Print this page

Mahathir: Israel Negara Kriminal, Kami Tak Ingin Ada Hubungan

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad mengadakan pertemuan dengan Kanselir Austria Sebastian Kurz di Wina. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad mengadakan pertemuan dengan Kanselir Austria Sebastian Kurz di Wina. IST

Berita9.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan menegaskan kembali bahwa negaranya tidak dapat menerima atlet Israel. Alasannya sederhana, karena mereka berasal dari negara ‘kriminal’.

Mahathir mengatakan orang-orang yang tidak diinginkan Malaysia harus dijauhkan, dan ini termasuk mereka yang dicurigai sebagai teroris dan sejenisnya.

"Kami tidak ingin ada hubungannya dengan mereka (Israel), termasuk orang-orang mereka. Jika mereka ingin bersaing dalam olahraga, mereka dapat pergi ke negara lain. Tetapi untuk Malaysia, mereka datang dari negara penjahat dan kami tidak bisa menerimanya,” ujar Mahathir di Wina, Austria pada Selasa 22 Januari 2019 waktu setempat.

"Setiap negara memiliki hak untuk menerima atau menolak masuk ke orang lain. Kami memiliki hak itu dan kami harus menggunakan hak itu," katanya kepada wartawan Malaysia dan asing setelah menyampaikan pidato utama di Asosiasi Internasional Anti-Korupsi Otoritas (IAACA), seperti dikutip The Star, 23 Januari 2019. Dia mengatakan bahwa para atlet ini berasal dari negara yang melakukan apa yang disukainya, termasuk membangun pemukiman di wilayah orang lain.

"Mereka telah menyerbu kapal kami yang membawa bantuan kepada orang-orang Gaza, ada banyak hal lain yang dilakukan oleh Israel yang bertentangan dengan hukum dan moral internasional," tegas Mahathir.

Mengenai korupsi, perdana menteri berusia 93 tahun itu mengatakan para pemimpin harus dipilih dengan baik dan jika ada tanda-tanda bahwa seorang pemimpin itu korup, tindakan harus diambil untuk memindahkan orang tersebut.

Mahathir telah menyuarakan sentimen yang sama ketika menghadiri Konferensi Internasional Ketiga tentang Munculnya Afrika (ICEA-III) di Dakar, Senegal, pekan lalu.

Israel keberatan Malaysia melarang perenangnya bersaing di Kejuaraan Renang Para Dunia 2019, yang dijadwalkan diadakan di Kuching pada Juli. Malaysia telah menjadi kritikus blak-blakan terhadap Israel atas kekejamannya terhadap rakyat Palestina. (*)

Rate this item
(0 votes)