Berita9.com - Tersangka kasus suap di Kota Batu, Malang, Filipus Djap, 'digarap' Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Filipus menyuap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

"Yang bersangkutan, FJP (Filipus Djap), akan diperiksa sebagai tersangka," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat 22 September 2017.

Tim satgas KPK sebelumnya menangkap tangan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan, dan Filipus di Batu, Malang, Jawa Timur, Sabtu 16 September. KPK menyita uang Rp200 juta yang diduga akan diberikan Filipus kepada Eddy Rumpoko dan Rp100 juta dari tangan Eddi Setiawan.

Uang itu diduga berkaitan dengan free proyek pengadaan meubelair di Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tahun anggaran 2017.

Total fee yang diterima Eddy Rumpoko dari proyek tersebut diduga Rp500 juta. Sebanyak Rp200 juta dalam bentuk tunai dan Rp300 juta untuk pelunasan mobil Toyota Alphard.

Proyek itu bernilai Rp5,26 miliar dengan pemenang pengadaan PT Dailbana Prima, milik Filipus. Dalam memuluskan suap, Eddy Rumpoko diduga menggunakan kata sandi untuk menutupi transaksi suap pengurusan proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017.

"Ada informasi yang kita terima bahwa indikasi penerimaan suap menggunakan kode 'undangan'," ucap Febri, (20/9).

KPK masih mendalami kode yang dimaksud dalam komunikasi tersebut. Menurut Febri, saat ini KPK belum bisa menyampaikan rinci makna kode tersebut.

Filipus sebagai pemberi diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Eddy Rumpoko dan Eddi Setiawan sebagai penerima diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.


(**/OJ)

Sidang Suap Kemendes, Jaksa Cecar Menteri Eko

Fee 10 % Jadi Modus Korupsi Proyek Pemerintah

Kepala BKKBN Tersangka Korupsi Alat KB

Aktor Intelektual Pembunuh Munir Masih Belum Diungkap

OTT Hakim Bengkulu Diduga Karena Ringankan Vonis

Butuh Komitmen Politik Presiden Untuk Selesaikan Kasus Munir

Dapat Rp20 Miliar, Tonny Mengaku Tak Nikmati Sendiri

KPK Persilahkan Istri Novel Bertemu Jokowi

62 Jenis Narkoba Global Beredar di Indonesia

Tak Ada Pelanggaran Dalam Penolakan Praperadilan Syafruddin

DPR Apresiasi Polri Ungkap Kejahatan Siber

Hukum Lemah Faktor Indonesia Jadi Target Narkoba

MAKI Berharap Seminggu Ini Novanto Sudah Ditahan

KPK Pelajari Laporan Pansus Pelindo II

Komnas HAM Sebut Penyerang Hermansyah Bukan Orang Biasa

MUI Kutuk Keras Pembacokan Pakar Telematika ITB

Komnas HAM Desak KPK Tetapkan Tersangka Korupsi E-KTP

Tim Gabungan KPK Polri Segera Ungkap Kasus Novel

Kemenhub Ambil Langkah Hukum Untuk Penampar Petugas Bandara

Go to top