MAKI Gugat Praperadilan Tiga Kasus Mangkrak Sekaligus

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman IST

Jakarta - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengajukan permohonan praperadian melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tidak jelasnya penanganan tiga kasus oleh KPK.

Gugatan praperadilan telah diajukan MAKI ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Tertanggal 14 Mei 2019
 
"Hari ini mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK atas tiga kasus korupsi yang mangkrak yaitu atas Tersangka Emirsyah Satar, RJ Lino, dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam relesnya.
 
Bonyamin membeberkan, pertama, kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menjerat mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

"Kasus mangkrak lebih dari dua tahun. Emirsyah juga sudah ditetapkan tersangka sejak Januari 2017," ucapnya.
 
Bonyamin melanjutkan, proses penyidikan kasus yang menyeret Emirsyah sudah selesai dalam bentuk penyitaan rumah. Selain itu, pihak SFO (Serious Fraud Office) Inggris sudah menyerahkan semua dokumen yang dibutuhkan pada Februari 2019.
 
"Namun hingga kini KPK belum ada tanda-tanda ke Pengadilan Tipikor," papar Boyamin.
 
Kedua, kasus tindak pidana korupsi pengadaan quay container crane (QCC) pada 2010 di PT Pelindo II yang menyeret mantan direktur utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino. Bonyamin mengungkap, kasus tersebut telah tiga tahun mangkrak.
 
"Sejak penetapan tersangka Desember 2015. Padahal Lino telah menggugat praperadilan lawan KPK dan KPK menang. Dengan menangnya KPK lawan Lino mestinya mempercepat prosesnya namun hingga kini mangkrak," sambung Boyamin.
 
Ketiga, kasus dugaan pencucian uang dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. KPK telah menyelidiki 300 perusahaan yang digunakan Wawan, dalam melakukan dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.
 
"Mungkin ini kasus mangkrak rekor terlama di KPK karena sudah berlangsung lebih dari 5 tahun dan perkara pokoknya korupsi juga sudah diadili namun hingga kini kasus TPPU Wawan tidak ada kabarnya" cetusnya.
 
Bonyamin mengaku, pihaknya pernah mengajukan gugatan praperadilan terhadap tiga kasus tersebut pada 2018 lalu. Namun gugatan ditolak hakim dengan alasan penyidikan masih berjalan.
 
"Pendaftaran Praperadilan hari ini telah diterima secara resmi oleh PN Jakarta Selatan. Semoga dalam dua minggu kedepan KPK sudah menuntaskan tiga kasus tersebut tanpa menunggu sidang Praperadilan," pungkasnya. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top