Eni Sebut Sumbangan Johannes Kotjo Untuk Munaslub Golkar

Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mendengarkan keterangan saksi Pada sidang lanjutan kasus korupsi pembangunan PLTU Riau 1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/12/2018). Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mendengarkan keterangan saksi Pada sidang lanjutan kasus korupsi pembangunan PLTU Riau 1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/12/2018). IST

Jakarta - Terdakwa Eni Maulani Saragih mengungkapkan sejumlah fakta terkait spermintaan dana kepada Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemilik saham PT Blackgold Natural Resource Ltd.

Politisi Partai Golkar itu mengaku meminta uang sejumlah 3 juta dolar AS atas permintaan Idrus Marham untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar yang ditinggalkan Setya Novanto.

"Saya minta uang 3 juta dolar AS kepada Johannes Kotjo karena diminta Idrus Marham untuk kepentingan jadi ketua umum Golkar definitif," ujar Eni dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (22/1).

Pada saat permintaan itu disampaikan, Idrus Marham menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum karena kasus hukum Setya Novanto dalam perkara KTP-el.

Permintaan tersebut, disebutkan Eni, dilakukan sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang menjadi mekanisme penetapan ketua umum partai.

"Jadi yang 3 juta dolar AS itu enggak pernah ada. Ini bukan untuk munaslub tapi pengkondisian kalau Pak Idrus mau jadi Ketum," jelasnya.

Sehingga, masih kata Eni, dengan batalnya permintaan dana tersebut kemudian Kotjo memberikan uang Rp 2 miliar untuk membantu pembiayaan Munaslub.

"Jadi ini sesuatu yang berbeda untuk pengkondisian ketua umum dan Munaslub," tutup Eni.

Dalam perkaranya, Eni didakwa dengan dua dakwaan. Pertama, menerima uang senilai  Rp 4,75 miliar dari Johannes Budistutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Selain itu, dia juga didakwa menerima uang dengan total Rp 5,6 miliar dan 40 ribu dolar Singapura dari sejumlah pengusaha untuk pembiayaan suaminya yang berkontestasi di Pilkada Kabupaten Temanggung. (*)

 

Rate this item
(0 votes)
Go to top