KPK Panggil Pejabat Tekait Kasus Suap Proyek Air Minum

 Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) IST

Jakarta - KPK memanggil Kepala Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Bambang Sudiatmo. Bambang dipanggil sebagai saksi kasus dugaan suap proyek SPAM Kementerian PUPR di sejumlah daerah.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka ARE (Anggiat Partunggul Nahot Simaremare)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (25/2/2019).

Selain memanggil Bambang, KPK memanggil tiga pensiunan anggota Tim Pemantau Proyek Strategis Nasional Kementerian PUPR, yaitu Amiruddin, Agus Marsudi, dan Syamsul Hadi, serta PNS bernama Sri Hartoyo sebagai saksi untuk Anggiat.

Ada juga tiga pihak swasta, yakni Dewi Ratih Ayu, Ulva Novita Takke, dan Lukman Hakim.

Selain itu, KPK memanggil Kepala Balai Cipta Kalimantan, Shandi Eko Bramono. Shandi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Teuku Moch Nazar.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 2018. Dari kasus itu, KPK kemudian menetapkan 8 tersangka.

Para tersangka yang diduga sebagai penerima ialah:

1. Anggiat selaku Kepala Satker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung. Dia diduga menerima Rp 350 juta dan USD 5.000 untuk pembangunan SPAM Lampung dan Rp 500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3 Jawa Timur.
2. Meina Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa. Dia diduga menerima Rp 1,42 miliar dan SGD 22.100 untuk SPAM Katulampa.
3. Nazar selaku Kepala Satker SPAM Darurat. Dia diduga menerima Rp 2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulteng.
4. Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba-1. Donny diduga menerima Rp 170 juta untuk pembangunan SPAM Toba-1.

Duit suap itu, menurut KPK, diduga diberikan oleh Budi Suharto, Dirut PT WKE; Lily Sundarsih, Direktur PT WKE; Irene Irma, Direktur PT TSP; dan Yuliana Enganita Dibyo, Direktur PT TSP. Keempatnya juga jadi tersangka.

Dalam proses penyidikan, KPK menemukan indikasi ada 20 proyek juga terkait suap. KPK pun telah menerima pengembalian Rp 14,8 miliar, USD 128.500, dan SGD 28.100 diterima dari 37 pejabat pembuat komitmen (PPK). (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top