Berita9.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati buka suara terkait dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson yang diangkut pesawat anyar maskapai Garuda Indonesia berjenis A300-900 Neo.

Motor gede itu sebelumnya dan disita oleh pihak Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta.  Sri Mulyani mengakui modus penyelundupan memang kerap terjadi.

"Kita memahami modus-modus untuk penyelundupan itu terjadi berbagai cara," ujarnya seusai menghadiri acara Hari Anti-Korupsi Sedunia di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Selasa, 3 Desember 2019.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyatakan, sejatinya kasus penyelundupan tidak hanya terjadi sekali. Ia mencontohkan, kecurangan serupa pernah ditemukan pada kegiatan jasa titip atau jastip dengan komoditas yang lebih kecil.

Jastip adalah jasa yang melayani pembelian barang-barang titipan melalui media sosial. Kegiatan ini beberapa di antaranya ditengarai masuk kategori penyalahgunaan untuk membawa barang impor ilegal dari satu negara ke negara lain.

Sri Mulyani memastikan bakal memperketat pengawasan melalui Bea Cukai. Ia juga meminta Bea Cukai meningkatkan kemampuan mengendus modus penyelundupan barang ilegal. Caranya dengan menjalin kerja sama dengan negara lain. 

"Kami akan terus meningkatkan MoU kerja sama Bea Cukai dengan negara lain, seperti Singapura, misalnya," tuturnya.

Moge ini diduga merupakan barang bekas yang sengaja diselundupkan melalui pesawat baru Garuda Indonesia yang didatangkan dari Toulouse, Perancis.

Pesawat Airbus A330-900 ini bertolak dari Toulouse Sabtu 16 November dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Minggu 17 November siang.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan motor itu beserta suku cadang yang disita itu adalah milik karyawan.

"Dibawa beberapa karyawan. Karyawan sudah mendeclare barang-barang itu ke Bea dan Cukai," ujar Ikhsan.

Garuda Indonesia, kata Ikhsan, akan mengikuti aturan yang berlaku dan menyerahkan sepenuhnya keputusan dari Bea dan Cukai.

"Jika perlu membayar pajak kami siap, jika memang harus dikirim kembali (reekspor) kami akan mengikuti sepenuhnya." katanya (*)

Kebijakan Jokowi Beri Grasi Untuk Koruptor Annas Maamun Dipertanyakan

Komisi V Ingatkan Pemerintah Agar Perjuangkan Ganti Rugi Korban Lion Air

KPK Akan Panggil Muhaimin Iskandar Terkait Suap PUPR di 2016

Pelaku Pengeboman Mapolrestabes Berkamuflase Pakai Jaket Ojek Online

Oknum Abdi Dalem Keraton Yogya Berbuat Cabul Akhirnya Dipecat

Pelaporan Ade Armando Gunakan Pasal 32 Ayat 1 Terkait Wajah Joker Anies

Jokowi Janji Tuntaskan Kasus Novel 3 Bulan, KPK Hanya Bisa Berharap

Asik Terima Setoran Dinas-Dinas dibawahnya, Wali Kota Medan Akhirnya Kena OTT

KPK Tahan Eks Pegawai Dirjen Pajak dikasus Suap Restitusi

KPK Minta Melchias Marcus Mekeng Penuhi Panggilan Penyidik

Gubernur Lampung Tak Ingin Bupatinya Kena OTT Korupsi Lagi

Bowo Sidik Minta Hakim Hadirkan Mendag Enggartiasto di Pengadilan

Muhammadiyah Bentuk Tim Advokasi Usut Penembakan Mahasiswa

Imam Nahrari Bisa Tutupi Borgol Pembelenggunya dengan Map

KPK Cegah Menpora Imam Nahrawi Kabur ke Luar Negeri

Sebelum Jadi Tersangka Mempora Imam Nahrawi Selalu Menyangkal

MAKI Kembali Gugat KPK Perihal Mandeknya Putusan Skandal Century

Hambali Abbas Tega Tipu 200 Jamaah yang Ingin Ibadah Umroh

MAKI Desak Kejagung Tersangkakan Pemberi Suap Jaksa Kejati Jateng

Go to top