Gejolak Dollar Bepotensi Lemahkan Bisnis UKM

Ryan Kiryanto dalam sebuah acara diskusi di Kementerian Koperasi dan UKM Ryan Kiryanto dalam sebuah acara diskusi di Kementerian Koperasi dan UKM IST

Jakarta - Corporate Secretary and chief economist BNI, Ryan Kiryanto mengatakan secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi global akan lebih rendah. Di mana, ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan tetap kuat, sementara pertumbuhan ekonomi negara berkembang dan Eropa diperkirakan lebih rendah dari perkiraan awal.

"Ini sesuai dengan proyeksi Bank dunia pada acara IMF di Bali," kata Ryan dalam sebuah acara diskusi di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (7/11).

Dia menjelaskan, jika ekonomi dunia sedikit melemah dampaknya ke korporasi skala besar. Selain itu, dampak selanjutnya akan merembet pada korporasi kelas menengah seperti UKM.

Dia menceritakan, saat terjadi krisis moneter pada 1998 UKM dapat bertahan sebab tidak menggunakan valuta asing (valas) sehingga tidak terpengaruh gejolak ekonomi global.

"98 UKM bagus waktu krismon kelompok UKM relatif tidak tersentuh nilai tukar, mereka tidak minjam valas, maka mereka terisolasi dari gejolak global," tutupnya. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top