Peristiwa

Peristiwa (1757)

Berita9.com - Kementerian Kesehatan menetapkan pasar ritel modern (pasar swalayan maupun toko swalayan) dan apotek tidak ditutup saat wilayah tertentu menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal itu termuat dalam Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterbitkan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 itu dibuat Terawan sebagai peraturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020.

"Pembatasan tempat atau fasilitas umum sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dikecualikan untuk, supermarket, minimarket, pasar, toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, barang penting, bahan bakar minyak, gas, dan energi," tulis Pasal 13 Ayat 7 dalam Permenkes tersebut.

Selain ritel modern, dan apotek, tempat yang juga tetap beroperasi saat PSBB adalah fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas lain dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan, dan tempat atau fasilitas umum untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk lainnya termasuk kegiatan olahraga.

Namun, kegiatan-kegiatan di tempat fasilitas umum dalam pengecualian itu tetap perlu diperhatikan. Termasuk aturan pembatasan jumlah pengunjung agar mencegah penyebaran virus Corona jenis baru atau COVID-19.

"Pengecualian sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan pembatasan kerumunan orang serta berpedoman pada protokol dan peraturan perundang-undangan," tulis Pasal 13 ayat 8 di Permenkes itu.

Secara keseluruhan, jika suatu wilayah disetujui oleh Menkes untuk menerapkan PSBB, maka pembatasan itu meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi; dan, pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Turut terdapat pengecualian PSBB bagi tempat kerja jika kantor atau instansi strategis yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri, ekspor dan impor, distribusi, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.

Penerapan PSBB di suatu wilayah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan berdasarkan permohonan kepala daerah. Dalam Permenkes Nomor 6 Tahun 2020, kepala daerah baik itu gubernur, bupati, atau wali kota harus mengajukan permohonan PSBB kepada menteri dengan disertai sejumlah data seperti peningkatan dan penyebaran kasus serta kejadian transmisi lokal. (*)

Berita9.com - Erni Aqilah Abyan, perempuan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang viral karena curhat tentang kondisinya melalui live Facebook dari RSUD Padang Sidempuan, meninggal dunia pada Sabtu Pagi (4/4).

Informasi ini disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay, yang pada Jumat malam (3/4), membantu agar Erni dirujuk dari RSUD Padang Sidempuan ke Kota Medan.

Sebelum dinyatakan berpulang, Erni yang diketahui sedang hamil, menempuh perjalanan darat sekitar 10 jam untuk sampai di ibu kota Provinsi Sumatera Utara.

"Meninggalnya tidak lama setelah sampai di ruang isolasi IGD RS Adam Malik Kota Medan. Kata direksi RS tadi, karena almarhumah adalah PDP, proses penanganan jenazahnya harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur pasien covid-19," kata Saleh melalui pesan.

Erni menyita perhatian publik setelah melakukan live Facebook untuk mengabarkan kondisinya yang sedang dirawat di RSUD Padang Sidempuan pada Jumat (3/4).

Oleh seorang aktivis mahasiswa di Sumut yang juga berasal dari daerah yang sama, kondisi Erni dilaporkan kepada Saleh Daulay yang merupakan wakil rakyat asal Dapil Sumut 2.

Di akun facebooknya, Erni juga menuliskan keluhan sebelum melakukan siaran langsung.

"Dada saya sudah sesak, manggil-manggil perawat saja mau minta minum 2 jam baru datang. Disuruh makan, tapi nasinya saja masih layak dibilang beras mentah. Apa itu yang pantas dimakan oleh seorang pasien???" tulis Erni.

Erni akhirnya dirujuk ke Medan, setelah Saleh berkoordinasi dengan pejabat-pejabat di Kemenkes.

Namun, nyawanya tidak tertolong meski sudah tiba di RS Adam Malik Medan. (*)

Berita9.com - Hasil pemeriksaan dari spesimen mendiang Bupati Morowali Utara (Morut), Aptripel Tumimomor terkonfirmasi positif Corona Covid-19.

Aptripel sebelumnya meninggal dunia di RSUP Wahidin Sudirohusodo setelah menjalani isolasi beberapa hari. 

Pemerintah Kabupaten Morowali Utara saat ini tengah melakukan langkah-langkah untuk memutus penyebaran virus tersebut.

Masyarakat di Kabupaten Morowali Utara juga diminta tetap tenang dan membantu upaya pemerintah tersebut.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Morowali Utara, Herry Pinontoan membenarkan hasil pemeriksaan swab Alamarhum Bupati Morowali Utara, Aptripel Tumimomor dari RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil itu diketahui sekitar pukul 22.00 Wita.

