Faisal Basri Himbau Peternak Dollar Jual Uangnya

Twitter Faisal Basri @FaisalBasri, Twitter Faisal Basri @FaisalBasri, IST

Berita9.com - Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengimbau pejabat dan politisi untuk menjual dollar Amerika Serikat (AS).

Hal ini disampaikan melalui akun Twitter Faisal Basri @FaisalBasri, Selasa (4/9/2018).

Selain pejabat dan politisi, Faisal juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki banyak dollar AS untuk menjualnya.

"Para paternak dollar, terutama para pejabat dan politisi, jual dollar-mu," tulis Faisal Basri dalam akun Twitternya.

Selain itu, Faisal juga memberikan informasi kepada followers nya untuk melihat daftar kekayaan pejabat melalui situs resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Daftar kekayaan pejabat, termasuk ternak dollarnya, bisa dilihat di sini (bukan hoax): https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/," tulis @FaisalBasri.

Beberapa akun terlihat mengomentari unggahan Faisal Basri Tersebut.

Akun @bsetiawan55 mengajak menelusuri situs resmi KPK untuk meninjau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan melihat siapa saja pejabat yang memiliki dollar AS.

"Kita bisa telusur di LHKPN siapa yang suka pegang dolar. Lalu kita mention satu per satu di sosmed," tulis @bsetiawan55.

Akun @RamdanBuhori menyebut pejabat yang peduli dengan bangsa tidak akan menyimpan mata uang asing.

"Mereka ingin mencari keuntungan dari bangsanya dengan cara meruntuhkan negaranya..hebat itulah negarawan 2018..jika kita peduli bangsa gak akan tuh nyimpan mata uang asing," tulis @RamdanBuhori.

Akun @zainal_arf  berpendapat peternak dolar tidak memiliki jiwa nasionalisme.

"Peternak dolar enggak punya jiwa nasionalisme pak....tapi jiwanya dolarisme," tulis @zainal_arf.

Dikutip dari bi.go.id, hingga Selasa (4/9/2018), nilai tukar rupiah mencapai Rp 14.840 per dollar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

Sedangkan kurs transaksi BI pada Senin (3/9/2018) menunjukkan Rp 14.841 per dollar AS untuk kurs jual dan Rp14.693 untuk kurs beli. (*)

 

Rate this item
(0 votes)
Go to top