Peristiwa

Peristiwa (1586)

Berita9.com - Gojek telah mengukuhkan identitasnya sebagai perusahaan karya anak bangsa asli Indonesia.

Dalam momen peringatan Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia, Gojek bersama ribuan mitranya menyelenggarakan Festival Merah Putih Mitra Gojek serempak di 256 Kota dan Kabupaten se-Indonesia.

Founder dan Global CEO Gojek, Nadiem Makarim, mengatakan, kemerdekaan Indonesia punya makna tersendiri bagi Gojek sebagai perusahaan karya anak bangsa.

"Semangat kemerdekaan untuk terus maju dan membuat Indonesia bangga tidak hanya diadopsi oleh kami, tetapi juga jutaan mitra yang selalu berusaha memberikan pelayanan prima. Karenanya, Gojek hari ini turut berpartisipasi dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia dengan mengadakan Festival Merah Putih Mitra Gojek," kata Nadiem dalam siaran persnya.

Nadiem melanjutkan, jutaan mitra yang memberikan pelayanan terbaik dan memanfaatkan teknologi untuk hidup lebih baik merupakan elemen penting penggerak perkembangan ekonomi digital. 

Menurutnya, keberanian mitra-mitra Gojek untuk memanfaatkan teknologi patut diacungi jempol. Dari yang tidak bisa menggunakan smartphone, kini bisa melayani jutaan pengguna Gojek. Dari yang tidak punya rekening bank, sekarang bisa punya perencanaan keuangan bahkan mencicil rumah lewat KPR. 

"Mitra kami telah berevolusi menjadi SDM unggul yang siap bersaing dan membawa Indonesia menjadi pemain utama ekonomi digital di Asia Tenggara," lanjut Nadiem.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, perayaan Hari Kemerdekaan tahun ini dirayakan dengan cara spesial melibatkan ribuan mitra driver dari Sabang sampai Merauke. Pada Festival bertajuk Merah Putih Mitra Gojek, para mitra memperingati hari kemerdekaan dengan upacara dan mengenakan atribut baru yang memiliki merah putih tersemat di dada. 

Upacara dilaksanakan di Lapangan Buperta Cibubur, diikuti oleh belasan ribu peserta, (17/8).

Chief Operations Officer Gojek, Hans Patuwo, yang pada upacara ini bertindak sebagai inspektur, dalam amanatnya menyampaikan bahwa Gojek dan mitra Gojek menjadi teladan sekaligus pelopor layanan berbasis digital di Indonesia yang telah membantu jutaan masyarakat Indonesia menyelesaikan permasalahan sehari-hari. 

"Gojek akan terus berinovasi untuk mendorong dan menginspirasi mitra driver naik kelas. Harapan kami, semakin banyak mitra Gojek yang membawa dampak positif bagi keluarga dan lingkungannya masing-masing," ucap Hans.

Dalam semangat untuk terus mendorong mitra driver naik kelas, dalam Festival Merah Putih Mitra, Gojek turut menghadirkan bazaar Gojek Swadaya. Lewat bazaar tersebut, mitra memiliki kesempatan untuk mengenal lebih jauh ragam program yang dihadirkan Gojek untuk mendukung kesejahteraan mitra dan keluarga. 

Gojek Swadaya sendiri merupakan program unggulan Gojek yang bekerja sama dengan ragam institusi yang memiliki kesamaan visi untuk memberikan mitra driver akses khusus terhadap ragam layanan finansial, keringanan biaya operasional, dan produk asuransi terjangkau.

Festival Merah Putih Mitra ini juga merupakan acara puncak dari Kirab Nasional Merajut Nusantara sebagai bagian dari peringatan ulang tahun ke-74 Republik Indonesia. Kegiatan yang melibatkan ribuan mitra driver ini telah diselenggarakan sejak awal Agustus lalu dengan atribut baru untuk menandai dimulainya babak baru sejarah Gojek.

Selama kurang dari satu bulan sejak pertama kali diperkenalkan, sebanyak lebih dari 100.000 atribut baru Gojek telah didistribusikan dan dikenakan mitra Gojek se-Nusantara. 

Semangat baru dan semangat merah putih turut dikobarkan melalui rangkaian ekspedisi penyelaman dan pendakian di lokasi-lokasi yang menjadi aset berharga milik bangsa Indonesia. 

Ekspedisi penyelaman dilakukan di Gili Trawangan, Pahawang Lampung, Derawan Kalimantan, Bunaken Manado, Kepulauan Seribu, Sabang Aceh, Raja Ampat. 

