Foto

Foto (515)

Kepresidenan Urusan Masjid Nabawi di Madinah saat ini sedang melaksanakan rencana operasional untuk musim umrah tahun ini. Dan atas arahan Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman 100 pintu atau semua pintu Masjid Nabawi yang jumlah mencapai 100 harus dibuka. Tujuannya untuk memberikan akses kepada para peziarah yang mengunjungi tempat suci itu.

Dr Ali Al-Obeid, wakil kepala kepresidenan, mengatakan bahwa tujuan dari rencana itu tersebut adalah untuk mebuat aman dan nyaman Masjid Nabawi. Ini dilakukan dengan mengawasi pintu, kebersihan di dalam maupun di luar masjid, menyediakan kursi roda untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus, memfasilitasi mobilitas untuk orang tua di halaman Masjid Nabawi dengan mobil golf, dan memberikan panduan untuk orang-orang yang hilang.

Al-Obeid mengatakan sebuah perpustakaan lengkap berisi buku dan manuskrip ilmiah, selain pelajaran audio dan pembacaan para imam Masjid Nabi, juga disediakan bagi para pengunjung untuk dijadikan referensi.

(**/IST)

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno diundang secara langsung ke Gala Premiere film Ayat-ayat Cinta 2. Para pemain inti didampingi produsernya menyambangi Balai Kota, Selasa (14/11) malam.

Fedi Nuril, Chelsea Islan, Dewi Sandra, Tatjana Saphira, Arie Untung, dan CEO MD Pictures sekaligus Produser film Manoj Punjabi disambut hangat oleh Anies-Sandi dan jajarannya. Mereka terlihat sangat menikmati jamuan makan malam yang telah disiapkan di Balai Kota.

Terlihat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta Dian Ekowati turut menemani. Sementara Anies, datang terakhir karena terlebih dahulu mendatangi agenda kegiatan yang lain.

Sandi menyampaikan keinginannya untuk hadir pada Gala Premiere yang dijadwalkan 7 Desember 2017 itu. Dia pun mengapresiasi film yang telah andil mempromosikan ibu kota.

"Insya Alllah tanggal 7 Desember premiere. Saya melihat dampaknya sangat besar. Kami di sini melihat bagaimana untuk bisa memudahkan untuk syuting di DKI sekalian promote DKI," ujar Sandi di Balai Kota, Selasa (14/11).

Dia mengaku, menonton film AAC season pertama sebanyak tujuh kali lantaran menggemarinya. Tak hanya itu, Sandi mengutarakan mimpinya agar film Indonesia suatu hari dapat memenangkan Piala Oscar.

"Saya penggemar. Yang pertama nonton tujuh kali. Tapi saya enjoy. Dan tanggal 7 (Desember) katanya banyak surprise. Saya ucapkan selamat sekali lagi. Kita ingin lebih banyak film-film diproduksi. Mimpi kami suatu hari film Indonesia menang piala Oscar," tutur dia.

Manoj Punjabi dan Chelsea Islan juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan beberapa patah kata saat berada di sana.

"Makasih Pak Wagub. Suatu kehormatan bagi kita semua. Dari 'Ayat-Ayat Cinta 2' udah siap. Mudah-mudahan bukan cuma mendapatkan Box Office, tapi juga inspiring. Bisa menginspirasi masyarakat kita. Saya percaya film ini bisa membawa ke sana. Dan juga pertemuan malam ini bangga dan tersanjung film Indonesia dihargai. Ini suatu motivate. Sampai ketemu 7 Desember di Epicentrum," ucap Manoj Punjabi.

Dilanjutkan Chelsea, dia mewakili pemain yang lain mengungkapkan keinginannya agar film yang tayang padas akhir tahun itu saukses dan diminati masyarakat Indonesia.

"Terimakasih semua yang sudah hadir disini, terimakasih Bapak Sandiaga Uno, saya mewakili teman-teman film Ayat-ayat Cinta 2. Mewakili Kak Dewi Sandra,Tatjana, dan juga Mas Fedi Nuril, kami berdoa semoga film kami sukses di Indonesia sebaik mungkin, semoga dapat menginspirasi. Bangga film Indonesia," seru Chelsea.

Untuk diketahui, film Ayat-ayat Cinta 2 akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada tanggal 21 Desember 2017 mendatang.

(**/IST)

Italia dipastikan gagal lolos ke babak utama Piala Dunia 2018 setelah hanya bermain imbang tanpa gol dalam duel leg kedua play-off kualifikasi zona Eropa di San Siro, Selasa (14/11) dini hari WIB.

Hasil tersebut mengubur ambisi Italia untuk bisa ambil bagian di Rusia dan justru berharga bagi Swedia lantaran mereka sukses melaju berkat keunggulan agregat skor 1-0, hasil kemenangan di leg pertama tiga hari lalu.

Mengejar defitis satu gol, pasukan Gli Azzurri langsung tampil terbuka sejak menit pertama dan menerapkan intensitas serangan tinggi. Akan tetapi peragaan barisan bertahanan Swedia yang solid menyulitkan upaya tekanan tuan rumah.

