Print this page

Kasus Penipuan Percepatan Haji, Polisi Dalami Oknum Kemenag

Jumlah korban kasus penipuan percepatan haji ada 59 Calon Jemaah Jumlah korban kasus penipuan percepatan haji ada 59 Calon Jemaah IST

Berita9.com - Penyidik masih terus mengembangkan penyidikan dugaan penipuan percepatan pemberangkatan jamaah haji yang sudah menetapkan M Murtadji sebagai tersangka ini.

Dalam pengakuannya, tersangka menyebut ada orang yang bernama Syaifullah oknum pejabat di Kementerian Agama (Kemenag), yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana, mengatakan, sosok Syaifullah hanya tersangka yang mengetahuinya. Sementara para korban tidak mengenal nama itu. Sehingga pengakuan tersangka yang mencatut oknum Kemenag patut dipertanyakan.

"Munculnya nama Kemenag itu dari tersangka, bahwa si Syaifullah deket sama orang kemenag si Syaifullah ini cuma tersangka yang tahu, itu pun dia tak muncul ke korban-korban Lainnya. Bisa jadi ada, bisa jadi nggak jelas juga," tutur Festo,  (12/8).

Lantaran sosok Syaifullah masih misterius. Kasus percepatan haji dengan korban 59 Calon Jemaah Haji (CJH), hingga saat ini masih berhenti pada tersangka tunggal yakni M Murtadji, warga Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Kendati demikian, pihaknya dikatakan Festo, akan terus mendalami kasus tersebut, "Masih kita dalami, kita gali semua informasi, data kita kumpulkan semua. Untuk mengarah ke Kemenag ini baru kata Syaifullah, dia nggak tahu siapa dia, alamatnya mana," lanjutnya.

Sebelumnya, kepada wartawan, Murtadji mengatakan dirinya juga ditipu oleh Syaifullah, seseorang yang mengaku dekat dengan oknum dari Kanwil Kemenag Jatim. Oknum tersebut menawarkan program khusus dari Kemenag Pusat untuk percepatan pemberangkatan haji.

Meski awalnya tak percaya. Murtadji mengaku akhirnya percaya. Murtadji kemudian menuruti permintaan Syaifullah untuk mendata siapa saja yang tertarik mengikuti program percepatan haji tersebut. Dengan syarat, menyetor biaya tambahan.

Belakangan, ada sekitar 59 CJH yang tertipu. Mereka sudah membayar sejumlah uang, mulai Rp5 juta hingga Rp35 juta agar bisa mendapat kuota pemberangkatan haji di tahun 2019 ini. Karena gagal berangkat, puluhan korban dari berbagai daerah akhirnya melaporkan kasus penipuan ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim. Sang koordinator, M Murtadji, ditetapkan sebagai tersangka. (*)

Rate this item
(0 votes)