Sedangkan untuk pendakian, mitra driver Gojek melakukan ekspedisi di Gunung Sindoro, Jawa Tengah; Gunung Mahameru, Jawa Timur; Gunung Kerinci, Jambi, dan Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan. (*)

Berita9.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menyatakan responsnya untuk masalah terkait taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Prancis, Enzo Zenz Allie.

Dia berharap, Enzo diberi kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya untuk masuk TNI. Komentar tersebut ia sertakan dalam caption panjang di Instagram untuk foto yang ia unggah.

Fahri Hamzah mengaku, selama perjalanan pulang ke Indonesia dari Jeddah, Arab Saudi, dirinya teringat akan Enzo.

Meski tak mengenal Enzo, Fahri Hamzah mengutarakan pendapat berdasarkan pengalamannya saat tergabung dalam panitia kerja (Panja) UU Imigrasi, yang ia sebut, "senapas dengan UU Kewarganegaraan."

Politikus 47 tahun itu membandingkan Enzo dengan seorang WNI berdarah Prancis yang ia kenal kala itu.

"Saya tidak kenal Enzo Zenz Allie, tapi saya kenal Clovis. Mereka sama-sama berdarah campuran Indonesia (Ibu) dan Prancis (Bapak). Saya mengenal baik ibu dan bapak Clovis, Pak Rene dan Ibu Julie, yang saya kenal saat saya sebagai ketua Panja UU Imigrasi UU No.6/2011," tulis Fahri Hamzah.

Menurut keterangan Fahri Hamzah, karena Indonesia tidak menerapkan kebijakan kewarganegaraan ganda, maka penduduk berusia 18 tahun yang salah satu orang tuanya WNA diberi pilihan antara menjadi WNI atau WNA, sesuai dengan UU yang telah disahkan.

"Enzo Zenz Allie dan Clovis telah memilih menjadi WNI. Sesuatu yang hebat," ungkap Fahri Hamzah.

Pasalnya, kata Fahri Hamzah, menjadi warga negara Prancis lebih menggiurkan dengan banyaknya kemudahan dan jaminan.

"Satu yang pasti, passport Anda akan menjadi passport yang mendapat kemudahan visa ke seluruh dunia. Juga mendapat "baik sangka" sebagai warga dunia kelas satu," jelasnya.

Namun, Enza, sama seperti Clovis, justru menentukan pilihan pada WNI.

"Taqdir mengantarkan mereka menjadi anak dari pernikahan campuran warga negara. Bahkan juga berbeda agama, Clovis beragama Katolik dan Enzo Zenz Allie nampaknya beragama Islam. Enzo berpendidikan dasar di Prancis dan Clovis berpendidikan lanjutan di sana. Keduanya WNA," lanjutnya.

Meski begitu, berbeda nasib dari Clovis, yang dipersiapkan sebagai penerus usaha keluarga, pemilik pabrik di Jogja, Enzo menjadi anak yatim setelah sang ayah, Francois Allie, meninggal.

Ia lantas hanya tinggal bersama ibunya, Siti Hajar, asal Sumatra Utara, dan dititipkan ke pesantren.

"Jadilah Enzo Zenz Allie anak pesantren alias santri yang belajar agama Islam. Dan suatu hari, mungkin ia pergi dengan para sahabatnya membawa bendera bertulis kalimat Tauhid, padahal ia bercita-cita menjadi tentara #INDONESIA," tutup Fahri hamzah.

Enzo diisukan terpapar radikalisme setelah beredar fotonya membawa bendera tauhid, yang identik dengan organisasi terlarang di Indonesia, Hizbut Thahrir Indonesia (HTI).

Namun, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi dengan tegas membantah isu yang mencatut taruna Akmil keturunan Prancis itu.

Musababnya, setiap taruna Akmil yang hendak mendaftar harus melaui serangkaian seleksi. Salah satunya seleksi mental ideologi.

"Tidak. Kami kan ada sistem seleksi yang berbeda dengan seleksi orang mau kerja shift siang shift malam. Ini untuk megang senjata dia. Jadi sudah selektif," ujar Sisriadi, (7/8).

TNI AD menyatakan tetap mempertahankan Enzo sebagai taruna Akmil, setelah yang bersangkutan menjalani tes lanjutan dan memperoleh hasil indeks moderasi bernegara sebesar 84 persen. (*)

 

Berita9.com - Hari ini (Sabtu, 17/8/2019), seluruh warga negara Indonesia memperingati 74 tahun Republik Indonesia. Namun ada ironi, lantaran banyak warga mengeluh mahalnya harga cabai. Bahkan lebih mahal ketimbang daging ayam.

