Peristiwa

Peristiwa (1757)

Berita9.com - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum akan menerapkan karantina wilayah, meskipun Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah memberikan izin melaksanakannya terkait dengan penanganan pandemi virus corona baru (COVID-19).

"Kita masih menunggu hasil 'rapid test' (tes cepat) sampel 60 warga dan hingga kini belum ada hasilnya, sehingga karantina wilayah secara parsial belum akan kami laksanakan," katanya di Sukabumi, (30/3).

Dia mengatakan karantina wilayah dilakukan jika sudah ada yang positif, sedangkan hingga kini belum ada warga setempat positif COVID-19.

Namun demikian, pihaknya mendapatkan imbauan dari Kang Emil sapaan akrab Gubernur Ridwan Kami jika ada kegawatdaruratan yang bertambah maka langkah karantina wilayah akan segera dilakukan.

Ia berulang kali mengimbau warga setempat tetap tenang, tetapi waspada terhadap ancaman penularan virus itu, termasuk jangan mudah percaya kepada rumor.

Pihaknya juga membantah terkait dengan pernyataan Gubernur Jabar pada Senin, (30/3) yang menyebutkan dari hasil tes cepat terhadap 22 ribu warga Jabar dan 300 orang di antaranya positif, serta dari jumlah tersebut mayoritas berasal dari Kota Sukabumi.

Orang nomor satu di Kota Sukabumi itu mengatakan mereka yang menjalani tes cepat itu hanya 60 orang, yang hingga saat ini pihaknya belum menerima hasilnya.

Pemeriksaan sampel warga itu dilakukan selama tiga hari dan baru pertama kali.

"Kami sudah berkoordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi terkait karantina wilayah secara parsial jika terpaksa dilakukan karena meningkatnya kasus kegawatdarurat COVID-19," tambahnya.

Fahmi menjelaskan hasil tes cepat belum bisa menentukan bahwa warga yang diambil sampelnya benar terinsfeksi atau tidak, karena tes itu sifatnya penyaringan dan belum masuk kategori diagnosa.

Oleh karena itu, kata dia, belum tentu hasil tes cepat terhadap warga sebagai positif terinfeksi virus corona.

"Warga harus tahu yang menentukan negatif atau postif terinfeksi COVID-19 harus melalui pemeriksaan swab, jika belum melakukan pemeriksaan itu maka belum bisa dinyatakan tertular atau tidak," katanya.

Terkait dengan data terbaru gugus tugas penanggulangan dan pencegahan COVID-19, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 116 orang, 50 sudah selesai dan sisanya tinggal 66 orang yang masih dipantau, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) 16 orang, terdiri atas sembuh tiga orang dan sisanya atau masih PDP 13 orang. (*)

Berita9.com - Presiden Joko Widodo diminta mempertimbangkan mengkarantina DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ternyata sudah mengajukan pertimbangan kepada Presiden Jokowi terkait rencana local lockdown alias karantina seluruh wilayah ibu kota untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Menkopolhukam Mahfud MD mengungkapkan, Anies sudah mengajukan surat berisi perihal local lockdown tersebut.

"Ya, suratnya bernomor 143 tertanggal 28 Maret 2020. Pemerintah menerima surat diterima tanggal 29 Maret 2020 sore," kata Mahfud MD, Senin (30/3/2020).

Isinya, lanjut dia, pemerintah Provinsi DKI Jakarta minta pertimbangan pemberlakuan untuk karantina wilayah.

Sebelumnya, Mahfud menyebutkan pemerintah saat ini tengah menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait karantina wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Pemerintah ini sedang menyiapkan rancangan Peraturan Pemerintah, untuk melaksanakan apa yang disebut karantina kewilayahan," katanya.

Dalam PP itu, akan diatur kapan sebuah daerah itu boleh melakukan pembatasan gerakan alias karantina wilayah yang secara umum sering disebut lockdown.

Menurut dia, PP ini perlu dikeluarkan karena pemerintah tak bisa serta-merta menutup satu atau dua wilayah tanpa aturan pasti.

