Cerita Mahfud MD Dapet Kiriman Meme Dari Luhut "Corona Is Like Your Wife"

Mahfud dalam webinar Halal bihalal Idul Fitri bersama keluarga besar Universitas Sebelas Maret Surakarta Mahfud dalam webinar Halal bihalal Idul Fitri bersama keluarga besar Universitas Sebelas Maret Surakarta IST

Berita9.com - Menko Polhukam Mahfud MD bercerita soal perbincangannya dengan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam perbincangan itu, Mahfud mengaku sempat dikirimkan meme yang senada dengan rencana pemerintah soal berdamai dan hidup dengan corona.

Hal itu disampaikan Mahfud dalam webinar Halal bihalal Idul Fitri bersama keluarga besar Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).
 
"Saya kemarin mendapat meme dari temen, dari Pak Luhut Panjaitan itu begini. Judulnya itu dalam bahasa Inggris. Corona is like your wife. You try to control it then you realize that you can't. Then you learn to live with it," ujar Mahfud dalam pernyataannya, Selasa (26/5).
 
"Corona itu seperti istrimu, ketika kamu mau mengawini kamu berpikir kamu bisa menaklukkan dia. Tapi sesudah menjadi istrimu, kamu tidak bisa menaklukkan istrimu. Sesudah itu. Than you learn to live with it. Ya sudah, sudah begitu," sambungnya.
 
Mahfud pun langsung menyinggung soal rencana new normal yang saat ini tengah jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Rencana itu dikemukakan pemerintah, sebagai langkah awal yang nantinya akan dilakukan masyarakat setelah pandemi ini berakhir.
 
"Membuat kenormalan yang baru karena dia kebiasaan. Karena sesuatu yang tidak bisa dihindari. Kemudian apa kita mau mengurung diri ndak? Kita menyesuaikan dengan keadaan itu tapi tetap menjaga diri. Seperti corona ini," ucap Mahfud.
 
Keadaan new normal itu, dipandang Mahfud sebagai suatu kondisi pelonggaran terhadap pembatasan yang sebelumnya telah berjalan. Sejumlah aturan new normal itu pun disebut Mahfud telah disiapkan Kementerian Kesehatan guna mengatur bagaimana masyarakat beraktivitas dalam lingkup new normal itu.
 
"Relaksasi itu bahaya, bahaya. Muncul istilah pengurangan pembatasan. Masa', pembatasan nggak boleh dikurangi. Muncul istilah new normal. Bikin kenormalan baru saja. Seperti tadi, kita tidak bisa menaklukan corona, corona sudah ada di depan kita. Lalu kita yang hidup, tapi tahu bahwa ada corona," kata Mahfud.
 
"Apa kenormalan baru? Ya besok kalau kita bekerja misalnya. Ya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, kemarin Menteri Kesehatan sudah mengeluarkan peraturan baru protokol kesehatan di berbagai sektor," tutupnya.
 
Sebelumnya pemerintah telah menetapkan adanya 3 indikator yang menjadi pertimbangan dalam menetapkan protokol hidup new normal di tengah wabah corona. 3 indikator ini dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, Rabu (20/5).
 
Tiga indikator yang disebut berdasarkan standar dari WHO itu yakni tingkat penularan corona di suatu wilayah atau reproductive number (RO), kesiapan sistem kesehatan tiap daerah, serta terakhir soal kemampuan pemerintah untuk mengetes corona. (*)
Rate this item
(0 votes)
Go to top