KPK Sebut Kasus Petral Masih Penyelidikan

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, IST

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menyelidiki dugaan korupsi di PT Pertamina Trading Limited alias Petral, yang telah dibubarkan Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu.

KPK pun sudah menerima hasil audit Petral dari PT Pertamina sejak November 2015.

"Sepemahaman saya tidak ada perkembangan yang mengatakan bahwa kasus itu berhenti, dengan kata lain kita tunggu saja seperti apa perkembangannya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Ahad (17/2).

Saut mengatakan pihaknya sudah banyak meminta keterangan sejumlah pihak selama proses penyelidikan tersebut. Namun, dia menolak membeberkan siapa saja pihak yang telah diminta keterangannya.

Saut menyebut KPK akan menyampaikan kepada publik ketika kasus tersebut ketika sudah naik ke tingkat penyidikan.

"Kalau ada perkembangan lebih lanjut akan disampaikan ke publik," ujarnya.

Sebelumnya, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said membongkar masalah audit Petral. Ia mengungkapkan bahwa Jokowi pernah memintanya menunda melaporkan keganjilan audit Petral kepada KPK.

Sudirman mengatakan hasil audit terhadap Petral, usai dibubarkan 2015, sudah selesai. Namun, kata Sudirman ketika itu hasil audit tak langsung ditindaklanjuti ke KPK karena ditahan oleh Jokowi melalui perantara.

Pada sekitar November 2015, PT Pertamina telah mengirimkan hasil audit forensik Petral ke KPK. Audit terhadap Petral itu dilakukan oleh perusahaan audit asal Australia, Kordamentha dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Penyerahan audit tersebut dilakukan untuk melihat potensi pelanggaran hukum di dalam pengadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) impor yang dilakukan Petral dan anak usaha Pertamina Energy Service Pty Ltd (PES) dan Zambesi Ltd pada periode 2012-2015.

KPK mengatakan telah menerima audit tersebut. Bahkan lembaga antirasuah itu pun langsung membuka penyelidikan terhadap dugaan korupsi di tubuh Petral.

"Sudah penyelidikan. (Pemanggilan keterangan) belum bisa disampaikan. Risikonya besar pada tahap ini," kata Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, Kamis 26 November 2015. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top