Frasa Politik Bedakan Kriminal Biasa Dengan Terorisme

Ketua Pansus RUU Muhammad Syafii Ketua Pansus RUU Muhammad Syafii IST

Jakarta - Pembahasan revisi UU 15/2003 atau RUU Terorisme terganjal perbedaan cara pandang motif politik untuk mendefinisikan terorisme di antara DPR dan pemerintah.

Demikian disampaikan Ketua Pansus RUU Muhammad Syafii sebelum rapat tim perumus (Timus) Pansus RUU Terorisme di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5).

Politikus Gerindra yang akrab disapa Romo Syafii itu mengatakan hari ini rapat Timus yang dilangsungkan bersama perwakilan pemerintah akan membahas dan menyatukan cara pandang perihal frasa motif politik itu.

"Karena frasa (motif politik) itulah yang membedakan antara kejahatan kriminal biasa dengan kriminal terorisme," jelasnya.

Romo Syafii menjelaskan dalam perdebatan frasa itu memang cukup rumit. Pasalnya, definisi terorisme merupakan hal dasar yang perlu diselesaikan dan tidak boleh terjadi multitafsir.

Menurutnya, pembahasan secara umum sudah selesai. Sehingga, rapat hari ini haanya tinggal menjelaskan dan mengambil keputusan.

"InsyaAllah bisa disepakati. Maka rapat hari ini berjalan sangat singkat untuk selesainya RUU tindak pidana terorisme," tutup Romo Syafii. 

(**/RM)

Rate this item
(0 votes)
Go to top