Kans terbaik pertama untuk bisa memecah kebuntuan datang pada menit ke-27. Jorginho mengirimkan umpan chip kepada Ciro Immobile di kiri dan sang striker Lazio kemudian menarik bola ke tengah kotak penalti, sayangnya tendangan Candreva terlalu keras dan melambung di atas mistar gawang.

Menit ke-40, Immobile nyaris membawa Italia unggul apabila sepakannya yang sudah melewati adangan kiper Olsen yak disapu keluar oleh Andreas Granqvist sebelum melewati garis gawang. Sementara semenit jelang turun minum, giliran Alessandro Florenzi yang mendapat kans tapi tembakan jarak dekatnya dimentahkan Olsen.

Florenzi pula yang mengawali ancaman Italia di babak kedua, dengan tendangannya yang meneruskan umpan silang Matteo Darmian pada menit ke-54 masih tipis menyamping. Pasukan Giampiero Ventura terus mengurung Swedia yang memang sejak awal lebih memilih bertahan dan menunggu momen melakukan serangan balik.

Masuknya Isaac Kiese Thelin di pertengahan babak kedua memberi warna baru bagi lini depan Swedia dalam melancarkan skema serangan balik. Sementara, Italia merespons dengan memasukkan Stephan El Shaarawy dan Andrea Belotti, itu berarti mereka menerapkan formasi tiga striker.

Kans bagi Immobile untuk memecah kebuntuan Italia datang pada menit ke-64, sayang tembakannya yang menyambar umpan Candreva dari sisi kanan masih menyamping. Mistar gawang menjadi musuh Italia dua menit berselang saat umpan silang Florenzi yang membentur Mikael Lustig hanya menghasilkan sepak pojok.

Menit ke-86, giliran El Shaarawy yang melancarkan aksi namun eksekusi jarak dekatnya dimentahkan Olsen. Segenap upaya serangan dikerahkan Italia dalam sisa waktu babak kedua, namun tak satu pun mampu mengubah keadaan dan tiket ke Piala Dunia jatuh ke genggaman Swedia.

(**/IST)

Teknologi semakin hari semakin canggih seperti Uber yang pada awalnya menyediakan aplikasi pemesanan taksi online lalu berinovasi dengan mobil swakemudi. Tak hanya berhenti di situ saja, Uber menggandeng NASA untuk membuat taksi terbang.

Ide membuat taksi terbang muncul dari problematika lalu lintas di jalan raya yang cukup padat sehingga kerap merugikan penumpang. Teknologi mobil terbang dianggap bisa menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dalam acara Web Summit di Lisbon, Portugal, pada tanggal 8 November lalu, Head of Product Uber Jeff Holden menyatakan detail mengenai program taksi terbang yang sedang mereka garap. Proyek yang bernama Uber Elevate tersebut digarap Uber bersama teknisi dirgantara NASA Mark D Moore. Hal mengenai taksi terbang ini pertama kali diungkapkan pada bulan Februari silam.

Pada saat itu Uber memiliki rencana untuk mengadakan uji coba di Dallas, kemudian menyusul di Dubai. Perusahaan ini memang terlihat sangat optimis dengan ide ini dan kini menunjuk Los Angeles sebagai lokasi selanjutnya. Sesi uji coba Elevate Uber kabarnya akan dilangsungkan pada tahun 2020 di Los Angeles.

Menurut Holden, alasan Los Angeles menjadi pilihan utama karena LA merupakan salah satu kota dengan lalu lintas terpadat di dunia dan belum mempunyai infrastruktur angkutan umum. Menurutnya, Uber Elevate adalah metode implementasi sistem angkutan umum tanpa memperpadat kondisi lalu lintas yang sudah ada.

Uber ingin membuat kendaraan lepas landas dan pendaratan secara vertikal. Ini adalah kerja sama pertama startup dengan pemerintahan federal AS NASA juga bekerja sama dengan perusahaan lain untuk mengembangkan manajemen lalu lintas yang lebih baik untuk kendaraan dengan altitude yang rendah ini.

Bersamaan dengan pengumuman ini, Uber juga memublikasikan konsep yang memperlihatkan cara kerja layanan Uber Elevate di mana digambarkan seorang wanita melakukan pemesanan taksi melalui aplikasi mobile di smartphone. Kemudian dia naik ke lantai teratas gedung tempat skyport tempat mobil tersebut berada, melakukan konfirmasi di terminal menggunakan NFC di smartphone, lalu selanjutnya naik ke taksi udara. Di dalam Uber Elevate ini penumpang bisa melihat info waktu dan jarak tempuh di display, hal ini tidak berbeda jauh dengan display yang berada di dalam pesawat

Teknologi ini tergolong sangat maju karena sebelumnya hal ini hanya ada di dalam film bertajuk sci-fiction saja. Bisa jadi beberapa tahun ke depan hal ini akan menjadi kenyataan dan hadir dalam kehidupan nyata. Jika Uber Elevate ini sudah beroperasi dengan baik bagaimanakah nasib taksi yang beroperasi di darat? Akankah mereka mengalami kemunduran dan terdisrupsi dengan teknologi ini?

(**/IST)

Page 1 of 37
Go to top