasalahkan keputusan pemerintah tersebut. Asalkan kata dia, ada jaminannya kalau kesehatan dan keselamatan jiwa para pekerja terjaga dan terpelihara dengan baik.

Lebih lanjut, jika jaminan tersebut tidak bisa diberikan, maka sebaiknya pemerintah jangan dulu mengeluarkan keputusan seperti itu.

"Tapi kalau tidak ya jangan, karena tugas negara itu kan menjaga dan melindungi rakyatnya," ucapnya.

Menurutnya, langkah pemerintah yang memperbolehkan sebagian masyarakat untuk bekerja di tengah pandemi Covid-19 mesti juga melibatkan para ahli, dokter, dan ilmuan untuk menjamin keselamatan dari masyarakat itu sendiri.

"Kita takut kepada sesuatu karena kita tidak mau terancam eksistensi kita. Tapi kalau kita sudah tahu ilmu dan cara melindungi diri ya tidak masalah. Jadi karyawan juga harus dibekali dengan ilmu dan teknologi untuk melindungi diri," pungkasnya. (*)

Berita9.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan peraturan gubernur soal sanksi terhadap pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Warga yang keluar tak menggunakan masker akan dikenakan denda hingga Rp 250 ribu.

Aturan tersebut tertuang dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi DKI Jakarta. Pergub ini ditetapkan pada 30 April lalu.

Adapun aturan soal penggunaan masker ini ada di Pasal 4 Pergub itu.

"Setiap orang yang tidak melaksanakan kewajiban menggunakan masker di luar rumah pada tempat umum atau fasilitas umum selama pemberlakuan pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi," demikian bunyi aturan terkait penggunaan masker seperti dikutip dari Pergub DKI Jakarta No 41 Tahun 2020, Senin (11/5/2020).

Berikut ini bunyi utuh aturan tersebut:

Pembatasan Aktivitas di Luar Rumah
Pasal 4
(1) Setiap orang yang tidak melaksanakan kewajiban menggunakan masker di luar rumah pada tempat umum atau fasilitas umum selama pemberlakuan pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi:

a. administratif teguran tertulis,
b. kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi; atau
c. denda administratif paling sedikit Rp100.000,00 (seratus ribu) dan paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Seperti diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan memutuskan memperpanjang masa PSBB. Pemberlakuan PSBB jilid II di Ibu Kota itu akan berlangsung hingga 22 Mei mendatang.

"Dengan mendengar pandangan para ahli di bidang penyakit menular dan diskusi yang dilakukan Dinas Kesehatan, kami putuskan memperpanjang pelaksanaan PSBB, diperpanjang 28 hari. Artinya, periode kedua, dari 24 April sampai 22 Mei 2020," ucap Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Anies berharap masyarakat Jakarta mematuhi aturan PSBB, sehingga wabah Corona bisa selesai.

"Seperti kata Pak Presiden, kunci keberhasilan PSBB, kedisiplinan semua pihak menjalankan," ucap Anies. (*)

Berita9.com - Sebuah video yang merekam seorang kakek penjual barang bekas viral di media sosial. Video itu menarik perhatian warganet lantaran penghasilan kakek tersebut yang hanya Rp 1.500 meskipun bekerja sehari penuh.

Dibagikan oleh akun Twitter @sandy_adul pada 5 Mei, video berdurasi 43 detik itu merekam percakapan antara kakek penjual barang bekas tersebut dengan seorang lelaki.

Dalam percakapan tersebut, sang kakek merasa uang Rp 1.500 yang didapatnya termasuk nominal yang besar dan dapat membeli air mineral atau kerupuk.

"Abah pendapatan suka dapat berapa?" tanya suara lelaki yang merekam video tersebut dalam bahasa Sunda.

"Ah paling 1.500-2.000 per hari," jawab kakek itu.

"Cukup untuk makan itu 1.500?" tanya lelaki itu lagi.

"Cukup untuk beli air minum saja," jawab sang kakek.

"Makannya?" tanya lelaki tersebut.

Kakek itu kembali menjawab, "Makannya gimana nanti saja. Terkadang makan, terkadang tidak."

"Ini dari penghasilan 1.500," ulang lelaki itu.

"Besar itu tuh menurut abah mah. Bisa beli kerupuk," jawab sang kakek.

Setelah ditelusur, video tersebut awalnya diunggah oleh akun Instagram @silihasahsilihasihsilihasuh pada 4 Mei. Menurut keterangan, kakek tersebut bernama Tono dan berumur 70 tahun.

"Kali ini team bertemu dengan sosok abah tangguh yang tidak mengeluh untuk menjalani hidup dengan penghasilan tidak seberapa. Ketika team sedang menuju jalan Ketapang, tidak sengaja bertemu abah sedang memikul karung rongsokan. Team langsung menghampiri abah dan sedikit berbincang dengan abah," tulis pemilik akun Instagram tersebut dalam kolom keterangan.

Unggahan yang telah disukai sebanyak lebih dari 18 ribu itu pun menuai beragam komentar. Baik warganet pengguna Twitter maupun Instagram ingin memberikan donasi kepada kakek tersebut.

"Abah semoga dilimpahkan rejekinya, disehatkan badannya," tulis akun @winarwinnerr.

"Harus bersyukur dengan keadaan kita sekarang yang bisa tidur enak, makan enak. Bukannya memikirkan buat kemauan buat beli ini itu. Abah memikirkan besok makan gimana? Tidur dimana? Ya Allah semoga dilancarkan rezekinya buat abah," komentar @temensejatiii.

"Videonya dari sini gengs, silahkan dicek di Instagramnya, barang kali ada yang mau donasi atau info lebih lanjut," ungkap akun @nkrtkp seraya mencantumkan Instagram @silihasahsilihasihsilihasuh.

