Bupati Bantul Suharsono Santuni Puluhan Pengayuh Becak dan Buruh Gendong

Suharsono menyerahkan bantuan paket sembako dan uang tali asih di Kantor Kecamatan Bantul Yogyakarta Suharsono menyerahkan bantuan paket sembako dan uang tali asih di Kantor Kecamatan Bantul Yogyakarta IST

Berita9.com - Bupati Bantul, Suharsono, memberikan bantuan kepada puluhan pengayuh becak yang biasa mangkal di Simpang Empat Klodran hingga Simpang Empat Gose Bantul. Bantuan dari uang pribadi tersebut sebagai wujud kepedulian Suharsono kepada pengayuh becak di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban tukang becak. Saya selalu memosisikan dan melihat andaikan saya menjadi seperti bapak-bapak penarik becak itu. Dengan demikian saya bisa merasakan kesulitannya,” kata Suharsono, seusai menyerahkan bantuan secara simbolis untuk pengayuh becak di Pendopo Kecamatan Bantul, Jalan Jenderal Sudirman, Bantul, Jumat (22/5/2020).

Bantuan tersebut berupa paket sembako berisi beras, minyak, gula, teh dan mi instan. Selain paket sembako ada uang tali asih untuk 75 pengayuh becak tersebut. Hadir dalam kesempatan penyerahan bantuan tersebut, Ketua Penggerak PKK Bantul, Erna Kusmawati; Camat Bantul, Jati Bayu Broto; dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Bantul, Suparmadi.

Suharsono mengatakan selama masa pandemi Covid-19 ini sebagian besar masyarakat merasakan dampaknya termasuk tukang becak dan buruh gendong. “Oleh karena itu, atas inisiatif saya bersama keluarga, kami memberikan bantuan agar dapat membantu para tukang becak khususnya di Bantul. Berapapun nilai bantuannya harap diterima,” kata Suharsono dalam keterangan.

Ia mengatakan bantuan yang diberikannya hanya sebagai tambahan karena sebagian besar tukang becak dan buruh gendong ada yang mendapat bantuan salah satu program baik Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Nontunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan bantuan sosial lainnya selama masa pandemi Covid-19 ini.

Basori, salah seorang tukang becak yang mendapat bantuan tersebut mengaku bahagia. Menurutnya bantuan tersebut sangat berharga untuk memenuhi kebutuhan terutama menjelang lebaran ini.

Selama ini Bashori mangkal di Simpang Empat Gose. Pendapatannya sejak dua bulan terakhir turun drastis. Biasanya dalam sehari ia memperoleh penghasilan sampai Rp40.000, namun selama pandemi Covid-19 ini dalam sehari hanya sekali atau dua kali membawa penumpang. “Terkadang dalam sehari tidak dapat penumpang sama sekali,” ucap Basori.

Selain memberikan bantuan paket sembako dan tali asih kepada 74 pengayuh becak, Suharsono juga memberikan bantuan serupa untuk puluhan buruh gendong yang ada di Piyungan dan sekitarnya. Penyerahan bantuan untuk buruh gendong dilakukan di Kantor Kecamatan Piyungan. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top