Mahfud mengaku pemerintah juga telah membaca situasi yang terjadi di beberapa daerah saat ini. Sejumlah pemda, telah menyampaikan secara langsung ke pemerintah pusat meski format karantina belum disepakati.

"Mereka sudah mulai menyampaikan beberapa keputusan kepada pemerintah, formatnya belum jelas, baru banyak pengumuman," tuturnya.

Oleh karena itu, dengan dikeluarkannya PP itu nantinya juga akan diatur format pasti karantina wilayah.

Selain format, syarat dan larangan yang harus dilakukan hingga kapan sebuah daerah boleh melakukan karantina juga akan dijelaskan dengan rinci melalui PP ini. (*)

Berita9.com - Pasien 02 Covid-19 yang meninggal dunia di RSUD Abdul Moeloek Lampung sebelumnya memiliki riwayat pernah singgah di beberapa kota di Indonesia. Lelaki 34 tahun tersebut, sebelum dinyatakan positif pernah ke Palembang, Padang, Serpong, dan Yogyakarta.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh awak media, Senin (30/3), pasien 02, PNS di Kementerian PUPR, sebelum dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, pernah melakukan perjalanan dinas ke Palembang acara Bimbingan Tekniks Peraturan Disiplin Kepegawaian pada 6 Maret 2020.

Selanjutnya, pasien 02 melanjutkan perjalanan ke Padang untuk menghadiri pesta pernikahan keluarga yakni adiknya di Padang pada 7 Maret 2020. Setelah itu, pasien 02 mengikuti rapat koordinasi di lingkungan Kementerian PUPR di Serpong, Banten, pada 9 Maret 2020.

Pasien 02 juga melakukan pertemuan dengan rekannya di Balai Jakon Palembang dan Staf Direktorat PJK di Kantor BP2JK Lampung pada 16 Maret 2020. Selama beberapa hari, pasien 02 mengalami gejala demam dan diperiksa kesehatannya. Pasien mendapat status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.

Dinas Kesehatan Lampung mengirim sampel swab pasien 02 ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta. Pemerintah pusat mengumumkan pasien 02 dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) pada 26 Maret 2020. Setelah dirawat beberapa hari, kondisi tubuh pasien 02 terus memburuk, dan meninggal dunia pada Senin (30/3) pukul 03.00.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung dr Reihana sebelumnya mengatakan, kondisi pasien 02 terus memburuk. Sedangkan, pasien 01 kondisinya terus membaik. "Pasien 02 kondisinya terus memburuk," kata dr Reihana dalam keterangan persnya, pekan lalu.

Berdasarkan rilis dalam situs Dinas Kesehatan Lampung, wilayah Provinsi Lampung saat ini memiliki jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 sebanyak tiga orang, satu orang di antaranya meninggal dunia (pasien 02). Sedangkan, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang, PDP negatif 10 orang, dan orang dalam pemantauan sebanyak 694 orang. Semua PDP corona dirawat di RSUD Abdul Moeloek. (*)

Berita9.com - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono menyebutkan sebanyak dua pasien yang menjalani perawatan medis di RS Darurat Corona (Covid-19) dinyatakan meninggal dunia pada Ahad (29/3).

“Iya, kemarin ada dua (pasien yang meninggal dunia). Satu wanita umur 72 tahun dan satu lagi pria berusia 47 tahun,” kata Yudo dalam pesan singkatnya kepada awak media, Senin (30/3).

Namun, Yudo enggan merinci pasien meninggal itu berstatus positif corona atau tidak. Dia hanya menerangkan bahwa RS Darurat merawat pasien yang berkaitan dengan virus corona.

"Penyebabnya saya tidak tahu. Silakan dianalisa sendiri bila pasien meninggal di RS Darurat,” terang dia.

Secara total, RS Darurat merawat 411 pasien berkaitan dengan virus corona. Hal itu mengacu data per Senin ini pukul 08.00 WIB. Dari 411 itu, sebanyak 92 di antaranya berstatus sebagai pasien positif virus corona atau Covid-19.

