Ketika Juventus dan Manchester City Tak Ambisius di Liga Champions

 Liga Champions 2019 Liga Champions 2019 IST

Berita9.com - Memenangkan ajang Liga Champions terlihat seperti sebuah proyek ambisius Juventus. Sang pelatih, Maurizio Sarri mencoba meringankan beban yang dipanggul oleh anak asuhnya.

Di masa kepelatihan Massimiliano Allegri, Juventus berhasil mencapai babak final Liga Champions sebanyak dua kali. Kesempatan itu datang di tahun 2015 dan 2017 lalu.

Sayangnya, perjuangan mereka selalu kandas di tangan tim raksasa Spanyol.

Pertama mereka dikalahkan Barcelona, kemudian kalah saat bertemu Real Madrid dua tahun berselang.

Juventus sudah melakukan segala cara untuk meraih trofi ajang bergengsi tersebut. Salah satunya dengan menghadirkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid pada tahun 2018.

Namun pada musim lalu, perjalanan mereka kandas di babak perempat final. Beban ambisius itupun semakin menghantui Juventus.

Pada tahun ini, sebagian besar penggemarnya terus menuntut mereka untuk memenangkan Liga Champions. Sementara Klubnya sendiri sudah melakukan semampunya untuk memperkuat tim.

Skema pragmatis yang diterapkan oleh Allegri terbukti masih gagal, walau dua kali Juventus berhasil mencapai final Liga Champions di eranya.

Kali ini, mereka mencoba menyuguhkan permainan menyerang nan atraktif sesuai strategi Sarri. Namun Sarri sendiri enggan menjadikan Liga Champions sebagai proyek yang ambisius.

Untuk sementara ini, targetnya adalah bisa lolos dari fase grup. Tidak seperti harapan banyak orang yang ingin melihat Juventus mencapai final.

"Satu-satunya target yang saya pasang untuk diri sendiri adalah lolos dari fase grup, lalu kami akan lihat lagi nanti. Kami harus lebih riang saat berada di lapangan. Liga Champions tak boleh menjadi sebuah obsesi," tutur Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

Juventus bukan satu-satunya tim Italia yang berbenah untuk melaju sejauh mungkin di Liga Champions. Dua klub raksasa lainnya, Napoli dan Inter Milan, juga sudah menambal kelemahannya di sepanjang bursa transfer musim panas kemarin.

Namun Sarri masih belum yakin bahwa akan ada tim Italia yang bakalan keluar sebagai juara pada musim ini. Mantan pelatih Chelsea tersebut percaya tim Inggris akan berbicara banyak.

"Sekarang, sangat sulit bagi tim Italia untuk menjadi kandidat terkuat di Liga Champions: bagi saya, tim Inggris adalah unggulan," tandasnya.

Sementara dari liga Inggris, Manajer Manchester City Pep Guardiola menegaskan ia tidak akan menyesal jika tidak meraihl Champions bersama The Citizens. Dan Menjuarainya tidak pernah jadi obsesi di Man City.

Guardiola tidak pernah lagi menjuarai Champions League sejak terakhir meraihnya pada 2011 dengan Barcelona. Tuntutan untuk menjuarainya, setelah sukses di kancah domestik, cukup besar.

Tapi, Guardiola tetap tenang dan mengaku tidak depresi jika gagal meraihnya. 

"Mereka memberitahu saya bahwa saya datang ke sini untuk melanjutkan proyek, untuk mencoba mengevolusi permainan, memenangi pertandingan, dan melihat seberapa jauh kami bisa melaju," terang Guardiola, dikutip dari Mirror.

"Itu langkah berikutnya yang logis untuk menjadi juara Eropa, tapi terkadang itu tidak mungkin diraih. Tentu saja kami ingin memenanginya, tapi entah itu terjadi atau tidak, tidak akan mengubah hidup atau niatan saya," lanjutnya.

"Saya tidak akan mencoba setiap hari, untuk 10 bulan berikutnya, berpikit itu akan jadi bencana besar dalam hidup saya apabila tak dapat meraihnya," pungkasnya (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top