Peristiwa

Peristiwa (1531)

Berita9.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku geram dengan aparat kepolisian yang menembak kerumunan massa aksi secara brutal.

"Saya betul-betul sedih, menembak umat Islam secara ugal-ugalan," kata Amien dalam akun Instagram pribadinya, Rabu (22/5/2019).

Dia pun meminta aparat Kepolisian bertanggung jawab atas jatuhnya korban meninggal dari peserta aksi.

"Saya atas nama umat islam minta pertanggungjawabanmu," tegasnya.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada enam orang meninggal dalam aksi 21/22 Mei yang menuntut pembatalan Pemilu 2019 karena banyaknya kecurangan.

"Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal," kata Anies mendapatkan informasi di RS Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Anies menjelaskan korban tewas dan korban luka-luka saat ini sedang dirawat di RS Tarakan, RS Pelni, Budi Kemuliaan, RSCM dan RS Angkatan Laut Mintoharjo. 

"Ini per jam sembilan ada sekitar 200-an orang luka-luka. Ada 6 orang meninggal," jelas Anies. (*)

Jakarta - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengimbau publik agar membaca berita dari sumber yang dipercaya.

Imbauan ini muncul di tengah merebaknya informasi baik yang terkonfirmasi kebenarannya, yang belum terkonfirmasi, maupun yang hoax, sesudah pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024,

"Ketika ragu apakah sebuah berita benar atau tidak, hoax atau bukan, kembalilah kepada sumber berita yang bisa dipercaya yaitu media massa," ujar Wens Manggut, Ketua Umum AMSI dalam keterangannya, Rabu (22/5/2019).

Media massa, termasuk yang bergabung dalam AMSI, lanjutnya, tidak saja memiliki wartawan yang profesional dalam menulis berita, tapi juga memiliki standard dan prosedur yang baku dalam menelusuri kebenaran sebuah informasi sebelum dipublikasikan.

AMSI juga mengimbau kepada media massa, agar disiplin dalam melakukan verifikasi sebelum mempublikasi informasi yang beredar, tidak ikut menyebarkan informasi yang diragukan kebenarannya, hoax, dan bersama publik ikut menjaga keadaban bersama. [*]

Jakarta - Satu orang pendemo pasca-kerusuhan di kawasan Tanah Abang pada Rabu (21/5) tewas. Korban diduga tewas karena terkena peluru tembakan.

"Korban waktu datang belum meninggal. Jadi sempat di-restusasi kemudian tidak tertolong," kata Direktur RS Budi Kemuliaan, Fahrul W Arbi, Rabu (22/5/2019).

Fahrul mengatakan identitas korban yakni Farhan Syafero (30) yang diketahui warga asal Grogol, Kota Depok. Fahrul menyebut ada peluru yang menyasar di tubuh Farhan hingga menyebabkan nyawa tidak tertolong.

"Meninggal karena ada luka tembak tembus ke belakang dari dada. Mungkin mengenai paru-paru," ucapnya.

Kericuhan massa dan aparat tak terelakan sejak Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) dinihari tadi. Ricuh yang awalnya terjadi di sekitar kawasan kantor Bawaslu pun bergeser ke kawasan Tanah Abang.

Diduga massa protes karena tidak terima dengan hasil Pilpres 2019. (*)

Jakarta - Massa yang terlibat bentrokan dengan polisi di kawasan Slipi, Jakarta Barat, melakukan pembakaran terhadap kendaraan milik polisi yang terjadi di kawasan tersebut, Rabu, 22 Mei 2019.

Dua bus milik polisi yang dibakar massa itu sepertinya salah jalan.

Dari pantauan, massa yang telah berkumpul kemudian melempari bus. Akhirnya, pembakaran tidak dapat dihindari.

Selain itu, ada dua bus dan satu kendaraan kecil mengalami rusak parah, namun kendaraan ini belum sepat dibakar massa karena pasukan polisi langsung tiba dari arah Petamburan.

Petugas yang berada di kawasan Slipi dan Petamburan, Jakara Barat, berupaya untuk mengejar pelaku pembakaran. Massa ini masih bertahan di kawasan flyover Slipi.

Saat ini situasi di kawasan Petamburan masih memanas. Petugas dari personel TNI ikut dikerahkan untuk menenangkan massa.

Sebelum masuk waktu Salat Zuhur tadi, massa sempat mundur dan tidak melakukan perlawanan.