“Jumlah pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet 411 orang terdiri dari 252 pria dan 159 wanita. Sebanyak 92 orang berstatus positif Covid,” lanjut dia.

Lebih lanjut, kata Yudo, RS Darurat turut merawat 230 orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari virus corona. Kemudian, sebanyak 89 orang lainnya berstatus Orang Dalam Pemantauan atas corona.

"Terdapat PDP yang kami rawat berjumlah 230 orang dan ODP 89 orang," timpal Yudo. (*)

Berita9.com - Gubernur Riau Syamsuar meminta warganya yang mengikuti kegiatan tablig akbar di Sri Petaling Kuala Lumpur, Malaysia akhir Februari lalu, segera melapor ke pusat layanan (call center) setelah dua peserta tablig asal Pekanbaru positif terjangkiti virus corona.

"Kami meminta kepada masyarakat Riau yang mengikuti kegiatan tablig akbar di Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia dan memiliki gejala COVID-19 untuk menghubungi call center 0761-23810," kata Syamsuar dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Senin (30/3).

Ini bukan pertama kali Gubernur Riau mengimbau hal tersebut, karena menurut dia, banyak peserta tablig akbar asal Riau cenderung tertutup dan enggan memeriksakan kondisi kesehatan mereka.

Padahal, kedua pasien positif di Riau, M (63) dan AH (42), merupakan imported case.

"Mereka berdua merasakan gejala COVID-19 setelah pulang dari Malaysia. Keduanya mengikuti kegiatan Tabligh Akbar di Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir Februari yang lalu. Di Malaysia sendiri, dari klaster Sri Petaling ini ada lebih dari 600 kasus positif COVID-19," ujarnya.

Syamsuar juga sempat menyatakan bahwa Penanggung Jawab Markas Dakwah dan Tabligh Provinsi Riau sampai harus mengeluarkan surat pernyataan bermaterai yang intinya mengajak pekerja dakwah (ahbab) yang hadir di tablig akbar Malaysia, agar mengikuti arahan pemerintah untuk cek kesehatan.

Markas dakwah yang berlokasi di Jalan Labersa Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, tersebut dipercaya banyak terdapat jamaahnya yang menghadiri tablig akbar di Malaysia.

Dalam surat tersebut sampai dituliskan bahwa melapor ke dinas kesehatan untuk memeriksa kesehatan dalam pencegahan virus corona, bukan sebuah aib. Menurut informasi ada puluhan warga Riau yang mengikuti tablig akbar tersebut.

"(Mereka) Tertutup, padahal enggak tah apa yang ditakutkan mereka, padahal kami mau membantu keselamatan mereka termasuk juga keselamatan orang lain," kata Syamsuar.

Makin cepat para jemaah bersikap kooperatif, maka pencegahan penyebaran virus corona bisa lebih optimal. Dan bagi yang terinfeksi bisa secepatnya diidentifikasi dan mendapat perawatan.

Seperti pasien M asal Pekanbaru, kini sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru sejak 13 Maret lalu. (*)

Berita9.com - Jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 di Bantul kini sebanyak tiga orang. Data itu merujuk laman resmi penanganan covid-19 Pemprov DIY corona.jogjaprov.go.id yang dilansir.

Kasus kekinian di Bantul dialami laki-laki berusia 53 atau masuk daftar kasus 19 di DIY.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa, pasien tersebut merupakan warga Kecamatan Jetis.

Penyebab pasien tersebut terinfeksi Covid-19, kata pria yang akrab disapa dokter Oky itu diduga karena transmisi lokal.

Ia melanjutkan, transmisi lokal adalah penularan setempat yang terjadi dari penderita ke orang lain dalam satu wilayah.

Hanya saja, katanya, itu belum bisa dipastikan. Sebab, yang bersangkutan juga menjalin kontak fisik dengan banyak orang.

"Sedang dipastikan karena dia bekontak dengan banyak orang juga," katanya, (28/3).