“Iya benar, hasilnya positif berdasarkan pemeriksaan laboratorium RS dr Wahidin Makassar,” kata Herry, Sabtu (4/4/2020).

Saat ini pihak keluarga almarhum, dan beberapa pejabat Pemkab Morowali Utara yang ikut mengantar almarhum masih berada di Makassar. Mereka dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan karena telah melakukan kontak dengan mendiang Aptripel Tumimomor sebelum di Bupati Morowali Utara itu dimakamkan di TPU Macanda, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

“Kondisi saya sampai sekarang normal tapi kami masih di Makassar. Langkah-langkah penanganan di Morut pak Sekda yang lebih tau persisnya. Tapi itu sedang dilakukan,” tambah Herry.

Herry berharap masyarakat di Morowali Utara bisa mendukung semua upaya penanganan yang sedang dilakukan pemerintah setempat, serta tidak panik dan resah apalagi termakan isu dari orang yang tidak bertanggungjawab.

“Yang pasti kami berharap masyarakat Morut tetap tenang dan mengikuti semua upaya pencegahan oleh pemerintah itu sangat membantu. Upaya itu demi tidak ada yang terpapar. Demi semua orang di Morowali Utara,” harap Herry. (*)

 

Berita9.com - Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) mencatat wabah virus corona membuat banyak orang terpakasa menganggur. Sebanyak 701 ribu orang pada Maret 2020 kehilangan pekerjaannya.

Data tersebut mengakhiri 113 bulan pertumbuhan lapangan kerja di AS seiring langkah ketat untuk mengendalikan wabah virus corona. Sebab saat ini, wabah virus tersebut berhasil menutup bisnis dan pabrik di AS.

Komisaris Biro Statistik Departemen Tenaga Kerja AS William Beach mencatat virus corona memberikan dampak buruk terhadap laporan ketenagakerjaan.

“Kami masih bisa mendapatkan perkiraan dari dua survei kami yang memenuhi standar BLS untuk akurasi dan keandalan,” kata William dikutip dari Reuters, Sabtu (4/4).

Selain itu, menurunnya daftar gaji juga paling curam sejak Maret 2009 dan mengakhiri rekor kenaikan pekerjaan hingga September 2010. Hal tersebut terjadi dikarenakan sebanyak 459 ribu orang kehilangan pekerjaan di industri hiburan dan perhotelan, terutama pada layanan makanan dan minuman.

AS juga mencatat terjadi penurunan dalam perawatan kesehatan dan bantuan sosial. Begitu juga dengan penurunan layanan profesional dan bisnis, perdagangan ritel, serta manufaktur dan penggajian konstruksi.

Reuters melakukan survei terhadap ekonom yang memperkirakan nonfarm payrolls turun 100 ribu pekerjaan pada Maret 2020. Hal tersebut memperparah laporan karena memperlihatkan lebih sedikit pekerjaan pada Januari dan Februari 2020.

Saat ini diperkirakan keadaan lebih buruk akan terjadi karena mayoritas masyarakat AS diminta harus tetap di ruma untuk mencegah penularan virus corona. Saat ini juga tercatat sebanyal 10 juta orang di AS mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran dalam dua pekan terakhir pada Maret 2020.

Ekonom memperkirakan penggajian juga akan terus merosot karena setidaknya 20 juta pekerjaan pada April 2020. “Kami baru saja melihat ujung gunung es ketika sampai pada jatuhnya pasar tenaga kerja,” ungkap Kepala Ekonom Naroff Economics Joel Naroff. (*)

Berita9.com - FBI memperingatkan pengguna platform video konferensi Zoom untuk melawan “pembajakan VTC” dan “pemboman Zoom” oleh orang yang berniat membuat ancaman dan menampilkan ofensif, dikutip Fcw.

Menurut Divisi Boston FBI, dua sekolah menengah Massachusetts melaporkan individu yang membobol kelas online pada akhir Maret yang dilakukan melalui perangkat lunak telekonferensi Zoom.

Dalam satu kejadian, kata FBI, seorang individu tak dikenal yang dipanggil ke kelas konferensi video, meneriakkan kata-kata kotor dan alamat rumah guru. Di sekolah lain, sebuah sekolah melaporkan seseorang yang tidak dikenal dengan tato swastika melakukan panggilan ke kelas konferensi video Zoom.

Agen Khusus FBI, Doug Domine mengatakan kepada FCW bahwa peserta yang tidak sah bukan hanya masalah pada platform Zoom.

