KPK Persilakan MAKI Gelar Doa Kasus Century

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Akan Gelar Yasinan Di KPK Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Akan Gelar Yasinan Di KPK IST

Berita9.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggelar acara peringatan satu bulan putusan praperadilan Bank Century.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya tidak akan melarang kegiatan tersebut dilakukan karena menganut prinsip demokrasi.

"Silakan saja, saya kira kita menganut prinsip demokrasi ya orang bisa bicara menyampaikan aspirasinya itu silakan saja," ujarnya, Kamis (10/5)

Lebih lanjut, Febri menegaskan komisi anti rasuah tidak pernah berhenti mengusut kasus Bank Century yang merugikan negara sebesar Rp 6,7 triliun itu.

"Untuk kasus Century sendiri, kami sudah sampaikan sejak awal bahwa ada atau tidak ada putusan praperadilan tersebut KPK tetap mendalami kasus century ini," tukasnya.

Rencananya, MAKI akan mengadakan acara peringatan satu bulan putusan praperadilan Bank Century. Acara tersebut rencananya akan dimulai pada pukul 15.30 WIB sampai 17.00 WIB di halaman Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam acara yang akan diikuti oleh 50 orang peserta itu rencananya MAKI akan melakukan pembacaan surat Yasin, Tahlil dan pembacaan do'a yang dipimpin oleh Habib Ali Malang serta pemotongan tumpeng besar.

Koordinator MAKI, Bonyamin Saiman juga menegaskan bahwa tidak ada kegiatan demonstrasi dalam acara tersebut.

“Acara ini murni hanya kegiatan tersebut, tidak ada spanduk, tidak ada orasi, dan tidak ada unjukrasa dalam bentuk apapun," ujarnya.

Teranyar dari kasus Bank Century ini adalah putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dari Hakim Effendy Mukhtar yang meminta KPK untuk menetapkan sejumlah tersangka baru dalam kasus Bank Century.

Effendy meminta pihak KPK menetapkan mantan pejabat Bank Indonesia (BI) termasuk mantan Gubernur BI sekaligus mantan wakil presiden RI, Boediono. Selain Boediono Effendy juga meminta KPK mentersangkakan petinggi Bank Indonesia lainnya yakni Muliaman D Hadad, dan Raden Pardede.

(**/RM)

Rate this item
(0 votes)
Go to top