Jualan Pastel Raksasa Raih Untung Rp 30 Juta Sebulan

Inovasi pastel raksasa buatan seorang ibu rumah tangga, Nurhayati Inovasi pastel raksasa buatan seorang ibu rumah tangga, Nurhayati Ist

Berita9.com - Bulan suci Ramadan menjadi momen tepat berburu kuliner, khususnya untuk disantap saat berbuka puasa. Kuliner baru yang inovatif kerap menjadi buruan masyarakat. Seperti pastel raksasa buatan seorang ibu rumah tangga, Nurhayati, yang tidak pernah sepi pembeli. Bahkan, untuk mencicipi gurihnya penganan tersebut harus melakukan pemesanan satu hari sebelumnya.

Nurhayati menuturkan omzet yang diperolehnya atas penjualan pastel raksasa mencapai Rp30 juta per bulan. Itu belum termasuk penjualan aneka gorengan lain, seperti bakwan udang dan pastel biasa.

"Rata-rata pendapatan tiap hari lebih dari Rp1 juta. Yang paling ramai, pesanan jalangkote (sebutan pastel di Makassar) raksasa," kata Nurhayati saat ditemui awak media di Makassar, belum lama ini. (5/6).

Ide pembuatan pastel raksasa, Nurhayati bercerita berawal dari keisengannya. Mulanya, ia membuat pastel raksasa bukan untuk dijual, melainkan untuk sang suami, Mushar. Sengaja pastel dibuatnya sebesar mungkin agar suaminya bisa kenyang.

"Hitung-hitung bentuk rasa sayang ke suami. Belakangan, baru saya coba jual ke masyarakat. Eh ternyata laku keras," tutur dia.

Menurut Nurhayati, pastel raksasa sendiri sudah dijualnya dalam dua tahun terakhir. Isian pastel raksasa pun berbeda ketimbang pastel biasa. Adapun isian pastel secara umum yakni campuran potongan wortel, ubi jalar, bihun, daun, dan batang bawang prei yang diberi bumbu. Nurhayati mengatakan khusus untuk pastel raksasa ditambah irisan telur dan sosis.

Setiap harinya, Nurhayati mengaku menjual sekira 100 pastel raksasa reguler ditambah sekitar 20 pastel raksasa berbentuk hati. Pembelinya bukan hanya dari Makassar, tapi juga warga dari Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros. Mereka tertarik membeli pastel yang tidak biasa tersebut. Adapun informasi penjualan pastel tersebut kebanyakan diperoleh warga dari media sosial.

Dalam beberapa hari terakhir, postingan salah seorang pembeli pastel raksasa tersebut diketahui menjadi viral di Facebook. Sejak saat itu, Nurhayati menyebut masyarakat berbondong-bondong membeli pastel raksasa racikannya.

"Saya kerepotan memenuhi permintaan. Makanya, kalau ada yang mau beli, saya minta untuk pesan terlebih dulu satu hari sebelumnya," ucap ibu dari enam anak itu.

Setiap kali memasuki bulan suci Ramadan, Nurhayati mengakui pendapatannya melonjak drastis hingga 100 persen. Dalam menjalankan usahanya, ia mengaku tidak secara khusus merekrut pekerja. Wanita berusia 46 tahun tersebut sebatas dibantu oleh tiga keponakan dan seorang anaknya di sebuah warung miliknya di Jalan Toddopuli VII, Kota Makassar.

Nurhayati menjelaskan mulanya lokasi usahanya terletak di Jalan Abubakar Lambogo, Kota Makassar. Namun, menjelang Ramadan, ia memutuskan pindah lokasi untuk pengembangan usaha.

"Di sini (Jalan Toddopuli VII) lebih strategis. Lalu-lintas orang sangat padat sehingga peluang meraih untung tentunya lebih besar. Alhamdullilah, sejauh ini pendapatan terus meningkat," terang dia.

Dalam pengembangan usahanya, Nurhayati mengaku masih berfokus pada perputaran modal pribadinya. Ia belum berpikir untuk mengajukan pinjaman ke bank lantaran ribetnya prosedur yang harus dilalui. Untuk akses permodalan di bank diketahui selalu saja meminta adanya jaminan. "Saya pakai modal pribadi saja sekitar Rp1 juta dan itulah yang diputar untuk kembangkan usaha," pungkasnya.

(**/WE)

Rate this item
(0 votes)
Go to top