Pemuda Muhammadiyah Endus Upaya Mempersalahkan Novel

Novel Baswedan Novel Baswedan IST

Berita9.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Zimanjuntak mengendus adanya upaya mempersalahkan Novel Baswedan dalam kasus penyiraman air keras.

Hal itu menyusul pernyataan Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala yang menyebut belum diperiksa penyidik.

"Jelas adalah pernyataan membingungkan publik, Saya tidak paham apa maksud Adrianus menyampaikan berita menyesatkan seperti itu," kata Dahnil dalam keterangan tertulisnya, Ahad 11 Februari 2018.

Dahnil menegaskan, Novel Baswedan sudah diperiksa secara  pro justicia oleh penyidik Polda Metro Jaya di Singapura. Pemeriksaan dilakukan sebelum operasi tahap pertama Novel dilakukan. 

"Novel sudah di BAP, bahkan satu hari setelah Penyerangan banyak keterangan-keterangan juga Sudah disampaikan Novel kepada pimpinan kepolisian. Jadi, pernyataan Adrinus sesat dan menyesatkan," ujar dia.

Dahnil kesalahan justru dialamatkan terhadap Novel di tengah lambatnya pengungkapan kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK itu. Novel, kata Dahnil, jelas-jelas menjadi korban yang tengah menunggu hasil penegakan hukum kepolisian. 

"Sudah menjadi korban kemudian dipermasalahkan lagi," ujarnya. 

Dahnil mengaku semakin pesimistis dengan itikad kepolisian dan berbagai pihak menuntaskan kasus penyiraman air keras. Buktinya, kata dia, 306 hari kasus sudah bergulir, namun tak kunjung mendapat titik terang siapa pelakunya.

"Oleh sebab itu TGPF (tim gabungan pencari fakta) sangat mendesak untuk dibentuk oleh Presiden Joko Widodo," pungkas dia. 


(**/SC)

Rate this item
(0 votes)
Go to top