Implementasi Pengamalan Pancasila dalam Keseharian Kurang

Sarasehan 'Menggali Tuladha Pengamalan Pancasila' di Aula Koperasi Gemah Ripah Kompleks Pasar Induk Buah dan Sayur Gamping Sleman Sarasehan 'Menggali Tuladha Pengamalan Pancasila' di Aula Koperasi Gemah Ripah Kompleks Pasar Induk Buah dan Sayur Gamping Sleman IST

Berita9.com - Seperti halnya lima jari, kelima sila Pancasila menjadi tanggungjawab bersama untuk dipertahankan eksistensinya. Sebab hal tersebut bukan semata tugas TNI, Polri ataupun negara, akan tetapi menjadi kewajiban seluruh warga bangsa.

"Kendalanya agak sulit mengomunikasikan nilai Pancasila tersebut ke bahasa anak muda jaman sekarang. Mudah memang untuk mengucapkan sila demi sila, tapi sulit untuk melaksanakannya," ucap plt Kepala BPIP Prof Hariyono dalam sarasehan 'Menggali Tuladha Pengamalan Pancasila' di Aula Koperasi Gemah Ripah Kompleks Pasar Induk Buah dan Sayur Gamping Sleman, Jumat (20/07/2018).

Menurut Hariyono, ketika mampu menerjemahkan nilai Pancasila dalam bahasa lokal, makin mudah mengamalkan nilai tersebut dengan baik dan benar. "Koperasi Gemah Ripah merupakan cermin aktualisasi nilai Pancasila tersebut. Guyub rukun membangun ekonomi kerakyatan melalui koperasi yang menjadi sokoguru ekonomi Pancasila," lanjut Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Malang tersebut.

Sementara anggota Parampara Praja DIY Prof Edi Suandi Hamid mengatakan, praktik sila Ketuhanan yang mencerminkan manusia sebagai insan bisa dilihat dari nilai kejujuran dalam keseharian. Mengatakan sesuatu yang benar sebagai kebenaran dan tidak mau ditukar dengan apapun.

"Pancasila harus dipraktikkan dalam semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk ekonomi. Koperasi yang mengedepankan kebersamaan menunjukkan watak ekonomi kerakyatan," ucapnya.

Sedang Kepala Pusat Studi Pancasila UGM Dr Heri Santoso menuturkan pentingnya mengajak masyarakat menerjemahkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya hal tersebut sudah dilaksanakan masyarakat Yogyakarta yang selalu mengedepankan kejujuran.

Sarasehan yang dipandu moderator Widihasto Wasana Putra yang juga Ketua Sekber Keistimewaan DIY sekaligus penggiat Gerakan Rakyat Cinta Pancasila (Gerak Pancasila) ini diikuti 200 orang peserta yang mayoritas pedagang Pasar Buah Gamping, pengurus dan anggota Koperasi Gemah Ripah serta perwakilan masyarakat sekitar. Kegiatan ini merupakan salah satu dari puluhan acara lain yang dirancang Panitia Bersama Bulan Pancasila 2018, terdiri Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), Ikatan Aumni UII, Kwartir Daerah Pramuda DIY, Pemerintah DIY, Pusat Studi Pancasila UGM, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta APTISI DIY, Persatuan Wartawan Indonesia PWI DIY, Karang Taruna DIY, Exis Communica, Galangpress dan  Sekber Keistimewaan DIY.

Bulan Pancasila diselenggarakan dengan tujuan memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat sekaligus upaya sinergi kolaboratif berkelanjutan lintas kalangan untuk memupuk kebersamaan, mempererat persatuan dan kesatuan nasional, menjaga spirit Bhineka Tunggal Ika, merawat kegotong royongan serta melawan kejahatan faham radikalisme agama. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top