MAKI Laporkan Penyimpangan Pengalihan Spektrum ke Kejagung

Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Gedung Ombudsman, Jakarta, Rabu (30/5). Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Gedung Ombudsman, Jakarta, Rabu (30/5). IST

Jakarta - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan dugaan penyimpangan pengalihan spektrum L-Band Satelit Garuda Orbit 123 Bujur Timur dari PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) secara illegal ke perusahaan Inggris Inmarsat sejak 2006 hingga 2015 ke Kejaksaan Agung. Pelaporan tersebut melalui pengaduan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) 

"Kasus ini mengacu Jurisprudensi penanganan perkara korupsi kerjasama frekuensi 3G Indosat-IM2 oleh Kejagung RI yang telah berkekuatan hukum tetap," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, di Kejagung, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. 

Boyamin menjelaskan kasus bermula pada 2010, saat Pemerintah memberikan hak penggunaan orbit 123 BT milik Indonesia kepada PSN. Perusahaan swasta itu kemudian berhak meluncurkan satelit Garuda dalam konsorsium ACeS (Asian Cellular Satellite) bersama PLDT Filipina dan Jasmine Telecommunication Thailand.

Dia menambahkan Indonesia memiliki hak spektrum L-Band sebagai bagian dari hak atas Orbit 123 BT. Hak spektrum L-Band dan hak orbit 123 BT adalah milik pemerintah Indonesia. 

"PSN diberikan hak penggunaan, bukan hak kepemilikan dan hak tersebut tidak dapat dialihkan ke operator lain, apalagi ke operator asing," jelas dia. 

Nyatanya konsorsium merugi akibat krisis moneter. Selain itu, masalah menerpa satelit Garuda bahkan sebelum diluncurkan, sehingga tidak dapat beroperasi penuh sesuai rencana. 

Krisis moneter yang menimpa Asia menyebabkan PLDT dan Jasmine keluar dari konsorsium ACeS, sehingga PSN sendiri menjalankan Garuda. 

"Satelit Garuda hanya mengandalkan layanan komunikasi suara yang bisa digunakan di seluruh Asia. Munculnya teknologi GSM dengan kemampuan roaming antar negara menghilangkan kebutuhan atas layanan ACeS," ucap dia. 

Dia mengatakan pergeseran komunikasi dari komunikasi suara menuju komunikasi data juga memojokkan ACeS. Karena satelit Garuda tidak mampu melakukan komunikasi data. 

"Akibat merugi maka PLDT Filipina dan Jasmine telecommunication Thailand mengundurkan diri," imbuh dia. 
 
Dia menduga PSN mengalihkan spektrum L-Band dan slot 123 BT milik Indonesia kepada Inmarsat secara ilegal. PSN diduga tanpa izin pemerintah Indonesia mengalihkannya konten spectrum L-Band ke perusahaan Inggris, Inmarsat sejak 2006 hingga 2015. 

Meskipun pengalihan ilegal 123 BT dari PSN ke Inmarsat bisa disamarkan di Indonesia, Inmarsat sebagai perusahaan publik harus menjelaskannya secara transparan. Otoritas pasar modal Amerika SEC (Securities Exchange Commission) mengirim surat kepada Inmarsat menanyakan klarifikasi atas transaksi tidak umum terkait pembayaran Inmarsat ke ACeS/PSN pada 7 September 2007.
 
"Hasil Pembayaran USD 15  Juta untuk pengalihan Spektrum Indonesia sebagai unsur kerugian negara dalam jawaban ke SEC, Inmarsat mengakui telah membayar ACeS (PSN) sebesar USD 15 juta untuk beberapa aset, terutama spektrum ACeS digunakan di satelit Inmarsat selama satelit Garuda operasional maupun setelah satelit Garuda tidak lagi operasional," papar dia.
 
Dia menyebut transaksi tidak normal itu diduga untuk menghindari permasalahan hukum dan politik Indonesia. Inmarsat mengakui transaksi bersama ACeS dilakukan dengan cara tidak umum, karena transaksi itu bertentangan dengan peraturan Indonesia dan tidak dapat diterima secara politis. 

Transaksi disamarkan sebagai kerja sama sehingga tujuan tercapai. Inmarsat juga mengakui aset-aset yang diambil alih merupakan jaminan atas pinjaman ACeS, untuk menghindari tuntutan pemilik aset, pengalihan disamarkan dalam bentuk kerja sama.

"Kami meminta Kejaksaan Agung RI melakukan penyelidikan dan penyidikan sesuai Undang-undang yang berlaku," pungkas dia. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top