BNN Minta Kejaksaan Segera Eksekusi Mati Bandar Narkoba

Heru Winarko Heru Winarko IST

Berita9.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko mengatakan, pihaknya telah berkirim surat kepada Kejaksaan Agung perihal pelaksanaan eksekusi mati bagi para bandar narkoba yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Kami telah bersurat kepada jaksa sebagai eksekutor. Kami tentu tidak mempunyai wewenang untuk melakukan eksekusi. Dalam surat itu, kami sebutkan jika eksekusi mati perlu dilakukan agar ada kepastian hukum,” kata Heru disela-sela acara Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

Namun, jenderal bintang tiga itu melanjutkan, soal apakah hal tersebut segera dipenuhi kejaksaan ataukah ada pertimbangan lain - termasuk dari sisi diplomasi Indonesia di dunia internasional - adalah hal lain yang tidak bisa dipaksakan BNN.

“Intinya kami menghendaki kepastian hukum dan agar ada pesan yang tegas dan jelas bahwa kita memerangi para bandar narkoba apabila yang jelas untuk bandar yang tidak menunjukan rasa jera,” sambungnya.

Saat ini, ada sejumlah bandar narkoba yang menanti eksekusi mati, tetapi seolah tak kapok dan tetap menjalankan aksinya di dalam penjara.

Mereka yang seolah mengejek hukum itu, misalnya, Efendi Salam Ginting yang kembali ditangkap BNN karena bisnis narkoba Malaysia-Sumut. Salam berstatus terpidana mati kasus impor sabu 10 kg. Dia kedapatan kembali menggerakkan anak buahnya untuk mengambil sabu dari Malaysia.

Lalu ada nama Togiman yang kembali menyelundupkan 25 kg sabu dari Malaysia pada Mei 2017. Dia kembali divonis pidana mati.

Juga ada warga asing seperti Zhang Manquan, Chen Hongxin, Jian Yuxin, Gan Chunyi, dan Zhu Xuxiong. Semunya warga Tiongkok. Lalu ada WN Belanda, Nicolas dan WN Prancis, Serge. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top