ESDM Berharap Gross Split Sukses di Lelang Migas 2018

Lelang Blok Migas 2018 Jadi Ajang Pembuktian Skema Gross Split Lelang Blok Migas 2018 Jadi Ajang Pembuktian Skema Gross Split IST
Berita9.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengevaluasi 43 blok minyak bumi dan gas (migas) untuk dilelang pada tahun ini.
 
Adapun 43 blok migas itu terdiri dari 40 blok migas konvensional, dan 3 calon blok migas nonkonvensional.
 
40 blok migas konvensional yang akan dilelang terdiri dari 25 blok yang tidak laku dalam lelang di tahun 2015 dan 2016, serta 15 blok terminasi.
 
25 blok yang tak laku dilelang pada 2015-2016 itu ialah Rupat Labuhan, South CPP, Nibung, Batu Gajah Dua, Bukit Barat, South Tuna, Tongkol, Banyumas, Ampuh, East Sepanjang-Kangean, Kasongan Sampit, Southwest Bengara, Suremana I, Manakarra Mamuju, South East Mandar, Karaeng, Ebuny, East Tanimbar, West Berau, Onin, Kasuri II, Kasuri III, West Kaimana, North Arguni, dan Mamberamo.
 
Sementara 15 lainnya ialah blok terminasi di tahun 2017, yakni Air Komering, East Sokang, East Muriah, North Kangan, Palangkaraya, West Sangata, Belayan, Southeast Mahakam, South Sageri, Halmahera Kofiau, Southwest Bird's Head, Semai IV, West Papua III, Cendrawasih Bay II, dan Cendrawasih Bay III.
 
Sedangkan calon 3 blok nonkonvensional yang akan dilelang adalah MNK Sumut Tenggara, MNK Jembar Rimba dan GMB Sumbagsel.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan bahwa lelang 43 blok migas tersebut akan dibuka pada 17-18 Februari 2018.

Pihaknya masih mengevaluasi blok mana saja yang bakal dilelang. Hanya blok yang dinilai cukup menarik saja yang akan dilelang.

"Pada 17-18 Februari, kita akan siapkan lelang antara 25-40 WK. Dari 25-40 WK tersebut, ada WK dari lelang 2015-2017 yang masih tersisa kemarin, juga blok-blok yang dikembalikan secara sukarela dan blok-blok terminasi. Itu akan kita evaluasi, jangan sampai yang kita lelang tersebut tidak layak untuk dilelang," kata Arcandra, (27/1).
 
Arcandra mengatakan, ada momentum yang dapat dimanfaatkan untuk menarik minat investor di tahun ini. Setelah 2015-2016 lalu tak ada satu pun blok migas yang diminati investor, pada lelang 2017 lalu ada 5 blok yang dilirik.
 
Beberapa petinggi perusahaan migas juga sudah mendatanginya untuk menyatakan minat dan meminta penjelasan soal skema bagi hasil gross split.
 
"Bagaimana peluangnya apakah ini akan laku atau tidak? Tidak ada jaminan, tapi kita berharap momentum yang ada karena 5 WK laku kemarin dan momentum dari beberapa company yang datang one on one ke saya," ucapnya.
 
Kementerian ESDM pun pada September 2017 lalu telah merevisi skema gross split melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 52 Tahun 2017.
 
Ada berbagai perubahan yang dibuat agar iklim investasi hulu migas jadi lebih atraktif. Terdapat variabel-variabel baru yang menambah bagi hasil (split) untuk kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
 
Kemudian pada Desember 2017 diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2017 tentang Perlakuan Perpajakan Pada Kegiatan Usaha Hulu Migas dengan Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Ada 7 insentif fiskal yang ditawarkan dalam PP tersebut.
 
Namun, menurut Arcandra, tampaknya aturan gross split ini belum sepenuhnya dipahami para investor. Dirinya dan Menteri ESDM Ignasius Jonan terus berkeliling menemui calon investor untuk memberi gambaran yang lengkap soal skema gross split.
Diharapkan aturan gross split membuahkan hasil manis di lelang migas 2018.
 
"Dampak dari berita-berita yang selama ini ada menyangkut gross split, ini sedikit banyak menyulitkan kita dalam memberikan gambaran yang benar terkait gross split ini. Kita berusaha, misalnya minggu ini Pak Jonan ke Eropa juga dalam rangka agar perusahaan-perusahaan di sana mau melihat blok-blok yang kita tawarkan. Tahun ini saya akan ke AS juga dalam rangka menawarkan blok migas," tutupnya.
 
(**/KM)
Rate this item
(0 votes)
Go to top