Ibu Sumartini, 60 tahun adal Tegal, Jawa Tengah, mengaku heran dengan kenaikan harga cabai hingga di atas Rp100 ribu saat menjelang Hari Raya Idul Adha hingga kini. Pemilik Warung Tegal 'Barokah" di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan ini, terpaksa harus bawel kepada pelanggan yang ingin minta sambal. "Cabe mahal mas, sambelnya sedikit saja ya," papar Budhe Sumar, sapaan akrabnya di Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Tanpa ditanya, dia bicara panjang lebar soal semakin mahalnya harga bahan pangan. Menjelang Lebaran Haji, harga cabai rawit pedas, menjulang hingga Rp120 ribu per kilogram. Saat ini, turun hingga 90 kilogram. "Mahalnya ngalahin daging ayam yang cuman Rp60 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram. Terus terang berat bagi saya dan pelanggan di sini," tuturnya.

Keluhan Sumartini tentang mahalnya harga cabai, ternyata dialami emak-emak di daerah lain. Harga cabai di Pasar Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, terus merangkak naik hingga Rp130 ribu per kilogram.

"Iya mas, kurang lebih sepekan ini harga cabai sangat mahal, saya terpaksa menjual dengan harga Rp130 ribu perkilo karena harga dari distributor juga sudah tinggi. Saat harga normal, saya menjual kisaran Rp35 hinga Rp40 ribu perkilo," ungkap Ani, salah satu pedagang cabai di pasar Nanga Bulik.

Pedagang cabai lainnya, Sari mengaku dirinya sempat kesulitan mendapatkan pasokan dari distributor. "Pasokan cabai tidak lancar seperti biasanya sejak semingguan ini, ada barangnya tapi sangat mahal, terpaksa saya juga menjual dengan harga tinggi," cetusnya.

Dirinya mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga cabai ini. "Saya sebagai pedagang merasa nggak enak sama pembeli, tapi gimana lagi karena dari sananya (distributor) sudah mahal," tukasnya.

Sedangkan warga Bondowoso, Jawa Timur yang dikenal sebagai sentra cabai, sedikit mujur. Lantaran harga bahan pangan berasa pedas ini, tidaklah semahal daerah lain. Namun, tetap saja menyedot kantong alias bikin berat konsumen.

Di pasar Kabupaten Bondowoso, harga cabai mencapai Rp70 ribu per kilogram. Sebelumnya, harganya sempat menclok di level Rp100 ribu-Rp110 ribu per kilogram. Dari berbagai informasi tersebut, naga-naganya, warga Indonesia masih belum merdeka untuk membeli cabai. (*)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat terkait dugaan korupsi yang harus dikaji dan didalami lebih lanjut.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. "Apapun laporan masyarakat harus ditindaklanjuti," ujar Boyamin saar dikonfirmasi. (17/8).

Dia mengharapkan KPK membantu menyelamatkan keuangan negara dari tangan-tangan rakus, dan korupsi harus dijadikan musuh bersama untuk menyelamatkan aset negara.

"Kalau berhasil itu berarti KPK membantu negara untuk membayar utang," ucap dia.

Hal ini diungkapkan Boyamin terkait kasus dugaan korupsi di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero yang telah dilaporkan oleh MAKI dan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Jakarta Utara, yang hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Ekskutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo juga menyayangkan sikap KPK yang belum menindaklanjuti laporan dugaan korupsi di KBN yang diduga merugikan negara Rp 7,7 miliar.

Padahal, lanjutnya, berdasarkan tracking issue, kasus ini sudah menjadi sorotan publik.

"Tidak biasanya KPK membiarkan kasus dugaan korupsi yang menjadi sorotan publik. Jika kasus ini dibiarkan berlarut-larut maka akan berdampak buruk bagi citra KPK. Bisa menimbulkan persepsi negatif dan menurunkan tingkat kepercayaan terhadap kinerja KPK", kata Karyono.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pihaknya akan mempelajari laporan dugaan korupsi di PT KBN. Namun sampai saat ini, KPK belum menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi terkait dugaan korupsi di PT KBN tersebut.

