DEN Targetkan RUED Selesai Sebelum 2018

Komisi VII DPR Saat Raker dengan DEN Bahas Energi Terbarukan Komisi VII DPR Saat Raker dengan DEN Bahas Energi Terbarukan IST

Berita9.com - Dewan Energi Nasional (DEN) menargetkan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dapat diselesaikan tahun ini. Pasalnya, dua tahun mendatang sudah memasuki tahun politik.

Usai Sidang Anggota ke-23 DEN, salah satu anggota DEN, Syamsir Abduh menyampaikan jika pembentukan RUED terlambat, maka akan kehilangan momentum besar dalam membuat roadmap energi di daerah.

"Ketua harian mengupayakan sebelum tahun depan, RUED sudah selesai. Mengingat momentum ini jangan sampai lewat, karena kita tahu 2018 ada Pilkada dan 2019 ada Pemilu. Jadi jangan sampai momentum lewat, kalau penyusunan RUED terlambat akhirnya momentum itu tidak dimanfaatkan dengan baik karena sudah masuk tahun politik," tegas Syamsir, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Syamsir menjelaskan, terkait RUED, DEN sudah meminta kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menyusun contoh atau model agar daerah mudah dalam menyusunnya. Sampai saat ini tercatat ada sembilan provinsi yang belum aktif. Beberapa di antaranya adalah Papua Barat, Papua, Sulawesi Tennggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Maluku.

"Dari sembilan provinsi ini, dalam proses tiga provinsi sudah dilaksanakan. Intinya provinsi ini antusias untuk menyusun RUED mereka," ucap Syamsir.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan meminta kepada pemangku kepentingan dari daerah dalam menyusun RUED agar melibatkan semua unsur yang terkait, tidak hanya Dinas Pertambangan ESDM saja tetapi juga melibatkan dinas-dinas yang lain seperti dinas perhubungan, dinas industri, kepolisian daerah, dinas kesehatan dan operator-operator bidang energi. Tujuannya agar semua unsur terwakili dan jika bekerja masing-masing dikhawatirkan RUED tersebut tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

"Kalau saya minta itu nanti bapak ibu dari daerah coba kalau menyusun RUED kalau bisa melibatkan semua unsur," kata Jonan.

Jonan juga menuturkan bahwa penyusunan RUED juga harus disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing dan diharapkan dengan bantuan rekan-rekan dari daerah bisa mewakili daerahnya masing-masing.

Menurutnya, semua ini harus dimasukan dalam rancangan RUED karena tiap daerah mempunyai karakteristik maupun plus minus sendiri baik dari segi geografis dan kondisi alam yang berbeda.

"Tidak ada dorongan dari operator atau penyedia energi yang mempengaruhi pembuatan RUED dan harus disesuaikan dengan kekuatan energi di masing-masing daerah. RUED harus disesuaikan pada keunikan daerah masing-masing," pungkas Jonan.

(**/AH)

Rate this item
(0 votes)
Go to top