Imam Nahrari Bisa Tutupi Borgol Pembelenggunya dengan Map

Imam ditahan di Rutan Guntur selama 20 hari ke depan Imam ditahan di Rutan Guntur selama 20 hari ke depan IST

Berita9.com - Eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi resmi ditahan KPK. Keluar gedung KPK, ternyata ia cukup lihai menutupi borgol yang membelenggunya dengan map. 

Imam keluar dari KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, sekitar pukul 18.20 WIB, Jumat (27/9/2019). Dia terlihat sudah memakai rompi tahanan dengan tangan diborgol.

Nahrawi sempat memberikan keterangan kepada wartawan sebelum masuk ke mobil tahanan. Imam ditahan di Rutan Guntur selama 20 hari ke depan.

"IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga 2014-2019, ditahan 20 hari pertama di Rutan Pomdan Jaya, Guntur," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

KPK menetapkan Imam dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka. Keduanya diduga menerima suap terkait dana hibah KONI.

Ulum diduga sebagai perantara suap Imam. Imam diduga menerima suap sebesar Rp 26,5 miliar. Uang suap diduga itu diberikan secara bertahap sejak 2014-2018.

Uang yang diterima Imam diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain.

Febri juga menanggapi penyataan pengacara eks Menporanya Jokowi ini, Soesilo Ariwibowo yang mempertanyakan urgensi penahanan kliennya. KPK menjelaskan penahanan itu agar penanganan perkara suap yang menjerat Imam Nahrawi berjalan maksimal dan efektif.

"Sekarang proses pemeriksaan sudah dilakukan dalam kapasitas sebagai tersangka. Satu orang tersangka lain juga sudah kami tahan untuk efektivitas penanganan perkara ini maka dua orang tersangka dalam satu pokok perkara yang sama ini tentu harus berjalan secara beriringan ya," ujar Febri.

Febri menyebut selama proses penyelidikan Nahrawi tidak memiliki itikad baik. Sebab, Nahrawi pernah dipanggil KPK sebanyak 3 kali namun tidak hadir.

"Tersangka itu kan sebenarnya sudah pernah dipanggil juga ya sebelumnya baik di tahap penyelidikan. Di penyelidikan kan tiga kali dan kami tidak melihat dari itikad baik untuk datang pada tahap penyelidikan meskipun tidak ada upaya paksa di tahap penyelidikan tersebut," sebutnya.

Ia mengatakan penahanan terhadap Nahrawi itu sudah memenuhi alasan hukum subjektif dan objektif sebagaimana diatur dalam Pasal 21 KUHAP. Untuk itu, Febri meminta agar Nahrawi menyampaikan bantah-bantahannya di depan penyidik bila merasa keberatan terkait penahanan tersebut.

"Nanti kalau memang dia tersangka baik langsung ataupun melalui kuasa hukum memiliki informasi-informasi atau bantahan-bantahan terkait dengan substansi silakan saja yang disampaikan dalam pemeriksaan," ucapnya. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top