“Penyedia lain memiliki platform yang sama,” katanya, yang sama-sama rentan terhadap gangguan seperti itu jika disalahgunakan. (4/4).

Ketika telekonferensi meluas di seluruh AS, pengguna baru yang tidak terbiasa dengan tindakan pencegahan keamanan dapat mengekspos konferensi video mereka kepada peserta yang tidak sah.

Dengan kejadian ini, organisasi diharapkan memiliki kebijakan untuk VTC dan perangkat lunak terkait serta pelatihan tentang cara menggunakan layanan ini. (*)

Berita9.com - Langkah DPR yang melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja dalam rapat paripurna kemarin membuat para buruh kecewa. Terlebih lagi hal itu dilakukan tengah pandemi Virus Corona COVID-19.

Tiga konfederasi besar buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI). adanya pembahasan tersebut. Apalagi, saat ini juga berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyesalkan sikap DPR. Karena, disatu sisi negara sedang menghadapi persoalan yang sangat berat yaitu menangani wabah Virus Corona. Namun, DPR terkesan memaksakan kehendaknya.

"Sudah semestinya DPR menunda bahkan menghentikan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja di tengah kondisi pandemi saat ini," katanya Andi di Jakarta, Jumat 3 April 2020.

Andi Gani berharap, DPR bisa berempati terhadap situasi dan kondisi bangsa saat ini, bukan malah memperkeruh suasana. Masih banyak pekerjaan rumah lain buat DPR yang belum terselesaikan daripada harus mengurusi RUU penuh kontroversi ini.

MPBI pun ditegaskan sudah melakukan penundaan aksi-aksi besar penolakan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja demi bergotong royong membantu pemerintah menghadapi serangan wabah COVID-19. Karena itu DPR juga diminta menunda pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja di tengah situasi pandemi wabah Covid-19. 

"Hal ini juga untuk menjaga transparansi atas keputusan publik yang akan diambil. Partisipasi publik yang diwajibkan dalam pembahasan RUU pasti tidak bisa maksimal karena situasi seperti saat ini," ujarnya.

DPR pun ditegaskan jangan memanfaatkan teralihnya fokus publik terhadap penanganan Virus Corona. Guna memuluskan pembahasan terhadap RUU tersebut.

Terkait perlindungan buruh atas wabah Corona, kata Andi Gani, MPBI telah mengambil langkah cepat dengan memberikan secara gratis ribuan hand sanitizer. Hal itu dilakukan di titik-titik kawasan buruh dengan cara door to door untuk menerapkan social distancing agar tidak terjadi penumpukan massa.

Telah disiapkan juga tenda penyemprotan disinfektan secara otomatis. "Kami juga meminta pemerintah segera mengambil keputusan. Karena sampai dengan saat ini jutaan buruh masih bekerja. Akibatnya sangat berpotensi dan dekat terhadap penularan Virus Corona itu sendiri," jelasnya.

Andi Gani pun meminta pemerintah mengambil kebijakan terhadap buruh yang masih bekerja saat ini. Dengan menerapkan sistem shifting atau meliburkan total tapi upah dibayarkan secara penuh. 

Sebab ada kekhawatiran lain, bagaimana nasib buruh jika dalam situasi tertentu karyawan dirumahkan. Atau hubungan kerja diputus perusahaan karena tidak tersedianya bahan baku produksi.

"Ditambah Omnibus Law Cipta Kerja dinilai sama sekali tidak berpihak pada nasib buruh sehingga dikhawatirkan mereduksi hak-hak pekerja. Seperti jaminan sosial, pengupahan, dan hubungan industrial," ucapnya.

Sebagai informasi, MBI sendiri merupakan gabungan dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI). (*)

Berita9.com - Menteri Kesehatan Israel Yaakov Litzman, 71 tahun, dan istrinya didiagnosa terinfeksi virus corona atau COVID-19. Kementerian Kesehatan Israel pada Kamis, 2 April 2020, mengatakan Menteri Litzman dan istrinya sekarang menjalani isolasi.

Litzman dikenal sebagai sekutu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Litzman sering terlihat bersama Perdana Menteri dalam memberikan perkembangan terbaru penyebaran virus corona dan kebijakan baru untuk memberantasnya. Namun dalam beberapa pekan terakhir Litzman tampak menarik diri dari kemunculannya di muka publik dan posisinya digantikan Dirjen Kementerian Kesehatan Israel.  

Kementerian Kesehatan Israel dalam keterangan mengatakan Litzman dan istrinya dalam kondisi sehat.  

