Koalisi Masyarakat Sipil Khawatir Calon Terbaik KPK Tersingkir

Koalisi Masyarakat Sipi Darurat KPK menolak capim KPK bermasalah Koalisi Masyarakat Sipi Darurat KPK menolak capim KPK bermasalah IST

Jakarta - Aksi dari pendukung kinerja Pansel Capim KPK digelar bersamaan dengan aksi dari Koalisi Masyarakat Sipi Darurat KPK yang menolak capim KPK bermasalah di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (30/8/2019). Massa tersebut terlihat juga membawa spanduk dan poster.

Poster-poster tersebut bertuliskan'WP KPK bukan penguasa KPK', 'Bubarkan WP KPK' hingga 'Stop Bullying Kepada Pansel Capim'. Selain spanduk dan poster massa yang berada di luar KPK itu juga mengibarkan bendera merah putih.

"Kami datang untuk mencegah yang melemahkan pansel capim KPK. Saya ingatkan jangan takut melawan ke ini. Kita nggak boleh takut dengan kelompok orang yang berada di dalam sana," kata salah satu orator dari atas mobil komando.

"Anda-anda hanya pegawai, tidak bisa mengatur pimpinan KPK," sambungnya.

Sementara itu, sejumlah personel polisi telihat mengamankan jalannya aksi yang berada di luar gedung KPK. Personel polisi itu membuat barisan untuk menghalau massa tersebut mendekat ke area gedung KPK.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) yang hadir dalam aksi bersebrangan yang dalam tuntutannya mendesak Jokowi mencoret Capim KPK periode 2019-2023 bermasalah. Boyamin menilai tuntutan itu dilontarkan terkait sejumlah capim KPK dari Polri dan Kejagung yang dianggap memiliki rekam jejak buruk.

Boyamin Saiman mengatakan, WP KPK dan Koalisi Masyarakat Sipil juga khawatir calon dari Kepolisian dan Kejaksaan akan lolos menjadi pimpinan KPK.

"Faktor itulah yang diduga menjadi pemicu kritikan terhadap pansel. Jadi, masih banyak yang didukung WP KPK, hanya memang harus diakui WP KPK sangat tidak nyaman dengan capim yang berasal dari Kepolisian," kata Boyamin, (30/8)

Ia menjelaskan dari 20 nama yang lolos hingga tahap tes profile assessment, hanya dua calon dari internal KPK yang lolos yakni, Alexander Marwata dan Sujanarko.

"Sejumlah nama dari internal KPK sebelumnya dinyatakan gugur yakni Basaria Panjaitan, Mohammad Tsani Annafari, Pahala Nainggolan, dan Laode M Syarif," ucap Boyamin.

Selain itu yang juga gagal yakni, Chandra Sulistio Reksoprodjo, Dedi Haryadi, dan Giri Suprapdiono.

"Bila dilihat, hanya dua calon dari KPK yang lolos di 20 besar. Patut diduga, WP KPK dan koalisi khawatir. Kalau sekarang istilahnya khawatir calon tersisa akan tidak masuk 10 besar," ujar Boyamin.

Untuk diketahui, sebanyak 20 capim KPK mengikuti uji publik pada 27-29 Agustus 2019 di gedung Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta. Selanjutnya, pansel akan menyerahkan 10 nama capim KPK ke Presiden Joko Widodo pada 2 September 2019. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top