BNN Himbau Generasi Muda Agar Menjauhi Narkoba

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Heru Winarko (tengah) Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Heru Winarko (tengah) IST

Jakarta - Besarnya jumlah narkoba yang disita aparat, dianggap menjadi bukti Indonesia menjadi tujuan peredaran narkoba. Di penghujung tahun, aparat menyita kurang lebih 7 ton sabu.

"Untuk narkoba jenis sabu hingga Desember ini kami menyita 3.4 ton dari Kepolisian 4.3 ton. Jadi ada sekitar 7 ton lebih. Itu menunjukan Indonesia masih menjadi tujuan peredaran narkoba,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Heru Winarko, usai menyambut pelari ultra marathon GWK-GBK, Ahad, 30 Desember 2018.

Heru mengatakan secara kuantitas sitaan narkoba memang meningkat. Namun, untuk sindikat mengalami penurunan. “Tapi bagi saya di sini yang paling penting adalah pengukapan-pengukapan ini menjadi bagian upaya kami memberantas tidak masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Selama 2018 BNN telah berhasil mengungkap 914 kasus narkotika. Dengan tersangka sebanyak 1.355 orang. Pada 2018 ini BNN juga mengidentifikasi 83 jaringan sindikat narkoba.

Masyarakat diminta bersikap, dengan menolak masuknya narkoba ke Indonesia. Terutama generasi muda agar menjauhi narkoba.

Untuk barang bukti yang berhasil disita oleh BNN selama 2018, selain shabu seberat 3.4 ton. Terdapat juga ganja dengan berat 1.39 ton, Ekstasi dalam bentuk tablet sebanyak 469.619 butir. 1,88 kilogram ekstasi serbuk katinone seberat 68 kilogram.

Kemudian, amfetamin 65 kilogram dan beberapa jenis lainya seperti Heliotropin 9,9 kilogram, kokain 0,12 gram. Amb Fubinaca seberat 494,60 gram, perkusor serbuk 6,1 kilogram,5-fluoro-ADB (NPS) 52,9 gram serta Carisolprodol/PCC 280.163 butir. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top