Mahfud MD Desak Polisi Telusuri Penganiayaan 2 Ulama

Mahfud MD Mahfud MD IST

Berita9.com - Pakar Hukum Mahfud MD meminta petugas kepolisian untuk segera mengusut para pelaku yang melakukan penganiyayan terhadap dua ulama di Jawa Barat.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini polisi harus menyelidiki para pelaku yang didiagnosa gila.

"Ini tugas aparat, karena tindakan penganiyaan itu ya harus di hukum bagi yang waras (pelakunya) tapi kalau orang-orang tidak waras itu harus diselidiki (ketidak warasannya) gitu saja," katanya di bilangan Menteng, Malam Sabtu (2/2/).

Namun dirinya enggan berkomentar bahwa peristiwa yang menimpa KH Emon Umar Basyri (60) yang akrab disapa Ceng Emon dan Ustad Prawoto dilokasi dan pelaku penganiyayaan yang berbeda diindikasi dibuat-buat.

"Saya gak tau (ada indikasi dibuat-buat), tapi kalau ada indikasi dibuat-buat ya harus di hukum," tutupnya.

Seperti diketahui dalam kurun waktu kurang dari sepekan, dua ulama di Jawa Barat dianiaya. Salah seorang di antaranya bahkan meninggal dunia.

Peristiwa penganiayan terhadap dua ulama yang ada di Jawa Barat menyedot perhatian publik. Apalagi, pelakunya disebut orang yang mengalami gangguan jiwa.

Penganiayaan pertama dialami pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah Santiong, Kampung Sentiong RT 04/01, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Emon Umar Basyri (60) yang akrab disapa Ceng Emon atau Mama Santiong.

Penganiayaan itu terjadi di Masjid Al-Hidayah, Pesantren Santiong. Saat itu, korban sedang duduk wirid atau berzikir seusai melaksanakan Salat Subuh berjamaah. Suasana di dalam masjid saat penganiayaan terjadi sedang sepi, karena seluruh santri telah kembali ke pondok masing-masing setelah Salat Subuh.

Akibat penganiayaan itu korban mengalami luka serius, hidung patah dan tengkorak kepala retak. Bahkan korban sempat tak sadarkan diri. Oleh para santri, korban dibawa ke RS AMC Cileunyi lalu dirujuk ke ke UGD Al Islam Bandung, Jalan Soekarno-Hatta.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk meringkus pelaku penganiayaan terhadap KH Emon. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi akhirnya menetapkan tersangka penganiayaan terhadap kyai yang akrab disapa Ceng Emon itu.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter spesialis kejiwaan, tersangka diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Namun demikian polisi masih terus mendalami kasus ini.

Belum selesai kasus penganiayaan terhadap KH Emon, muncul lagi kasus penganiayaan terhadap ulama. Kali ini, korbannya adalah Ustaz R Prawoto, yang merupakan Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia (Persis) Pusat.

Korban dianiaya Kamis (1/2/2018) pukul 07.00 WIB oleh Asep Maftuh (45). Ustaz Prawoto mengalami luka parah di kepala dan patah tangan kiri akibat dipukuli oleh Asep yang merupakan tetangganya di Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Ustadz Prawoto meninggal dunia pukul 17.30 WIB.

(**/OZ)

Rate this item
(0 votes)
Go to top