“Sebuah investigasi epidemologis sedang dilakukan dan permintaan isolasi akan dikirim kepada mereka yang melakukan kontak dengannya (Litzman) dan istrinya dalam dua pekan terakhir,’ tulis Kementerian Kesehatan Israel, seperti dikutip dari asiaone.com.

Perdana Menteri Netanyahu sebelumnya pada Senin, 30 Maret 2020, sudah menjalani tes virus corona dan hasilnya negatif. Tes virus corona dijalani Netanyahu dilakukan setelah ajudannya terjangkit virus mematikan itu.

Kendati hasilnya tesnya negatif, Netanyahu, 70 tahun, melakukan karantina mandiri per Rabu, 1 April 2020. Belum diperoleh konfirmasi apakah Netanyahu telah melakukan kontak langsung dengan Litzman dalam beberapa waktu terakhir.     

Di Israel sudah ada 25 pasien yang meninggal karena virus corona. Virus mematikan ini sudah menjangkiti lebih dari 6 ribu orang di Negara Bintang Daud. Masyarakat Israel pun diminta untuk berada dalam rumah dan beberapa aktivitas bisnis dihentikan sementara. Walhasil, kondisi ini membuat angka pengangguran di Israel naik di atas 24 persen. (*)

Berita9.com - Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritisi langkah pemerintah membangun Rumah Sakit (RS) penanganan virus Corona atau COVID-19 di Pulau Galang, Batam.

Pasalnya, banyak pasien yang terjangkit wabah corona di wilayah Jakarta dan pulau Jawa.

"Episentrumnya di Jakarta n Jawa, rumah sakitnya di Pulau Galang, Di Batam," kicau akun Twitter @fadlizon, dikutip Kamis (2/4/2020).

Fadli mempertanyakan, bagaimana pasien dari Jakarta dan pulau Jawa dapat pergi untuk dapat penanganan medis di RS penanganan COVID-19 di Pulau Galang.

"Bagaimana cara pasien ke Pulau Galang? Knp nggak bangun RS di pulau reklamasi Jakarta? Lebih terjangkau n aman terisolasi?," tulis dia.

Diketahui RS ini rencananya memiliki kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk fasilitas penampungan, karantina, dan observasi terhadap penyakit yang disebabkan virus Corona COVID-19. Tahap I dibangun fasilitas untuk daya tampung 360 tempat tidur dan Tahap II sebanyak 640 tempat tidur. (*)

Berita9.com - Sebanyak 300 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Sukabumi dinyatakan positif virus corona berdasar hasil rapid test. Mereka adalah calon perwira polisi.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yowono mengatakan kekinian 300 siswa tersebut telah menjalin massa isolasi. Sementara, 1.250 siswa lainnya dicutikan untuk sementara waktu.

"Siswa Setukpa itu secara keseluruhan jumlah Stukpa itu ada 1.550. Kemudian ada 300 yang kita tes rapid test itu positif. Makanya yang 300 ratus kita ada di Setukpa ini, dengan sisinya ada 1250 itu cuti," kata Argo di Setukpa Lemdikpol, Sukabumi, Jawa Barat, (1/4).

Berkenan dengan itu, Argo menyampaikan bahwa langkah-langkah sebgaimana protokoler pencegahan Covid-19 telah dilakukan kepada 300 siswa Setukpa Lemdikpol Sukabumi. Mulai dari isolasi hingga pemberian vitamin guna meningkatkan imunitas tubuh.

"Pertama adalah adanya isolasi mandiri. Dan yang kedua selain isolasi mandiri, pemberian vitamin C baik injeksi maupun tablet. Ketiga adalah ada rontgen. Dan keempat olahraga ringan, artinya berjemur," ujarnya.

Untuk itu, Argo pun menyampaikan pesan kepada masyarakat di sekitar Setukpa Lemdikpol Sukabumi untuk tidak perlu khawatir. Terlebih, hasil positif berdasar rapid test 300 siswa tersebut belum tentu merupakan terjangkit Covid-19.

"Jadi pada prinsipnya bahwa masyarakat di sekitar Setukpa secara khusus itu tidak perlu khawatir, karena dari siswa 300 Stukpa ini yang rapid test itu sudah kita lakukan langkah-langkah ya. Langkah-langkah kedokteran sudah kita lakukan, dan langkah-langkah psikologi pun sudah kita lakukan. Jadi jangan khawatir, semuanya dalam kondisi baik, dan situasi yang baik pula," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapusdokkes Polri Brigjen Pol Musyafak menjelaskan bahwa hasil rapid test tidak menjamin bahwa mereka yang positif merupakan terjangkit Covid-19. Sebab, rapid test tersebut tidak dikhususkan untuk Covid-19.