MAKI melaporkan dugaan korupsi di KBN sekitar Rp 7,7 miliar. Sementara, KBNU mencatat dugaan korupsi di sana mencapai Rp 64,1 miliar dari total 20 kasus. (*)

Berita9.com - Warga masyarakat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memanfaatkan sampah kantong plastik menjadi aneka bunga buatan. Meski hanya buatan, karya warga ini bagus serta memiliki nilai ekonomis.

Selain pemanfaatan barang bekas, hal ini merupakan cara masyarakat untuk mengkampanyekan gerakan diet kantong plastik.

Bunga hiasan yang dibuat warga itu untuk hiasan di depan rumah, pembuatan bunga buatan ini juga memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74. 

"Ya ini juga memperingati Agustusan, semua di kampung ini membuat karya bunga buatan dari sampah plastik. Plastik ini bekas hajatan yang sudah jadi sampah," kata Iis Zaiyinah salah satu warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah Gresik.

Iis membeberkan, pemanfaatan sampah plastik ini juga bentuk kampanye diet kantong plastik yang saat ini sedang tren di media sosial.

"Bagus untuk mengurangi sampah plastik, sekaligus menjaga lingkungan kita menjadi lebih bersih,” tambah Iis. (17/8).

Warga lain, Mahruriyah menambahkan pembuatan bunga buatan dari sampah plastik ini tidak rumit serta bahan mudah didapat. Berbekal sampah kantong plastik, gunting, lem, kawat serta kreativitas, sebuah bunga buatan menjadi sebuah karya yang indah.

"Daripada terbuang, lebih baik sampah kantong plastik dimanfaatkan jadi bunga buatan. Khusus untuk Agustusan, ini kami buat bunga yang berwarna merah dan putih," ungkapnya. (*)

Berita9.com - Salah satu penghuni Asrama Mahasiswa Papua, Papuana, mengakui ada rekan asramanya yang mematahkan tiang bendera merah-putih, Jumat (16/8).

Namun, Papuana tidak menjelaskan tujuan perusakan tiang bendera yang tertancap di depan asrama mereka di Jalan Kalasan, Surabaya, itu.

"Benar," kata Papuana saat dihubungi melalui sambungan telepon, (16/8).
 
Papuana menuturkan, akibat insiden itu, sejumlah massa langsung merangsek ke asramanya. Mereka lalu disusul dengan aparat TNI dan kepolisian setempat.
 
"Pukul 14.20 WIB, aparat TNI datang ke depan asrama. Intel dan beberapa polisi, juga ada Satpol PP," jelasnya.
 
Papuana mengatakan akibat insiden perusakan tiang bendera itu, asrama mereka dilempari batu dan dicaci oleh sejumlah massa. Selain itu, massa tersebut juga mengambil beberapa spanduk yang terpasang di pagar asrama.
 
"Kami dilempari dengan batu. Sebelum dilempari, kami dikatai. Ada perusakan, beberapa spanduk di pagar asrama dirobek. Tapi kami di sini, di dalam, aman-aman saja," tutur Papuana.
 
Ia juga menyanggah tudingan jika para penghuni asrama hendak memanah massa yang mengamuk di depan jalan. Menurut Papuana, hal itu adalah fitnah.
 
"Tidak. Itu omong kosong. Kami tidak melakukan apa pun. Kami tidak balas apa pun," kata dia. (*)
Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengamini pernyataan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh perihal Indonesia saat ini tengah menganut sistem kapitalis liberal.
 
"Pak Surya Paloh dengan assesment kesimpulan bahwa kehidupan kebangsaan kita negara dan bangsa Indonesia telah terjebak ke dalam kapitalisme liberalisme dan itu adalah kenyataan dan itu adalah antipancasila," ungkap Din usai acara sarasehan "Muhasabah 74 Tahun Kemerdekaan RI" di Kantor CDCC, Jakarta, (16/8).
 
Dengan adanya pernyataan keras itu, lanjut Din, seharusnya Surya Paloh sendiri mampu mengoreksi dan mengembalikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Pers menduga ada enam wartawan yang diintimidasi oleh polisi saat meliput unjuk rasa sidang tahunan MPR, Jumat, 16 Agustus 2019.

Sejauh ini, ada lima korban yang sudah terverifikasi. "Korban yang sudah diverifikasi AJI Jakarta, itu jurnalis Vivanews, Jawa Pos, Antara, Bisnis Indonesia, dan Inews," kata Direktur LBH Pers Ade Wahyudin, (16/8). Sementara, jurnalis dari SCTV belum terverifikasi.