Untuk diketahui, selama ini dilaporkan mayoritas kasus covid-19 di DIY merupakan impor dari luar daerah terutama Jabodetabek. Belum ditemukan pasien positif Covid-19 karena transmisi lokal. (*)

Berita9.com - Salah satu dokter muda yang kerap merangkul anak muda dengan gayanya yang santai, dr Tirta terpaksa mengisolasi dirinya ke Kartika Pulomas Hospital, Jakata Timur, Sabtu (28/3/2020) malam. dr Tirta dirawat dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (COVID-19).

"Saya mutusin ke rumah sakit buat jaga-jaga. Saya terpaksa mondok meski saya PDP, belum positif COVID," kata dr Tirta melalui Live Streaming di akun resmi Instagramnya @dr.tirta, (28/3).

Melalui akun Instagramnya, dr Tirta menceritakan alasannya memutuskan bedrest di rumah sakit, setelah berhari-hari melakukan kegiatan melawan virus corona.

"Meskipun dari sini, saya tetap berjuang dan terus memantau melawan corona. Setelah sembuh saya akan balik lagi berjuang," ucapnya dengan diselingi batuk-batuk.

Dari pantauan dalam akun Instagramnya @dr.tirta, ia mengabarkan kalau akhirnya memutuskan untuk bedrest total di rumah, sekitar 17 jam lalu. Melalui postingannya, selama 14 hari berturut-turut ia di jalanan untuk memberikan edukasi dan membagikan APD (alat pelindung diri) untuk beberapa rumah sakit. Setidaknya ada 20 rumah sakit katanya.

"Dan ya akhirnya bener, fisik usia 28 tahunan itu ga sekuat 5 tahun lalu. Total uang yg saya habiskan (pribadi dan donasi mencapai 1 m lebih)," tulisnya dalam postingannya.

Bahkan, dr Tirta sudah siap dengan kemungkinan terburuk kalau dirinya positif Covid-19 atau virus corona ini.

"Jikalau suatu saat saya positif covid, percayalah, semangat saya nggak akan padam. Bahkan jika saya sekarat sekalipun, perlawanan akan tetap jalan. See you guys. Hidup mati di tangan Allah. Tapi yang penting berjuang dulu di sini," tambahnya.

Yang bikin haru, ada satu kalimatnya soal kalau dirinya berjuang menjadi relawan untuk tidak dikenang.

"Saya harap apa yg saya lakukan menggerakkan hati kalian dimanapun kalian berada, kami siap mati demi negara ini. Saya ga butuh dikenang. Saya cuma melakukan tugas saya," katanya. (*)

Berita9.com - Kemenko Kemaritiman dan Investasi meminta maaf atas pelaksanaan konferensi pers di Gudang Angkasa Pura Kargo 530, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Jumat (27/3/2020).

Jelas-jelas acara ini melanggar himbauan social distancing (jaga jarak) dalam rangka membendung penyeberaran Virus Corona atau COVID-19. Banyak pihak melontarkan kritik keras atas terselengaranya acara yang diinisiaki kemenko yang dipimpin Luhut B Pandjaitan itu.

Staf Khusus Menko Maritim dan Investasi Bidang Kelembagaan dan Media Jodi Mahardi dalam pesan instan di Jakarta, Jumat, mengaku telah menginformasikan bahwa rilis dan foto kegiatan jumpa pers akan dibagikan sehingga wartawan tidak perlu hadir.

"Kami sudah menyatakan permintaan maaf atas tidak terlaksananya physical distancing tadi pagi. Kami sebetulnya sudah menginfokan juga ke grup wartawan Kemenkomarves bahwa rilis dan foto akan di-share online dan tidak perlu hadir. Memang wartawan yang hadir ternyata di luar perkiraan," kata Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan itu.

Menurut Jodi, kejadian tersebut akan menjadi evaluasi bagi Kemenko Marves dan ia menjanjikan hal tersebut tidak akan terulang. Dia menambahkan, pihaknya akan membantu melakukan pengetesan COVID-19 bagi para wartawan yang hadir dan kemudian memiliki gejala terinfeksi virus tersebut.