"Perlu kita ketahui bahwa pelaksanaaan rapid test ini tidak menjamin yang bersangkutan poisitif Covid-19. Karena rapid test ini akurasinya hanya kurang lebih 80 persen dan itupun tidak khusus Covid-19," kata Musyafak.

Sebanyak 1.250 siswa di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol), Sukabumi, Jawa Barat dicutikan untuk sementara waktu. Hal itu menyusul adanya 300 siswa yang dinyatakan positif terjangkit virus berdasar hasil rapid test.

Argo Yowono menyampaikan bahwa total siswa di Setukpa Lemdikpol yakni sebanyak 1.550 siswa. Dari jumlah tersebut sebanyak 300 siswa berdasar hasil rapid test diketahui positif terjangkit virus meski belum tentu Covid-19.

"Sisanya ada 1250 itu cuti," kata Argo.

Berkenan dengan itu, Argo menyampaikan bahwa langkah-langkah sebgaimana protokoler pencegahan Covid-19 telah dilakukan kepada 300 siswa Setukpa Lemdikpol Sukabumi yang dinyatakan positif berdasar hasil rapid test. Mulai dari isolasi hingga pemberian vitamin guna meningkatkan imunitas tubuh.

"Pertama adalah adanya isolasi mandiri. Dan yang kedua selain isolasi mandiri, pemberian vitamin C baik injeksi maupun tablet. Ketiga adalah ada rontgen. Dan keempat olahraga ringan, artinya berjemur," ujarnya.

Untuk itu, Argo pun menyampaikan pesan kepada masyarakat di sekitar Setukpa Lemdikpol Sukabumi untuk tidak perlu khawatir. Terlebih, hasil positif berdasar rapid test 300 siswa tersebut belum tentu merupakan terjangkit Covid-19.

"Jadi pada prinsipnya bahwa masyarakat di sekitar Setukpa secara khusus itu tidak perlu khawatir, karena dari siswa 300 Stukpa ini yang rapid test itu sudah kita lakukan langkah-langkah ya. Langkah-langkah kedokteran sudah kita lakukan, dan langkah-langkah psikologi pun sudah kita lakukan. Jadi jangan khawatir, semuanya dalam kondisi baik, dan situasi yang baik pula," katanya. (*)

Berita9.com - Wabah corona banyak menyisakan cerita dari masyarakat. Salah satunya adalah penggali kubur di Jakarta. Kini peran mereka amat dibutuhkan di tengah mewabahnya virus yang bernama resmi Covid-19 itu, seiring banyaknya korban tewas yang ditimbulkan.

Adalah Nali (45), salah seorang petugas pengubur jenazah korban virus corona dari Dinas Kehutanan Jakarta Timur. Ia mengaku pemandangan di makam khusus pasien Covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur memang berbeda.

Ia mengungkapkan, dalam sehari bisa menggali 15 liang lahat untuk menguburkan jenazah pasien Covid-19 yang meninggal.

"Dari dua minggu yang lalu (mulai mengubur korban). Banyak sih (nguburin) udah dua minggu ini. Biasanya cuma ngubur dua (jenazah)," kata Nali, Rabu (1/4/2020).

Nali mengatakan, bahwa jenazah korban COVID-19 mulai datang secara terus menerus dalam kurun waktu dua minggu terakhir. Bahkan, kata dia, dalam dua minggu terakhir ini saja dirinya bisa menguburkan jenazah korban COVID-19 lebih dari 10 jenazah per harinya.

"Sembilan pak (jenazah hari ini), 10 ini sama barusan. Nanti delapan (jenazah) lagi dateng," kata dia.

"Sehari malah bisa 15 (jenazah dikuburkan) dua minggu ke sini ramainya. Dari minggu lalu sampai minggu ini," sambungnya.

Kendati begitu, Nali dan kawan-kawan yang lain mengaku senantiasa semangat melakukan tugasnya melakukan proses pemakaman jenazah korban COVID-19. Sebab hal itu sudah menjadi tuntutan tugas.

"Takut sih pak, takut mah takut. Tapi tugas bagaimana?," kata Nali.

Diketahui, angka kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta hingga Rabu (1/4/2020) mencapai 87 jiwa. Sedangkan kasus positif Covid-19 sebanyak 794 positif. Sementara jumlah kesembuhan 51 kasus.

Secara nasional, jumlah kasus corona juga terus meningkat. Hingga Rabu (1/4/2020), jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di Indonesia mencapai 1.677 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 157 jiwa, dan jumlah yang sembuh 103 orang. (*)

Go to top