Ade mengatakan para wartawan itu diduga mengalami intimidasi, kekerasan dan penyitaan terhadap alat kerja, penghapusan foto dan video. Ade mengatakan LBH Pers dan Aliansi Jurnalis Independen Jakarta masih mencari informasi lebih detail terkait kasus ini.

Dia mengatakan bila data telah lengkap dan ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka LBH Pers akan mendesak media asalnya untuk segera membuat laporan polisi.

AJI Jakarta mengecam dugaan tindakan kekerasan oleh kepolisian ini. Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung mengatakan tindakan tersebut telah melanggar pidana dan Undang-Undsnh Pers. Erick mengatakan AJI bakal mendampingi para jurnalis untuk membuat laporan tersebut. "Kami akan dampingi" kata dia. (*)

 

Berita9.com - Polisi telah menetapkan satu orang tersangka terkait insiden empat polisi terbakar hidup-hidup di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Apa motif mahasiswa berinisial RS itu melempar cairan berupa minyak yang membuat api menyambar polisi?

"Untuk motifnya masih kita dalami," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu (17/8/2019).

Penyidikan terkait motif itu akan dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Cianjur dan Ditreskrimum Polda Jabar. Aparat juga bakal melacak asal mula cairan tersebut dibawa dalam aksi demo.

"Kita lihat pembagian tugasnya nanti. Dari mana asalnya, belinya di mana, siapa yang bagi tugas nanti disampaikan. Biarkan penyidik secara profesional bekerja lagi," kata Truno.

Ia menambahkan penetapan tersangka terhadap RS sendiri berdasarkan alat bukti. Salah satunya keterangan saksi rekan pelaku, warga sekitar dan anggota polisi lain yang ikut mengamankan jalannya demo.

"Keterangan saksi terdiri dari rekannya yang melihat , masyarakat dan internal kepolisian," ujar Truno. (*)

 

Berita9.com - Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menyambut positif usulan PDIP yang akan mengajak partai pendukung Prabowo gabung di pake pimpinan MPR. Dengan syarat mendukung hidupkan GBHN.

Dirinyan mengatakan, usulan tersebut adalah usulan yang sangat bijak. Sebab, MPR harus dijadikan sebagai lembaga politik kebangsaan dimana semua fraksi dan kelompok menyatu. Di MPR mestinya tidak ada koalisi dan oposisi, tetapi justru yang perlu ditekankan adalah NKRI.

“MPR itu beda dengan DPR dan DPD. DPR lebih ditekankan pada fungsi politik. Di sana ada fungsi-fungsi politik yang tersusun dalam komisi-komisi dan alat kelengkapan dewan. MPR tentu melampaui itu. MPR rumah bagi semua, termasuk tempat pengaduan masyarakat luas berkenaan dengan politik kebangsaan," kata Saleh, Senin (12/8/2019).

Wakil Komisi IX DPR RI ini mengatakan, terkait dengan amandemen terbatas UUD 1945 dan agenda menghidupkan kembali GBHN, semua fraksi dan kelompok DPD yang ada di MPR saat ini sudah menyetujuinya. Karena itu, arah yang disebutkan sudah sama. Bahkan, point-point penting yang perlu diamandemen sudah dikaji selama satu periode ini.

"Sebelum mengakhiri periode ini, MPR nanti akan menyampaikan usulan rekomendasi. Rekomendasi itu juga terkait dengan aspek-aspek yang terkait dengan amandemen. Sekarang malah sudah pada tahap finalisasi sevum nanti diputuskan di paripurna," jelasnya.

Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengataka, Megawati ingin pimpinan MPR dipilih secara aklamasi. Untuk itu, PDIP diminta berkomunikasi dengan partai pendukung Prabowo.

"Karena Bu Mega menginginkan, agar pimpinan MPR itu dipilih secara aklamasi bukan secara voting," ujar Basarah di Kawasan Sanur, Denpasar, Bali, (11/8).

Eks partai koalisi Indonesia Adil dan Makmur adalah Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat.

Meski demikian, kata Basarah, bukan sembarang partai politik yang akan diterima bergabung.Partai tersebut harus menyepakati amandemen terbatas terhadap UUD 1945.

Salah satu tujuannya, memurut dia, untuk kembali mengaktifkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai pedoman pembangunan Indonesia yang berkesinambungan.

"(Harus) partai-partai politik yang sepakat dengan agenda amandemen terbatas UUD 45 ini. Oleh karena itu kita ingin memanfaatkan waktu yang ada untuk membuka forum musyawarah," jelasnya. (*)

Page 1 of 114
Go to top