Demo Pembakaran Tak Pengaruhi Pertandingan Persipura Vs Borneo FC

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago IST

Berita9.com - Persipura Jayapura akan tetap bermain melawan Borneo FC pada laga lanjutan pekan ke-15 Liga 1 2019 di Stadion Segiri, Samarinda, Senin (19/8) malam WIB. Media Officer Borneo FC, Brilian Senjaya, memastikan tim Persipura yang sudah tiba di Samarinda tampak baik-baik saja hingga konferensi pers jelang laga. 

"Nggak ada kabar apa-apa, sampai kemarin aman-aman saja," kata Brilian, Senin (19/8).

Sebelumnya beredar kabar Persipura hendak membatalkan pertandingan melawan Borneo FC. Kabar pembatalan laga skuat asuhan Jacksen F Tiago itu menyusul isu rasisme yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (17/8).

"Nanti tetap main, nggak ada kaitannya dengan itu," lanjut Brilian.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Media PT LIB Hanif Marjuni. Ia mengatakan, tidak mendapat keterangan apa-apa terkait isu pembatalan bermain yang hendak dilakukan oleh Persipura.

 "Kami belum dapat suratnya loh," kata Hanif, Senin. "Kami belum dapat isu soal itu juga, kalau terkait beragam demo kami baca, tapi kalau efeknya sampai ke situ (pembatalan) belum ada informasi. Kami kan membuat keputusan berdasarkan aturan resmi dan pemberitahuan yang legal."

Seperti yang sedang terjadi situasi kembali mencekam setelah sempat mereda. "Kantor DPRD Provinsi Papua Barat dibakar di Jalan Siliwangi," kata Ishak seorang warga yang berada dilokasi.

Ia mengatakan aparat kepolisian belum bisa mengendalikan situasi. "Aparat ada, tapi tidak bisa bergerak. Situasi mencekam, tadi sempat sepi tapi kembali mencekam," ujarnya.

Warga setempatpun berusaha menghindari provokasi. Sementara sejumlah warga pendatang melindungi diri dan takut untuk keluar.

"Tetangga kami banyak juga pendatang, kami berupaya melindungi. Di pusat kota, warga diimbau jangan keluar toko," ujarnya.

Salah seorang warga pendatang, Edi Hartanto tak berani keluar rumah di Manokwari. Dia mendapat imbauan itu dari aparat setempat dan sejumlah rekan.

"Untuk sementara masyarakat dilarang keluar rumah, apalagi yang pendatang, setelah kejadian kemarin di Surabaya ada tindakan rasis itu, kemudian ada aksi balasan (di Manokwari)," kata Edi. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top