Namun, kini situasi kembali ramai. Massa kembali berupaya memancing petugas dan melakukan pelemparan dengan batu. (*)

Berita9.com - Massa aksi asal Karawang, Jawa Barat, siap hadir 22 Mei bertepatan dengan penetapan pemenang Pemilu 2019 oleh KPU.

Aneka carapun dilakoni mereka untuk bisa berangkat 'menembus' Jakarta.

Guna menghindari razia aparat keamanan, mereka bakal berangkat sembunyi-sembunyi dan tidak dalam rombongan besar, apalagi konvoi. Rombongan juga bakal menyembunyikan atribut dan menghindari pakaian yang mencolok.

"Target massa dari Karawang 1.500 orang. Kami berangkat dalam rombongan kecil supaya tidak mencolok. Ini sebagai antisipasi sweeping aparat," kata Elyasa Budianto, Senin (20/5/2019).

Kedatangan massa pendukung Prabowo dari Karawang, menurut Elyasa, sudah diantisipasi banyak pihak. Bahkan, kata Elyasa, tak ada satu pun bus bersedia menyewakan kendaraan kepada mereka untuk waktu 21-22 Mei 2019.

"Beberapa PO Bus sampai mengembalikan uang sewa. Kami tahu diri tentang itu semua. Makanya rombongan akan gunakan ongkos pribadi masing-masing. Ada yang pakai motor, bus atau kereta," tutur Elyasa.

Untuk mengkoordinir massa yang tercecer, Elyasa mengaku sudah menyiapkan titik kumpul massa dari Karawang. Saat tiba di Jakarta, kata dia, rekan-rekannya bakal menunggu di kawasan Megaria.

"Ini kesepakatan setelah beberapa kali rapat," ucapnya.

Elyasa menuturkan massa pendukung aksi 22 Mei dari Karawang tak gentar. Termasuk menghadapi keberadaan anjing terlatih yang siaga di lokasi aksi.

"Bagi kami, anjing terlatih hanya sekadar gertakan. Mana mungkin jemaah sejuta orang bisa takut oleh 100 ekor anjing. Anjing itu takut sama manusia. Kalau anjing sampai mengamuk, dikeroyok 20 orang juga mati tuh anjing," kata Elyasa. (*)

Berita9.com - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto ingin menjenguk tersangka dugaan kasus makar, Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma, di Polda Metro Jaya pada Senin (20/5) malam. Namun, Prabowo dan rombongan tidak mendapat izin untuk menemui keduanya. 

Kedatangan Prabowo di Polda Metro Jaya didampingi sejumlah tokoh. Ia membawa makanan untuk kedua tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.

Prabowo Subianto tiba didampingi oleh juru bicara BPN, Danhil Anzhar Simanjuntak; Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais; Letjen (Purn) Syafri Syamsudin; Letjen (Purn) Agus Sutomo; Marsekal (Purn) Imam Sufaat; Sofyan Jacob; Laksamana (Purn) Tedjo Edy; Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon; dan Titiek Soharto.

Prabowo beserta rombongan tiba di Polda Metro Jaya pada sekitar pukul 20.55 WIB dengan dikawal sejumlah ajudan. Polda Metro Jaya menurunkan belasan personel untuk menjaga keamanan di lokasi.

Prabowo yang hadir mengenakan kemeja putih dan peci berwarna hitam, segera menuju Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Tempat Eggi Sudjana ditahan.

Kedatangan Prabowo dan rombongan disambut oleh Dir Tahti, AKBP Barnabas. Namun, Prabowo dan rombongan tidak mendapat izin untuk masuk menjenguk Eggi dan Lieus.

Sempat terjadi negosiasi antara Prabowo dan Barnabas. Tetapi, akhirnya mereka tetap tidak diizinkan masuk.

Prabowo dan rombongannya pun memutuskan untuk kembali. Mereka terlihat cukup kecewa karena tidak diizinkan untuk menjenguk Eggi dan Lieus. (*)

Berita9.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi meluncurkan satu kali guguran lava pijar sejauh 450 meter pada Ahad (19/5). Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau waspada.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, guguran lava yang terpantau melalui CCTV mulai pukul 00:00-06:00 WIB itu mengarah ke Hulu Kali Gendol. Selain guguran lava, gunung itu juga mengalami 8 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-18 mm selama 35-78 detik dan dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-4 mm selama 9-9.6 detik.

