Sepakbola Sarana Mempersatukan Bangsa Bukan Menceraikan

Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono.  Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono.  IST

Berita9.com - Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono berharap pertandingan tunda Leg Kedua Piala Indonesia 2019 antara kesebelasan tuan rumah PSM Makassar versus Persija Jakarta, Selasa (6/8/2019), di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung aman, lancar, tertib, damai dan sportif.

"Sepak bola itu mempersatukan, bukan menceraikan," ujarnya di Jakarta, (4/8).

Suhendra juga mengimbau semua pihak, terutama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PPSI), tidak paranoid menghadapi laga itu, karena ia yakin para suporter kedua kesebelasan, yakni The Jakmania (Persija) dan The Macz Man (PSM), sudah dewasa dan hubungan mereka pun baik-baik saja selama ini. Tak ada rivalitas antara The Jakmania dan Macz Man, bahkan The Macz Man menampung The Jakmania untuk memberikan tempat tinggal selama di Makassar.

"Bila kemarin sempat ada intimidasi terhadap Persija, itu hanya ulah segelintir oknum suporter. Di luar lapangan, hubungan mereka baik-baik saja," jelas Suhendra yang mau turun ke Makassar untuk menyaksikan langsung laga PSM versus Persija.

Laga PSM versus Persija sedianya digelar di Stadion Andi Mattalatta, Ahad (28/7/2019). Akan tetapi PSSI memutuskan menundanya karena faktor keamanan setelah ada intimidasi ke Persija dari oknum suporter. Penundaan ini berdampak pada hubungan suporter, antara The Jakmania dan The Macz Man yang ikut memanas di media sosial.

Suhendra juga mengapresiasi langkah Polrestabes Makassar yang memberikan jaminan keamanan dalam laga tunda ini. Polisi sudah melakukan antisipasi pengamanan, mulai dari jalur yang akan dilalui Persija saat kedatangan maupun kepulangan, hingga keamanan berlapis di area stadion saat laga berlangsung, mulai Ring 1, Ring 2, dan Ring 3.

Ia yakin masyarakat Makassar akan menjadi tuan rumah yang baik dan menjaga pertandingan akan berlangsung dengan aman dan tertib. "Masyarakat Makassar itu santun, menghargai tamu, dan mampu menjaga keamanan dan ketertiban. The Jakmania pun demikian, akan menjadi tamu yang baik, yang menghormati tuan rumahnya," paparnya.

Dari laga PSM versus Persija yang sempat tertunda ini, menurut Suhendra, ada pelajaran yang bisa dipetik. Pertama, PSSI tak boleh lagi tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Kedua, perlu ada lembaga khusus untuk mengedukasi suporter. Ketiga, sosok calon ketua umum PSSI yang berpengalaman di bidang keamanan makin menemukan relevansinya untuk didukung.

"Penundaan pertandingan kemarin terjadi akibat kurang koordinasinya PSSI dengan aparat keamanan," cetus pendiri Hadiekuntonos Institute (Research, Intelligence, Spiritual) ini. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top