"Ih ya Allah mau nangis, 1.500 udah banyak bagi abahnya padahal buat beli minum aja udah abis itu," cuit @awokwokowk.

"Pengen nangis, aku kadang makan masih suka dibuang-buang. Bapaknya minum air sama kerupuk aja udah bersyukur banget. Semoga selalu sehat dan dilimpahkan rejeki pak,"tambah @mayvita97. (*)

Berita9.com - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat batal melaporkan Denny Siregar ke Bareskrim Polri.

Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Hukum Ardy Mbalembout mengemukakan bahwa dirinya masih menunggu iktikad baik dari Denny Siregar untuk meminta maaf karena dinilai telah mengolok-olok putri AHY Almira Yudhoyono pada Sabtu 2 Mei 2020 di media sosial.

"Kami sudah konsultasi tadi ke Bareskrim dan kami masih menunggu iktikad baik dari Denny Siregar untuk meminta maaf," tuturnya, Selasa (5/5/2020).

Dia mengancam jika dalam waktu 3x24 jam Denny Siregar tidak juga meminta maaf, maka Ardy bakal melaporkan Denny Siregar ke Bareskrim Polri atas tindakan bullying terhadap Almira Yudhoyono di media sosial.

"Kami tunggu permintaan maaf dari Denny Siregar, jika tidak kami akan mengambil langkah hukum," katanya.

Sebelumnya, istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan meradang lewat akun twitter-nya. Lantaran putrinya, Almira Yudhoyono menjadi bahan olok-olokan Denny Siregar.

Cuitan Annisa itu menanggapi cuitan Denny Siregar yang menyentil surat Almira kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar melakukan lockdowndengan berharap tak ada lagi korban yang jatuh.

"Bapak udah. Anak udah juga. Sekarang cucu juga dikerahkan. Kalo ada cicit, cicit juga bisa ikutan minta lockdown," demikian cuitan Denny Siregar yang ditanggapi Annisa.

Menurut Annisa, cuitan tersebut muncul karena Denny Siregar tidak membaca secara utuh berita terkait surat Almira tersebut.

"Teman-teman ini contoh manusia yang tidak membaca isi materi secara utuh. Jelas di situ adalah mengenai Almira yang mendapat tugas dari sekolahnya untuk membuat masukan kepada presiden mengenai memilih tentang lockdown. Dan konten ini adalah tentang hari pendidikan. Anda punya anak ga?" kata Annisa lewat akun twitternya, Senin (4/5/2020).

Tak hanya itu, dia juga mempertanyakan apa peran dan sumbangsih yang telah diberikan oleh Denny Siregar bagi bangsa ini. Denny, lanjut Annisa, hanya melakukan provokasi kepada masyarakat.

"Saya ingin tau apa yg sudah dilakukan oleh @Dennysiregar7 untuk negara ini selain provokasi di social media. abang bisa kasih solusi atau aksi nyata bantu masyarkat dlm kondisi negara sedang susah, atau lebih baik diam dibanding menyerang anak kecil dg konten yg ngawur," lanjut dia.

Tak hanya itu, protes juga dia layangkan ke Presiden Joko Widodo. Kepada Jokowi, dia menegaskan tidak terima Almira yang diperlakukan demikian.

"Pak @jokowi saya sebagai seorang ibu dan warga negara bapak, saya protes thdp tindakan @Dennysiregar7 yang saya dengar seorang simpatisan bapak tapi membawa anak saya yg dibawah umur untuk dijadikan bahan olokan politik dia," tandasnya. (*)

Berita9.com - Peristiwa peretasan dan penjualan 91 juta data pribadi pengguna Tokopedia di situs dark web menjadi alasan pentingnya Indonesia memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Tanpa regulasi ini maka masyarakat seperti dibiarkan di hutan belantara tanpa perlindungan.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan bahwa Tokopedia harus dimintai pertanggungjawaban. Tapi, yang menjadi masalah regulasi apa yang bisa dipakai, karena Indonesia belum memiliki UU PDP.

“Coba kita lihat data yang diretas, praktis hanya password saja yang dienkripsi. Padahal data lainnya juga sangat krusial. Ada user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin dan nomor telepon seluler," ujarnya di Jakarta, Senin malam, 4 Mei 2020.

Pratama lalu mencontoh Eropa yang sudah memiliki GDPR (General Data Protection Regulation), dimana seluruh data pribadi warganya harus dilindungi. Sedangkan, pada kasus Tokopedia, hanya password saja yang terenkripsi. Hal ini membuat penggunanya menjadi sasaran empuk tindak kejahatan seperti phising.

Selain pengamanan yang tidak menyeluruh, Tokopedia juga tidak langsung memberikan notifikasi pada pengguna terdampak dan juga langkah preventif. Menurut Pratama, seharusnya salah satu unicorn Indonesia itu bisa saja memberi notifikasi lewat aplikasi, email, SMS atau pun WhatsApp.

“Tokopedia juga harus menghadapi ancaman tuntutan bila ada user Tokopedia dari warga Uni Eropa yang merasa dirugikan. Mereka dilindungi GDPR. Ancamannya tidak main-main. Bisa sampai 20 juta euro atau sekitar Rp331 miliar,” tegas Pratama.

Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) milik Eropa itu akan melakukan investigasi ke perusahaan bersangkutan, apakah data-data sensitif dienkripsi.

Selain itu akan dilihat juga dari sisi sumber daya manusia (SDM) hingga vendor teknologi, apakah perusahaan melakukan update security patch secara berkala dan bagaimana model pengamanan yang dijalankan. (*)

Page 1 of 125
Go to top