Sementara itu, hasil pengamatan visual pada periode itu menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah. Angin di gunung api itu bertiup lemah ke arah timur laut dan barat. Suhu udara 14-18 derajat celcius dengan kelembaban udara 46-97 persen, dan tekanan udara 568-709 mmHg. 

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai letusan Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG. (*)

Berita9.com - Pernyataan Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono yang menyebut siap meminjamkan ratusan anjing terlatihnya untuk menjaga kantor KPU dipersoalkan.

Berita9.com - Gempa berkekuatan magnitudo 5,9 SR mengguncang tenggara Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019). Gempa terjadi sekitar pukul 08.51 WIB.

Gempa dirasakan di sejumlah daerah, salah satunya DIY.

Sunartono, misalnya. Warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul tersebut merasakan goncangan gempa saat ia sedang bersantai di rumahnya.

"Saya sedang nonton YouTube sambil sandaran tembok kerasa goyang-goyang. Saya kira hanya perasaan saya yang oleng, ternyata kok gempa," katanya, Sabtu.

Ujang Hasanudin yang tinggal di Bogoran, Trirenggo, Bantul juga merasakan goncangan gempa tersebut. "Warga Bogoran langsung pada berhamburan keluar rumah," katanya. 

Sementara, Kusnul Isti Qomah, warga Blora yang indekos di daerah Demangan, Depok, Sleman tidak merasakan guncangan gempa tersebut. Sama halnya dengan Nuryanto warga Bimomartani, Ngemplak, Sleman. 

"Dari jam 8.30 WIB tadi saya masih tiduran di kamar sambil main handphone. Juga enggak ngrasa apa-apa," tutur Nuryanto.

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di akun Twitternya, gempa terjadi di 219 kilometer (km) tenggara Pangandaran, Jawa Barat. Gempa terjadi di kedalaman 32 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. (*)

Berita9.com - Bulan Ramadan semakin meningkatkan iman umat muslim untuk menjemput pahala. Buruh gendong perempuan di Pasar Beringharjo berbondong-bondong meluangkan waktu belajar mengaji Al-Quran di bulan suci ini.

Salah satunya, Isah (45) Warga Kulonprogo. Meski belum lancar mengeja huruf hijaiyah dalam bacaan Iqra tak menyurutkan niat belajar mengajinya itu. Isah mengaku sebelumnya pernah belajar mengaji, lalu berhenti karena faktor kesibukan.

"Dulu pernah ngaji, tapi berhenti. Itu juga sudah lama," tutur Isah usai menyelesaikan giliran mengaji Iqro di pasar Bringharjo lantai 2. Ahad (12/5)

Isah mengaku belajar mengaji merupakan ke sempatan langka. Apalagi menyadari kemampuannya memahami Alquran masih di bawah standar. "Mumpung masih ada kesempatan mengaji, saya ingin sekali bisa baca Al- Quran. Kalau terus tidak meluangkan waktu, sampai kapanpun enggak bisa," ungkap Isah.

Isah benar-benar memanfaatkan kesempatan belajar mengaji sedangkan urusan rezeki diserahkan kepada Allah swt.

"Soal rezeki sudah ada yang mengatur. Harapannya pelatihan (belajar mengaji) diadakan terus. Teman-teman yang belum masuk biar bisa ikutan juga, semakin banyak semakin semangat belajarnya karena," tambah Isah.

Dia mengaku telah menjalani profesi buruh gendong di Pasar Beringharjo selama sembilan tahun. Dia mendapatkan Rp3-5000 sekali menggendong pesanan para langganannya. Sedangkan saat di rumah mendapatkan tambahan penghasilan dari membuat kerajinan.

Kelas belajar mengaji di Pasar Beringharjo digelar setiap Jumat selama Ramadan mulai Pukul 13.00 - 14.30. Bagi  yang masih dalam tahap mengeja dikelompokkan menjadi satu. Sedangkan yang cukup fasih dibuatkan kelas terpisah. Kelas belajar mengaji ini digagas BMT Beringharjo.

Ustadzah Nurul Falati (27) sebagai guru  yang  yang menjembatani para  buruh gendong mengaku puas bisa menemani mereka belajar mengaji. Meski harus sabar mengajari para buruh mengaji. "Karena memang lebih sulit mengajar orang tua dibanding anak-anak,” pungkasnya. (*)

Page 1 of 110
Go to top