AirAsia Menduga Ada Persaingan Tak Sehat di Industri Penerbangan

AirAsia merupakan maskapai berbiaya murah Low Cost Carrier (LCC) AirAsia merupakan maskapai berbiaya murah Low Cost Carrier (LCC) IST

Berita9.com - Menghilangnya AirAsia di online travel agent dipertanyakan. Saat ini, di beberapa penjualan tiket online seperti traveloka dan tiket.com, tak ditemukan penjualan tiket air asia untuk berbagai destinasi.

Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi mengatakan, perkembangan industri penerbangan di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, banyak kejadian yang luar biasa.
 
"Bahkan ada indikasi menuju persaingan yang tidak sehat, dan seperti biasa, pelanggan yang jadi korban," kata Rifai, Ahad (17/2).
 
Saat mencoba menelusuri penjualan tiket AirAsia melalui situs Traveloka dan Tiket.com, hasilnya memang tak ditemukan satu pun tiket AirAsia seperti rute Jakarta-Denpasar.
 
Awak media hanya menemukan tiket AirAsia di situs toko online seperti BukaLapak, Tokopedia, BliBli.

AirAsia memang dikenal sebagai maskapai berbiaya murah Low Cost Carrier (LCC). Saat maskapai penerbangan di Indonesia lainnya menaikkan harga pada bulan lalu, Air Asia tetap dengan harga yang sama.

Misalnya saja tiket penerbangan AirAsia untuk penerbangan Jakarta-Denpasar, dijual paling murah dibandingkan maskapai Tanah Air lainnya, yakni Rp 696.100.
 
Baik manajemen traveloka maupun tiket.com belum mau berkomentar soal hilangnya AirAsia di situs penjualan mereka.
 
"Semoga iklim kompetisi yang tidak kondusif ini segera sembuh, jadi industri penerbangan bisa berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia so now everyone can fly!" kata Rifai.
 
Sementara itu pihak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan siap untuk melakukan penelusuran dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat pada kasus penjualan tiket online AirAsia yang secara tiba-tiba menghilang dari layanan Online Travel Agent (OTA) seperti Tiket.com dan Traveloka.
 
Komisioner KPPU, Chandra Setiawan, mengaku baru tahu mengenai hal tersebut. Jika hal itu memang benar-benar terjadi, pihaknya siap untuk melakukan investigasi mengenai motif dari kedua OTA itu menghilangkan penjualan tiket online maskapai AirAsia.
 
"Kalau memang betul terjadi KPPU tentu siap melakukan investigasi," ucapnya, (17/2).
 
Saat ini, menurut dia, KPPU juga tengah menyelidiki mengenai dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat dari kebijakan maskapai penerbangan yang diduga menaikkan harga bersama-sama. Hal itu melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 5/1999 tentang KPPU.
 
"Untuk kasus yang kenaikan harga tiket pesawat juga masih diselidiki, mungkin nanti bisa digabungkan," kata Chandra. (*)
Rate this item
(0 votes)
Go to top