"Bagi wartawan yang hadir tadi dan mempunyai gejala COVID-19 dalam 5-7 hari kami akan bantu pengetesan. Kami akan melakukan reach out ke para wartawan yang mendaftar tadi," katanya.

Sebelumnya, Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mengritik konferensi pers yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) di Gudang Angkasa Pura Kargo 530, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Jumat (27/3).

Juru bicara KKJ, Sasmito Madrim dalam keterangan persnya di Jakarta, menyatakan jumpa pers tentang penyerahan bantuan dari Tiongkok kepada pemerintah Indonesia itu tidak menghiraukan imbauan mengenai pentingnya menjaga jarak fisik yang aman.

Para narasumber masih saling berdekatan dan para jurnalis berkerumun meliput acara. Padahal menjaga jarak sangat penting untuk menekan penularan virus corona (COVID-19). (*)

Berita9.com - Satu pasien wanita yang dinyatakan positif COVID-19 meninggal dunia di Padang pada Sabtu (28/3/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kabar pasien meninggal karena corona itu disampaikan Kepala Gugus Tugas COVID-19 Padang Barlius.

"Hasil tes yang bersangkutan baru keluar Jumat malam dan dinyatakan positif sebagai pasien yang ketiga, yang bersangkutan sebelumnya dirawat di Semen Padang Hospital," katanya.

Menurut dia, setelah pasien meninggal langsung dilakukan memandikan jenazah, mengafani hingga menyalatkan di rumah sakit.

"Prosedurnya tidak boleh lebih dari empat jam harus dimakamkan. Dan untuk makam harus jauh dari sumber air, baik sungai dan sumur bor," kata dia.

Ia memastikan tim mengawasi agar jenazah bisa dimakamkan sesuai prosedur dan tidak boleh lagi dibuka.

"Keluar dari rumah sakit langsung dibawa ke makam oleh petugas rumah sakit," kata dia.

Barlius menyampaikan, berdasarkan penelusuran yang bersangkutan punya riwayat perjalanan ke Jakarta dan sepulang dari sana dirawat di Semen Padang Hospital.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota Padang hingga Sabtu 28 Maret 2020 di Padang terdata 1.631 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, 90 orang dalam pengawasan, tujuh orang pasien dalam pengawasan, tiga positif, satu meninggal dunia dan empat orang menunggu hasil tes .

Sebelumnya Pemerintah Kota Padang menyiapkan anggaran sebesar Rp82 miliar untuk penanganan wabah Corona Virus Disease (COVID-19).

Anggaran tersebut diambil setelah dilakukan pergeseran sejumlah mata anggaran sebesar Rp78 miliar dan Rp4 miliar dari dana cadangan kebencanaan, kata Wali Kota Padang Mahyeldi.

Ia menyebutkan dengan jumlah penduduk satu juta orang Padang membutuhkan anggaran yang cukup besar apalagi saat ini sudah ditemukan dua kasus positif.

"Alhamdulillah untuk pengalokasian anggaran yang akan digunakan kami sudah mulai membahas dengan DPRD setempat," ujarnya. (*)

Berita9.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Komisi IX Fraksi PDIP, Imam Suroso, meninggal karena terinfeksi virus Corona. Kabar ini dibenarkan Wakil Ketua Komisi IX, Melki Laka Lena.

"Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Telah wafat saudara kita Bp H Imam  Suroso anggota DPR RI Fraksi PDIP komisi IX jam 20.50. Semoga diampuni semua salah dan dosanya, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan, dan wafat husnul khatimah," ucap Melki saat dikonfirmasi pada Jumat, 27 Maret 2020.

Melki mengatakan Imam sebelumnya menjalani perawatan di RSUP Kariadi lantaran berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terinfeksi virus corona. Dia mendapat informasi setelah menghubungi Direktur RSUP Kariadi, Agus.

"Tracing akan disampaikan oleh Gubernur Jateng dan Dinkes Jateng," kata Melki soal kontak pasien yang menderita infeksi virus Corona dengan orang-orang di sekitarnya. (*)

Go to top