Indonesia Tuan Rumah Forum Pertukaran Pembelajaran Internasional Sanitasi Sekolah 2016

ILE ILE Berita9/tis

JAKARTA – Indonesia menjadi Tuan Rumah Forum Pertukaran Pembelajaran Internasional Sanitasi Sekolah tahun 2016, menyelenggarakan program WinS-ILE ( wash, sanitation and hygiene) in Schools International Learning Exchange. Kegiatan ILE tahunan akan dibuka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 14-18 November 2016. 


Peserta yang hadir diperkirakan mencapai 200 perwakilan, baik dari dalam maupun luar negeri. Setidaknya 18 negara hadir dalam pertemuan ini. Antara lain Filipina, India, Laos, Sri Lanka, Bangladesh, Kamboja, Nepal, Afghanistan, Kiribati, Myanmar, Bhutan, China, Papua Nugini, Timor Leste, dan Pakistan.

Selain itu sejumlah pakar dan aktivis akan datang dan membahas isu – isu strategis terkait sanitasi sekolah, seperti Sustainable Development Goals, pemeliharaan dan perawatan, monitoring dan evaluasi program sanitasi sekolah, serta isu baru yang perlu mendapatkan perhatian, seperti manajemen kesehatan menstruasi. 


“Kita sebagai masyarakat bertanggung jawab pada air yang bersih untuk kehidupan. Dan untuk mendukung hak anak mendapatkan air yang baik. Banyak sekolah yang kurang sanitasi , sehingga membuat perempuan yang mengalami menstruasi kesulitan. “ Jelas Gunila, Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Senin ( 14/11/16) di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 


Rendahnya akses pada air yang aman, sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi jugs menjadi masalah utama di banyak negara berkembang di Asia dan Pasifik. Selain itu, jangkauan pelayanan yang tidak merata dan laju pembangunan yang lambat menjadi isu yang perlu mendapatkan perhatian bagi semua pemangku kepentingan. 


“isu mengenai ketersediaan air bersih sanitasi dan kebersihan sekolah saat ini semakin penting untuk di perhatian sungguh-sungguh. Dalam rangka regulasi di Indonesia baik dalam undang - undang pendidikan nasional maupun dalam undang- undang kesehatan pemerintah indonesia sangat peduli terhadap masalah kesehatan anak dan kesehatan sekolah.” Ungkap Hamid Muhammad Selaku Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 


Beliau menambahkan, persoalan pertama masalah penyediaan sanitasi baik berupa toilet yang syarat dan sensisitf terhadap gender. Kedua masalah air bersih dan ketiga tempat cuci tangan masih menjadi persoalan di beberapa sekolah di indonesia. 

Pemerintah Indonesia dan UNICEF mengharapkan dengan adanya program ini, anak bangsa dapat terlindungi dengan keberadaan air bersih dan fasilitas  kamar mandi, sehingga mereka dapat dengan mudah menjaga kebersihan diri. (tis)

Rate this item
(2 votes)
Go to top