Berita9.com - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman terus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan kasus kongkalikong di balik pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Boyamin menyatakan, KPK harus menuntaskan perkara korupsi Century sampai pada titik pertanggungjawaban uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 8,6 triliun.  

"KPK harus membawa ke pengadilan tindak pidana korupsi sepuluh nama yang disebut dalam putusan Budi Mulya dan pihak lainnya untuk mendapatkan pengembalian ganti rugi Rp 8,6 triliun," kata Boyamin saat terberitakan. (21/5).

Boyamin menjelaskan, dalam vonis pengadilan atas Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya disebutkan bahwa belum ada satu rupiah pun pengganti kerugian negara yang dibayarkan. Karena itu, Boyamin berjanji akan terus mengawal kasus tersebut.

Bahkan, jika prosesnya tidak memuaskan dalam waktu tiga bulan sejak keluarnya putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, maka MAKI akan menggugat kembali. "Semoga KPK sungguh-sungguh akan memeroses kasus Century," katanya.

Seperti diketahui, PN Jaksel pada 9 April 2017 mengabulkan gugatan MAKI atas KPK terkait tindak lanjut penanganan kasus skandal Bank Century. Majelis hakim tunggal PN Jaksel Efendi Muhtar dalam putusannya memerintahkan KPK untuk melakukan proses hukum selanjutnya dengan menjerat sejumlah nama sebagai tersangka.

Nama yang disebut dalam putusan itu antara lain mantan Gubernur BI Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dan kawan-kawan. PN Jaksel memerintahkan KPK melanjutkannya dengan pendakwaan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat atau melimpahkannya kepada kepolisian atau kejaksaan.

Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan pihaknya masih terus mengusut kasus Century. “Saya berkali-kali menyampaikan kami menugaskan penyidik dan penuntut untuk mendalami semua aspek,” kata Agus di gedung DPR, Jakarta, (23/4).

(**/JP)

Syafruddin Temenggung Didakwa Rugikan Negara 4,58 Triliun

Kadisbudpar Marah Besar 2 Anak Tewas Saat Bagi Sembako

Anak Ketua Umum Granat Positif Narkoba

KPK Berharap Tidak Ada Lagi Hakim Kena OTT

Kapolri Segera Laporkan Kasus Novel Ke Istana Negara

Jokowi Tunggu Penjelasan Kapolri Untuk TGPF Novel

Auditor BPK Didakwa Terima Suap Harley Davidson

Misteri Buku Catatan Hitam Setyo Novanto

Mahfud MD Desak Polisi Telusuri Penganiayaan 2 Ulama

Bos Beras Maknyuss Dihukum 1 Tahun 4 Bulan Penjara

MAKI Sebut Interpol Terbitkan Red Notice Buru Tersangka Korupsi Kondensat

Kejagung Tunggu Pelimpahan Kasus Korupsi Kondensat

Polisi Tangkap Sindikan Surat Keterangan Sakit Palsu

Indonesia Jadi Sasaran Jaringan Paedofil Internasional

Destinasi Wisata Dimanfaatkan Untuk Prostitusi Anak

KPK Dinilai Sengaja Hilangkan 3 Politikus PDIP di Dakwaan Setnov

BNN: Indonesia Sudah Darurat Narkoba

Kader PDIP Belum Kembalikan Uang Korupsi E-KTP

Polisi Akhirnya Rilis Sketsa Penyerang Novel

Go to top