Indonesia Diminta Aktif Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Indonesia akhirnya terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Jumat (8/6) Indonesia akhirnya terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Jumat (8/6) IST

Berita9.com - Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi berharap, terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), dapat memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menguatkan Resolusi Jenewa ke 4 yang mengembalikan komposisi demografi Palestina, atas pendudukan ilegal Israel.  

"Terpilihnya RI sebagai anggota tidak tetap DK PBB sampai akhir 2020, semoga bisa memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menguatkan Resolusi Jenewa ke 4 yang mengembalikan komposisi demografi Palestina, atas pendudukan ilegal Israel," kata Bobby dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/6/2018).

Agenda besar lainnya, kata Bobby, adalah memperkuat kondisi keamanan regional kawasan seperti Laut China Selatan, penghentian genosida di Rohingya dan ketegangan di Korut. 

"Agenda ketiga, adalah koordinasi perang melawan terorisme, baik kepada organisasi teroris internasional dan penguatan tukar informasi antar negara untuk mencegah tumbuhnya aksi-aksi teror domestik yang mempengaruhi kestabilan kawasan," katanya.

Politikus Partai Golkar ini juga mengatakan, agenda lainnya adalah mempetakan meluasnya perkembangan intoleransi dalam demokrasi, mayoritas vs minoritas yang menyebabkan polarisasi situasi politik domestik yang tajam di banyak negara, dan mengancam persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa. 

"Saya yakin delegasi RI dalam DK bisa menjadi tangguh, dan sanggup meresonansikan kewibawaan RI sebagai bangsa yang besar dan aktif berperan serta dalam perdamaian dunia sesuai konstitusi kita," tandasnya.

Sementara Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai keberadaan Indonesia perlu aktif memperjuangkan lima agenda.

Pertama, menurut Hikmahanto, Indonesia harus dapat meletakkan agenda yang berkaitan dengan masalah perdamaian dan keamanan dunia. Salah satunya adalah upaya memerdekakan Palestina dan perlindungan terhadap warga sipil di Palestina.

Selain itu pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un di Singapura dalam waktu dekat ini harus dicermati karena sangat berpengaruh pada perdamaian dan keamanan dunia.

Kedua, Indonesia harus dapat memunculkan agenda kawasan yang berpengaruh pada perdamaian dan kemanan dunia. "Sebagai contoh ketegangan antar negara di Laut China Selatan, perlindungan terhadap etnis Rohingya dan masalah pengungsi asal sejumlah negara Timur Tengah," kata dia.

Ketiga, Indonesia memunculkan agenda-agenda yang berkaitan dengan perang melawan teroris. Ini penting mengingat pelaku teror telah mengubah perjuangannya untuk melawan hal-hal yang berbau Barat, tetapi sudah sampai pada upaya untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dari sejumlah negara, bahkan upaya mendirikan negara baru.

"Keempat, Indonesia perlu mengagendakan pembahasan tentang fenomena yang muncul belakangan ini terkait masalah intoleransi. Intoleransi telah menjadi wabah di berbagai negara, termasuk di negara-negara maju sekalipun," ujar dia.

Terakhir, Indonesia perlu mengusulkan agenda-agenda yang berkaitan dengan masalah ekonomi, perdagangan dan investasi yang berdampak pada perdamaian dan keamanan dunia.

"Perang dagang dan tarif belakangan ini yang terjadi antar negara perlu untuk diwaspadai," kata dia

Indonesia akhirnya terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Jumat (8/6). Dilansir oleh Washington Post, kemenangan Indonesia tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Umum Majelis PBB Miroslav Lajcak yang memimpin proses pemungutan suara.

Selain Indonesia, empat negara lain yang juga berhasil menjadi anggota tidak tetap DK PBB yakni Jerman, Belgia, Afrika Selatan dan Republik Dominika. Berhasil menjadi bagian dari DK PBB merupakan sebuah pencapaian penting bagi banyak negara. Sebab, artinya mereka memiliki peran yang lebih besar untuk ikut terlibat dalam isu-isu keamanan dan perdamaian dunia, seperti konflik di Suriah, Yaman, Sudan Selatan, hingga serangan teror yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis seperti ISIS.

(**/TS)

Rate this item
(0 votes)
Go to top