Keluhkan Mahalnya Biaya Pemulangan Jenazah Korban

Berita9.com - Kerabat korban tsunami Banten mengeluhkan besarnya pungutan biaya jutaan rupiah untuk membawa jenazah pulang yang diduga dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum RS dr Drajat Prawiranegara, yang merupakan rumah sakit daerah Kabupaten Serang.

Badiamin Sinaga, kerabat korban mengungkapkan bahwa pembayaran tersebut dilakukan untuk biaya perawatan jenazah dan transportasi, biaya itu disebutkan untuk formalin dan mobil jenazah.

"Kejadian (pungutan biaya) itu benar terjadi. Mungkin dipikirkan karena korban orang Jakarta jadi akan mudah diminta uang," kata Badiamin melalui sambungan telepon, Rabu (26/12).

Pembayaran dianggap terlalu besar dan dari pembayaran tersebut keluarga korban menerima kwitansi atas pembayaran. "Ada kwitansinya. Jelas tertulis di situ, kalau hanya omong-omong kan tidak ada bukti. Kalau ini ada buktinya, jelas," katanya.

Diungkapkannya pembayaran tersebut, untuk ketiga korban meninggal akibat tsunami. Ketiganya meruan keluarga dari Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. "Korban sedang berlibur di Carita saat peristiwa tsunami terjadi," ujarnya.

Pembayaran berbeda-beda, korban atas nama Ruspin Simbolon, Rp3.900.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah, formalin dan mobil jenazah. Bayi Satria, Rp 800.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah, formalin serta korban atas nama Leo Manulang, Rp 1.300.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah dan formalin.

Dikonfirmasi akan pungutan tersebut, Plt Kepala Rumah Sakit dr. Derajat Prawiranegara Sri Nurhayati mengaku baru mengetahui adanya pungutan tersebut. "Saya baru tahu dari Mas. Harusnya tidak boleh ada pungutan. Tapi saya akan pastikan dulu," kata Sri melalui sambungan telepon.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top