Korban 'Cempaka' Akan Jadi Obyek Wisata Baru

Sungai Oya di Desa Bejiharjo Karangmojo Gunungkidul potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata minat khusus. Sungai Oya di Desa Bejiharjo Karangmojo Gunungkidul potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata minat khusus. IST

Berita9.com - Sejumlah lokasi bencana alam akibat dampak badai Siklon Tropis Cempaka di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, akan dijadikan destinasi wisata baru. Seperti lokasi bencana alam berupa tanah ambles di sekitar Luweng Blimbing, Pacarejo, Semanu yang hingga kini terus dibanjiri wisatawan, akan dijadikan objek wisata minat khusus dilengkapi 'flying fox' dan fasilitas lainnya, menyusul pengembangan kawasan Telaga Jonge.

Sedangkan lokasi bencana terparah di bantaran Sungai Oya, Dusun Bonjing dan Gelaran, Bejiharjo akan diperluas menjadi destinasi wisata air khususnya arung jeram atau 'rafting' dan susur sungai. "Luweng Blimbing dari sisi lokasinya sangat memungkinkan untuk dijadikan objek wisata baru di Gunungkidul," kata Kepala Desa Pacarejo Suhadi, (10/12).

Pascabencana alam yang menyebabkan Luweng Blimbing ambles seluas kurang lebih 2 hektare menjadi perhatian banyak pihak dan dilihat dari lokasinya sekarang ini tidak memungkinkan untuk dilakukan pemulihan. Karena tingkat kerusakan akibat tanah ambles itu cukup parah, diukur dari kedalaman tanah yang ambles secara rata-rata mencapai puluhan meter dalamnya. Bahkan pada titik-titik tertentu mencapai hampir 50-an meter, terutama sekitar luweng yang kini membentuk danau cukup luas.

"Dari realitas di lokasi saat ini, paling tepat digunakan untuk objek wisata minat khusus 'flying fox' yang mungkin bisa menjadi yang terpanjang kedua setelah lokasi di Gedangsari," imbuhnya.

Untuk dijadikan lokasi wisata, ucap Suhadi, memang perlu kajian mendalam baik dari sisi ketepatan, tingkat risiko, maupun hal lain yang berkaitan dengan keselamatan pengunjung. Karena itu pihaknya berharap pemerintah segera turun tangan untuk menangani lokasi bencana ini.

Di sekitar Luweng Blimbing sendiri sudah banyak dikembangkan objek wisata termasuk kawasan karst, Taman Karst Ngingrong dan Luweng Tumbul yang kini mulai banyak dikunjungi wisatawan. "Tidak jauh dari Luweng Blimbing, juga terdapat lokasi wisata menyusuri goa dan sungai bawah tanah Kalisuci dan Jomblang," ucapnya.

Sementara di sepanjang bantaran Sungai Oya juga diusulkan masyarakat sekitar agar bisa dijadikan kawasan objek wisata 'rafting'. Selama ini sebagian ruas Kali Oya memang sudah difungsikan untuk kegiatan 'rafting'. Kondisi airnya diakui tidak selalu tenang terutama jika terjadi peningkatan intensitas curah hujan yang menyebabkan sungai banjir.

Sekitar kawasan Sungai Oya di Desa Bejiharjo berdekatan dengan objek wisata Goa Pindul dan sejumlah goa yang kini banyak dikunjungi wisatawan. "Pemerintah diharapkan bisa memfasilitasi agar destinasi wisata di Gunungkidul bertambah dan bisa menaikkan pendapatan warga," terang Suprapto, warga Kecamatan Karangmojo.

(**/Bmp)

Rate this item
(0 votes)
Go to top