Ingkari Kesepakatan Nuklir, Iran Galang Kekuatan Lawan Trump

Mohammad Javad Zarif Mohammad Javad Zarif IST

Berita9.com - Menteri Luar Negeri Iran mengatakan dunia mesti melawan perlakuan semena-mena Amerika Serikat. Hal itu disampaikan dalam surat kepada sejumlah menlu lain, sementara mereka meningkatkan upaya menyelamatkan kesepakatan nuklir internasional.

Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir antara Iran dan sejumlah negara besar dunia yang disepakati pada 2015 lalu. Perjanjian itu menjamin pencabutan sanksi untuk Teheran sebagai imbalan pembatasan program nuklir.

Negara yang masih mendukung kesepakatan, Perancis, Jerman, Inggris, Rusia dan China, masih memandang perjanjian internasional itu sebagai upaya menghentikan upaya Teheran membuat senjata nuklir.

Dalam surat untuk para menlu, diplomat tertinggi Iran, Iran Mohammad Javad Zarif, meminta "negara-negara yang mendukung kesepakatan dan rekanan dagang lain" untuk "menambal kerugian Iran" akibat kepergian AS, jika ingin menyelamatkan perjanjian ini.

"JCPOA (kesepakatan nuklir) bukan milik pihak yang menandatangani, sehingga satu pihak bisa menolaknya berdasarkan kebijakan domestik atau perbedaan politik dengan pemerintahan pendahulu," kata Zarif dalam surat itu.

Zarif mengatakan kesepakatan itu merupakan hasil dari "pembicaraan multilateral yang teliti, sensitif dan berimbang" sehingga tak bisa direnegosiasi sebagaimana dituntut oleh Amerika Serikat belakangan ini. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top