Menikmati Mata Air Abadi Sungai Mudal Kulonprogo

Taman Sungai Mudal, ekowisata yang menjadi dayatarik baru di kawasan Kulonprogo. Taman Sungai Mudal, ekowisata yang menjadi dayatarik baru di kawasan Kulonprogo. IST

Berita9.com - Menoreh terkenal karena panorama alam yang begitu menawan, ditambah kesejukan dan suasana pegunungan yang nyaman. Salah satu objek wisata minat khusus yang tidak boleh dilewatkan yaitu Ekowisata Taman Sungai Mudal yang berada di Banyunganti, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo yang kini tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Ekowisata Taman Sungai Mudal menawarkan wisata petualangan lengkap menjelajahi Sungai Mudal, menikmati taman sungai dengan tumbuh-tumbuhan langka ditambah aneka permainan hingga wisata edukasi bagi pengunjung.

Mata Air Mudal terletak di perbatasan Pedukuhan Gunungkelir dan Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kulonprogo, DIY. Ekowisata ini pada awalnya merupakan kegiatan rutin dari masyarakat Pedukuhan Banyunganti, khususnya RW 05 dan sekitarnya mulai awal 2011 lalu berupa gerakan kebersihan mata air dan bantaran daerah aliran sungai Mudal.

Namun setelah mata air Mudal dan bantaran sungai kelihatan bersih dan bebas sampah, munculah ide tokoh masyarakat mengajak membuat tempat tersebut sebagai destinasi wisata berupa taman sungai yang bertujuan  agar kebersihan sungai dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Ekowisata ini selain ditanami tanaman hias dan khas seperti pisang semar, anggrek, pakis dan sebagainya juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang akan menambah kenyamanan pengunjung. Fasilitas tersebut antara lain tempat duduk dari bambu, musala, rumah payung, rumah pohon, rumah panggung, kolam pemandian alami dan warung-warung yang tertata rapi.

Di sisi lain mata air Mudal terdapat lorong yang konon merupakan saluran irigasi yang airnya dapat mengaliri sawah di sekitarnya dinamai Klenting. Bahkan mata air tersebut masih menyokong dan menjadi sumber air bersih bagi warga sekitarnya karena mengalir sepanjang tahun. Selain mata air Mudal sekitar 95 meter terdapat air terjun Mudal. Setelah air terjun terdapat jeram-jeram dan lubuk antara lain Bendung Pule, Kedung Wong, Kedung Luweng, Kedung Dowo, Kedung Rempelas, Kedung Awar-awar dan Kedung Kedoya.

Dalam kedung Kedoya dibuat embung sebagai arena berenang dan mandi bagi pengunjung Ekowisata Taman Sungai mudal dilengkapi sendang yang dibuat kolam bagi anak-anak dengan kedalaman 1 meter dan kolam dewasa dengan kedalaman 2 meter.

Di atas mata air Mudal terdapat pula tebing yang disebut Watu Wayang oleh warga setempat, karena menyerupai kelir wayang dengan hamparan datar batu kapur di Gunung Kelir. Konon di tebing yang bisa menampung 100 orang ini terdapat gambar wayang. Di tebing tersebut juga muncul ratusan kera ekor panjang bergelantungan  mencari makan buah dan dedaunan.

Menurut Pengelola Ekowisata Taman Sungai Mudal, Rudi Hastaryo, potensi yang dimiliki ekowisata ini sangat beranekaragam mulai dari flora maupun faunanya. Ditambah keunikan sungainya yang jernih dan mengalir sepanjang tahun yang menyegarkan dibalut taman yang bernuansa hijau zamrud.

Pengujung hanya dikenakan biaya masuk Rp 5.000 perorang dan biaya parkir Rp 2.000 permotor serta Rp 3.000 permobil untuk bisa menjelajahi dan berpetualang di Ekowisata Taman Sungai Mudal.

"Ekowisata ini dikelola masyarakat sekitar yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis) dengan menggunakan uang tiket muapun parkir untuk upaya perawatan sekaligus penambahan fasilitas pendukung lainnya. Kami ingin menjaga Sungai Mudal ini tetap terjaga kelestariannya yang tidak hanya sekadar untuk wisata minat khusus, tetapi sekaligus menjadi wisata edukasi," papar Rudi.

Rudi menyampaikan, selain lahan kemping, pihaknya semakin memberbanyak pilihan aktivitas yang bisa dilakukan di Ekowisata Taman Sungai Mudal ini seperti wahana treking dan flying fox akan ditambah dengan susur sungai ataupun river tubing nantinya. Taman Sungai Mudal sendiri untuk floranya akan dikembangkan tumbuhan asli maupun langka nantinya.

"Tidak perlu khawatir, kami menawarkan fasilitas akses internet atau wifi gratis yang bisa diakses seluruh pengunjung yang berada di area ekowisata yang ingin langsung mengunggah foto-fotonya ke media sosial. Kami juga menyediakan toilet dan kamar ganti maupun pilihan warung-warung yang bersih dan tertata rapi," ujar Rudi.

Ditambahkan Humas PT PLN (Persero) Area Yogyakarta, Paulus Kardiman yang menyampaikan sebagai salah satu pembina ekowisata ini, pihaknya mendukung penuh upaya pengembangannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Ekowisata Sungai Mudal ini telah menjadi binaan PLN melalui Program Bina Lingkungan yang memiliki berbagai potensi wisata antara lain pelestarian mata air Mudal, taman sungai, konservasi alam, olahraga, perikanan, outbond, mikrohidro, wisata edukasi dan sekolah sungai, taman batu hingga area kemping.

"Kami siap membantu pengembangan Ekowisata Taman Sungai Mudal ini karena melibatkan masyarakat langsung di dalamnya, masyarakatlah yang menjadi pemilik dan masyarakat jugalah yang harus mengelolanya," jelas Kardiman.

Jarak dari pusat Kota Yogya ke Taman Sungai Mudal kurang lebih 35 kilometer. Dari Tugu Yogyakarta ke arah barat - Perempatan Demak Ijo Ringroad Barat - Jl Godean  - Jembatan Sungai Progo - Jalan Menuju Arah Gua Kiskenda - Pertigaan Gua Kiskenda lurus - pertigaan hutan pinus belok kiri ke arah Kokap

Rate this item
(0 votes)
Go to top