Inkonsistensi Harga BBM Bisa Menghambat Investasi

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira  menilai Inkonsistensi kebijakan energi akan mencoreng wajah indonesia dan menciptakan sentimen negatif Ekonom INDEF Bhima Yudhistira menilai Inkonsistensi kebijakan energi akan mencoreng wajah indonesia dan menciptakan sentimen negatif IST
Jakarta - Pemerintah terkesan plin-plan soal kebijakan harga BBM jenis Premium. Setelah kemarin sempat diumumkan harga Premium naik, tak sampai 1 jam kemudian Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkannya.
Terkait hal tersebut, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memperkirakan, sikap pemerintah tersebut akan menghambat minat investor untuk berinvestasi, khususnya di sektor migas.
 
"Net sales asing di pasar saham diperkirakan akan berlanjut. Kemarin (10/10) sampai penutupan sudah net sales Rp 434 miliar. Sejak Januari tembus Rp 55 triliun. Ketidakpastian kebijakan BBM juga menghambat minat investor masuk ke sektor migas," ucapnya, Kamis (11/10).
 
Bhima merasa pemerintah sedikit khawatir dengan dampak elektabilitas Presiden, dengan adanya kebijakan kenaikan premium.
 
"Akhirnya justru menimbulkan kebingungan di masyarakat. Ini juga bertepatan dengan acara pertemua IMF-World Bank yang diawasi oleh pers asing dan investor. Inkonsistensi kebijakan energi mencoreng wajah indonesia dan menciptakan sentimen negatif kepada pasar," lanjut Bhima.
 
Sebelumnya diberitakan, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, mengatakan ada tiga hal yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk menunda kenaikan harga Premium.
 
"Pertama, kondisi keuangan negara. Kedua kemampuan daya beli masyarakat, dan ketiga adalah kondisi riil ekonomi," kata Fajar.
 
Fajar bilang, tiga pertimbangan tersebut sudah tertera dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.
 
Dia juga menuturkan, penundaan kenaikan harga BBM Premium itu lantaran PT Pertamina (Persero) selaku operatur penyalur BBM belum siap pada kenaikan BBM yang terjadi dua kali dalam sehari. Sebab kemarin BUMN migas itu juga menaikkan harga BBM nonsubsidi sebagai dampak dari kenaikan harga minyak dunia yang sekarang sudah di atas USD 80 per barel. (*)
Rate this item
(0 votes)
Go to top