Aa Gym Bincang Ramadhan Bersama Novel Baswedan Perihal Anti Korupsi

Pak Novel Baswedan & Aa GYM bersama dalam Bincang Romadhon via Youtube Pak Novel Baswedan & Aa GYM bersama dalam Bincang Romadhon via Youtube IST

Berita9.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku tidak ada rasa dendam kepada pelaku penyiraman air keras yang membuat matanya cacat.

Dia justru kasihan kepada sang pelaku karena tidak bisa hidup tenang karena menanggung keburukan baik di dunia maupun akhirat akibat buah kejahatannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Novel Baswedan saat Bincang Ramadan virtual dengan KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym, Jumat (22/5).

"Waktu saya berobat ke Singapura, bertemu seorang anak muda di pintu masjid. Kemudian dia memeluk saya dan bilang, dia tidak kasihan kepada saya. Yang dia kasihan adalah pelakunya karena akan menanggung sesuatu yang besar nantinya. Yang terjadi pada Pak Novel adalah takdir dan itu pasti baik," tutur Novel.

Meski harus kehilangan penglihatan, Novel yakin, segala sesuatu yang terjadi padanya bukan karena orang itu menyerang dia tetapi karena takdir Allah.

Dan, kejahatan yang dilakukan orang tersebut akan “membunuh” dirinya sendiri. Hal tersebut dibenarkan Aa Gym. Kejadian yang menimpa Novel bisa menambah iman penyidik senior itu.

Sedangkan pelakunya pasti tidak akan tenang. Dia akan menderita luar biasa di dunia. Meninggalnya tidak husnulkhatimah. Di akhirat juga mendapat ganjaran setimpal.

"Sesuai firman Allah, jika kamu berbuat baik itu untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat buruk, keburukan itu untuk orang yang melakukannya. Jadi memang tidak pernah tertukar. Orang-orang cuma jadi jalan saja. Justru kita harus kasihan kepada orang-orang yang jadi jalan itu karena dia akan memikul dunia akhirat," tandas Aa Gym.

Novel juga menjawab pertanyaan Aa gym, bagaimana korupsi harus diberantas melalui 3 tahapan yaitu penindakan, pencegahan dan pendidikan. Dan yang terpenting menurutnya adalah faktor pendidikan karena menyangkut karakter mental manusia agar jujur dan berahlak yang baik sebagai modal utama pemberantasan korupsi.

"Orang kalau jujur ahlaknya akan baik, maka proses penegakan hukum berjalan baik, dan proses hukum dijalankan penegak hukum yang baik" ungkap Novel.

Novel tetap optimis adanya proses penegakan hukum akan berjalan lebih baik kedepannya dengan adanya pendidikan ahlak, tentunya dengan adanya syariat hukuman yang berat sehingga menjadi efek jera orang menjadi takut untuk korupsi.

Aa gym merasa ikut malu sebagai ulama belum maksimal menyadarkan bangsa yang mayoritas muslim tapi ahlaknya kalah dalam hal kejujuran, seperti yang dicontohkan Novel pendidikan kejujuran paling diutamakan negara dengan tingkat korupsi rendah di Firlandia.

"Orang tua di Firlandia akan khawatir kalau anaknya tidak bisa jujur dan karakter disiplin tidak tumbuh daripada sekedar mengejar prestasi akademik" papar Novel. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top